
"Sudahlah... aku mau lanjut jalan" ucap Anita menyudahi pembicaraannya.
"Tunggu... kau mau kemana" tanya Rio menghentikan langkah Anita.
"Aku kan tadi sudah bilang, aku mau jalan, mau pulang" ucap Anita, bete.
"Kalau gitu biar aku anterin aja, ya" tawar Rio pada Anita sambil mencoba menggenggam tangan Anita.
"Gak... nggak usah. Aku bisa pulang sendiri" tolak Anita, jutek. Sambil menarik tangannya dari genggaman Rio.
"Oke baiklah..." ucap Rio sambil mengeluarkan ponsel dan memotret Anita dengan sengaja.
"Kak Rio ngapain foto foto aku segala" pekik Anita sambil berusaha menutup wajah untuk tidak di ambil fotonya oleh Rio.
"Ini untuk bukti, buat aku kirimkan ke Lolita. Biar dia tahu sahabatnya ini sedang jalan kaki malam-malam buat pulang ke kosannya" ucap Rio mencoba menggertak Anita, sambil pura-pura ingin mengirimkan foto tersebut pada sepupunya.
"Kak Rio apaan sih. Hapus gak.... hapus gak fotonya" kesal Anita pada Rio, sambil berusaha mengambil hp Rio untuk segera menghapus foto dirinya.
"Tidak mau... Kalau kamu masih bersikeras untuk pulang sendiri. Aku akan tetap mengirimkannya pada Loli" ucap Rio sambil menghalang-halangi Anita untuk menghapus foto dari hpnya.
"Enggak.. Enggak mau. cepat hapus fotoku" pekik Anita pada Rio dengan bibir manyunnya.
"Ok.. baiklah. Kalau begitu aku akan mengirimnya" usil Rio sambil tersenyum iseng memperlihatkan foto Anita untuk membuktikan bahwa fotonya akan segera dikirim, namun sebenarnya itu hanya gertakan Rio pada Anita.
"Tunggu.. tunggu... Ok, kak Rio boleh anter aku pulang. Tapi sekarang tolong hapus foto aku dulu dari hp kak Rio" ucap Anita mengalah dan mengikuti kemauan Rio untuk mengantarnya.
"Nah gitu dong. Dari tadi kee... nurut. Tuh... udah aku hapus fotonya" ucap Rio pada Anita sambil pura-pura menunjukan fotonya telah di hapus, dan bodohnya Anita percaya tanpa memastikannya terlebih dahulu.
Pada hal Rio sengaja segera memindahkan slide foto Anita yang seolah-olah sudah dia hapus.
Dalam hati Rio pun merasa senang dan bahagia karena idenya untuk bisa dekat dengan Anita berhasil, meskipun hanya sekedar mengantarnya pulang.
__ADS_1
Namun itu sudah menjadi awal untuk bisa lebih dekat dengan Anita, pikir Rio.
Sementara Anita masih merasa kesal karena terpaksa harus ikut laki-laki playboy yang di pikirnya sedang mengambil kesempatan.
Bukannya Anita kepedean di dekati Rio, tapi Anita tidak mau sampai jatuh hati pada Rio karena sikap sok baiknya, yang sudah jelas playboy di mata Anita.
Namun setelah di pikir-pikir lagi, dari pada kakinya jadi bengkak terlalu jauh berjalan, lebih baik dia ikut naik motor bareng Rio, begitu pikir Anita.
Rio segera mengambil motornya, dan memberikan helm pada Anita yang dia sendiri tidak menggunakannya. Lebih mementingkan keselamatan Anita dari pada dirinya sendiri.
"Ayo naik" ajak Rio
"Tunggu... " sesaat Rio menghentikan Anita saat ingin naik motor dibelakangnya "ini gunakan helm ku, biar kamu gak kenapa-napa" ucap Rio dengan senyuman sambil memakaikannya di kepala Anita.
Tentu hal itu membuat Anita merasa gugup dan tersipu malu walaupun dia sudah tahu akal bulus playboy seperti Rio, tapi tetap saja membuat hatinya deg-degan, sesaat kemudian berkata "lalu kamu sendiri bagaimana" tanyanya.
"Tidak masalah. Aku kan laki-laki, kalau pun ada apa-apa aku masih bisa bertahan" ucapnya.
"Terus kalau ada polisi, bagaimana" Anita bertanya lagi.
"hhmm... itu sih akal-akalan kak Rio" ucap Anita sambil manyun yang di tanggapi Rio dengan cengiran.
"Ayo naik. Kita jalan" ajak Rio pada Anita sambil menstartter motornya.
"Jangan lupa pegangan. Nanti jatuh" ucap Rio sengaja, berharap dapat pelukan dari Anita.
Anita yang mendengar hanya bisa menggerakkan mata ke atas tanda mulai jengah dengan sikap Rio padanya, lalu berkata "hemmm..." sambil terpaksa menuruti perkataan Rio untuk memeluknya, takut jatuh.
Membuat Rio tersenyum kegirangan tanpa Anita menyadarinya, dan motorpun segera melaju ke tempat tujuannya.
Sementara itu di rumah Alex. Terlihat di meja makan Lolita dan Alex sedang menikmati makan malam sambil berbincang mengenai kelanjutan Lolita yang berniat untuk melanjutkan kuliah S2 nya di luar negeri.
__ADS_1
Lolita begitu antusias ingin segera melanjutkan studinya di luar negri agar dapat menikmati suasana baru.
Meskipun ada beberapa hal yang harus terpaksa dia tinggalkan.
Sementara Alex merasa tak bersemangat, jika mengingat anak tersayangnya akan segera meninggalkan nya sendiri di rumah besar itu.
Meski Alex sering meninggalkan Lolita di rumah sendiri, karena harus bekerja dan bahkan sering lembur ataupun pergi meninggalkannya ke luar negeri untuk sekedar menemui investor atau klien. Tapi setidaknya Alex masih dapat memantau anaknya secara langsung.
Berbeda dengan Lolita yang harus meninggalkannya keluar negri untuk beberapa waktu yang cukup lama.
Tentu hal itu akan membuat Alex merasa khawatir, tidak dapat melihatnya secara langsung. Dan pasti akan membuat Alex merindukan anaknya setiap saat, pikir Alex dalam hati.
Kini Alex dapat memahami apa yang di rasakan anaknya, saat dirinya sedang tidak ada di rumah untuk beberapa hari dan bahkan sampai beberapa minggu meninggalkan Lolita sendiri di rumah.
Tapi Alex pun tidak ingin egois. Dia berpikir anaknya sudah besar dan dapat memilih jalannya sendiri, namun hal itu masih tidak dapat membantu Alex merasa tenang karena sifat Lolita yang masih terlihat manja dan kekanak-kanakan.
Namun Alex mencoba untuk tetap tenang dan berpikir hal itu masih bisa dia lakukan dengan tetap memantau anaknya dari jarak jauh.
Apalagi dengan uang yang dia miliki, Alex bisa membayar orang untuk tetap terus memantau anaknya tanpa harus Lolita tahu, pikir Alex selama ini.
Sementara itu, Rio sudah sampai mengantarkan Anita di depan kosannya.
Anita turun dari motor dan mengucapkan terimakasih lalu hendak masuk kedalam kosannya tanpa ingin berbasa-basi.
Tapi Rio menghentikan langkah Anita " tunggu Nit!" pinta Rio.
"Apalagi?" tanya Anita kesal sambil berbalik melihat Rio.
"Itu" ucap Rio sambil menunjuk ke helm yang masih di gunakan Anita "helmnya..... Heee" seraya memperagakannya.
Sontak Anita pun merasa malu, tapi mencoba tetap tenang dan berpura-pura biasa-biasa saja sambil berkata "oh... ini" tunjuk Anita pada helm yang sedang di gunakannya "Baru mau aku kembalikan" lanjut Anita berpura-pura sambil mengembalikan helmnya pada Rio
__ADS_1
Rio yang melihat tingkah Anita seperti itu membuatnya geleng-geleng kepala dan merasa lucu seraya berkata "Anita... Anita. Kau itu lucu sekali" ucap Rio dengan tersenyum sesaat setelah Anita masuk dan berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sementara Anita yang sudah masuk. Di balik pintu kosan, Anita terlihat malu dan berkata "aduuhhh... Anita.... kau ini. Malu-maluin. Bisa-bisanya kau lupa melepaskan helmnya" sambil sesekali mengusap wajah dan memukul-mukul kepalanya pelan.