
"Ayo katakan... Kenapa kau harus malu-malu begitu. Bukankah aku sudah mengatakan perasaanku padamu. Dan sekarang aku ingin mendengarnya langsung dari mulut mu yang manis itu" ucap Alex sambil memelankan nada suaranya yang terdengar sengaja menggoda Anita terus menerus.
Membuat Anita bertambah gugup dan semakin canggung melihat sikap Alex yang semakin agresif dan tak terkendali.
"Katakan... katakan bahwa kau benar-benar mencintai ku, sayang" lanjut Alex kembali berbicara dan lebih mendekatkan bibirnya pada telinga Anita.
Membuat Anita merasakan sesuatu yang menggeliat di hatinya. Sesaat dia, menutup mata berusaha mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu yang terdengar mudah bagi sebagian orang tapi begitu sulit untuk Anita katakan.
Sementara itu, Alex masih bersabar menunggu dan melihat wajah Anita yang sedang menutup matanya berusaha untuk mengatakan apa yang ingin Alex dengar.
Namun hal itu membuat Alex nampak menikmati pemandangan wajah Anita yang terlihat lucu dan menggemaskan.
Melihat raut wajah Anita yang seperti itu, membuat Alex sudah tidak tahan lagi dan segera mencium bibir Anita yang matanya masih terpejam.
Merasakan ciuman di bibirnya, Anita tiba-tiba terkejut dan membelalakkan matanya. Namun lama kelamaan, dia juga menikmatinya dan membalas ciuman Alex.
Kemudian setelah beberapa saat Alex menghentikan pergerakannya. Dan melihat apa yang terjadi pada Anita.
Dan tanpa di duga-duga, kata-kata yang dari tadi sulit Anita ucapkan seketika itu di katakannya dengan mesra dan tanpa beban.
"Aku mencintaimu.... sayang" ucap Anita dengan mudahnya saat Alex melepaskan ciumannya.
Kemudian Alex yang mendengar kata-kata cinta dari Anita dan melihat responnya tersebut, tanpa membuang-buang kesempatan dia kembali mendekati Anita.
Dan perlahan-lahan Alex mulai memangku Anita dari tempat tersebut menuju kamar pribadinya.
Beruntung stamina tubuhnya masih terjaga, meski di usianya yang hampir menginjak lima puluh tahunan saat ini tidak kencengklak saat Alex mulai menaiki tangga dengan menggendong Anita.
Mereka nampak saling menatap satu sama lain dan juga saling bertautan.
Tidak perduli tangga yang harus di lewati Alex dengan umurnya yang segitu. Tapi yang jelas saat ini, dia sendiri seolah begitu ringan membawa Anita di pelukannya.
Entah karena dia ingin melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami atau memang tubuh Anita yang memang tidak berat.
Tapi hal itu tentu membantunya untuk lebih cepat masuk kedalam kamar pribadinya.
Alex tidak lagi-lagi segan membawa Anita masuk kedalam kamarnya. Dia sudah tidak perduli dengan orang-orang yang mungkin belum tahu dengan status resmi Anita sebagai istrinya.
Tapi yang jelas saat ini, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dan lagi-lagi Alex memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik dan tanpa henti.
Sementara itu, Anita yang juga lagi-lagi terbawa suasana dan gelombang cinta yang semakin menjulang tinggi membuatnya mengikuti arus permainan cinta Alex saat ini.
Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka melakukan aktivitas suami isteri pada umumnya.
Tapi kini mereka lagi-lagi kembali berusaha menyatukan perasaan dan jiwa mereka di malam yang semakin larut, juga waktu dan tempat yang lebih baik dan benar dibandingkan sebelumnya.
Tapi untuk menuju ke bayangan Anita dan Alex membuat adonan lagi, di harapkan para reader lebih bijak dan santuy untuk menanggapinya.
Berhubung sebelumnya sudah ada adegan tersebut di bab sebelumnya, untuk saat ini di persilahkan untuk para reader membayangkannya sendiri-sendiri bagi yang sudah pernah menikah, ya...😋😅😅...
Kira-kira Alex sekarang sedang memberi bumbu-bumbu adonan apa saja ya pada Anita?.... 🤣🤣🤣...
Jangan salah pikir, mereka sedang membuat adonan... Adonan Cinta 😂😂😂....
Oke kembali ke cerita....
Setelah mereka selesai membuat adonannya dengan benar dan dengan jeda waktu yang cukup lama.
Untuk penyelesaiannya Alex pelan-pelan mencium kening, mata dan pipi Anita dengan lembut dan kasih sayang.
Hingga dia tertidur di samping Anita sambil memeluknya tidak ingin melepaskannya. Begitupun juga dengan Anita, yang nampak terlihat bahagia dan tersenyum sambil tertidur di samping suaminya tersebut.
__ADS_1
Mereka nampak terlihat seperti layaknya suami istri yang tidur dalam satu ranjang. Dan kebahagiaan yang terpancar dari keduanya, begitu nampak indah dan damai.
Untuk satu hari ini mereka berdua menghabiskannya dengan kebahagiaan yang begitu indah dan tak terduga. Mereka larut dalam kebahagiaan tersebut.
Hingga pagi menjelang, untuk kesekian kalinya Alex kembali terbangun lebih siang. Entah karena dia merasa kecapean setelah melayani istri mudanya tersebut atau karena dia tidak ingin cepat-cepat lepas dari pelukan Anita.
Tapi yang jelas saat ini, saat dia mulai kembali terbangun Anita sudah tidak berada di samping tempat tidurnya lagi.
Alex merasa terkejut dan untuk sesaat dia berpikir kebahagiaan yang telah di lalui nya semalam adalah mimpi indah yang sesaat.
Tapi kemudian dia tampak kembali sumeringah saat tiba-tiba melihat Anita yang keluar dari dalam kamar mandi yang ada di kamar pribadinya tersebut.
Tanpa berpikir panjang lagi, Alex segera terperanjat dan segera memeluk Anita yang sedang mengeringkan rambutnya.
Alex tidak sadar kalau dirinya sedang tidak memakai apa-apa saat dia memeluk Anita dengan segera.
Membuat Anita yang melihatnya merasa malu sendiri dan berusaha untuk tidak melihat Alex yang tanpa berbusana tersebut sambil mengingatkannya.
"Sayang.. Apa yang kau lakukan. Cepat ke kamar mandi" ucap Anita saat Alex tiba-tiba memeluknya.
"Apa kau tidak sadar... Lihat tubuh mu itu... Cepat ke kamar mandi" lanjut Anita berbicara, menyuruh suaminya tersebut untuk segera ke kamar mandi sambil berusaha menutup matanya dengan tangan meski sudah melihatnya secara langsung, namun Anita tetap saja masih merasa malu sendiri.
"Oppss maaf sayang... Aku lupa. Aku pikir aku semalam hanya bermimpi saja. Kalau begitu aku ke kamar mandi dulu.. emmuah..." ucap Alex sambil segera ke kamar mandi dan mencium rambut kepala Anita sebelum dia benar-benar masuk ke dalam kamar mandi.
"Ya Tuhan... dia itu benar-benar" ucap Anita berbicara sendiri setelah melihat suaminya tersebut masuk kedalam kamar mandi.
"Tapi .. bagaimana sekarang... Bagaimana aku keluar dari kamar ini tanpa di ketahui orang-orang penghuni rumah ini" ucap Anita berbicara pada dirinya sendiri, merasa bingung harus keluar tanpa di ketahui penghuni lainnya.
"Haah... dasar bodoh kamu Anita. Seharusnya kamu bangun lebih pagi lagi tadi" ucap Anita memaki dirinya sendiri.
Dan mau tidak mau, dia harus segera keluar dari kamar pribadi Alex dengan menggunakan pakaian kimono Alex yang nampak kebesaran di tubuh mungilnya.
Anita masih tidak ingin orang-orang penghuni lainnya mengetahui bahwa dirinya memang ada hubungan spesial dengan Alex.
Namun saat dia hendak turun ke bawah menuju kamarnya sendiri, rupanya Lolita juga hendak keluar dari kamarnya.
Dan saat membuka pintu kamarnya, Lolita melihat Anita sedang mengendap-endap menuruni tangga dengan memakai kimono yang terlihat kebesaran dan persis dengan apa yang di pikirkan Lolita bahwa itu adalah kimono milik ayahnya.
Hal tersebut tentu membuat Lolita kembali berpikiran kemana-mana.
"Wahh... bukannya itu Anita. Kenapa dia terlihat seperti habis keluar dari kamar Daddy?" ucap Lolita pelan-pelan, merasa heran melihat Anita yang keluar dari kamar daddynya.
"Apa jangan-jangan... Mereka melakukannya lagi?" ucap Lolita dengan apa yang tengah di pikirkannya saat ini.
"Ya Tuhan... Daddy benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan. Sepertinya Daddy berhasil membuat Anita di mabuk kepayang.... wakakakak... luar biasa... Daddy ku memang gerecep banget. T O P bgt..." lanjut Lolita berbicara sendiri sambil merasa senang dan terkekeh-kekeh sendiri membayangkan keromantisan orang-orang yang amat di sayanginya tersebut.
"Waduuh... kalau begitu terus... bentar lagi aku benar-benar akan segera memiliki calon adik ke dua. Ya Tuhan.... ini benar-benar luar biasa" ucap Lolita merasa senang dan juga tidak di sangka-sangka.
Sementara itu, Anita yang sudah berhasil masuk kedalam kamarnya merasa sedikit tenang dan menarik nafas lega di balik pintu kamarnya. Dia merasa tidak ada orang yang melihatnya.
Kemudian dia segera melangkahkan kakinya lagi untuk melihat ke dalam cermin. Namun apa yang di lihatnya, benar-benar membuatnya terkejut dan tak percaya.
"Ya Tuhan... apa ini. Bagaimana aku tidak menyadarinya?" ucap Anita saat melihat leher dan dadanya yang penuh dengan bekas-bekas merah di mana-mana.
"Kalau seperti ini... Bagaimana aku bisa menutupinya?" lanjut Anita merasa bingung sendiri.
"Haduuh... ya ampun" ucap Anita sambil memegang kedua pipinya bersamaan.
Sementara itu, Alex yang juga sudah selesai mandi segera keluar dari dalam toilet. Namun kini tidak membuatnya merasa kaget saat melihat sudah tidak ada Anita lagi di kamarnya.
Dia berpikir Anita mungkin sudah kembali ke kamarnya sendiri untuk berganti pakaian yang memang belum ada pakaian Anita di dalam kamar pribadi Alex tersebut.
__ADS_1
Membuat Alex berpikir harus segera menempatkan pakaian Anita di dalam kamarnya.
Kemudian tanpa berpikir terlalu lama lagi, Alex segera bergegas masuk kedalam kamar khusus pakaian dan segala aksesoris perlengkapan penampilannya untuk bekerja.
Begitu banyak pakaian dan jas-jas mewah yang terjajar rapih di ruangan tersebut. Dan juga jam-jam kelas atas yang mungkin sudah seperti toko kecil untuk jualan jam.
Tidak perlu waktu lama untuk memilih pakaian yang hendak ingin dia kenakan, karena apapun yang sudah menempel di tubuh Alex sudah pasti cocok dan terlihat menawan, meskipun di usianya yang sudah berkepala cucu harusnya.
Setelah semuanya selesai dan merasa tampan, Alex segera turun ke bawah dengan wajah yang nampak terlihat bahagia dan ceria.
Begitu pun dengan Anita yang sudah siap, namun kali ini dia harus mengenakan syal untuk menutupi sisa-sisa peninggalan Alex yang cukup terlalu banyak untuk membuatnya merasa malu jika terlihat orang lain.
Sementara Lolita dan Alexa yang sudah siap dari tadi di depan meja makan sedang menunggu kedatangan kedua orang tua mereka untuk sarapan bersama sebagai satu keluarga yang utuh dan bahagia.
Namun saat Alexa dan Anita hendak duduk di kursinya masing-masing, tiba-tiba Lolita berbicara merasa gatal jika tidak menggoda kedua orangtuanya tersebut.
"Ehmm.. ehmm.. sepertinya semalam ada yang kebobolan terus, nih" ucap Lolita sengaja menggoda kedua orang tuanya tersebut.
Membuat Anita sedikit merasa tersindir dan mendadak merasa canggung saat hendak duduk bersama dengan Alex. Meskipun dia berusaha untuk tidak memperdulikan ucapan anak sambungannya tersebut.
"Kok tumben, Non. Bukannya non tidak suka sepak bola?" ucap Mbo Inah menanggapi ucapan Lolita yang saat itu sedang menaruh minuman di sampingnya.
Mbo Inah mengira, Lolita sedang membicarakan permainan sepak bola yang saat ini sedang ramai-ramainya di siarkan di tv.
Namun tidak menyangka nonanya yang selama ini dia tahu tidak pernah suka bola mendadak membicarakan kebobolan.
"Iya Mbo... tapi sayangnya gak bisa lihat langsung permainannya. Soalnya itu khusus untuk orang dewasa yang sudah menikah" ucap Lolita tanpa malu-malu.
Membuat Anita dan Alex yang saat itu sedang minum air putih secara bersamaan, mendadak tersedak bersamaan merasa kaget dan malu sendiri.
Anita mulai bertanya-tanya dalam hati, bagaimana Lolita bisa tahu hal itu. Apa dia mengintip atau tahu dari ayahnya tersebut.
Dan tanpa bertanya-tanya lagi, Anita tiba-tiba menginjak kaki Alex yang berada tidak jauh darinya.
Anita mengira Alex yang memberi tahu hal tersebut pada Lolita.
Membuat mereka berbicara pelan-pelan dan saling berbisik-bisik satu sama lain.
"Aa..awww" ucap Alex sambil menahan injakan Anita pada kakinya.
"Daddy kenapa?" ucap Alexa yang melihat raut wajah ayahnya yang nampak menahan rasa sakit.
"Tit.. tidak sayang. Daddy tidak kenapa-kenapa?. Ayo lanjutkan sarapanmu!" ucap Alex pada anak laki-lakinya tersebut.
Kemudian dia segera berbisik pada Anita.
"Sayang... kenapa kau menginjak kakiku?" ucap Alex berbisik pada Anita.
"Itu karena kamu telah bocor menceritakannya pada Lolita" ucap Anita pada Alex, berpikir Alex lah penyebab Lolita berbicara ngelantur seperti itu.
"Apa sih sayang. Kamu salah paham. Aku belum bicara apa-apa pada Lolita" ucap Alex masih dengan berbisik-bisiknya.
"Belum?... kamu bilang belum. Jadi maksud kamu, kamu berniat untuk menceritakannya pada Lolita. Begitu?" ucap Anita merasa sedikit kesal dengan ucapan Alex yang seperti itu.
"Tidak sayang.. tidak begitu maksud ku" ucap Alex berusaha memberi pengertian pada Anita.
"Kalian kenapa berbisik-bisik begitu. Apa ada yang kalian sembunyikan dari kami?" ucap Lolita merasa penasaran saat melihat kedua orang tuanya terus berbisik-bisik tidak jelas di dengarnya.
Padahal dia sendiri yang telah membuat mereka salah paham seperti itu.
"Tidak sayang... Kami hanya sedang sedikit berdiskusi untuk pesta peresmian pernikahan kami. Bagaimana menurut mu?" ucap Alex menutup-nutupi permasalahan kecil yang ada karena kesalah pahaman tersebut.
__ADS_1
"Benarkah... Apa kalian akan segera meresmikan pernikahan kalian dan membuat pestanya?" ucap Lolita nampak begitu antusias dan merasa senang.
"Wahh... aku benar-benar bahagia mendengarnya. Aku sangat senang melihat Daddy dan mami kecilku akan segera mengumumkan pernikahan kalian" ucap Lolita ikut merasa bahagia untuk mereka.