
"Kau tenanglah dan duduklah dulu" ucap Raja menenangkan Anita, tapi Anita tidak menggubrisnya.
"Maaf tuan. Saya harus pergi" ucap Anita hendak pergi.
"Tunggu.... Bagaimana kalau aku mengenal mu" ucap Raja membuat Anita menghentikan langkahnya dan juga menambah ke bingungannya.
"Kenal?" tanya Anita lirih.
"Kalau kau merasa penasaran. Duduklah!. Aku akan mengatakannya padamu" ucap Raja membuat Anita kembali mundur dan duduk di atas kursi yang telah Raja sediakan.
Kemudian setelah Anita duduk tenang, Raja mulai mengobati luka di sudut bibirnya dengan menggunakan cotton buds dan sedikit betadin.
Mula-mula Raja membersihkan darahnya dari bibir Anita yang sesaat membuat Raja fokus melihat bibir Anita yang ranum. Meski masih nampak terlihat memerah bekas tamparan yang di terimanya.
Namun tidak lama, Raja kembali fokus untuk mengobati luka di sudut bibir Anita. Setelah membersihkan sedikit darahnya, kemudian Raja mulai memberi sedikit betadin pada luka tersebut.
Membuat Anita sedikit meringis merasa perih lalu Raja melihatnya sesaat menghentikan tangannya. Namun Anita tetap diam, duduk karena penasaran dengan apa yang akan dikatakan Raja padanya bahwa dia mengenal Anita.
Perlahan Raja mengatakan sebuah cerita dimana dia dulu pernah bertemu dengan seorang gadis di suatu desa saat dia duduk di bangku SMA.
"Dulu saat aku masih remaja. Aku memiliki nenek yang sangat aku sayangi. Dia yang sudah merawatku selama ayah dan ibuku sibuk bekerja. Karena nenek ku mulai sakit-sakitan, nenek meminta ayah dan ibuku untuk mengantarnya ke desa tempat dimana kakek dan nenek menghabiskan waktu bersama.
Karena kakek meninggal di sana dan aku dirasanya sudah besar, nenek berniat meninggalkan aku dan dia ingin kembali ke desa menghabiskan waktunya di sana. Namun karena aku tidak mau berpisah dengan nenek akhirnya aku ikut bersama nya hingga membuat ku harus melanjutkan sekolah ku disana. Sampai akhirnya terpaksa aku bersekolah disana.
Karena aku seorang introvert membuatku sulit bergaul dan aku tidak suka dengan keramaian, hingga membuat ku di ejek dan dihina teman-teman sekolah ku dulu di desa. Mereka mengira aku anak yang aneh, penyendiri, berwajah alien hanya karna aku menggunakan kacamata tebal.
Tapi ada satu gadis yang tidak pernah menghina atau membiarkan aku merasa sendiri. Meskipun aku tidak pernah mau berbicara padanya dan sering mengabaikannya. Tapi setiap hari di sekolah dia selalu meluangkan waktu untuk berbicara padaku meski sedikitpun aku tidak pernah mau membalasnya. Namun tanpa aku sadari selama itu dia membuatku merasa tidak sendirian di sekolah itu.
Dan selama satu tahun terakhir dia terus melakukan hal yang sama pada ku tanpa perduli aku selalu mengabaikan nya.
Hingga aku kembali dan pergi dari desa itu, tanpa di sadari aku mulai merindukannya" ucap Raja panjaaaaaaaang menceritakan kisahnya, namun beruntung Anita tetap setia mendengarkannya.
"Dan kau tahu siapa nama gadis itu?" tanya Raja seolah-olah Anita tahu jawabannya, namun Anita hanya menatapnya dan menggelengkan kepalanya, tidak.
__ADS_1
"Gadis itu bernama Anita.. Putri.. Kusuma" ucap Raja dengan memperlambat menyebut sebuah nama sambil menatap lekat Anita.
Membuat Anita berekspresi tak percaya dengan apa yang di dengar nya. Itu adalah nama lengkap Anita di desanya, dan saat dia pergi dari desa tidak ada seorang pun yang tahu nama lengkapnya, bahkan Lolita sekalipun sebagai sahabatnya tidak pernah di beri tahu.
Dan sesaat kemudian Anita tersenyum bahagia dan sempat meneteskan air mata bahagia di pipinya.
"Azza.." pekik Anita menyebut sebuah nama dengan tersenyum bahagia sesaat kemudian merasa bibirnya kembali perih "ahh.. aww" rintih Anita karena terlalu lebar tersenyum membuatnya lupa kalau bibirnya sedang terluka.
"Hati-hati..." ucap Raja saat mendengar Anita mulai kesakitan di sudut bibirnya.
Kemudian Anita dan Raja saling menatap tersenyum bahagia setelah sekian lama tidak bertemu, meskipun sebenarnya Anita masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Karena Raja yang dulu benar-benar berbeda dengan yang sekarang.
Terlebih mengingat penampilan dan ke adaan Raja yang tidak mungkin Anita duga.
Dulu Anita tidak tahu kalau Raja atau Azza yang biasa dia panggil dulu ternyata anak orang kaya. Dan dulu penampilannya juga biasa saja, tapi meskipun begitu Anita tetap ingin berteman dengannya.
Anita merasa dulu Raja memang aneh dan sangat pendiam. Tapi Anita juga tidak tahu kenapa dia sangat suka bercerita pada Raja dulu meskipun tidak pernah di tanggapinya. Tapi dia slalu merasa tenang dan bahagia setiap kali selesai bercerita padanya.
Mungkin karena dulu Anita merasa Raja satu-satunya orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya tanpa perlu ada tanggapan.
"Tapi bagaimana bisa. Dulu kamu tinggal di desa yang aku pikir kamu tidak seperti ini" ucap Anita jujur sambil menggerakan tangannya di akhir kalimat untuk memperlihatkan segala kemewahan yang dia lihat dari Raja saat ini.
"Kenapa. Memangnya anak orang kaya sepertiku tidak boleh bersekolah di desa" seloroh Raja pada Anita dengan senyuman hangatnya yang selalu dia tampak kan pada Anita saat ini.
"Maaf... bukan begitu maksudku" ucap Anita masih dengan senyum ramahnya.
"Tidak masalah. Kau tidak perlu meminta maaf seperti itu" ucap Raja menanggapinya.
"Tapi... aku ingin berterima kasih padamu. Karena dulu kamu tidak membiarkan aku sendiri. Selalu mengajak aku bicara walau aku selalu mengabaikan mu dan mendiamkan mu tapi kamu selalu berusaha perduli padaku. Terimakasih" ucap Raja jujur dengan senyum getirnya, membuat Anita sesaat merasa terharu dan sedikit emosional mendengarnya.
Tidak mau emosional dan mengingat-ngingat masa lalu, kemudian Anita segera mengalihkan pembicaraan sambil mengusap air matanya cepat.
"Lalu bagaimana dengan keadaan nenek mu sekarang" tanya Anita mengenai keadaan nenek Raja sekarang.
__ADS_1
Namun tanpa di sadari Anita, pertanyaan itu malah membuat Raja perlahan meredupkan senyumannya. Lalu berpura-pura membereskan kotak P3K yang tadi belum sempat dia selesaikan.
Sementara Anita masih sabar menunggu jawaban dari Raja. Lalu, Raja perlahan kembali bersuara dengan nada berat.
"Nenek... sudah pergi menyusul kakek. Itu sebabnya aku kembali dan tidak menetap di desa lagi" ucap Raja sambil menundukan kepalanya menahan rasa sedih atas kehilangan nenek yang selama ini di sayangi nya.
Sementara Anita sedang duduk di kursi dan Raja terlihat seperti sedang bersimpuh di hadapan Anita. Kemudian Anita meminta maaf atas ketidak tahuannya dan membuat Raja sedih teringat kembali pada nenek tercintanya.
"Maaf... Azza" ucap Anita merasa sudah biasa memanggilnya dulu seperti itu, namun membuat Raja seketika menatap Anita pelan, saat panggilan yang biasa dulu di ucapkan Anita terdengar kembali di telinganya.
"Ma..maksud ku tuan Raja" ucap Anita terbata-bata saat Raja kembali menatapnya, yang di sangka Anita, Raja tidak suka dengan panggilan tersebut. Dan pikir Anita dia telah bersikap tidak sopan menyebut anak tuan rumah yang punya acara hanya memanggilnya dengan panggilan nama saja.
Kemudian, Raja yang melihat Anita tiba-tiba kikuk dan merasa tidak nyaman karena tatapannya. Perlahan dia mulai kembali tersenyum seperti tadi. Membuat Anita merasa bingung dan serba salah untuk bersikap seperti apa. Takut menyinggung perasaan Raja yang dulu dia suka memanggilnya dengan sebutan Azza.
Pada hal sebenarnya, Raja bukannya marah atau tidak suka dengan Anita yang memanggilnya dengan sebutan Azza. Justru Raja merasa senang dengan panggilan tersebut, dia merasa itu adalah panggilan sayang Anita kepadanya.
Namun Anita salah memahami tatapan Raja, Anita berpikir dia sudah bersikap tidak sopan dan Raja tidak menyukai panggilan tersebut.
"Kamu tidak perlu meminta maaf. Itu sudah lama berlalu" lirih Raja sambil mengembangkan senyumannya agar Anita tidak lagi merasa kikuk dan serba salah.
Kemudian Raja mencoba mengalihkan pembicaraan agar Anita merasa nyaman kembali dan tidak lagi menganggapnya orang asing lagi.
"Oh ya.... Ngomong-ngomong bagaimana rasa ketopraknya waktu itu" tanya Raja dengan senyumannya.
Namun pertanyaan Raja membuat Anita mengingat sesuatu. Mengingatkannya kembali, waktu dimana saat ada seseorang yang tiba-tiba membayarkannya ketoprak tanpa dia tahu siapa orang yang telah membayarnya.
Yang hanya mengatakannya pada Abang ketoprak bahwa dia adalah temannya sewaktu SMA dulu. Dan sekarang Anita sudah tahu siapa orang tersebut, yang tidak lain dan tidak bukan, dia adalah Raja teman sewaktu SMA dulu.
"Jadi... orang itu anda" ucap Anita kembali terperangah setelah mengingat dan tahu orang yang waktu itu pernah bayarin ketopraknya dan berlalu pergi adalah Raja. Segera Anita pun berterima kasih untuk apa yang telah dilakukan Raja waktu itu.
"Ya Tuhan... anda benar-benar berkali-kali memberi saya kejutan. Tapi terimakasih untuk ketopraknya waktu itu, rasanya benar-benar enak, tuan Raja" ucap Anita dengan senyum dan sedikit formal, meluapkan apa yang ada di pikirannya namun Raja merasa itu terdengar Aneh di telinganya. Kemudian meminta Anita untuk tidak bersikap formal padanya.
Sementara itu, Alex yang dari tadi sudah selesai dengan pidatonya. Mencari-cari keberadaan Anita dan belum menemukannya.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia mencoba ke atas yang di pikir nya tidak ada orang yang ke sana, dan berpikir kemungkinan Anita menarik diri dari kerumunan dan menyendiri di atas ruangan tersebut.