
Sementara itu Anita yang masih menangis di tempat lain, mencoba untuk menghapus segala ingatan dan kenangan momen kebersamaannya dengan Alex.
Dia merasa setiap kali teringat Alex membuatnya semakin bersedih dan sakit hati. Meski pun di antara momen-momen tersebut banyak dengan perdebatan yang mereka lakukan.
Namun hal itu tetap saja membuat Anita merasa kehilangan dan bersedih.
Sementara Raja masih saja tetap setia mendengarkan tangisannya tanpa berkata apapun.
Kemudian perlahan Anita pun mulai menghentikan tangisannya.
Mulai merasa lebih baik setelah mengeluarkan air matanya.
Memang benar kata orang menangis adalah salah satu pelipur lara terbaik untuk depresi. Menangis dapat mengurangi beban pikiran, tekanan dan meredakan hati.
Setidaknya itulah yang saat ini Anita rasakan setelah dia menangis meluapkan perasaan sedihnya tersebut.
Dan setelah dia merasa sedikit tenang, Anita baru menyadari bahwa ada Raja di samping tempat duduknya.
"Kamu... sejak kapan ada disini?" ucap Anita masih terdengar sesenggukan saat menyadari ada Raja di sampingnya sambil menghapus air matanya.
"Apa kamu dari tadi melihatku sedang menangis?" lanjut Anita tanpa mendengarkan jawaban Raja dari pertanyaan sebelumnya, sambil tetap penghapus air matanya yang masih sedikit menetes.
__ADS_1
"Menurut mu?" ucap Raja balik bertanya.
"Maafkan aku, membuat mu harus melihat ku dalam ke adaan cengeng seperti ini" ucap Anita pada Raja, menganggap dirinya cengeng.
"Kau ini aneh. Kenapa harus meminta maaf padaku karena kau sedang menangis" ucap Raja pada Anita.
"Menangis itu bukan sesuatu hal yang buruk. Justru dengan menangis dapat membantu mu mengurangi tekanan dan salah satu pelipur lara yang paling efektif" lanjut Raja mencoba meyakinkan Anita bahwa tangisannya tersebut bukan hal yang tidak baik, itu adalah hal yang wajar-wajar saja.
"Hanya saja... kalau kau terus-terusan menangis, itu bisa membuatmu terlihat jelek dan seperti anak kecil" lanjut Raja berseloroh kembali berbicara, mencoba membuat Anita tidak lagi memikirkan sesuatu yang membuatnya tambah bersedih.
"Iihhh... kau ini malah mengejek ku" u secap Anita dengan sedikit senyumannya sambil memukul pelan pundak Raja.
"Nah.. begitu lebih baik" ucap Raja sambil ikut tersenyum menatap Anita.
Namun Anita yang tidak bisa menjawabnya, hanya terlihat diam dan kembali menundukan kepalanya lagi merasa tidak ingin mengatakannya.
Raja yang menyadari ucapannya tersebut hanya membuat Anita kembali bersedih lagi, segera mengalihkan pembicaraannya tersebut.
"Baiklah, tidak perlu menjawabnya jika tidak ingin mengatakannya. Sekarang lebih baik kita pergi dulu dari sini. Lihat mataharinya mulai panas" ucap Raja tidak ingin membuat Anita kembali bersedih dan mengajaknya untuk segera beranjak pergi dari tempat duduknya tersebut.
Sementara itu di rumah Alex, Lolita masih terlihat bahagia namun berbeda dengan Mbo Inah yang terlihat bersedih dan menunduk menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Membuat Lolita yang melihatnya jadi penasaran dan segera bertanya pada Mbo Inah.
"Mbo kok malah kelihatan sedih sih. Apa Mbo gak senang melihatku ada disini?" ucap Lolita dan bertanya pada Mbo Inah dengan raut wajahnya yang di buat-buat tersinggung dengan sikap Mbo Inah.
"Tit..tidak, Non. Tidak seperti itu. Mbo hanya..." ucap Mbo Inah terbata-bata, membuatnya ragu untuk melanjutkan ucapannya dan tidak berani mengatakan apa yang sebenarnya sedang dia pikirkan.
"Hanya apa Mbo?. Kenapa tidak melanjutkannya?" tanya Lolita penasaran.
"Begini Non... Nak Anita..." ucap Mbo Inah masih terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya.
"Oh.. iya, Anita mana Mbo?. Dari tadi aku tidak melihatnya. Apa dia sedang keluar?" ucap Lolita dan lebih memilih menanyakan keberadaan sahabatnya tersebut.
"Nak Anita... pergi Non" ucap Mbo Inah memberanikan diri.
"Maksud Mbo, Anita lagi keluar kemana?" tanya Lolita masih bereaksi biasa saja, dia mengira Anita sedang pergi keluar rumah untuk sebentar.
"Maaf Non. Maksud Mbo, nak Anita sudah pergi jauh dari rumah ini. Semalam tuan Alex sudah mengusirnya" ucap Mbo Inah terlihat menunduk dan membuat Lolita yang mendengarnya perlahan melepaskan senyuman dari wajahnya.
"Apa maksud Mbo. Kenapa Daddy sampai mengusir Anita?" tanya Lolita merasa tak percaya dengan apa yang telah di dengarnya.
Kemudian Mbo Inah pun menceritakan kejadian dan bagaimana Anita telah bercerita padanya tentang tuannya yang benar-benar marah dan mengusir Anita saat itu.
__ADS_1
Mbo Inah menceritakannya kembali pada Lolita. Mendengar hal itu, membuat Lolita menjadi sedih dan merasa marah pada daddynya tersebut.
Dia tidak menyangka ke pulangannya ke rumah untuk membuat mereka akur dan saling mengakui perasaan cintanya masing-masing ternyata sudah terlambat dan Lolita semakin merasa bersalah. Meskipun sebenarnya dia tidak salah apapun.