
"Apa kamu ingin bermain dengan paman?" lanjut Raja bertanya, menawarkan dirinya untuk bermain dengan Alexa.
"Iya paman, aku mau" ucap Alexa begitu antusias.
Sementara itu, Lolita hanya dapat melihat interaksi di antara mereka dan merasa senang melihatnya.
Bahkan yang tadinya Lolita terlihat tak bersemangat, tapi setelah melihat Raja di hadapannya entah mengapa dia menjadi begitu lebih bersemangat dan berantusias.
Hingga pada akhirnya mereka bermain dan menghabiskan pagi itu bersama-sama.
Bahkan mereka tanpa sadar membuat sebagian orang yang melihat, mengira mereka adalah sebuah keluarga kecil yang sedang menghabiskan waktu bersama di akhir pekan.
Dan setelah pertemuan itu, mereka menghabiskan waktu bersama hingga menjelang siang.
Mereka tampak bersenang-senang saat itu, bahkan Raja dan Lolita sampai tidak ingat kalau mereka sering berdebat dan sempat salah paham satu sama lain.
Namun semenjak Raja mengatakan apa yang membuatnya harus berbohong pada ibunya dan membuat Lolita harus ikut berbohong seperti dirinya, entah mengapa Lolita percaya begitu saja dan sempat bersimpati padanya.
Dan kini, entah perasaan apa yang di miliki lolita untuk Raja. Tapi yang jelas, kini Lolita jauh merasa lebih senang dan bersemangat saat berada dekat dengan Raja.
Terlebih saat Raja mulai mengajaknya mengobrol dan meminta maaf kembali atas apa yang telah terjadi diantara mereka berdua akhir-akhir ini.
Sementara itu, Sore harinya Anita dan Alex terlihat sedang berada di restoran yang menampakkan pemandangan indah pantai laut yang sejuk nan damai.
Mereka hendak menunggu indahnya sinar matahari yang akan segera redup di upuk barat.
Hal itu mengingatkan mereka pada momen indah yang mempersatukan mereka.
Hingga membuat mereka tidak dapat menyangka akan bersatu seperti saat ini.
Dan mereka terlihat begitu bahagia dan romantis. Membuat Alex tidak bisa diam untuk mengatakan bahwa dia begitu mencintai Anita.
"Anita..." ucap Alex sambil mengangkat tangan Anita di atas meja yang sedang mereka tempati.
"Aku sangat mencintaimu" ucap Alex tanpa ragu-ragu mengatakannya pada Anita.
Sementara itu, Anita hanya dapat terdiam merasa sedikit malu namun juga bahagia mendengar Alex berkata seperti itu.
"Apa kau juga sangat mencintaiku?" lanjut Alex bertanya, meski dia sudah tahu bahwa istrinya tersebut juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Namun Alex ingin mendengarnya langsung dari mulut Anita lagi dan lagi.
Bagaimana tidak, hal tersebut tentu mampu membuatnya kembali merasa bersemangat dan merasa dicintai seperti anak muda kembali.
Dan meski Anita sudah pernah mengatakan bahwa dia juga mencintai Alex, tapi entah mengapa kata-kata tersebut membuatnya sedikit sulit dan merasa berat untuk mengatakannya kembali.
Meski kata-kata tersebut terdengar mudah untuk di katakan bagi sebagian orang, tapi tidak dengan Anita.
Anita bukan tipe orang yang mudah mengucapkan kata cinta, meski perasaan itu benar-benar dia rasakan.
Dia masih perlu waktu untuk membiasakan mengucapkan kata cinta untuk suaminya seorang.
Namun Alex yang sudah menjadi suaminya, membuat Anita harus kembali berusaha mengatakan perasaan cintanya, untuk membuktikan pada suaminya tersebut bahwa dirinya juga begitu mencintainya sepenuh hati dan seumur hidupnya.
Kemudian Anita pun mulai menarik napasnya perlahan, mencoba meredupkan perasaan gengsi dan malunya tersebut.
Hingga akhirnya dengan wajah tersenyum bahagia dan perasaan yang dapat dia kendalikan, Anita pun mulai mengatakan cintanya kembali pada Alex.
"Tentu saja..." ucap Anita masih sedikit merasa malu dan belum terbiasa dengan kata-kata tersebut.
"Tentu saja apa, sayang?" ucap Alex kembali sedikit menggoda Anita.
"Euhhmm... " ucap Alex sambil mengernyitkan dahinya.
"Sepertinya aku tidak begitu mendengarnya" lanjut Alex berpura-pura tidak mendengar apa yang di katakan Anita padanya.
"Coba kamu katakan sekali lagi!" pinta Alex pada Anita.
"Aku kan tadi sudah mengatakannya" ucap Anita sedikit protes.
"Tapi aku tidak mendengarnya, sayang" ucap Alex, tidak perduli dengan apa yang di katakan Anita saat ini. Yang ingin Alex dengar hanya kata-kata cinta dari mulut istrinya tersebut.
"Apa jangan-jangan... kamu tidak mencintaiku?" ucap Alex mengada-ngada.
"Tit... tidak. Siapa bilang?... Aku sungguh-sungguh mencintaimu" ucap Anita sedikit gugup dan terbata-bata, tidak ingin Alex salah paham lagi padanya dan tanpa dia sadari dia berhasil mengatakannya dengan jelas, membuat Alex kembali tersenyum mendengar hal tersebut.
Namun Alex rupanya masih belum puas untuk menggodanya dan membuat pipi Anita nampak terlihat merona karena ulahnya.
"Kalau begitu coba katakan sekali lagi!" pinta Alex masih belum puas.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengatakannya dengan jelas. Kemari!" ucap Anita mulai menyadari bahwa suaminya tersebut sedang mengerjainya dan Anita mulai hendak membalasnya balik, meminta Alex untuk lebih dekat dengan wajahnya.
"Aku sangat-sangat mencintaimu, suamiku......" ucap Anita begitu jelas sambil meremas pipi Alex dengan kedua tangan hingga membuat mulut Alex manyun dan terlihat lucu.
Kemudian dengan tersenyum manis Anita mulai melepaskan pipi Alex dan membuatnya sedikit merintih berpura-pura.
"Aww.. aw... kau ini jahat sekali" ucap Alex sambil memijit-mijit pipinya tersebut.
"Biarin... emang enak" ucap Anita pada Alex.
Kemudian mereka pun segera mengalihkan pandangannya, saat matahari mulai menghilang dan membuat momen indah yang nampak mengagumkan untuk di lihat dan di nikmati berdua di tempat tersebut.
"Lihat itu sayang, matahari nya sebentar lagi akan berganti dan menghilang. Apa kau menyukainya?" ucap Alex memberitahu Anita dan sedikit bertanya kembali.
Kemudian Anita pun segera mengalihkan pandangannya pada apa yang telah di katakan Alex padanya.
"Indah sekali" ucap Anita spontan saat melihat keindahan sinar matahari yang mulai tenggelam tanpa menjawab pertanyaan Raja lebih dulu.
"Aku sangat menyukainya" lanjut Anita berbicara sambil menatap mata hari tersebut.
Namun berbeda dengan Alex yang lebih memilih memandang istrinya yang sedang menatap keindahan sunset tersebut.
Dan dengan meletakkan dagunya sendiri di atas kedua tangannya, Alex terus menatap Anita dengan cinta dan damai.
Sementara itu, Raja yang sedang mengendarai mobilnya hendak pergi ke suatu tempat untuk menjernihkan pikirkannya tersebut.
Meski dia tidak tahu mau berhenti dan pergi kemana, tapi yang jelas saat ini dia perlu waktu untuk melupakan semua yang telah terjadi selama dirinya dengan Anita.
Namun di tengah-tengah pikirannya untuk melupakan Anita, tiba-tiba muncul seseorang di benaknya.
Sehingga membuat Raja tiba-tiba har menghentikan laju mobilnya tersebut.
Beruntung saat itu jalanan sedang kosong dan dia sendiri yang sedang mengendarainya.
Namun apa yang tiba-tiba muncul di benaknya, membuat Raja kembali sedikit bingung dan merasa heran.
Mengapa orang tersebut bisa tiba-tiba muncul di benaknya, apa lagi saat Raja sedang berusaha melupakan Anita.
"Ada apa dengan ku. Kenapa aku bisa tiba-tiba memikirkannya?" ucap Raja berbicara sendiri, saat dia tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.
__ADS_1