Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Sandaran


__ADS_3

Kemudian setelah itu, Raja kembali berbicara dan mengatakan kejadian saat dia tidak sengaja menemukan Anita pingsan di pinggir jalan yang tidak jauh beberapa meter dari tempat terakhir kali Raja mengantarkannya pulang.


"Saat itu aku tidak sengaja menemukan mu di pinggir jalan" ucap Raja mulai berkata pada Anita.


"Mungkin kamu berpikir bagaimana bisa aku ada di jalan itu?" lanjut Raja sambil menatap Anita, mencoba menebak apa yang sedang di pikirkan Anita saat ini.


"Itu karena aku terus menunggumu dan berharapTuhan akan mempertemukan aku dengan mu di jalan itu. Di mana terakhir kali aku mengantarkan mu pulang. Dan ternyata harapan ku tidak sia-sia" ucap Raja menjelaskan.


"Tapi mungkin kamu tidak tahu, aku melakukannya setiap hari setelah pulang dari kantor" ucap Raja kembali, memberitahu sedikit pengorbanannya untuk bisa bertemu dengan Anita.


"Tapi kenapa kamu sampai melakukan hal itu?" tanya Anita merasa heran.


"Itu semua... karena aku benar-benar merindukanmu. Kamu sungguh sulit untuk di hubungi apa lagi untuk bertemu dengan mu" jawab Raja dengan senyumannya sambil terus menatap Anita.


Sementara Anita yang di beri jawaban dan di tatap seperti itu, membuatnya merasa tidak nyaman dan sedikit risih.


Tidak mau mendengar kata-kata yang terdengar ungkapan hati, Anita berpikir untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Saat ini mendengar kata-kata ungkapan hati dan cinta seseorang untuknya, entah mengapa membuatnya merasa tidak senang dan terdengar hanya sebatas lelucon semata di anggapannya.


Sepertinya Anita mulai teroma dengan kata-kata tersebut.


Untuk pertama kalinya dia jatuh cinta pada seseorang dan pertama kalinya juga seseorang itu membuat Anita menjadi ragu untuk mempercayai lagi ungkapan hati dan perasaan cinta untuknya.


Kemudian Anita mulai hendak bangkit dari posisi tidurnya dan hendak pergi dari tempat tersebut.


Namun Raja yang melihat hal tersebut tentu tidak membiarkan Anita pergi begitu saja.


Dia masih merasa khawatir dengan kondisi Anita yang belum stabil.


"Tunggu Anita. Kau mau pergi kemana?. Kau kan belum sembuh total. Beristirahatlah dulu!" ucap Raja saat melihat Anita mulai menyikap selimutnya dan bangkit dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Aku sudah tidak apa-apa, Za. Terimakasih kamu sudah menolongku. Tapi aku harus segera pergi dari sini" ucap Anita hendak pergi.


"Tapi kamu mau pergi kemana?. Setidaknya izinkan aku mengantar mu" ucap Raja tidak bisa membiarkan Anita pergi lagi tanpa mengetahui pergi kemana.


"Aku belum tahu. Tapi aku harus segera pergi dari kota ini" ucap Anita namun sesaat terlihat diam membisu sebelum dia mengatakan kalimat tersebut.


"Aku mohon jangan mempersulit ke pergianku, jika kamu masih ingin berteman dengan ku" lanjut Anita terlihat dingin, tidak mau di hentikan.


"Baiklah. Tapi aku mohon izin aku menemanimu, kali ini saja" ucap Raja masih berusaha membujuk Anita.


Namun Anita tidak berniat untuk memberi jawaban, dia hanya terdiam dan terus berjalan.


Tidak tahu mau kemana, Anita hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Seperti orang yang tak punya tujuan hidup, Anita terlihat melamun sambil berjalan.


Sementara Raja, rupanya dari tadi diam-diam mengikuti Anita. Raja tidak ingin terjadi sesuatu padanya.


Sampai beberapa jam sudah berlalu hingga akhirnya Anita mulai kelelahan dan duduk di bangku yang ada di pinggir jalan.


Kemudian Raja yang melihat hal tersebut segera duduk di samping Anita, tidak perduli Anita akan mengusirnya ataupun marah.


Namun tak di sangka-sangka, tiba-tiba Anita menyenderkan kepalanya di bahu Raja sambil menangis pilu. Tidak tahu Anita sadar atau tidak dengan apa yang di lakukannya.


Tapi yang jelas hal itu membuat Raja merasa senang dan tidak menyangka bahunya menjadi sandaran untuk Anita menangis.


Dan dia membiyarkannya untuk meluapkan kesedihannya tersebut dengan mendengarkan menangis di sampingnya.


Mungkin dengan begitu perasaan Anita bisa sedikit merasa lebih baik nantinya.


Ada perasaan bahagia namun juga sedih saat Raja melihat Anita menyender di bahunya tersebut.


Raja tidak tahu apa yang membuat Anita sesedih itu, dia ingin menanyakan hal tersebut tapi dia juga takut Anita akan segera sadar dan kembali menyuruhnya untuk pergi.

__ADS_1


Hingga akhirnya Raja membiarkan Anita terus menangis di sampingnya sampai dia berhenti sendiri, baru setelah itu Raja akan menanyakannya nanti.


Sementara itu Alex yang merasa bersalah atas perlakuan kasarnya semalam pada Anita membuatnya tidak fokus bekerja.


Dia melampiaskan segala amarahnya pada para karyawan yang saat itu menghadapnya untuk memberi informasi tentang pekerjaan ataupun sekedar meminta tanda tangan darinya.


Hingga membuat para karyawan yang giliran untuk bertemu dengan Alex, mendadak ragu dan takut untuk masuk ke ruangannya saat ini.


Mereka tidak habis pikir, apa yang membuat bos mereka menjadi semenakutkan itu.


Meskipun sebelum-sebelumnya Alex memang di kenal dengan sikapnya yang dingin dan tak tersentuh. Tapi kali ini dia lebih dari itu.


Beberapa hari kemudian, Lolita pulang dari luar negri untuk liburan. Dia sengaja mengambil beberapa hari liburannya untuk memberi kejutan pada ayah dan sahabatnya.


Dengan rasa bahagianya Lolita terlihat senyam senyum sendiri di dalam mobil taxi yang akan membawanya pulang ke rumah dan memberi kejutan pada orang-orang yang di sayanginya.


Namun sepertinya Mbo Inah belum memberitahu Lolita bahwa sahabatnya tersebut sudah tidak ada lagi di rumahnya.


Hingga pada saat Lolita sudah sampai dan memanggil-manggil Anita di rumahnya, membuat Mbo Inah yang mendengarnya merasa bingung dan merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi jika sampai nona mudanya tahu hal tersebut.


"Anita... Anitaaa..." teriak Lolita memanggil sahabatnya tersebut, tanpa memanggil daddynya yang dia tahu pasti sudah berangkat ke kantor.


"Wah... mana nih mami mudaku. Apa kau sedang bersembunyi?. Keluarlah... aku sudah tahu semuanya" ucap Lolita sengaja ingin menggoda sahabatnya tersebut dengan tersenyum jailnya sebelum dia tahu bahwa Anita sudah tidak ada di rumahnya.


Sambil terus berjalan dan mencari-cari Anita di rumah tersebut.


"Tidak perlu malu-malu. Aku jauh-jauh pulang hanya untuk merestui kalian. Jadi sekarang, cepat lah keluar. Aku sudah rindu padamu" lanjut Lolita mengatakan apa yang sebenarnya telah dia ketahui dari hubungan daddy dan sahabatnya tersebut dari Mbo Inah tanpa tahu Mbo Inah belum mengatakan semuanya.


"Non kok tidak bilang-bilang kalau mau pulang hari ini?" ucap Mbo Inah saat mendengar teriakan Lolita dan pelan-pelan segera menemuinya.


"Eh... Mbo. Apa kabar Mbo?. Aku kangen tahu sama rumah ini, sama Mbo juga" ucap Lolita sambil memegang ke dua tangan Mbo Inah dan membuatnya berputar-putar merasa bahagia sudah berada di rumahnya dan ingin segera bertemu dengan sahabat dan daddynya untuk mencari tahu kepastian hubungan mereka berdua dan ingin memberitahu mereka bahwa dirinya juga merestui hubungan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2