Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Tidak Perlu Mengusirku


__ADS_3

Saat Anita tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan sayang, sesaat Alex tersenyum dan merasa ide untuk menggertak Anita berhasil.


"Hemmm.... dasar munafik. Pasti dia takut kalau aku mengatakan kebusukannya pada Raja dan Raja akan meninggalkannya dan dia tidak bisa lagi mendapatkan uang darinya" ucap Alex dalam hati, masih berpikir buruk dan salah paham terhadap Anita.


Kemudian mereka pun duduk kembali. Namun Raja yang mendengar Anita memanggil Alex sayang merasa kaget dan bingung.


Raja berpikir Anita baru tadi pagi mengatakan bahwa Alex dan dirinya tidak ada hubungan apapun apalagi kekasih jadi bagaimana mungkin Anita memanggil Alex seperti itu.


Kemudian Raja berpikir kembali, mungkin dia salah mendengar dan hanya berhalusinasi, karena saat itu Raja sedang fokus makan dan tidak melihat langsung siapa yang memanggil seseorang dengan sebutan sayang.


"Kamu sudah selesai dari toiletnya?" tanya Raja basa basi, saat Anita sudah duduk di hadapannya. Kemudian Anita mengangguk pelan menanggapinya.


Sementara itu, Alex tiba-tiba ingin mengatakan sesuatu pada Raja. Namun, dengan segera Anita mendahului Alex untuk bicara pada Raja.


Anita berpikir, Alex hendak mengadukannya pada Raja sesuai apa yang di katakannya tadi. Sehingga Anita berusaha untuk menghentikan Alex tidak bicara pada Raja.


Namun Alex yang melihatnya seperti itu, hanya tersenyum sinis. Alex mengerti apa yang sedang Anita coba lakukan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai menghabiskan makan malamnya.


Setelah itu tidak lama Anita meminta Raja untuk segera pulang. Kemudian Raja pun mengangguk setuju dan segera memanggil pelayan lalu membayar semua makanan tersebut.


Namun Anita yang merasa penasaran diam-diam mencuri pandang pada secarik kertas yang mencantumkan nilai harga makanan tersebut.


Anita merasa kaget dengan harga makanan yang tidak masuk di akal menurutnya. Sementara itu, diam-diam Alex juga memperhatikan Anita yang tiba-tiba melihat wajah Anita yang nampak terlihat kaget setelah melihat bon tersebut tanpa Raja sadari.


Tapi Alex yang melihat Anita seperti itu langsung berdehem menatapnya, membuatnya terkejut dan merasa malu kemudian Anita berpura-pura tidak melihat apapun karena sudah kepergok Alex.


Sementara Raja yang sudah membayar makanannya segera menatap Anita dan mengajaknya hendak pergi.


Kemudian mereka pun pergi sampai pintu keluar restoran, juga Alex yang merasa dari tadi menjadi kambing conge diantara mereka berdua.


Namun setelah sampai di depan pintu keluar, Alex segera menarik tangan Anita dan begitu pun Raja yang juga menarik tangan Anita.


Membuat Anita merasa kaget dan juga bingung di tarik dua pria sekaligus. Kemudian yang tadinya Anita hendak ingin mengikuti Raja terpaksa harus berkata sesuatu.

__ADS_1


"Maaf... bisakah kalian melepaskan tanganku sekarang juga" ucap Anita sopan.


"Maaf sayang. Apa aku menyakitimu?" tanya Alex berpura-pura perhatian masih dengan panggilan sayangnya.


"Maaf Nita. Aku tidak sengaja. Apa kamu baik-baik saja" ucap Raja perhatian.


"Terima kasih" ucap Anita lirih setelah mereka berdua melepaskannya bersamaan.


"Tidak...aku tidak apa-apa" lanjut Anita mencoba menenangkan.


Lalu tiba-tiba, dengan segera Alex menarik pinggang Anita sehingga lebih dekat dengannya dan berkata "Sayang... kamu aku antar, ya. Aku kan sudah mengijinkan mu makan malam bersama tuan Raja barusan. Dan sekarang waktunya aku mengantarkanmu" ucap Alex mencoba meyakinkan Raja bahwa mereka adalah sepasang kekasih.


"Kamu jangan marah-marah lagi seperti ini sampai mencari pria lain untuk menemanimu, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi" lanjut Alex membuat drama baru, seolah Anita jalan dengan Raja hanya sebagai pelampiasannya saja.


Sementara Raja hanya bisa melihat Anita yang pipinya sedang di pegang oleh ke dua tangan Alex sambil bicara kepadanya seperti tadi. Namun entah mengapa, Raja tidak begitu mempercayai kata-kata Alex pada Anita. Raja merasa Alex sedang drama dan sedang berpura-pura sebagai kekasih Anita.


Tapi Raja tidak tahu jelas kenapa Alex harus melakukan hal itu. Raja hanya berpikir, mungkin Alex memang menyukai Anita dan sengaja memaksakan kehendaknya pada Anita tanpa perduli Anita menerimanya sebagai kekasih atau tidak.


Tapi yang jelas Raja lebih percaya pada Anita dengan apa yang di katakannya tadi pagi, bahwa mereka tidak ada hubungan apapun apalagi kekasih.


"Sudah Nita. Biar kamu pulang bersama tuan Alex saja. Nanti kita bisa ketemu lagi di kerjaan. Ok" ucap Raja mencoba mengalah, saat melihat kebingungan di wajah Anita.


Sementara itu, Anita yang sebenarnya ingin ikut bersama Raja terpaksa harus ikut dengan Alex.


"Tapi Za .." pekik Anita terlambat hendak memanggil Raja untuk ikut bersamanya. Namun Raja sudah keburu pergi meninggalkannya.


"Kenapa. Kamu ingin ikut dengannya?" ucap Alex sinis.


"Percuma dia sudah pergi. Kalau dia pergi berarti dia gak perduli sama kamu" lanjut Alex memanas-manasi Anita.


"Tidak masalah. Aku bisa pulang sendiri"


"Ya... baiklah sana pergi"


"Tidak perlu mengusir ku. Aku akan pergi"

__ADS_1


Kemudian Anita pun pergi dengan rasa marah dan kesalnya pada Alex. Sementara Alex hanya tersenyum dan sesaat berdiri menyender di mobilnya sambil melihat keberanian Anita pulang sendiri di malam hari.


Setiap kali Anita bertemu dengan Alex ujung-ujungnya dia habiskan dengan menggerutu sendiri tanpa bisa tenang sedikit pun. Itu sebabnya Anita tidak pernah suka jika harus terus bertemu dengan Alex.


Anita merasa menyesal telah berurusan dengan Alex, bahkan menurutnya meminjam uang dari nya adalah keputusan yang amat salah di banding dia harus meminjam pada rentenir.


Dia harus segera melunasi hutangnya pada Alex, namun dia baru bekerja beberapa hari. Untuk itu sebelum melunasi hutangnya, dia harus bertahan dengan permainan Alex yang terus membuatnya tersiksa, kesal dan emosi.


Salah satu nya, kini Anita harus berjalan pulang kerumahnya dari restoran tersebut ke stasiun yang terdekat mengingat uangnya yang semakin menipis di tabungan. Tidak bisa memesan taksi atau ojol lagi.


Itupun Anita tidak tahu apa ada stasiun kereta yang dekat atau tidak. Terlebih, kalau pun ada tidak tahu masih di buka atau tidak mengingat waktu sudah malam.


Kini Anita mulai prustasi, setelah beberapa langkah meninggalkan tempat restoran tersebut. Di pinggir jalan Anita mulai celingak-celinguk, mencari keberadaan stasiun dan hendak mencoba bertanya pada orang.


Namun jalanan terlihat sepi dan gelap, membuat Anita sedikit ketakutan. Dengan perlahan Anita tetap berjalan memberanikan diri. Tapi tiba-tiba, ada dua orang pria yang sedang berjalan ke arahnya dalam keadaan mabuk, terlihat di tangan mereka memegang botol masing-masing sambil jalan sempoyongan.


Anita yang takut seketika diam di tempat, sementara melihat mereka terus berjalan ke arahnya. Perlahan Anita hendak mundur, dan hendak berlari saat mereka menatap Anita dengan penuh nafsu.


Namun sebelum Anita berlari tiba-tiba mobil Alex datang di hadapannya dan menyuruh Anita untuk segera masuk. Tapi Anita masih terlihat berpikir-pikir untuk masuk kedalam mobil tersebut. Namun dua orang pemabuk tersebut semakin mendekati Anita, kemudian dengan terpaksa Anita pun masuk kedalam mobil Alex di belakang.


Setelah masuk ke dalam mobil tersebut, masih terlihat ketakutan di wajah Anita saat melihat dua pemabuk tadi.


Alex yang melihatnya dan berada persis di samping Anita sejenak merasa kasihan dan mengepalkan tangannya ingin menghajar kedua pemabuk tadi yang telah membuat Anita merasa ketakutan seperti itu.


Namun Alex memilih diam dan berpura-pura tidak perduli. Sementara Anita yang masih ketakutan berusaha untuk menenangkan diri dan tiba-tiba di beri minum oleh Rafi yang berada dibalik kemudi.


"Sepertinya Nona membutuhkan air minum. Ini minum lah, biar nona sedikit lebih tenang" ucap Rafi sedikit perhatian saat melihat Anita masih terlihat ketakutan.


Namun tanpa sadar Alex melotot tidak suka dengan sikap sok perhatian Rafi pada Anita di hadapannya. Walaupun hanya sekedar memberi minum pada Anita.


Setelah Anita mengambil dan meminun air minum tersebut dan membuatnya merasa lebih baik kemudian Anita berterima kasih dengan senyum manisnya dan hendak mengembalikan botol air minum tersebut pada Rafi.


Tapi Alex kembali lagi merasa geram saat Anita terlihat tersenyum manis pada Rafi, seolah Alex tidak terima Anita memberikan senyuman manisnya pada orang lain apalagi pada Rafi asisten pribadinya sendiri. Mengingat selama ini Anita tidak pernah tersenyum dengan tulus kepadanya tanpa harus di suruh.


"Sudah tidak perlu kau kembalikan lagi botol air minumnya nanti bekas bibirmu ada bakterinya dan tanpa sengaja menulari Rafi. Nanti siapa yang akan menemaniku lembur lagi" ucap Alex sinis penuh dengan alasan yang mengada-ngada.

__ADS_1


"Rafi... cepat kau jalankan mobilnya. Kau tunggu apalagi" lanjut Alex memerintahkan asisten pribadinya untuk segera jalan.


__ADS_2