Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Momen Sunset


__ADS_3

Diam-diam Anita merasa senang berada di dalam dekapan Alex seperti saat ini.


Hingga beberapa waktu mereka kembali saling bertatapan dan membuat mereka pelan-pelan terhanyut oleh suasana momen indah tersebut.


Tanpa berlama-lama lagi, entah Anita sadar atau tidak, tapi dia tiba-tiba mencium bibir Alex dengan lembut dan pelan hingga mereka saling bertautan.


Beruntung saat itu tidak ada orang yang sedang berkunjung di pantai tersebut. Sehingga tidak melihat apa yang mereka lakukan.


Suasana pun semakin dingin, Alex mulai membawa Anita ke dalam mobilnya.


Mereka tidak dalam ke adaan mabuk, tapi suasana malam itu dan momen tersebut membuat mereka nampak terbawa nafzu dan juga di mabuk kepayang.


Terlebih Alex yang sudah lama tidak merasakan sentuhan wanita, tentu dia tidak akan melepaskan kesempatan tersebut. Apalagi setelah menerima ciuman inisiatif dari Anita sendiri.


Membuatnya memberanikan diri untuk berbuat lebih pada istrinya tersebut.


Mereka pun sudah berada di dalam mobil, dan Alex segera menurunkan Anita di kursi belakang mobil. Mereka nampak kembali saling bertatapan, melihat lebih dalam lagi perasaan yang saat ini sedang mereka rasakan bersama.


Kini Alex mulai memegang belakang leher Anita pelan-pelan yang tertutup rambut panjangnya, untuk melihat reaksi apa yang akan diterima oleh Anita.


Setelah melihat tidak ada reaksi penolakan darinya, Alex kembali semakin memberani diri untuk mendekati Anita.


Setiap sentuhan yang di berikan Alex padanya, nampak terlihat raut wajah Anita yang nampak menahan desiran sesuatu dan memejamkan matanya berkali-kali.


Melihat reaksi tersebut membuat Alex nampak tersenyum merasa senang.


Kemudian Alex pun memulai untuk mencium Anita kembali.


Itu pun tidak ada penolakan dari Anita, membuat Alex bersemangat untuk melakukannya.


Dan seolah tidak ada beban apapun saat ini untuk keduanya.


Begitupun perasaan yang selama bertahun-tahun ini Alex tahan, mulai sedikit demi sedikit tersalurkan dengan indah dan tanpa beban.


Hingga dia tidak perduli harus melakukannya di dalam mobil dan suasana pantai yang semakin dingin. Namun tempat tersebut, mampu membuat Anita menerima segala sentuhan Alex padanya.


Dia pun tidak mengerti, mengapa dirinya begitu menikmati apa yang setiap Alex lakukan saat ini padanya.


Anita pun tidak tahu, sejak kapan dia mendambakan hal romantis tersebut dari Alex.


Tapi yang jelas untuk saat ini, dia merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang luar biasa dari Alex, begitupun sebaliknya.


Entah karena dia menerimanya tanpa paksaan dan Alex dalam keadaan sadar seratus persen, tidak seperti dulu Alex yang memaksakan kehendaknya yang di pengaruhi alkuhul hingga dirinya memiliki anak dan membuatnya begitu membenci Alex pada saat itu.


Namun saat ini, mereka berdua sedang melangsungkan membuat adonan cinta untuk memberikan calon adik pada Alexa dan juga Lolita 😅😁😁😁....


Mereka benar-benar tidak tahu tempat dan tidak tahu waktu, sekalinya mereka di mabuk kepayang malah terlaksanakan di dalam mobil.


Untung saja orang-orang tidak melihat apa yang mereka lakukan dalam penyatuan cinta tersebut.


Sahutan ******* yang mereka keluarkan begitu sahdu dan bergantian dengan desiran ombak yang menemani permainan mereka.


Entah yang ke berapa kali mereka melakukannya. Tapi yang jelas dari keduanya terdengar ungkapan cinta yang menemani penyelesaian mereka.


"Anita... ahh... Aku.. aku mencintaimu" ucap Alex di saat-saat titik-titik (bayangin sendiri aja, ya😋😋)


"Aku.. Aku juga mencintai mu, tuan" ucap Anita sambil memejamkan matanya, membuat Alex bersemangat memompa bannya lebih cepat dan lebih dalam....


Hingga membuat keduanya kembali merasakan sensasi nikmat yang mengesankan.


Adonan pun selesai dibuat....


Kini waktunya mereka duduk-duduk manja di dalam mobil.


Dengan posisi Alex di belakang memeluk Anita dengan manja sambil melihat ke arah pantai.


"Terima kasih sayang..." ucap Alex sambil memeluk Anita dan mencium rambutnya dari belakang.


Anita hanya dapat tersenyum merasa malu dan mengangguk pelan tidak berani menatap Alex langsung.

__ADS_1


"Anita...?" ucap Alex bertanya.


"Iya, tuan..?" ucap Anita, masih saja memanggil Alex dengan sebutan tuan.


"Kau ini... Kenapa masih saja memanggilku, tuan?" ucap Alex merasa tidak suka dengan sebutan yang Anita ucapkan untuknya.


"Tidak bisakah kau memanggilku sayang, honey, Babe atau... Suamiku tercinta?" ucap Alex lanjut berbicara.


"Baiklah... tapi aku sudah terbiasa memanggil mu dengan sebutan tuan. Bagaimana dong?" ucap Anita sedikit mulai bercanda dengan Alex.


Membuat Alex sedikit mengeratkan pelukannya pada Anita untuk memberi hukuman padanya karena terus memanggilnya tuan.


"Begitukah... Jadi kau ingin terus memanggil ku tuan... hah?" ucap Alex sambil terus-terusan memeluk Anita manja.


"Tidak.. tidak.. " ucap Anita sambil menggeliat dan mencoba menghindari setiap sentuhan Alex yang terus-terusan menggodanya kembali sambil memeluk nya.


"Maksud ku.... Kau memang tuan pemilik hatiku" ucap Anita pelan, terdengar begitu manis di telinga Alex.


Membuat Alex seketika menghentikan ke usilannya tersebut. Dan perlahan mulai membalikan tubuh Anita untuk menatapnya langsung dan berkata.


"Benarkah begitu?" tanya Alex memastikan.


Dan Anita hanya menjawabnya dengan anggukan kepala dan dengan perasaan malu berkata jujur seperti itu pada Alex.


Membuat Alex nampak terlihat benar-benar bahagia dan kembali mendekap Anita di pelukannya.


"Terima kasih Anita... Terima kasih... karena kamu sudah memberiku kesempatan lagi" ucap Alex merasa bahagia.


"Kalau begitu kita akan segera meresmikan pernikahan kita dan mengumumkannya kepada semua orang bahwa kamu adalah milikku... milikku selama-lamanya" lanjut Alex berbicara sambil menatap Anita penuh rasa haru dan bahagia yang teramat banyak menumpuk di dadanya.


Dan Anita yang melihat reaksi Alex tampak begitu bahagia dan gembira, membuatnya ikut tersenyum tak percaya. Bahwa selama ini Alex begitu benar-benar dan sungguh-sungguh mencintainya.


Membuat perasaannya kembali menghangat dan bahagia mengetahui hal tersebut.


"Kalau begitu... ayo kita kembali pulang lebih dulu. Dan memberitahu anak-anak tentang rencana kita itu" ucap Alex nampak begitu antusias memberitahu anak-anaknya terutama pada Lolita.


Sementara itu di rumah Alex, Lolita dan Alexa sudah bersiap untuk makan malam bersama. Namun mereka tidak melihat kedua orang tua mereka dan menanyakannya pada Mbo Inah.


"Mbo Apa Daddy dan Mami kecil belum pulang dari kantor mereka?" ucap Lolita pada Mbo Inah yang sedang menaru sesuatu di depan meja.


"Sepertinya dari tadi Mbo belum melihat ke datangan mereka, Non" ucap Mbo Inah pada Lolita.


"Kok aneh... Perasaan Daddy tadi sudah lebih dulu pulang dari ku. Dan mereka berdua sama-sama belum kembali. Apa mungkin Daddy mengajak Mami kecil ke suatu tempat dulu" ucap Lolita merasa heran dengan kedua orang tua yang juga belum kembali bersamaan.


"Ya sudah kalau begitu... terima kasih Mbo" ucap Lolita kembali berbicara pada Mbo Inah.


"Kalau begitu, Mbo kembali ke belakang dulu. Silahkan, selamat menikmati makan malamnya" ucap Mbo Inah menanggapi nona muda nya tersebut.


"Hey tampan.... bagaimana dengan sekolah mu?" ucap Lolita pada adik laki-lakinya.


"Baik... Hari ini aku juga mendapatkan teman baru di sekolah" ucap Alexa dan sedikit bercerita pada kakak perempuannya tersebut.


"Benarkah?... Apa teman barumu wanita atau laki-laki?" ucap Lolita sedikit menunjukkan rasa penasarannya.


"Kenapa aku harus mengatakan teman baruku perempuan atau laki-laki?" ucap Alexa dan balik bertanya.


"Heeeh.... kau ini. Sama sekali tidak asik. Ya sudahlah... Lebih baik kau makan saja" ucap Lolita merasa sedikit kesal tidak dapat mengajak bercanda adik laki-lakinya tersebut.


"Dia ini benar-benar mirip sekali dengan Daddy... " ucap Lolita kembali, menilai adiknya yang sedikit banyak mirip dengan ayahnya tersebut.


Kemudian Lolita pun segera menuang nasi pada piringnya dan melanjutkan makan malam bersama berdua dengan adik laki-lakinya.


Sementara itu, Alex dan Anita masih dalam perjalan pulang.


Alex nampak terus tersenyum bahagia dan sesekali menciumi tangan Anita sambil tetap fokus menyetir mengendarai mobilnya.


Anita pun kini tidak lagi-lagi merasa malu, dia nampak ikut tersenyum melihat Alex yang begitu lembut dan perhatian padanya saat ini.


Mereka nampak begitu terlihat bahagia dan mesra.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, Raja sedang mengunjungi sebuah club malam untuk menghilangkan rasa sedih dan galaunya tersebut.


Dia nampak sedang memesan sebuah minuman beralkohol di tempat itu.


Suara musik yang begitu keras tidak membuatnya merasa terganggu. Ingatannya pun hanya tertuju pada Anita, wanita yang selama ini dia dambakan dan dia puja-puja.


Dia masih belum bisa melupakan cintanya untuk Anita. Meski dia berusaha untuk melupakannya. Namun kini, hanya minuman tersebut yang dapat membantu Raja untuk sejenak melupakan Anita dalam pikirannya.


Satu gelas belum dapat menghilangkan bayangan Anita dalam pikirannya. Dia mulai menambah dan terus menambah gelas minumannya.


Tidak perduli dia akan mabuk atau tidak, tapi untuk saat ini dia perlu menghapus bayangan Anita dari hati dan pikirannya.


Sementara itu, Alex dan Anita sudah sampai di rumah. Mereka mulai keluar dari dalam mobil dan Alex segera menggandeng Anita di sampingnya untuk masuk bersama ke dalam rumah.


Lolita dan Alexa sedang nonton di ruang keluarga, mereka mendengar suara mobil ayah mereka.


Alexa yang sudah rindu pada kedua orangtuanya, segera beranjak dan berlari menghampiri ibu dan ayahnya.


"Daddy... Mami..." teriak Alexa menghampiri ibu dan ayahnya.


"Lexa... sayang" ucap Anita pada anaknya sambil memeluknya penuh sayang.


"Mami dan Daddy habis dari mana. Kok tumben bisa pulang bersama-sama?" ucap Alexa bertanya.


"Sayang... kok kamu juga tumben manggil mamah dengan sebutan mami?" ucap Anita malah balik bertanya, merasa sedikit aneh mendengar Alexa memanggil dirinya dengan sebutan Mami.


"Memangnya kenapa, Mih. Apa mami gak suka?" ucap Alexa juga kembali bertanya.


"Mama suka. Tapi.. hanya belum terbiasa saja" ucap Anita menanggapi anaknya.


"Kalau begitu. Mami belum menjawab pertanyaan ku. Kenapa mami dan daddy bisa pulang bersama, apa kalian habis jalan-jalan tanpa mengajakku?" ucap Alexa dan sedikit cemberut, mengira ayah dan ibunya jalan-jalan tanpa berniat mengajaknya.


"Tidak sayang.... tidak seperti itu" ucap Anita mencoba memberi pengertian.


"Jangan cemberut gitu, dong. Masa anak daddy yang tampan ini cemberut kayak cewek. Gak cocok.... Bagaimana kalau nanti akhir pekan kita jalan-jalan bersama. Apa kamu?" ucap Alex dan segera menggendong anaknya tersebut untuk dapat menenangkan perasaannya.


"iya... aku mau Daddy... Apa daddy sungguh-sungguh?" ucap Alexa, tiba-tiba merasa senang mendengar ajakan ayahnya tersebut di akhir pekan.


"Tentu saja... Apa daddy terlihat seperti pembohong? ucap Alex pada anaknya.


Lalu tiba-tiba Lolita pun datang dan mulai menghampiri mereka.


"Daddy? Apa kalian pulang bersama-sama?" ucap Lolita, ikut merasa heran juga melihat mereka berdua pulang bersama-sama.


"Jangan bilang, kalau kalian baru saja menghabiskan waktu bersama" ucap Lolita pada ayah dan sahabatnya tersebut sambil menunjuk bergantian pada mereka.


Sementara Anita hanya dapat terdiam menunduk malu mendengar ucapan Lolita tersebut. Merasa apa yang dikatakan sahabatnya itu adalah benar.


Terlebih saat Lolita mulai mendekati dan memutari tubuhnya seolah mencari sesuatu pada diri Anita.


Membuat Anita semakin merasa gugup dan merasa malu juga sedikit takut ketahuan sesuatu.


Dan tiba-tiba, sadar atau tidak membuat Anita pelan-pelan menutup leher dengan rambut panjangnya, seolah ingin menyembunyikan sesuatu dari Lolita.


Hal itu dia lakukan, karena takut ketahuan apa yang terjadi tadi di antara Alex dan dirinya di ketahui oleh Lolita.


Bagaimana tidak, tentu hal itu akan membuatnya merasa sangat malu jika Lolita mengetahui dan bertanya langsung padanya.


Dan seperti saat ini.


Tiba-tiba Lolita memeluknya dari belakang, setelah dia mengitari tubuh Anita, merasa curiga.


"Ahh... mami kecil ku. Akhirnya kau mulai berbaikan juga dengan daddy ku. Aku sangat senang melihat kalian mulai pergi dan datang bersama-sama seperti sekarang ini" ucap Lolita pada Anita, sambil memeluk nya merasa bahagia melihat mereka berdua mulai bertambah dekat.


Dan tanpa sengaja, Lolita tiba-tiba melihat bercak merah tepat di lehernya Anita. Membuatnya berpikiran kemana-mana.


Dan saat dirinya bertanya langsung pada Anita, tentu hal itu membuat Anita merasa malu dan segera pergi mencari alasan untuk menghindari pertanyaan tersebut, yang sudah Anita kira akan menjurus kemana.


Kemudian Anita segera pergi lebih dulu menuju kamarnya, untuk menghindari pertanyaan dan kecurigaan Lolita terhadapnya.

__ADS_1


__ADS_2