Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Bagaimana Caranya?


__ADS_3

"Bagaimana ini. Sepertinya Anita masih marah dengan Daddy" ucap Lolita di dalam mobil, setelah dia mengingat Anita yang masih terlihat kecewa dan marah pada ayah nya.


Hingga membuat dirinya terkesan di jauhi oleh Anita dan terkena imbas perbuatan ayahnya tersebut.


Beruntung Lolita tidak ambil hati ucapan Anita. Dia dapat mengerti kenapa sahabatnya tersebut jadi bersikap seperti itu padanya.


"Tidak bisa..." ucap Lolita, berpikir tidak dapat menerima pertengkaran di antara Anita dan ayahnya tersebut.


"Aku harus membuat mereka bersatu" lanjut Lolita berbicara sendiri.


Dan baginya untuk saat ini dia sudah merasa tenang dan sedikit senang setelah bertemu dengan sahabatnya tersebut.


Dia berpikir harus membuat Anita dan Daddy nya untuk kembali rujuk dan membuat mereka benar-benar mengatakannya sendiri bahwa mereka saling mencintai satu sama lain.


"Tapi bagaimana caranya mempersatukan mereka. Kalau Anita saja masih terlihat kecewa dan marah pada Daddy" ucap Lolita berpikir.


"Aduh... mana aku gemas sekali sama adik ku itu. Dia benar-benar menggemaskan. Ya Tuhan... akhirnya aku punya saudara juga. Mana dia ganteng, lucu lagi" lanjut Lolita terlihat senyam senyum sendiri saat mengingat adik laki-lakinya yang imut dan tampan.


Meski baru pertama kali melihat adiknya langsung seperti tadi, tapi itu sudah membuat Lolita jatuh hati pada adiknya tersebut.


Dia merasa begitu senang setelah tahu bahwa dirinya telah memiliki saudara laki-laki dari sahabatnya tersebut.


Namun kali ini dia harus berusaha mempersatukan mereka supaya adiknya tersebut tidak mengalami nasib yang sama seperti dirinya, kurang kasih sayang kedua orangtuanya.


Meskipun sebenarnya cukup berbeda kehilangan kasih sayang orang tua yang di tinggal pergi untuk selama-lamanya dengan kehilangan kasih sayang orang tua yang di tinggal terpisah jarak dan waktu.


Namun hal itu tentu akan membuat Alexa merasa bingung dan kepikiran tentang hubungan tersebut, pikir Lolita.


Sementara itu Alex yang sudah selesai makan malam sendiri terlihat khawatir karena Lolita juga belum pulang ke rumahnya.


Meski sudah sampai jam selesai makan malam tapi anaknya tersebut belum juga datang. Hal itu membuat Alex tidak bisa tenang, pada hal dia ingin segera memberitahu anaknya tersebut tentang Anita.


Namun saat Alex hendak ingin menelepon Lolita, tiba-tiba pintu rumah terdengar terbuka dan rupanya Lolita sudah pulang.


Tapi Lolita yang datang dengan melamun tidak menghiraukan panggilan ayahnya. Dan tanpa menyapa ayahnya terlebih dahulu, Lolita langsung menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


"Lolita sayang... Kenapa kamu baru pulang?" panggil Alex pada anaknya yang tengah berada di hadapannya saat melewati dirinya.


"Ya Tuhan... Dia masih saja mengabaikan aku" pikir Alex seperti itu.

__ADS_1


"Tapi baiklah, tidak apa-apa. Besok saja aku mengatakannya" lanjut Alex berbicara sendiri.


"Anak itu benar-benar, ya...." ucap Alex kembali sambil geleng-geleng menatap ke acuhan anaknya tersebut.


Sementara itu Anita sedang menatap anaknya yang sedang tertidur lelap. Dia juga nampak bersedih setelah pertemuannya dengan Lolita.


Dia juga merasa bingung apa yang akan nanti dia lakukan jika sahabatnya tersebut kembali lagi mengunjunginya.


Terlebih saat tadi Alexa mulai bertanya-tanya tentang kebenaran bahwa dia memiliki kakak perempuan dari ayah yang sama.


Tentu hal itu membuat Anita harus sedikit berpikir keras untuk menjelaskan hal tersebut. Beruntung Alexa tidak terlalu bertanya lebih detail.


Saat dia sedang melamun, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan rupanya itu Raja yang tengah berkunjung untuk menemui kembali Anita dan anaknya.


"Hay... Apa dia sudah tidur?" ucap Raja saat Anita melihatnya menutup pintu kamar tersebut dengan membawa buah tangan yang di bawakan Raja untuknya.


"Raja... Kenapa harus repot-repot. Harusnya kamu istirahat saja tidak perlu mengunjungi ku terus menerus" ucap Anita pada Raja saat melihat Raja membawakannya sesuatu yang terlalu sering dia terima.


"Tidak apa-apa, Nita. Aku senang membawakannya untuk mu dan dapat melihatmu" ucap Raja jujur sambil tersenyum manis padanya.


Dan diam-diam Raja juga melirik ke penjuru ruangan, memastikan bahwa tidak ada Alex di kamar tersebut.


"Kamu ini mulai, deh..." ucap Anita menanggapi gombalan Raja saat ini sambil sedikit tersenyum.


"Bagaimana keadaan Alexa. Apa dia baik-baik?" tanya Raja mengalihkannya pembicaraan menanyakan keadaan Alexa.


"Alhamdulillah.... Dia sudah lebih baik sekarang. Dia baru saja tidur" ucap Anita namun sesaat kemudian raut wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu yang membebani pikirannya.


Dan hal tersebut nampak terlihat oleh Raja.


"Nita, apa kau baik-baik saja... Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu. Apa ada yang sedang mengganggu pikiran mu?" tanya Raja saat melihat raut wajah Anita yang tiba-tiba berubah terlihat tak bersemangat.


"Ahh... tidak, aku baik-baik saja" ucap Anita yang sesaat sebelumnya terlihat tak fokus.


"Nita... Kalau kau ada masalah, jangan menyimpannya sendiri. Ceritakan lah, setidaknya itu bisa mengurangi beban pikiran mu" ucap Alex merasa ada yang sedang di sembunyikan Anita darinya.


"Ya Za, aku mengerti. Tapi saat ini aku tidak apa-apa" ucap Anita meyakinkannya.


"Baiklah kalau begitu" ucap Raja menanggapinya.

__ADS_1


"Apa kau sudah makan?" lanjut Raja bertanya pada Anita.


Lalu Anita pun menjawabnya dengan gelengan kepala pelan menandakan bahwa dia belum makan dari tadi siang.


"Kalau begitu, ayo kita makan dulu. Aku juga belum makan" ajak Raja pada Anita.


Kemudian mereka pun makan malam bersama dengan makanan yang di bawa oleh Raja.


Sementara itu, Alex sudah berada di parkiran rumah sakit. Dia berniat untuk kembali menemui Anita dan anaknya.


Dan pada saat Alex hendak ke ruangan kamar rumah sakit anaknya, tiba-tiba dia melihat Raja keluar dari pintu kamar tersebut dan terlihat juga Anita yang sedang mengantarnya sampai depan pintu.


Mereka terlihat senyam senyum di mata Alex saat Raja sedang berpamitan pada Anita untuk pulang, hal itu membuat Alex merasa cemburu dan tidak suka dengan adegan tersebut.


"Sial, rupanya Raja masih saja berusaha mendekati Anita. Tidak bisa, aku tidak akan membiarkannya terus mendekati Anita. Apalagi mencoba mendekati anakku supaya mendapatkan restu untuk mendekati ibunya" ucap Alex sambil bersembunyi dan mengintip mereka.


Kemudian Raja pun terlihat tengah pergi meninggalkan Anita di depan pintu ruang kamar inap anaknya.


Lalu Anita segera masuk ke dalam setelah melihat Raja pergi.


Namun tiba-tiba, Anita mendengar suara pintu di ketuk.


Dia mengira itu Raja yang datang kembali.


"Apa dia ketinggalan sesuatu?" tanya Anita merasa heran dan mengira itu Raja.


"Kenapa kembali lagi, Za?" tanya Anita sambil membuka pintunya.


"Kamu?" ucap Anita merasa kaget saat melihat bukan Raja yang ada di hadapannya.


"Kenapa, apa kau kira aku Raja?" ucap Alex yang melihat raut wajah Anita yang nampak tidak suka saat melihat ke hadirannya.


Membuat Anita terlihat menyampingkan wajahnya tidak berniat untuk berdebat dengan Alex.


"Aku mau melihat anakku. Jadi tolong biarkan aku masuk" lanjut Alex nampak terlihat dingin dengan Anita setelah tadi dia melihat Anita masih berhubungan mesra dengan Raja, pikir Alex.


Lalu Anita pun menyingkir dari tengah pintu dan membiarkan Alex masuk. Dan entah mengapa saat ini dia tidak ingin berdebat dengan Alex, meski dirinya masih merasa khawatir setiap kali Alex datang akan membawa anaknya.


Namun kali ini Anita mencoba untuk tidak terlalu berlebihan menanggapi pikirannya sendiri.

__ADS_1


Lagi pula menghentikan Alex juga akan percuma dan hanya akan membuat kegaduhan dan mungkin juga hanya akan membuat anaknya terbangun saja.


__ADS_2