Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Luka Memar


__ADS_3

Sementara itu Anita masuk ke dapur, mengambil air lalu meminumnya. Mencoba menenangkan diri dari rasa amarahnya tadi.


"hiiiih...." kesal Anita menggigit-gigit giginya sendiri sambil mengambil air dari dispenser.


"Ya Tuhan... kapan selesainya ini. Aku benar-benar tidak tahan lagi jika terus-terusan seperti ini. Dia itu benar-benar menyebalkan" ucap Anita setelah meneguk air dari gelasnya.


"Heeey... gadis pemaraaah. Bawakan aku es batuuu, sekaraaaaang" teriak Alex memanggil Anita, tidak perduli tadi Anita marah padanya.


"Ya Tuhan.... Dia benar-benar ingin membuatku struk muda" kesal Anita saat mendengar Alex berteriak menyuruhnya untuk mengambilnya sesuatu.


"Sekarang apalagi sih maunya" lanjut Anita bertanya-tanya.


Meskipun sedang kesal Anita tetap saja mengambilkan es batu yang di pinta Alex untuknya.


Kemudian dengan segera membawakan es batu tersebut dan kembali ke tempat dimana dia tadi terakhir kali meninggalkan Alex.


"Ini es batunya" pekik Anita masih nampak terlihat kesal dan marah saat sudah berada di hadapan Alex.


"Apa begini caramu bersikap pada bos mu sendiri, hah..?" ucap Alex sedikit menaikan nada suaranya pada Anita, saat melihat wajah Anita yang nampak masih kesal.


Namun Anita sudah tidak perduli lagi dengan tanggapan Alex mengenai dirinya. Anita masih menampakkan wajah cemberutnya yang masih terasa kesal pada Alex.


"Ambilkan aku handuk kecil" pinta Alex yang tidak perduli juga dengan wajah cemberut Anita yang nampak olehnya.


Lalu Anita pun tetap menuruti perintah Alex, meski dengan rasa kesal dan wajah cemberutnya.


"Sekarang tempelkan ini di kaki ku" pinta Alex pada Anita, sambil menunjukan es batu yang sudah di balut dengan handuk kecil tipis untuk mengkompres kakinya yang tadi terkena barbelnya sendiri.


Kemudian Anita pun kembali menuruti perintah Alex lagi, tanpa bicara sedikit pun.


Lalu Anita segera menempelkan kompresan tersebut pada luka memar yang ada di salah satu kakinya.


"Hey... Hati-hati dong. Apa kau sengaja melakukannya?" pekik Alex benar-benar marah, saat tanpa sengaja Anita terlalu menekan es batu pada luka memarnya.


"Sudahlah... sini. Biar aku lakukan sendiri. Kau pergi saja ke kamarmu. Hari ini kau tidak perlu menemaniku berenang. Kaki ku sedang tidak bisa di gunakan untuk berenang" lanjut Alex merasa kali ini Anita tidak bisa di ajak kerja sama.


Namun Anita yang tadinya kesal dan marah, tiba-tiba mendadak jadi merasa bersalah saat melihat Alex benar-benar kesakitan dan menyuruh Anita pergi meninggalkannya sendiri.


Anita yang merasa gengsi, hanya diam saja dan perlahan pergi saat di minta Alex untuk pergi dengan nada marahnya.


Meskipun tadi Anita sempat kesal dan marah padanya, tapi dia tidak bermaksud untuk melukai Alex seperti itu.


Dan hal tadi murni ketidak sengajaan Anita melakukannya.


Membuat Anita jadi kepikiran dengan apa yang telah terjadi pada tuannya yang nyebelin itu.

__ADS_1


Diam-diam Anita berbalik untuk melihat keadaan Alex setelah jarak beberapa meter darinya.


Terlihat Alex benar-benar sedang melakukannya sendiri untuk mengkompres luka memar di kakinya.


Dan juga dia terlihat terus meringis yang nampak dari raut wajah Alex saat es batu tersebut menempel di kakinya yang sedang terluka.


Hal itu semakin membuat Anita tambah bersalah. Tapi dia juga merasa gengsi jika harus kembali melihat ke adaan Alex sekarang.


Hingga akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan Alex sendiri dengan luka memar di kakinya.


Kemudian saat ini Anita sudah berada di kamarnya sendiri.


Waktu masih menunjukkan jam lima pagi. Anita memilih untuk melakukan solat subuh terlebih dahulu.


Namun setelah itu, Anita semakin kepikiran tentang Alex.


Diam-diam Anita ingin melihat kembali keadaan tuannya tersebut. Namun dia takut Alex kembali marah dan mengusirnya lagi.


Hingga akhirnya waktu sudah menunjukan jam tujuh pagi. Itu waktunya untuk Alex sarapan pagi.


Dan singkat cerita makanan pun sudah terhidang di meja. Sementara Anita dan Mbo Inah tinggal menata makanan tersebut di atas meja supaya terlihat menarik dan tidak berantakan.


Lalau Alex pun datang dengan sedikit terpincang-pincang.


Alex bermaksud untuk terlebih dahulu ke rumah sakit, memeriksa keadaan kakinya tersebut sebelum menuju kantornya.


Sebenarnya Alex juga tidak menyangka jika memar di kakinya tadi akan seserius itu, membuat Alex tidak bisa berjalan dengan benar.


Sementara itu Anita yang dari tadi diam-diam memperhatikan keadaan Alex dan juga sempat mendengar percakapannya dengan Rafi mendadak kembali merasa bersalah dan berniat untuk membantunya dan meminta maaf pada Alex.


Namun lagi-lagi gengsinya mengalahkan suaranya untuk meminta maaf.


Kemudian Alex yang terlihat hendak makan, meminta Mbo Inah untuk memberitahu pak Amin untuk siap-siap mengantarkannya ke rumah sakit tanpa memerintah lagi Anita.


"Mbo tolong bilangin pak Amin untuk siap-siap, antarkan saya ke rumah sakit dulu setelah itu baru antar saya ke kantor" ucap Alex pada Mbo Inah tanpa menghiraukan Anita yang berada di hadapannya yang sedang menunggu untuk di mintai hal-hal aneh seperti biasanya.


Namun kali ini seolah-olah Alex sengaja mengabaikan Anita, dia sama sekali tidak memperdulikannya. Tidak lagi-lagi meminta, menyuruh ataupun bicara lagi pada Anita semenjak ke jadian tadi pagi buta.


Tapi hal itu malah membuat Anita merasa buruk, merasa tidak berguna dan merasa di abaikan. Entah mengapa Anita seolah tidak suka jika Alex tiba-tiba tidak memperdulikannya dan mengabaikannya seperti itu.


Kemudian Alex segera memulai sarapannya. Alex hendak mengambil ayam yang berada dekat dengan Anita.


"Silahkan, tuan" ucap Anita mendadak sok manis, namun Alex nampak tak memperdulikannya, Alex lebih memilih lauk lain.


Sementara Anita yang merasa di abaikan merasa heran dan bertanya-tanya.

__ADS_1


"Dia kenapa jadi mengabaikanku begini. Apa dia benar-benar marah padaku karena kejadian tadi?" ucap Anita dalam hati dan bertanya pada diri sendiri.


Setelah beberapa menit, Alex sudah menyelesaikan sarapannya. Dia hendak minum, namun Anita segera buru-buru mengambilkan air minum tersebut dan memberikannya langsung pada Alex.


Namun lagi-lagi Alex dengan jelas mengabaikan lagi Anita dan lebih memilih meminta Mbo Inah untuk mengambilkan air minum dengan gelas lainnya.


"Mbo... tolong ambilin saya air minum, Mbo" teriak Alex namun dengan nada halusnya meminta Mbo Inah yang sedang berada di dapur.


Kemudian Mbo Inah pun datang dengan membawa gelas yang sudah di isi dengan air putih lainnya.


Namun saat melihat ada air minum yang sedang di bawa Anita persis di samping tuannya membuat Mbo Inah merasa heran dan kebingungan sendiri.


"Ini tuan mi... " ucap Mbo Inah terhenti saat melihat Anita juga membawa air minum yang berdiri di samping tuannya tersebut.


"Lah terus itu..." lanjut Mbo Inah sambil menunjuk air minum yang di bawa oleh Anita.


"Udah... Mbo sini. Saya udah pengen minum" ucap Alex maksa pada Mbo Inah, tidak perduli dengan Anita di sampingnya.


Sementara Anita hanya berdiam diri dan juga terlihat tak bersemangat saat melihat sikap Alex yang mendadak berubah seperti itu padanya.


Kemudian Alex pun segera beranjak dari tempat duduknya sambil membawa tas leptopnya yang biasa dia bawa.


Lalu pelan-pelan dia mulai berjalan melewati Anita dan juga Mbo Inah.


Namun saat melihat tuannya jalan terpincang-pincang, membuat Mbo Inah tidak tega dan hendak menolong tuannya untuk menuntunnya sampai ke mobil.


"Tuan... Mbo bantu jalan ke mobil, ya" ucap Mbo Inah menawarkan bantuan.


Tapi Alex yang merasa Mbo Inah terlalu sepuh dan pasti tidak akan kuat menahan bebannya, langsung menolak dan lebih memilih menyuruh Mbo Inah untuk memanggil satpam yang lebih muda darinya untuk membantu dirinya berjalan.


"Gak usah Mbo. Mbo gak bakalan kuat. Lebih baik Mbo bantu saya panggilkan Asef buat bantu saya jalan ke mobil" tolak Alex secara halus dan meminta Mbo Inah untuk memanggilkan satpam yang bernama Asef untuk membantunya.


"Baik, tuan kalau begitu" ucap Mbo Inah dan segera hendak memanggil Asef.


Sementara itu Anita yang merasa dirinya terus-terusan di abaikan merasa tidak terima dan segera membantu Alex berjalan dengan memapahnya setelah Mbo Inah pergi hendak memanggil satpam.


"Ee e ehhh... apa-apaan kau ini. Sudah lepaskan aku. Aku bisa sendiri, sebentar lagi juga akan ada Asef yang akan membantuku. Kau tidak akan kuat dengan tubuh kecilmu ini, walaupun hanya menuntunku berjalan" ucap Alex tidak mau di bantu oleh Anita dan sedikit meremehkan kekuatan Anita.


"Cukup tuan.. Anda tidak perlu meremehkan kemampuan dan kekuatan saya. Walaupun kecil-kecil begini saya masih sanggup mengangkat tuan berdiri" ucap Anita tegas dan sedikit berseloroh.


"Kau memang bisa sanggup mengangkat ku berdiri tapi juniorku, bukan tubuhku yang bisa kau angkat" ucap Alex dalam hati merasa kesal sambil menatap rambut kepala Anita yang memang terlihat mungil hanya sebatas dadanya saat sudah menggandeng tubuh Alex dengan erat.


Kemudian Anita pun segera menggandeng Alex dan membantunya berjalan sampai ke dalam mobil.


"Dasar keras kepala" ucap Alex pada Anita sambil mengikuti langkahnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2