Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Pecahan Gelas Kaca


__ADS_3

"Tidak masalah" ucap Anita menanggapi Raja sambil tersenyum kembali.


Kemudian Raja mempertanyakan alamat tempat kerja Anita sebelum mereka lebih jauh lagi berjalan.


"Ngomong-ngomong, dimana alamat kerjaanmu?" tanya Raja pada Anita sambil tetap menyetir mobilnya dengan hati-hati.


"Nanti di depan belok kiri aja, nanti aku beritahu lagi kalau sudah mau dekat" jawab Anita menunjukan jalan tempat kerjanya.


"Oh iya Nit. Boleh aku bertanya?" ucap Raja bertanya sambil sesekali melihat Anita di samping nya.


"Boleh. Tanya saja" ucapnya santai.


"Kenapa kamu masih bekerja dan kenapa tuan Alex tidak mengantarkan mu. Malah membiarkan mu seperti ini" pikir Raja, mencari informasi tentang gadis yang disukainya tersebut, diam-diam.


"Kamu ini kalau nanya ada-ada saja. Ya jelaslah aku masih harus bekerja. Dan untuk tuan Alex, kenapa dia harus repot-repot mengantarku. Lagi pula siapa dia harus perduli padaku" ucap Anita jujur, tidak merasa curiga kalau Raja sebenarnya sedang berpura-pura untuk mencari informasi mengenai dirinya dengan Alex.


Mendengar hal itu tentu membuat Raja merasa senang dalam hati. Tanpa Anita sadari dia telah memberi informasi penting bagi Raja.


"Lalu bagaimana kamu bisa datang kepesta malam itu?" tanya Raja penasaran.


Namun membuat Anita merasa bingung, tidak tahu harus menjawab apa. Dia terjebak dengan omongannya sendiri.


Tapi beruntung Anita hampir sampai di depan tempat kerjanya setelah beberapa puluh menit berjalan, sehingga dia dapat mengeles dan tidak perlu menjawab pertanyaan Raja padanya.


"Tunggu.... cukup. Berhenti di depan saja. Itu hotelnya, tempat aku bekerja" ucap Anita saat Raja hendak berbelok dan Anita melihat tempat kerjanya.


"Apa kamu yakin turun disini?" tanya Raja sambil melihat hotel yang Anita tunjukkan padanya.


"Iya yakin. Aku turun disini saja. Terimakasih sudah mengantarkanku" ujar Anita dengan senyumannya.


Kemudian Anita pun keluar dari mobil Raja sambil menunggu Raja pergi dan berlalu di pinggir jalan.


Lalu sebelum Raja menancap gas dan pergi meninggalkan Anita, dia membuka jendela mobilnya dan bertanya pada Anita.


"Anita... Apa aku bisa mengajakmu makan malam nanti?. Aku mohon" tanya Raja dan sedikit memohon dari dalam mobilnya.


Anita yang masih menatapnya, terlihat sedang berpikir untuk menerima atau tidak ajakan Raja. setelah beberapa saat berpikir dan mengingat pertemuan mereka yang sebentar dan sudah lama pula mereka baru bertemu kembali, akhirnya Anita mengangguk dan menerima ajakan Raja untuk makan malam bersama.


"Kalau begitu nanti aku jemput kamu disini lagi, ya" ucap Raja merasa senang kemudian berlalu pergi meninggalkan Anita.

__ADS_1


Sementara Anita melanjutkan jalannya untuk segera ketempat kerjaannya yang masih beberapa langkah lagi menuju hotel.


Anita sengaja meminta di turunkan sebelum masuk ke dalam hotel, dia merasa tidak enak hati jika harus di lihat orang-orang keluar dari mobil mewah, sementara dia disana untuk bekerja sebagai cleaning servis.


Di tempat lain, tepatnya di kantor. Alex sudah sampai di kantornya. Sementara beberapa karyawan mulai bergosip tentang Alex yang tiba-tiba membawa seorang gadis ke pesta tadi malam bersamanya.


Mereka merasa penasaran dengan gadis yang dibawa Alex tersebut. Namun berbeda dengan sekertaris Alex yang bernama Sonia.


Sonia terlihat begitu kesal dan marah setiap kali mengingat kedekatan Alex bersama gadis yang di bawa bosnya tersebut.


Dia masih penasaran, bagaimana bisa gadis kampung seperti dia bisa jalan dan datang ke pesta bersama bosnya. Namun juga, dia merasa khawatir karena telah ketahuan menampar Anita dan takutnya Raja mengadu pada bosnya.


Kini Alex sudah datang dan berada di hadapannya. Seketika Sonia mendadak gugup dan takut.


Kemudian tanpa melihat ekspresi Sonia, Alex berjalan menuju ruangannya sambil melewati Sonia dan memintanya untuk mengantarkan dokumen-dokumen penting yang harus di tanda tanganinya.


Sonia menunduk paham, sesaat kemudian membuat hatinya merasa lega. Sepertinya Alex tidak marah dan kemungkinan belum ada yang mengadukannya, pikir Sonia.


Tapi dia merasa tetap harus waspada, takut-takut Anita atau Raja tiba-tiba mengadukannya.


Sementara itu di tempat lain, Rio kembali lagi ke rumah Lolita. Berharap sepupunya tersebut memberi informasi penting tentang Anita kepadanya. Rio sudah mulai rindu untuk melihat Anita, tapi dia belum mendapatkan koneksi untuk menghubunginya langsung.


Setelah semalaman terpaksa menemani Dewi, karena Anita tidak jadi datang dan Dewi terus mengikutinya. Rio dan Dewi kembali ketempat tongkrongannya. Dan saat pagi tiba, Rio memilih untuk pulang terlebih dahulu ke rumah sepupunya tersebut.


"Kak Rio pasti habis pulang dari club lagi, kan?" ucap Lolita sambil menarik napas jengkel melihat kakak sepupunya masih melakukan kebiasaan buruk nya, pikir Lolita.


"Namanya juga laki-laki" ucap Rio santai sambil mengambil cemilan yang ada di meja.


"Oh iya... bagaimana kabar sahabatmu itu. Apa kau sudah bertemu dengannya lagi?" ucap Rio basa-basi sambil mencari informasi Anita dari adik sepupunya tersebut.


"Entahlah... aku belum menelponnya. Mungkin dia sekarang lagi berangkat kerja" ucap nya.


"Kalau begitu kau telpon saja sekarang" ucap Rio antusias.


"Apaan... memang nya Anita itu pengangguran. Pasti jam segini dia sudah ada ditempat kerjaannya. Aku tidak mau sampai mengganggu pekerjaannya" ujar Lolita pada kakak sepupunya tersebut.


"Udah kak Rio lebih baik sarapan dulu sanah, pasti kak Rio belum makan juga, kan" ujar Lolita menyuruh Rio untuk sarapan terlebih dahulu.


"Iya baiklah. Tapi aku mau numpang mandi dulu yah. Udah gerah" ucapnya basa basi sambil tersenyum jail.

__ADS_1


"Ya sana... sana... Cepatlah. Bau alkohol ka Rio membuatku emosi tahu" kesal Lolita jujur pada kakak sepupunya tersebut, yang di tanggapi Rio hanya dengan senyuman dan sapuan jarinya di dagu Lolita.


"iiihh... dasar playboy kadal. Untuk saja dia kakak sepupuku. Kalau tidak, aku sudah menendang nya dari tadi" jengkel Lolita pada kakak sepupunya tersebut setelah Rio masuk ke dalam kamar yang biasa dia gunakan untuk menginap.


Sementara Raja sudah berada di kantor di ruangannya. Kemudian dia meminta asistennya untuk di buatkan kopi dan di antarkan ke ruangannya.


Setelah beberapa menit, kopi pun jadi dan segera di antarkan ke ruangan Raja. Namun tanpa sengaja orang yang membawakan kopi tersebut tersandung dan menumpahkan kopinya.


Beruntung Raja bukan orang yang emosian, segera Raja menyuruhnya untuk memanggil seseorang untuk membersihkan kekacauan tersebut.


Dengan perasaan gugup dan hati tidak enak, segera orang tersebut mengambil baki dan keluar meninggalkan pecahan gelas dan tumpahan kopi tersebut.


Sebenarnya bisa saja orang tersebut yang melakukannya, tapi melihat Raja menyuruhnya untuk memanggil orang lain membuatnya tidak berani melakukannya.


Kemudian orang tersebut keluar, dan melihat seseorang lewat di hadapannya. Kemudian dia memintanya untuk membantu membersihkan tumpahan kopi di ruangan Direktur barunya.


Lalu orang yang berpakaian seperti cleaning servis pun masuk dan hendak membersihkan kekacauan tersebut.


"Tok... tok..." suara pintu di ketok.


Kemudian Raja menyuruhnya untuk masuk, sementara dia masuk ke toilet untuk membersihkan tumpahan yang sedikit mengenai bajunya.


Lalu seorang cleaning servis pun masuk dan segera membersihkan tumpahan kopi dan pecahan gelas tersebut.


Pelan-pelan dia mengelap tumpahan kopinya terlebih dahulu. Lalu segera mengumpulkan pecahan gelas kaca tersebut.


Namun pada saat dia memunguti sisa-sisa gelas kacanya, tiba-tiba Raja keluar dari toilet dan tanpa sengaja pintu toilet tersebut ke banting.


Tentu hal itu membuatnya kaget dan tanpa sengaja menyakiti tangannya hingga berdarah. Raja yang tidak sengaja membanting pintunya pun segera menghampirinya dan meminta maaf, terlebih mendengar dan melihatnya kesakitan akibat terkena pecahan gelas kaca tersebut.


"Aww..." pekik orang tersebut saat terkena pecahan kaca.


"Kau tidak apa-apa" ucap Raja saat mendengar nya mengaduh setelah keluar dari toilet lalu menghampirinya.


"Tidak... saya tidak apa-apa tuan" ucapnya sambil menunduk dan menahan sakit dan mencoba untuk menyembunyikan luka kecilnya tersebut.


"Coba aku lihat" ucap Raja sambil menghampiri dan melihatnya lebih dekat.


Lalu saat Raja melihatnya lebih dekat ternyata orang tersebut adalah Anita yang sedang bekerja di hotel tempat miliknya.

__ADS_1


Sebenarnya saat tadi Raja mengantarnya dia juga sempat merasa terkejut karena ternyata Anita bekerja di hotel miliknya. Tapi tidak tahu kalau Anita bekerja sebagai cleaning servis di tempat tersebut.


Namun dia tidak mau bertanya lebih lanjut, ataupun memberi tahu Anita. Takutnya Anita menjaga jarak darinya jika tahu dia adalah pemilik hotel tersebut, pikir Raja saat Anita keluar dari mobilnya tadi.


__ADS_2