
Sementara itu di rumah, Mbo Inah memanfaatkan waktu Anita yang sedang pergi ke kantor tuannya, untuk mengadu, menelpon dan menginformasikan pada Lolita bahwa ayah dan sahabatnya tersebut sepertinya sudah mengalami kemajuan dalam hal perasaan cintanya.
Meskipun Anita masih terlihat malu-malu kucing dan enggan untuk mengakui perasaannya sendiri.
Namun Mbo Inah yakin, sebenarnya Anita juga mencintai tuannya tersebut. Hanya saja mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan Anita belum bisa dan belum berani untuk mengakui perasaannya tersebut, pikir Mbo Inah.
Bahkan Mbo Inah juga menginformasikan pada Lolita bahwa saat kemarin Alex bermimpi buruk dan tiba-tiba memeluk Anita di dalam kamarnya sendiri. Rupanya Mbo Inah diam-diam juga mendapati mereka dan berhasil mengambil gambar mereka berdua saat pintu kamar tuannya tidak di tutup.
Kemudian hasil gambarnya di kirimkan Mbo Inah pada Lolita sebagai bukti kemajuan pantauannya tersebut.
Sambil senyam-senyum sendiri, rupanya Mbo Inah juga ikut merasa senang dan bahagia melihat kedekatan mereka berdua.
Buru-buru Mbo Inah menyimpan hasil gambar tersebut.
Lolita yang mendengar cerita langsung dari Mbo Inah tersebut merasa senang dan sesekali membuat tawanya terdengar cekikikan di ujung telpon Mbo Inah.
Merasa lucu mendengar sikap dan tingkah laku ayahnya tersebut yang terkesan bucin pada sahabatnya, Anita.
Lolita juga merasa dia akan segera memiliki mami baru. Tapi rupanya Lolita masih belum tahu bahwa sebenarnya Anita dan Daddy nya sudah sah menikah, walaupun secara paksa. Dan sekarang secara otomatis Anita sudah menjadi mami sambungnya Lolita.
Kemudian dia pikir-pikir kepergiannya ke luar negeri tidak sia-sia, malahan membuat Daddy dan sahabatnya tersebut jadi ada waktu untuk setiap hari bertemu dan berduaan.
Meskipun sebenarnya Lolita merasa sedih juga karena tidak dapat melihat langsung ke romantisannya mereka. Lalu panggilan telpon pun berakhir.
Lalu tiba-tiba terdengar suara mobil datang di halaman depan rumah Alex. Beruntung Mbo Inah sudah selesai berbicara dengan nona mudanya.
Sementara itu Alex yang masih di kantornya, terlihat senyam senyum sendiri di kursi kebesarannya.
__ADS_1
Dia merasa sudah tidak sabar ingin segera makan malam bersama Anita, dia ingin segera mengutarakan perasaan cintanya.
Perasaannya sekarang sudah campur aduk, merasa senang, bahagia dan juga tidak sabaran. Namun dia berpikir harus tetap bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.
Kemudian Alex pun segera menelpon asisten pribadinya Rapi, memintanya untuk segera membooking tempat supaya dia lebih leluasa untuk mengutarakan perasaannya dan dengan begitu dia juga dapat berdua-duaan menghabiskan waktu bersama nanti malam dengan Anita.
Setelah selesai menelpon asisten pribadinya, Alex kembali bertemu dengan Raja untuk melanjutkan pembicaraan kerjasama yang tadi sempat tertunda.
Namun kali ini nampak terlihat raut wajah yang tidak menyenangkan dari keduanya. Namun mengingat profesionalisme yang mereka junjung tinggi, membuat keduanya harus melupakan sejenak apa yang tengah terjadi di antara mereka.
Kemudian dengan terpaksa membuat mereka berdua saling berpura-pura tidak ada masalah. Padahal dalam hati mereka saling menerka-nerka tentang kedekatan hubungan masing-masing dengan Anita.
Apalagi Alex yang merasa bahwa dirinya benar-benar tidak suka pada Raja karena dia terlalu dekat dengan Anita.
"Hehmm... dasar laki-laki gak tahu diri. Berani-beraninya dia tadi menyentuh dan memeluk istri sah ku di depanku sendiri. Kau belum tau saja bahwa gadis yang sedang kau dekati itu sudah sah menjadi istriku" gumam Alex dalam hati sambil melihat Raja yang sedang fokus membaca surat kontrak yang di inginkan perusahaan Alex.
"Lihat saja nanti setelah aku mengatakan perasaan cintaku pada Anita, kami akan segera meresmikannya dan aku akan mengumumkannya pada semua orang bahwa dia adalah milikku" lanjut Alex sambil terlihat senyum miring di bibirnya saat mengingat apa yang akan terjadi jika dia memberitahu semua orang termasuk sampai terdengar oleh Raja nantinya.
Kemudian Alex pun segera kembali fokus ikut membaca surat kontrak yang di inginkan perusahaan Raja.
Kini giliran Raja yang rupanya diam-diam bertanya-tanya dalam hati, mengapa Anita bisa dekat kembali dengan orang yang sedang berada di hadapannya tersebut.
"Aneh... kenapa Anita bisa begitu dekat dengan orang ini. Bukannya dia pernah bilang, bahwa dia tidak punya kekasih dan hubungannya dengan laki-laki ini tidak ada hubungan apa-apa. Tapi... Apa mungkin Anita sudah luluh dan menerima cinta tuan Alex padanya?. Hingga membuatnya tadi bisa berada di perusahaan ini" tanya Raja dalam hati, merasa Aneh dan bingung dengan keberadaan Anita tadi yang di temuinya bisa berada di kantor Alex.
"Tidak... aku tidak perduli. Pokoknya selama Anita belum menyatakan bahwa dia sudah memiliki kekasih apalagi sampai sudah menikah, aku tetap akan terus berusaha membuat Anita jatuh cinta pada ku. Aku tidak mau menyerah begitu saja" lanjut Raja dalam hati, tidak perduli dengan apa yang sedang terjadi dengan Anita dan Alex tadi.
Namun Raja telah bertekad dengan perasaannya sendiri yang akan terus memperjuangkan cintanya pada Anita.
__ADS_1
Kemudian setelah itu, setelah mereka sepakat dan menyetujui isi kontraknya masing-masing, segera mereka berdua menandatangani surat kontrak baru tersebut.
Sementara itu di rumah, Anita kembali merasa bingung tapi entah mengapa juga merasa senang setelah tadi mendengar Alex mengajaknya untuk makan malam berdua di luar.
"Ya Allah ... kenapa hatiku merasa deg-degan lagi. Kenapa aku merasa senang juga, aku tidak menyangka tuan Alex mau mengajakku makan malam di luar. Hanya berdua lagi" ucap Anita di dalam kamarnya sambil menyentuh pipinya yang tiba-tiba merona saat mengingat Alex tadi memintanya dengan tulus dan memohon.
Tidak lagi seperti dulu dulu yang suka menyuruhnya seenak hati tanpa mau di bantah.
Kini hal tersebut membuat Anita menjadi sedikit berubah pikiran tentang prasangka buruknya terhadap Alex selama ini.
"Apa mungkin dia benar-benar menyukaiku. Apa benar dia mulai menganggapku sebagai istri sungguhannya dan bukan hanya sekedar untuk pelampiasannya semata. Dan... apa aku juga sedang merasakan hal yang sama dengannya?" tanya Anita bertubi-tubi pada dirinya sendiri, mencoba meyakinkan apa yang sedang di rasakannya sekarang pada Alex sambil memegang dadanya yang terasa deg-degan dari tadi.
"Tapi kalau itu benar-benar terjadi, bagaimana caranya nanti untuk mengatakan yang sebenarnya pada Lolita. Aku tidak mau sampai Lolita salah paham padaku" ucap Anita kembali teringat pada sahabatnya tersebut, membuatnya kembali merasa ragu dengan perasaan yang di milikinya untuk Alex saat ini.
Lagi-lagi hal itu membuat perasaan Anita menjadi serba salah, bingung dan masih terasa abu-abu.
Ingin rasanya dia berteriak dan di dengar banyak orang juga di dengar sahabatnya tersebut.
Tapi bagaimana mungkin dia tiba-tiba menelpon Lolita dan mengatakan bahwa dia telah mencintai ayahnya dan sudah sah menjadi ibu sambung sahabatnya tersebut.
Tentu hal itu terdengar aneh dan sedikit di ragukan tentang kesungguhannya mencintai seorang duda kaya raya beranak satu dan memiliki perbandingan umur yang cukup jauh dengannya yang terbilang lebih pantas menjadikannya seorang ayah bukan seorang kekasih apalagi suami.
Hal itulah yang selama ini membuat Anita merasa ragu dan abu-abu dengan perasaannya sendiri. Apalagi berharap bahwa Alex juga benar-benar mencintainya dengan tulus.
Meskipun sudah beberapa hari ini Anita melihat perubahan Alex yang mendadak perhatian dan sering kali memanggilnya sayang padanya.
Namun itu semua belum cukup meyakinkan Anita bahwa Alex benar-benar sayang dan cinta padanya dengan tulus. Bukan karena Alex telah merasakan sentuhannya di malam itu.
__ADS_1
Dan saat ini hal itu membuat Anita kembali merasa prustasi. Tidak ingin terlalu berharap tinggi-tinggi, Anita kembali meredupkan perasaan cintanya terhadap Alex. Dia lebih memilih untuk mengubur perasaannya dalam-dalam.
Namun untuk permintaan Alex yang memintanya untuk makan malam bersamanya, dia tetap berpikir bersedia datang demi untuk menghargai Alex yang setelah beberapa hari ini terlihat sangat baik dan perhatian padanya.