Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kedapatan Warga


__ADS_3

Lalu mereka pun segera menuju mobil, setelah Alex berganti pakaian dan mengambil kunci mobilnya.


Kemudian mereka hendak masuk kedalam mobil. Namun Alex yang melihat Anita tiba-tiba hendak masuk ke pintu belakang mobil membuatnya berkata.


"Heh kau mau kemana" ucap Alex sinis sambil membuka pintu mobil depan untuknya sendiri dan menegur Anita segera masuk pindah ke depan mobil, berdampingan dengannya.


Mobil pun segera melaju di keheningan malam.


Dalam perjalanan mereka terlihat saling diam tidak ada yang mau memulai pembicaraan.


Namun dari tubuh dan wajah mereka terlihat rasa tidak nyama, rasa canggung dan gelisah yang menyatu saat hawa dingin malam menghampiri mereka.


Kemudian mereka mencoba segala cara untuk menormalkan keadaan.


Alex mencoba menyalakan radio untuk mengusir keheningan.


Namun yang dia dapatkan lagu cinta yang sesaat membuat bulu kuduk mereka merinding dan menambah kesan romantis. Terlihat juga dari wajah mereka yang tiba-tiba memerah karena merasa malu sendiri.


Sesaat membuat mereka saling menatap satu sama lain, kemudian sadar, Alex segera mematikan lagu tersebut dengan tiba-tiba.


Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


Kemudian Anita yang merasa salah tingkah berusaha untuk menyembunyikannya. Segera dia berpura-pura untuk tidur hingga akhirnya dia tidur beneran.


Sesekali Alex melihatnya, apa dia sudah tidur atau hanya pura-pura tidur, tanya Alex dalam hati.


Tapi setelah melihatnya berlama-lama, Alex berpikir Anita sudah pasti tidur. Membuatnya sedikit lebih tenang karena tidak harus merasakan hal yang aneh-aneh lagi saat melihatnya masih terjaga.


"Hhah.. syukur lah. Sepertinya dia sudah tidur, membuatku panas dingin saja. Ini juga salah ku, harusnya aku tadi mengajak pak Amin juga" ucap Alex sambil tetap fokus mengendarai mobilnya, meski sesekali masih melirik Anita yang sudah tertidur lelap. Dan merasa menyesal tidak mengajak sopir ikut serta.


"Haduuh.. mana udah tengah malam begini. Masih jauh pula tempatnya" gerutu Alex berbicara sendiri.


Sementara itu di kampung Anita, pamannya yang bernama Jaka, sudah siap-siap menunggunya bersama beberapa anak buah juragan Wiguna di rumah neneknya Anita yang sekarang sudah menjadi hak milik juragan Wiguna.


Karena diam-diam Jaka sudah menjualnya pada juragan dan uangnya dia gunakan untuk berjudi terus terusan.


Hingga ibunya, yaitu neneknya Anita terkena serangan jantung saat mengetahui rumahnya hendak di ambil paksa oleh juragan tersebut.


Kemudian setelah semuanya habis, dan uang yang dulu Anita berikan padanya juga ludes, kini Jaka menjanjikan keponakannya tersebut untuk di berikan kepada juragan Wiguna. Karena Jaka sudah tidak bisa membayar hutang-hutangnya lagi pada juragan tersebut.


Namun Juragan tidak ingin kecolongan lagi seperti dulu, itu sebabnya dia sudah menyiapkan beberapa anak buahnya agar Anita tidak bisa kabur kemana-mana lagi seperti dulu dan sayangnya Anita tidak menyadari hal itu.


Hingga akhirnya mobil Alex sudah sampai di kampung tujuan. Namun karena Alex tidak tahu tempat tinggal Anita di kampungnya, dia meminggirkan mobilnya terlebih dahulu dan segera hendak membangunkan Anita dari tidurnya.


Tapi Anita tidak bisa di bangunkan hanya dengan menggoyang-goyangkan kakinya.


"Kebiasaan anak ini, kalau tidur pules banget. Sampai-sampai dia gak sadar waktu itu aku telah menciumnya. Apa dia gak takut orang lain melakukannya" gerutu Alex sambil mengingat saat diam-diam dia telah menciumnya waktu Anita tertidur lelap seperti saat ini, namun tanpa Anita dapat mendengar ucapan Alex sekarang ini.


Kemudian Alex berinisiatif untuk menepuk-nepuk bahu dan pipinya Anita.

__ADS_1


Lalu Alex melepaskan seatbeltnya terlebih dahulu, namun sebelum itu dia sengaja membuka jendela mobilnya sedikit terlebih dahulu supaya udara pagi yang biasa dia hirup bisa masuk ke dalam mobilnya.


kemudian mulai mendekati Anita untuk membangunkannya.


Namun saat yang bersamaan, datang beberapa warga yang hendak melewati mobil Alex untuk menunaikan solat subuh ke mesjid.


Dan tepat saat Alex hendak membangunkan Anita dengan posisi yang terlalu dekat dengannya hingga terlihat seperti ingin melakukan hal senonoh.


Membuat warga yang tidak sengaja melihat hal tersebut, dari jendela yang tadi Alex buka mendadak membuat warga melongo dan berpikiran yang tidak-tidak pada mereka.


Kemudian salah satu warga langsung terpikirkan untuk memfoto terlebih dahulu posisi ambigu Alex dan Anita sebagai bukti untuk di laporkan kepada Lurah di sana.


"Woy.. woy.. woy... Apa-apaan kalian ini. Pagi-pagi begini melakukan hal yang tidak-tidak" pekik salah satu warga mengagetkan Alex dan juga Anita, sambil memukul-mukul mobil yang di tumpangi oleh mereka.


Namun tanpa sengaja saat Alex merasa kaget dan berbalik melihat ke adaan warga yang meneriakinya, tangan Alex tanpa sengaja menarik kerah baju Anita dan melepaskan beberapa kancing bajunya, hingga membuat Anita terlihat seperti telah melakukan sesuatu dengan Alex.


Kemudian Anita yang kaget mendengar keributan di luar berhasil membangunkannya dari tidur pulasnya.


"Iya benar. Tidak tahu malu kalian. Situ pasti bukan orang sini, kan?" ucap salah satu warga lainnya memanas-manasi situasi dan menunjuk-nunjuk Alex yang terlihat menonjol berbeda dengan warga lainnya.


"Cepat keluar dari mobil ini. Kalian sudah mengotor-ngotori kampung kami" lanjutnya semakin panas.


Sementara Anita yang sudah terbangun merasa bingung juga ketakutan dan bersembunyi di balik punggung Alex saat melihat warga yang tiba-tiba di lihatnya sudah marah-marah.


"Tuan, ada apa ini. Kenapa mereka tiba-tiba marah-marah pada kita?" tanya Anita pada Alex berbicara dekat dengan telinga Alex merasa takut dan bingung.


"Sudah kau tenang saja. Mereka hanya salah paham saja pada kita" ucap Alex mencoba menenangkan Anita yang sedang berada di balik punggungnya.


"Woy... cepat buka mobilnya atau kami akan membakar mobil ini. Biar sekalian membakar dosa-dosa kalian berdua" ucap warga yang lain berapi-api.


"Maksudnya apa, tuan. Kenapa dia ingin sekalian membakar dosa-dosa kita. Memangnya apa yang telah kita lakukan pada mereka" ucap Anita polos namun terlihat ketakutan dan bertambah bingung dengan apa yang orang-orang katakan.


"Sudahlah. Kau jangan banyak bicara, lebih baik kita keluar dulu sekarang" ucap Alex ikutan panik dengan Anita yang masih berada di balik punggungnya.


Kemudian mereka pun perlahan keluar dari dalam mobil, berpas-pasan dengan dibawanya seorang Ustad atau biasa mereka menyebutnya pak Haji dan juga pak Lurah yang tadi beberapa warga telah pergi untuk memanggil mereka.


"Itu mereka Pak Haji. Mereka sudah kedapatan berbuat senonoh di kampung kita ini" ucap salah satu warga yang membawanya ke tempat tersebut.


"Tunggu dulu. Sabar semuanya. Jangan maen hakim sendiri. Lebih baik kita tanya dulu mereka. Mungkin saja mereka sudah menikah" ucap pak Haji mencoba menenangkan keadaan.


"Benar itu. Kalian jangan maen hakim saja" ucap pak Lurah menengahi.


"Ya sudah Pak Haji. Coba pak Haji saja yang tanyakan!" lanjut pak Lurah meminta pak Haji untuk menanyakan status mereka.


"Baiklah. Coba bawa mereka kemari!" pinta pak Haji pada warga yang sedang memegangi Alex dan Anita.


Kemudian mereka pun di bawa ke hadapan pak Haji dan di interogasi di hadapan para warga yang ada saat itu dan juga di pagi subuh.


"Maaf sebelumnya. Nama anda siapa?" tanya pak Haji sopan.

__ADS_1


"Nama saya Alex" ucap Alex dengan wajah tidak sukanya di perlakukan warga seperti maling untuk pertama kalinya.


"Woy mukanya biasa aja dong, yang sopan" pekik salah satu warga, tidak terima saat melihat sikap Alex yang kurang ramah pada orang yang mereka hormati di kampung tersebut.


"Iya.. benar itu" timpal warga lain mendukungnya.


"Sudah, sudah, cukup. Jangan di terus kan. Biarkan saya melanjutkan pertanyaan" ucap pak Haji kembali menenangkan.


Kemudian setelah semuanya tenang, pak Haji kembali bertanya pada Alex.


"Baiklah, nak Alex. Sekarang siapa nama istri anda ini?" tanya pak Haji menunjuk ke arah Anita, dan sengaja menggunakan kata istri untuk mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya.


Mendengar pertanyaan itu, sontak membuat Anita merasa kaget dan bingung. Anita merasa pertanyaan itu adalah sebuah jebakan yang mau tidak mau harus Alex jawab dengan cepat.


Membuat Anita tertunduk malu, karena dia sudah mengira warga akan semakin salah paham pada Alex dan juga dirinya.


Meskipun sebenarnya Anita tidak tahu apa yang telah di lakukan Alex padanya hingga membuat orang-orang tersebut mengira dia dan Alex telah melakukan hal tak senonoh di dalam mobil.


"Dia?. Dia bukan istri saya" ucap Alex terlihat ngeselin.


"Tuh kan pak Haji. Mereka itu bukan suami istri" ucap warga kembali ribut.


"Tapi mereka telah melakukan hal yang memalukan di kampung ini" lanjut warga menuduh mereka yang tidak-tidak.


"Tunggu.... Kalian tenang dulu, apa kalian punya bukti dan juga, apa kalian melihat sendiri kalau mereka telah melakukan apa yang kalian tuduhkan?" ucap pak Haji lagi-lagi harus menenangkan warga yang mulai tersulut emosi.


"Ada pak Haji, ini buktinya. Saya sudah memfoto mereka saat kami mendapati mereka melakukan hal senonoh di dalam mobilnya" ucap salah satu warga sambil menunjukan hasil foto yang telah dia ambil tadi pada pak haji.


"Tuh kan pak Haji, berarti benar mereka sudah melakukan sesuatu yang tidak-tidak. Dan lihat baju gadis itu, pakaiannya tidak sopan acak-acakan begitu. Pasti mereka sudah melakukannya" ucap salah satu ibu-ibu julid saat melihat pakaian Anita yang terlihat acak-acakan.


Padahal baju Anita seperti itu karena Alex tadi tidak sengaja menariknya saat tadi kaget dan berbalik melihat warga yang berteriak-teriak padanya.


Namun warga tentu tidak akan percaya dengan apa yang akan Alex katakan dan jelaskan pada mereka.


Sementara Anita yang baru menyadari bajunya acak-acakan seperti itu, spontan melihat ke arah Alex dengan wajah melotot dan bibir manyunnya.


Membuat Anita jadi berpikiran yang tidak-tidak juga pada Alex, kemudian segera membenarkan pakaiannya sendiri dengan rasa malu.


"Sudahlah pak Haji lebih baik kita paksa saja mereka untuk menikah!" ucap warga memberi solusi.


Sementara Alex dan Anita yang mendengarnya merasa terkejut bukan kepalang dan berusaha mencoba menjelaskannya.


"Tidak, tidak.. Pak Haji, mereka salah paham. Kami tidak melakukan apapun" ucap Anita mencoba menjelaskan.


"Benar itu Pak. Kami tidak melakukan apapun sama sekali" timpal Alex membantu Anita menjelaskan.


"Jangan mengelak kamu. Lalu bibir mu itu kenapa, kalau bukan bekas beginian" ucap warga lagi sambil memperlihatkan gerakan tangan yang terlihat berciuman namun tidak berani mengatakan.


Membuat Alex yang mendengarnya tidak bisa berkata-kata, karena dia merasa luka di bibirnya memang bekas ciuman, yang dia paksakan pada Anita saat dirinya terpengaruh oleh alkuhul.

__ADS_1


"Tuh kan benar. Dia saja tidak bisa mengelak. Sudah pak Haji, nikahkan saja mereka. Kalau mereka tidak segera di nikahkan pasti mereka akan melakukannya juga di tempat lain" ucap orang tersebut memanas-manasi keadaan namun beralasan.


"Tunggu dulu. Lebih baik kita bawa mereka dulu ke mesjid. Kita lakukan solat subuh dulu. Baru setelah itu kita musyawarahkan lagi tentang mereka" ucap Pak Haji tidak bisa begitu saja menerima usulan warganya.


__ADS_2