Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Oleh-oleh


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, mereka pun kembali dari bulan madu.


Sesampainya di rumah, Alexa nampak antusias dan gembira saat melihat kedua orangtuanya tersebut telah kembali dari liburannya.


"Mami.... Daddy..." ucap Alexa yang sedang belajar bersama Mbo Inah dan segera berlari menghampiri ibu dan ayahnya.


"Lexa kangen banget sama Daddy dan Mami" ucap Alexa saat menghampiri kedua orangtuanya.


"Sayang... Mami dan Daddy juga kangen banget sama kamu" ucap Anita pada anaknya setelah Alexa berada di pelukannya. Sama seperti anaknya, Anita pun merasa sangat rindu dan juga kangen pada Alexa.


"Mami... kenapa baru pulang. Dan kenapa tidak mengajak ku?" ucap Alexa sedikit protes pada kedua orang tuanya.


"Maaf sayang... Daddy janji lain kali kita pasti akan liburan bersama" ucap Alex saat melihat wajah istrinya yang terlihat sedikit kebingungan untuk menjawab ucapan anak laki-lakinya tersebut.


"Tapi... Daddy janji, ya" ucap Alexa pada ayahnya.


"Iya sayang..." ucap Alex dengan senyuman janjinya.


Kemudian Lolita pun datang dari atas kamarnya dan menghampiri ayah dan sahabatnya tersebut.


"Daddy... Mami kecil... Kalian sudah pulang?" ucap Lolita sambil berlari menghampiri Alex dan Anita.


"Kenapa cepat sekali?" lanjut Lolita kembali bertanya dengan ngasal.


"Kalau cepat begini bagaimana aku bisa punya adik perempuan" lanjut Lolita kembali menggoda ayah dan sahabatnya tersebut.


"Loli!..." ucap Anita merasa malu sendiri sambil mencubit pinggang Lolita yang berada di sampingnya.


"Aww...." ucap Lolita spontan menerima cubitan sahabatnya tersebut.


"Adik?..." ucap Alexa ikut bersuara dan bertanya.


"Apa Daddy dan Mami akan memberiku adik?" lanjut Alexa merasa penasaran dan sedikit antusias.


Mendengar hal tersebut Anita dan Alex tiba-tiba saling memandang dan terlihat malu-malu kucing untuk menjawabnya.


"Tentu saja... Apa kau ingin punya seorang adik?" ucap Lolita segera mendahului dan menanggapi ucapan adik laki-lakinya tersebut.


"Iya, kak Loli. Aku mau" ucap Alexa nampak terlihat antusias.


"Kalau begitu... kita harus banyak-banyak membiarkan Daddy dan Mami slalu berduaan, supaya mereka dapat segera memberikan kita seorang adik yang lucu" ucap Lolita dengan mudahnya dan rasa isengnya.

__ADS_1


Namun membuat Anita merasa sedikit terbebani dan malu sendiri mendengar hal tersebut, terlebih bagaimana mana nantinya harus menjelaskan hal tersebut pada anak laki-lakinya itu.


Berbeda dengan Alex yang merasa senang-senang saja dengan apa yang di ucapkan anak perempuannya tersebut.


"Kenapa harus begitu, kak Loli?" tanya Alexa merasa belum mengerti dengan apa yang di ucapkan kakak perempuannya.


"Kalau itu, nanti kamu tanya sendiri sama Mami mu, oke" ucap Lolita dengan senyuman isengnya sambil berbisik-bisik pada telinga adik laki-lakinya, sengaja untuk membuat Anita merasa bingung dengan pertanyaan Alexa nantinya.


Sepertinya Lolita sangat suka sekali mengerjai sahabatnya tersebut, meskipun kini Anita telah resmi menjadi ibu sambungnya.


Namun rasa isengnya masih saja tidak lepas dari sikapnya tersebut pada Anita.


Beruntung Anita sebagai sahabat dan sekaligus sebagai ibu sambungnya kini dapat memaklumi sikap Lolita tersebut.


Tidak hanya itu, bahkan Anita merasa senang dan bahagia karena Lolita tidak menjaga jarak darinya dan tetap bersikap seperti sebelum-sebelumnya.


"Sudah cukup... nanti kita lanjutkan lagi bicaranya. Sekarang Daddy sama mami masuk kamar dulu, ya" ucap Alex pada anak-anaknya.


"Kamu sama kak Loli dulu, ya. Daddy udah bawain oleh-oleh buat kamu. Sekarang kamu cek sendiri, kamu suka atau tidak. Oke" ucap Alex pada anak laki-lakinya.


"Oleh-oleh?... Hore... Makasih Daddy" ucap Alexa nampak terlihat gembira dan bahagia saat mendengar ayahnya membawakan oleh-oleh.


"Ada di mobil" ucap Alex pada anaknya.


"Loli.. sana antar adik mu" lanjut Alex bicara pada anak perempuannya.


"Oke Daddy.." ucap Lolita menuruti ucapan ayahnya tersebut.


Kemudian Lolita pun segera membawa adik laki-lakinya tersebut ke luar dan meninggalkan kedua orangtuanya di tempat.


Sementara itu, setelah mereka pergi, Alex segera mengajak istri tercintanya tersebut untuk bergegas menaiki tangga dan pergi ke kamar mereka berdua.


Dan di luar rumah Alexa mulai mencari-cari oleh-oleh yang dibawakan ayahnya tersebut yang ada di dalam mobilnya.


Dia terlihat antusias dan bersemangat untuk melihat oleh-oleh apa yang di bawakan daddynya tersebut.


Sementara itu di tempat lain, Raja sedang berada di tempat kediaman kedua orang tuanya.


Dia nampak sedang bermain catur dengan ayahnya. Mereka nampak serius untuk memainkan permainan tersebut, meski di sela-sela permainan itu, mereka juga sedang berbicara hal yang serius juga.


Berbeda dengan nyonya Maia yang sedang menyiapkan makan malam dengan di bantu para pelayan rumahnya.

__ADS_1


Nyonya Maia nampak terlihat antusias memasak masakan sendiri untuk anaknya yang jarang sekali pulang ataupun sekedar makan malam bersama.


Meskipun Raja sayang dan perduli pada kedua orang tuanya, tapi semenjak nenek tercintanya meninggal dia lebih memilih hidup sendiri di apartemennya. Namun hal tersebut tidak membuatnya lupa untuk sesekali mengunjungi kedua orang tuanya.


Dan kini Raja menyempatkan diri untuk mengobrol dan makan malam bersama kedua orang tuanya setelah dia mengetahui kebohongan ayah dan ibunya yang sempat berpura-pura sakit.


Namun begitu, Raja tidak merasa marah ataupun kesal pada kedua orang tuanya. Dia hanya merasa bingung dan ingin tahu kenapa ayah dan ibunya sampai berpura-pura sakit dan berbohong padanya.


Dan itulah alasan kenapa Raja bisa sampai bersedia makan malam bersama dengan kedua orang tuanya.


Hal itu dia lakukan untuk mencaritahu sendiri dan langsung berbicara dengan mereka secara baik-baik.


Sementara itu di rumah, Lolita dan Alexa telah kembali masuk kedalam rumah setelah mendapatkan apa yang mereka cari di dalam mobil bagasi ayahnya tersebut.


Alexa nampak sudah tidak sabaran untuk membuka oleh-oleh yang di bawakan ayah dan ibunya.


"Ayo kak Loli cepetan jalannya. Aku udah gak sabar lihat hadiah yang Daddy bawakan" ucap Alexa pada kakaknya tersebut sambil buru-buru masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Iya sayang sebentar... Jangan buru-buru jalannya" ucap Lolita pada adik laki-lakinya tersebut.


"Tapi cepetan kak Loli... " ucap Alexa tidak sabaran.


"Aduuh... sebenarnya oleh-oleh apa ini. Kenapa ini begitu besar dan lumayan berat" ucap Lolita merasa sedikit kerepotan saat harus membantu adik laki-lakinya tersebut membawakan hadiah yang di bawakan ayah mereka.


"Ayo kak loli cepat buka hadiahnya" ucap Alexa setelah mereka berhasil membawa benda tersebut yang di bungkus dengan kertas kado merah yang cukup besar.


Kemudian Lolita pun segera menaruhnya dengan sedikit menyesal karena tadi sempat menolak bantuan dari para pelayan yang ada di rumah tersebut.


Lolita mengira apa yang di bawakan ayahnya tersebut tidak seberat apa yang memang terlihat.


Dan tanpa berlama-lama lagi, Lolita segera merobek kertas kado yang menyelimuti dan menutupi hadiah atau oleh-oleh apa yang di bawakan tersebut.


Hingga pada akhirnya hadiah pun terbuka dan tentunya membuat Alexa merasa senang dan berjingkrak bahagia dan bergembira saat melihat hadiah apa yang telah di bawakan ayahnya tersebut.


"Hore... ye..ye.. ye.. Aku punya mobil-mobilan besar" ucap Alexa benar-benar merasa bergembira.


"Ya Tuhan... Daddy sampai membawakan hadiah seperti ini. Hmmm... ku pikir apaan" ucap Lolita merasa biasa saja, tapi saat melihat adiknya yang begitu tampak bergembira dan bahagia, dia pun ikut senang dan ikut bahagia melihatnya.


"Apa kamu suka?" tanya Lolita pada adik laki-lakinya.


"Tentu saja kak Loli, aku benar-benar menyukainya.... Tapi Daddy memang hebat" ucap Alexa.

__ADS_1


__ADS_2