
"Oh... jadi kak Rio siang-siang begini datang ke rumah, cuma buat nanyain Anita dan berharap dia ada disini, begitu" ucap Lolita dan sedikit menebak.
"Hehe.. adikku sayang memang tau aja" nyengir Rio sambil menyapu dagu Lolita dengan jari-jarinya.
"iii...ih. haram aku disentuh sama playboy cap kadal" kesal Lolita pada kakak sepupunya sendiri, karena tahu sahabatnya mau di jadikan incaran oleh Rio.
"Please deh kak Rio. Jangan coba-coba mainin perasaan sahabat aku. Dia itu belum pernah pacaran. Jadi kalau kak Rio terus mendekatinya, pasti sedikitnya dia bakalan ada rasa buat kak Rio. Dan aku gak mau sampai dia jatuh cinta sama playboy kaya Kak Rio ini" pekik Anita kesal, tapi tanpa sadar dia telah menginformasikan hal penting bagi Rio.
Mengetahui Anita belum pernah pacaran, justru hal itu membuat Rio semakin bersemangat untuk mengejar cintanya Anita.
Meskipun telah mendengar sendiri jika adik sepupunya tersebut tidak suka jika dia sampai memdekati sahabatnya.
Namun, sepertinya Rio tidak perduli dengan pemikiran adik sepupunya. Dia berniat akan tetap mengejar cinta Anita dan membuktikan pada Lolita bahwa cintanya untuk Anita bukan main-main seperti yang selama ini Lolita lihat.
"Enggak Lit. Aku gak akan sampe mainin sahabatmu itu. Aku cuma pengen kenal lebih dekat aja sama dia" ucap Rio mencoba menenangkan perasaan Lolita.
"Hemm.... Tapi aku tetap gak percaya sama playboy" ucap Lolita jujur.
"Ok baiklah. Terserah padamu. Tapi ngomong-ngomong, aku boleh tahu nomor telpon sahabatmu itu, kan" pinta Rio, tetap usaha.
"Tentu sajaaaa...... gak boleh" ucap Lolita, membuat Rio sesaat merasa senang lalu bengong.
"Ah gak seru... Sudahlah aku malah jadi haus denger kamu ngoceh terus. Mana gak di sediain minum lagi. Tuan rumah macam apa kau ini " ucap Rio seloroh.
"Yeee... biasa juga ngambil-ngambil aja" sindir Lolita pada kakak sepupunya.
Lalu tiba-tiba datang Mbo Inah dengan membawa minuman jus di nampannya.
"Silahkan den di minum, maaf lama" ucap Mbo Inah ramah.
"Makasih Bi. Bibi emang baik. Gak kaya tuan rumahnya, gak pengertian" ucap Rio sengaja menyindir Lolita dengan dibalas ledekan oleh Lolita sambil menjulurkan lidahnya pada Rio.
Sore hari pukul 17:00 sudah waktunya Anita untuk pulang. Hari pertama kerja sudah dia selesaikan. Kini dia mulai bersiap untuk pulang, mengganti seragamnya dengan pakaian sebelumnya.
Setelah semuanya selesai dan berganti shift, kini Anita sudah keluar dari hotel tersebut dan berada di pinggir jalan, hendak menunggu ojol.
Tapi tiba-tiba datang beberapa orang dengan berpakaian jas hitam yang sama seragam, menghampiri Anita.
__ADS_1
Anita yang mulai merasa heran dan ketakutan melihat orang-orang tersebut terus mendekatinya, hendak berbalik dan berlari kabur.
Namun, orang-orang yang berbadan besar dan berkacamata hitam itu salah satunya sudah berada di belakang Anita, membuatnya tidak bisa pergi kemana-mana.
"Si.. siapa kalian. Kenapa kalian mencegahku untuk pergi?" tanya Anita dengan memeluk erat tasnya tanda merasa takut.
"Maaf nona kami membuat anda takut, tapi anda di minta untuk pergi bersama kami. Bisakah anda ikut bersama kami dengan baik-baik" ucap sopan salah satu orang yang berpakaian serba hitam yang terlihat seperti pengawal pribadi atau bodyguard.
"Tentu saja aku tidak mau. Aku tidak mengenal kalian. lebih baik kalian tinggalkan aku sendiri. Sebelum aku berteriak" pekik Anita pada orang-orang tersebut.
Melihat Anita yang ketakutan dan ingin berteriak, salah satu dari mereka memberikan isyarat untuk menangkapnya dan segera memasukan Anita ke dalam mobil.
Akhirnya dengan terpaksa para pengawal tersebut membawa paksa Anita ke dalam sebuah mobil, meskipun dengan perlawanan Anita yang cukup menguras tenaganya.
"Kalau begitu, maaf nona. Kami terpaksa harus membawa nona bersama kami sekarang" ucap salah satu pengawal.
"Tidak... tidak. Lepaskan aku, kalian mau bawa aku kemana. Lepaskan" teriak Anita berusaha melepaskan diri dari cengkraman para pengawal tersebut, namun tidak ada yang mau mendengarnya.
Bahkan di jalan tersebut tidak ada orang yang lewat atau mendengar teriakan Anita, sehingga tidak ada yang dapat membantunya.
Melihat Anita yang terus berteriak, hingga akhirnya dengan terpaksa Anita di bius di dalam mobil tersebut. Lalu mobil pun jalan membawa Anita entah kemana.
Kemudian terdengar suara nada dering pesan masuk di hp Alex. Di bukanya pesan tersebut, seketika membuat bibirnya tersimpul senyum di wajahnya.
Entah apa yang di kirimkan seseorang, sehingga membuat Alex terlihat begitu senang saat melihatnya.
Kemudian di tempat lain, terlihat Anita sedang dibawa ke sebuah ruangan.
Membuat Anita merasa heran dan bertanya-tanya.
"Aku di bawa kemana ini" tanya Anita setelah sadar dari obat bius dan mendapati dirinya di suatu ruangan yang terlihat seperti salon tapi hanya ada dirinya dan beberapa orang yang sedang membersihkan kaki dan tangannya juga rambut di kepalanya.
"Kalian siapa, kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini, lepaskan.. aku ingin pulang saja?" pekik Anita merasa tidak nyaman saat beberapa orang sedang membersihkan tubuhnya dan hendak mendandaninya, saat mengingat beberapa orang sebelumnya memaksa dan membius Anita.
Sehingga membuatnya merasa takut dan berpikiran ada orang jahat yang ingin menjualnya untuk di jadikan pelacur, pikir Anita seperti itu.
Hal itu membuat Anita semakin ketakutan dan berusaha untuk pergi.
__ADS_1
"Tidak.. tidak. Tolong lepaskan saya. Saya tidak mau" teriak Anita sesaat setelah dia memikirkan yang tidak-tidak.
Membuat orang-orang yang membantunya membersihkan diri, bengong dan merasa heran lalu berkata "tenang nona. Tenanglah... tidak ada yang akan menyakiti nona disini" ucap salah satu pelayan mencoba menenangkan Anita.
"Bohong... Kalian pasti bohong. Kalian pasti bekerja sama untuk menjualku menjadi seorang wanita murahan, iya kan" pekik Anita tetap kukuh pada pemikirannya yang salah.
"Tidak nona. Anda pasti salah paham. Kami disini atas suruhan pak Rafi untuk membantu Anda menyiapkan diri" ucap pelayan lagi menjelaskan.
Sambil dua orang disamping kiri kanan Anita masih memeganginya erat, agar tidak berteriak lagi seperti tadi.
Namun bukannya membuat Anita merasa tenang tapi hal itu menambah kecurigaan Anita, terlebih Anita tidak mengenal yang namanya Rafi sehingga membuatnya kembali panik dan histeris.
"Tidak.. aku tidak mengenalnya. Cepat lepaskan aku..." panik Anita setelah mendengar nama yang tidak di kenalnya.
Kemudian datang Rafi, setelah mendengar keributan yang membuatnya segera masuk ke dalam ruangan rias tersebut.
Namun Rafi segera berbalik badan, saat matanya melihat Anita hanya menggunakan handuk tebal yang hanya menutupi sebagian badannya dari dada sampai lutut, namun masih menyisahkan penampilan leher jenjang dan tangan putih mulusnya.
Meskipun Rafi belum tahu pasti siapa Anita untuk tuannya yaitu Alex, tapi Rafi berpikir Anita pasti gadis spesial bagi tuannya hingga menyuruhnya untuk membawa Anita seperti itu.
Sehingga membuat Rafi, berpikir tidak boleh sembarangan melihat gadis yang di sukai oleh bosnya tersebut, apalagi dalam keadaan seperti itu.
Kemudian sambil berbalik badan Rafi mulai mencoba menenangkan Anita dan mulai menjelaskan siapa sebenarnya yang menyuruh orang-orang untuk membawa Anita paksa lalu Rafi berkata.
"Tenanglah nona. Saya harap anda bisa tenang. Tidak akan ada yang menyakiti anda selama anda bisa bekerjasama untuk mengikuti semua ini. Ini semua atas perintah tuan Alexander Wijaya. Saya harap anda bisa mengerti" ucapnya jelas.
Hingga akhirnya Rafi berhasil membuat Anita sedikit lebih tenang saat mendengar nama Alexander Wijaya di sebut.
"Apa... tuan Alex?" pekik Anita saat mendengar namanya dan membuat Anita terpaksa sedikit tenang.
"Apa anda sudah mulai mengingatnya?" tanya Rafi memastikan.
Membuat para pelayan yang berada di sana saat itu ikut terbengong mendengar nama Alexander Wijaya disebut.
Siapa yang tidak kenal dengan Alexander Wijaya seorang pengusaha sukses yang wajahnya terpampang jelas dan slalu masuk dalan majalah bisnis.
Bukan hanya itu, meskipun Alex dikenal sudah berumur tapi dia masih terlihat tampan, maco, berkarisma walaupun seorang duda, begitu kira-kira apa yang di pikirkan orang-orang tentang Alexander Wijaya.
__ADS_1
Namun hal itu yang tidak di ketahui oleh Anita. Berbeda dengan Anita, yang bertemu langsung dengan Alex tanpa sengaja tanpa tahu siapa dia sebenarnya.