
Keesokan paginya Anita sudah terbangun lebih dulu dan Alex sudah kembali melakukan aktivitas pagi seperti biasanya.
Anita yang hendak kembali ke kamarnya, tidak sengaja melihat Alex yang sedang berolah raga pagi.
Dia nampak teringat ke jadian masa lalu sebelum dia mengetahui bahwa Alex adalah ayah dari sahabat nya tersebut.
"Dia masih saja melakukan aktivitas paginya seperti itu. Pantas saja, sudah bertahun-tahun tidak bertemu dia masih saja awet muda seperti terakhir kali aku pergi meninggalkan rumah ini" ucap Anita saat melihat Alex sedang berolah raga.
"Rupanya dia masih rajin menjaga dan merawat tubuhnya... bagus sekali" ucap Anita sambil berbalik dan hendak pergi kembali menuju kamarnya.
"Bagus apanya?" ucap orang di balik punggung Anita yang tiba-tiba berbisik di telinganya.
"Ya Bagus.." ucap Anita normal sambil kembali berbalik ke belakang dan tiba-tiba kaget saat tahu siapa yang baru saja bicara dan bertanya berbisik padanya.
"Tut...tuan... bagaimana anda bisa tiba-tiba ada di hadapanku?" lanjut Anita terbata-bata, merasa kaget tiba-tiba sudah ada Alex di hadapannya.
"Aku tidak perlu menjelaskannya. Tapi kenapa kamu diam-diam mengintipku?" ucap Alex dengan pelan dan sedikit menggoda Anita dengan perut sixpack nya.
"Apa-apaan dia ini. Kenapa subuh-subuh begini aku harus melihat tubuh sixpack nya sedekat ini. Apa dia sengaja sedang menggodaku" ucap Anita dalam hati saat Alex mengurungnya pada tembok dan dengan tubuhnya.
"Kenapa kau diam?" ucap Alex kembali bertanya.
"Tit.. tidak tuan. Aku tidak mengintip mu. Aku hanya tidak sengaja melihat mu" ucap Anita merasa gugup berhadapan sedekat saat ini.
"Benarkah?" ucap Alex sambil melihat-lihat wajah Anita yang sedang merona juga merasa gugup.
Sepertinya Alex merasa senang setiap kali melihat Anita berwajah merona seperti itu karenanya.
"I..iya... tuan, tapi bisakah anda mundur sedikit saja" ucap Anita sambil gemetar menekan perut six pack Alex yang tanpa pakaian.
Membuatnya bertambah panas dingin menyentuh tubuh Alex yang seperti itu.
Kemudian dengan pelan Alex pun segera melepaskan Anita dari kungkungan tubuhnya tersebut.
"Kenapa kau pagi-pagi berkeliaran disini?" ucap Alex sambil bersilang dada di hadapan Anita.
"Memangnya kenapa. Apa aku tidak boleh berkeliaran di rumah ini pagi-pagi?" ucap Anita masih sedikit gugup dan balik bertanya.
"Tidak boleh... kalau berniat untuk mengintip ku" ucap Alex pelan sambil memegang dagu Anita dan mendekatkan wajahnya pada wajah Anita.
Untuk sesaat membuat Anita tertegun dan merasa deg-degan di dadanya.
Lagi-lagi Alex membuatnya merasa canggung dan salah tingkah. Kemudian setelah sadar dia segera meninggalkan Alex yang terus-terusan menggodanya di pagi hari.
"Sus...sudah aku bilang. Aku tidak mengintip anda. Kalau anda tidak percaya ya sudah" ucap Anita merasa gugup lalu segera pergi meninggalkan Alex.
"Benarkan... Dia itu memang gadis aneh dengan kepribadian gandanya. Baru semalam dia bersikap lembut pada ku. Dan sekarang dia mulai lagi dengan sikap keras kepala nya itu" pikir Alex tentang Anita, setelah dia melihat Anita pergi menuju kamarnya.
Kemudian Alex kembali ke tempat olah raga tadi sebelumnya.
Sementara Anita yang sudah ke kamarnya sendiri merasa malu dan salah tingkah meskipun Alex sudah tidak berada di hadapannya.
"Aduuh... kenapa pagi-pagi begini aku harus berhadapan dengan dia, mana tadi dia gak pake baju lagi... Apa dia gak dingin, setiap kali berolah raga harus membuka bajunya seperti itu... Dasar tukang pamer otot" ucap Anita mengomel di dalam kamarnya sendiri.
"Lebih baik aku sekarang mandi sajalah" lanjut Anita berbicara kembali.
Kemudian setelah Anita selesai mandi, dia pun pergi ke dapur berniat membantu Mbo Inah dan menyiapkan bekal untuk anak laki-lakinya tersebut.
Dia nampak bersemangat dan senang membuat bekal untuk anaknya.
"Nyonya Anita... Sepertinya anda senang sekali pagi ini" ucap Mbo Inah saat memperhatikan raut wajah Anita.
__ADS_1
"Benarkah Mbo. Apa seperti itu?" ucap Anita yang merasa dirinya biasa-biasa saja.
"Tentu saja. Biasanya juga nyonya tidak semangat seperti itu" ucap Mbo Inah berkata jujur.
"Jadi Mbo selama ini terus memperhatikan saya?" ucap Anita pada Mbo Inah.
"Maksud Mbo tidak seperti itu" ucap Mbo Inah merasa tidak enak hati diam-diam terus memperhatikan Anita.
"Sudah Mbo tidak apa-apa" ucap Anita pada Mbo Inah.
Sementara itu Alex sudah rapih dengan pakaian nya. Dia hendak turun menuju meja makan.
Lolita dan Alexa juga sudah siap, mereka segera berkumpul di meja makan.
Anita masih terlihat menyajikan makanan ketika anak-anaknya sudah berada di meja makan.
"Mamah, apa hari ini mamah jadi menemaniku ke sekolah?" ucap Alexa bertanya pada ibunya setelah dia duduk di kursi meja makannya.
"Tentu saja sayang" ucap Anita pada anaknya.
"Memangnya ada apa. Kenapa Mami harus menemanimu ke sekolah. Kau kan sudah besar" ucap Lolita bertanya, merasa kepo dan juga sedikit menggoda adiknya tersebut.
"Mami harus ikut. Soalnya, di sekolah ku ada acara dan harus membawa orang tua. Tadinya aku juga mau mengajak Daddy, tapi mama bilang pasti Daddy akan sibuk dan tidak bisa ikut" ucap Alexa jujur dan sedikit tertunduk merasa sedih tidak dapat mengajak ayahnya.
Sementara Anita merasa tidak enak hati, dia mengira anaknya yang sudah di beritahu bahwa tidak usah bercerita pada siapapun tidak akan bicara seperti itu.
Dan sekarang Anita hanya dapat terdiam dan bersikap biasa-biasa saja.
Sementara itu Alex yang baru datang dan duduk di kursi nya merasa bingung saat melihat anak laki-lakinya tertunduk sedih.
"Siapa bilang Daddy tidak bisa ikut" ucap Lolita berbicara.
"Tentu saja Daddy bisa ikut. Iya kan Dad?" lanjut Lolita berbicara dan memberi kode ayahnya tersebut untuk berkata iya.
"Dad... Iya kan?" ucap Lolita kembali sambil menggerak-gerakkan matanya supaya ayahnya tersebut mengerti dengan kodenya.
"ahhh... " ucap Alex merasa bingung.
"i..iya.. iya sayang. Daddy pasti ikut" lanjut Alex berbicara mulai mengerti apa yang di maksud anak perempuannya tersebut.
"Benarkah Daddy?" ucap Alexa nampak terlihat senang dan dijawab anggukan oleh ayahnya, meski sebenarnya Alex merasa ragu dengan hal tersebut.
"Hore... Daddy bisa ikut. Asyiiik...." ucap Alexa nampak begitu gembira.
"Tapi tunggu dulu. Kamu harus bertanya dulu pada Mama mu. Apa Mama mu mengizinkan Daddy untuk ikut bersama kalian atau tidak?" ucap Alex pada anaknya.
Alex merasa Anita mungkin tidak akan suka jika dirinya ikut bersama mereka.
"Bolehkan mah?" ucap Alexa bertanya pada ibunya. Tba-tiba Alexa merasa khawatir takut ibunya tidak mengijinkan Alex ikut bersama mereka.
Sementara itu untuk sesaat Anita terdiam dan melihat bergantian menatap ayah dan anak tersebut kemudian mengangguk membolehkan, membuat Alexa kembali merasa senang dan gembira.
Bagaimana mungkin Anita berkata tidak jika melihat anak laki-laki satu-satunya tersebut begitu senang dan gembira saat mengetahui bahwa Alex dapat ikut bersama mereka ke acara sekolah anaknya.
Melihat hal tersebut, Alex dan Lolita pun ikut merasa senang dan tersenyum saat melihat Anita yang mulai membuka hati.
Mengingat selama ini Anita yang selalu menghindar dari Alex.
Dan setelah mereka selesai sarapan, Anita, Alex dan anaknya segera beranjak dan pergi ke sekolah Alexa.
Sementara Lolita segera pergi menuju kantornya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Alex dan Anita juga anaknya sudah sampai di halaman sekolah anaknya.
Alex menggunakan mobilnya tanpa membawa sopir bersama mereka. Dia sengaja menyetir sendiri dan menikmati perannya sebagai seorang ayah untuk anak laki-laki nya tersebut.
Dalam hati Alex merasa sangat senang karena akhirnya dapat mengutamakan anaknya secara bersama-sama dengan Anita.
Dia tidak menyangka bahwa Anita tidak lagi mencari-cari masalah ataupun sedikit-sedikit mengajak berdebat dan marah-marah dengannya.
Namun kali ini, Anita nampak anggun dan penurut.
Kemudian mobil mereka sampai di halaman sekolah Alexa.
Alexa nampak masih terlihat senang dan gembira, setelah sekian lama dia dapat membawa kedua orangtuanya secara bersama-sama.
Kemudian Alex lebih dulu keluar dan menggendong anaknya tersebut di atas pundaknya.
Orang-orang nampak melihat ke arah mereka. Tidak hanya itu beberapa orang tua murid juga sudah mengetahui siapa Alex sebenarnya.
Di sekolah yang baru, Alex memang menempatkan anaknya di tempat favorit anak-anak dari kalangan atas.
Sehingga tidak sedikit orang tua murid yang tidak mengetahui Alex sebenarnya. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang bekerja di perusahaannya tersebut.
Membuat orang tua murid yang izin tidak bekerja karena alasan lain merasa khawatir dan takut akan ketahuan Alex jika melihatnya izin untuk menemani anak-anak nya tersebut.
"Bukannya itu tuan Alexander Wijaya. Kenapa dia bisa ada disini?" tanya karyawan Alex yang bernama Tirto pada istrinya.
"Iya benar. Tapi bukannya papa bilang anaknya sudah dewasa. Apa mungkin dia sedang mengantar anak dan cucunya itu?" ucap istri Tirto yang masih di sampingnya.
"Tapi bagaimana mungkin. Papa tidak pernah mendengar kalau anak perempuannya itu sudah menikah" ucap Tirto merasa tidak pernah mendengar apa yang telah istrinya katakan.
"Kalau begitu. Lalu siapa anak itu?. Dan gadis yang di bawanya juga tidak terlihat seperti seorang anak perempuannya lebih terlihat seperti sebuah keluarga ibu,ayah dan anak, meskipun wanita itu terlihat masih muda" ucap istri Tirto menerka-nerka.
"Papa.... Apa mungkin itu istri mudanya tuan Alex?" Lanjut istri Tirto merasa kaget juga penasaran.
"Kamu jangan mengada-ada, Mih. Mana mungkin, Papa juga belum pernah mendengar tuan Alex menikah lagi" ucap Tirto merasa ragu.
"Aduuh Mih, sepertinya tuan Alex melihat ke arah kita" ucap Tirto sambil berpura-pura tidak melihat dan menghindari tatapan Alex.
"Memangnya kenapa Pa. Bukannya Papa sudah izin tidak masuk hari ini?" ucap istri Tirto pada suaminya.
"Iya Papa memang sudah izin tapi tidak bilang kalau akan kesini. Papa pikir kalau papa mengatakan jujur tidak akan di beri izin oleh perusahaan" ucap Tirto pada istrinya.
"Iih Papa gimana, sih. Kalau begini kan kita jadi harus ngumpet-ngumpet" ucap istri Tirto merasa sedikit kesal sambil beranjak meninggalkan suaminya tersebut dan menarik anaknya.
"Tut..tunggu Mih. Kok Papa di tinggal sih" ucap Tirto sambil menyusul istrinya tersebut.
Sementara itu, Anita yang tidak menyangka anaknya di sekolahkan di tempat yang semewah itu merasa sedikit tidak nyaman.
Sebelum nya Anita memang tidak tahu kalau anaknya di tempat kan dimana. Saat itu dia memang sedang sibuk dan tidak ingin terus merepotkan perusahaan Raja yang sudah sering meminta izin cuti.
Dan saat itu Anita mempercayakan sekolah anaknya pada Alex. Tapi dia tidak menyangka bahwa Alex akan menyekolahkan anaknya di tempat orang-orang kalangan atas.
"Ya Tuhan... sepertinya aku salah mempercayakan sekolah anakku pada nya" ucap Anita dalam hati saat melihat orang-orang yang terlihat kaya dan mewah.
"Apa mental anakku baik-baik saja?" lanjut Anita merasa khawatir pada mental anaknya.
"Tapi sepertinya dia terlihat baik-baik saja" lanjut Anita berbicara dalam hati sambil melihat tawa anaknya yang sedang dipangku oleh ayahnya.
"Tapi aku juga takut kalau Alexa diam-diam menyembunyikan perasaannya seperti waktu di sekolah lamanya" ucap Anita kembali dalam hatinya, mengingat apa yang telah di katakan guru TK lama anaknya tersebut.
"Lebih baik aku tanyakan langsung padanya nanti" ucap Anita kembali dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu anak-anak mulai berkumpul dan juga orang tua murid yang nampak berbondong-bondong menemani anak-anaknya.