
Siang harinya di kampus universitas Ternama, yaitu kampus dimana Lolita dan Anita menimba ilmu.
Terlihat Lolita dan Anita sudah keluar dari kelasnya. Tiba-tiba terdengar suara hp dari dalam tas Anita, segera Anita mengecek dan melihatnya.
Dilihatnya hp tersebut, namun Anita tidak mengenali nomor yang tertera di hpnya sehingga kebiasaan Anita mengabaikan nya.
Sementara di tempat lain, Alex terlihat menggerutu dengan mengomel pada hpnya " kurang ajar, dasar gadis pembohong. Kenapa dia tidak mengangkat panggilan ku. Apa dia mau lari dari tanggung jawab nya. Hhah... Apa dia sengaja mau kabur dari ku" ucap Alex kesal.
Kemudian terdengar suara nada dering hp lagi yang berasal dari hp Anita. Lolita yang berada di samping nya mencoba bertanya "Nit, telpon dari siapa. Seperti nya dari tadi terus berbunyi".
"Ntah lah. Aku juga tidak tahu. Nomor nya aku juga tidak kenal" jawab Anita pada sahabatnya.
"Kau coba angkat dulu. Mana tahu, itu penting" ucap Lolita menyarankan.
"Yah... baiklah. Aku angkat dulu. Bentar, ya" turut Anita.
"Hallo.. siapa ini" sapa Anita pada orang di ujung telpon.
"Heh... Gadis kecil. Kau sengaja ya tidak angkat telpon dari ku. Apa kau sengaja ingin kabur dari ku dan melepas tanggung jawab mu" sangka Alex dan marah pada Anita.
"Tu...tuan" Kaget Anita saat tahu Alexander Wijaya yang menelpon lalu sesaat kemudian melihat ke arah Lolita dan sedikit menjauh dari jangkauan nya agar tidak mendengar percakapan mereka "tidak tuan, tidak seperti itu. Aku hanya tidak biasa mengangkat telepon dari nomor yang tidak aku kenal" ucap Anita pelan takut terdengar oleh sahabatnya, namun Alex yang kesal malah berpikir yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Apa kau bilang, tidak mengenal ku. Kau tidak mengenal Alexander Wijaya " pekik Alex kesal yang dikiranya Anita sengaja mengucapkan kalimat tidak kenal untuk nya.
"Tidak Tuan. Maksudku bukan seperti itu" ucap Anita mencoba menjelaskan.
"Aahh... sudah cukup. Aku tidak mau mendengar penjelasan mu. Sekarang aku minta kau bawakan aku makan siang ke kantorku" paksa Alex pada Anita.
"Ta... tapi tuan sa.." ucap Anita terbata-bata sebelum menyelesaikan kalimatnya sudah di potong oleh Alex.
"Kenapa. Apa kau ingin mengingkari janjimu. Kau bilang akan menuruti segala keinginanku, bukan. Jadi sekarang, turuti saja perintahku. Atau kalau tidak, aku anggap kau seorang pembohong dan mungkin aku bisa melaporkan mu ke polisi atas tuduhan penipuan. Apa kau mengerti" gertak Alex pada Anita yang membuatnya merasa senang dan ntah kenapa itu seperti menjadi penghibur bagi dirinya.
"hallo... hallo... hallo tuan" ucap Anita berkali-kali di telpon tapi ternyata panggilannya sudah di tutup oleh Alex. "aduuh...Kenapa jadi begini. Maksudku kan bukan seperti itu" ucap Anita merasa serba salah.
Sementara itu, Lolita yang melihat raut wajah Anita gelisah, hendak menghampiri dan menanyakannya. Namun baru satu kali melangkah Lolita sudah melihat sahabatnya itu berlari dan buru-buru pergi. Tentu hal itu membuat Lolita merasa aneh dan bertanya-tanya.
Dan di sisi lain Alex terlihat begitu bersemangat dan tersenyum-senyum sendiri sambil mengirimkan pesan pada Anita "Dengar gadis kecil aku tidak mau menunggu terlalu lama. Sampai aku menunggu lama, siap-siap polisi akan menjemput mu" gertak Alex sambil tersenyum merasa menang karena rencananya mengerjai Anita berhasil.
Sementara salah satu karyawan nya yang selesai meminta tanda tangan masih berada di ruangan Alex. Tanpa sengaja melihat bosnya, merasa aneh dan bingung saat melihat Bosnya tersenyum sendiri dan terlihat bahagia. Berbeda dengan yang selama ini dia lihat, yang terlihat dingin dan tegas serta tidak pernah melihat bosnya itu tersenyum selepas itu.
Dan apa yang saat ini dia lihat dari bosnya seperti melihat anak remaja yang sedang kasmaran, yang merasa bahagia saat mendapat pesan dari gebetannya.
Dia berpikir bosnya sedang mengalami puber ke 2, tapi dia berpikir kembali itu tidak mungkin karna selama ini dia tidak pernah melihat perempuan yang istimewa dekat dengan bosnya setelah istrinya meninggal.
__ADS_1
Kemudian saat dia memperhatikan sikap bosnya yang terbalik 180°, tiba-tiba Alex mulai menyadari dan berpura-pura bersikap biasa lagi, lalu menegur karyawannya tersebut untuk segera keluar dan mengerjakan tugasnya kembali.
"Heh... kenapa kau masih disini, cepat keluar dan kembali kerjakan tugas mu" perintah Alex tegas.
"i..iya pak. maaf" ucap karyawan tersebut terbata-bata merasa takut, lalu segera pergi meninggalkan ruangan Alex.
Sementara Anita yang baru mendapatkan pesan dari Alex merasa kesal dan bete. Dia berpikir, sepertinya dengan meminta bantuan Alexander Wijaya adalah hal yang salah. Anita merasa tidak seharusnya dia meminta bantuannya, namun apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur dan uang yang di berikan Alex sudah dia transfer pada paman nya tadi pagi sebelum dia berangkat ke kampus saat bersama Lolita. Dan itupun setelah Anita mendapat cara untuk mengelabui sahabatnya tersebut dengan terpaksa.
"Ya Tuhan... Apa pak tua ini sudah gila. Bagaimana mungkin dia akan melaporkan ku ke polisi hanya karena aku terlambat membawa makan siangnya. Sepertinya aku salah sudah meminta bantuan dari nya" kesal dan sesal Anita ucapkan setelah menerima pesan dari Alex.
Seolah tahu apa yang dipikirkan Anita, terdengar bunyi pesan kedua yang menyuruh Anita untuk buru-buru dan segera membawa makan siangnya "Cepetan jangan banyak berfikir, aku sudah lapar" tulis Alex pada Anita yang membuat Anita bertambah kesal dan uring-uringan tapi tidak bisa menolak dan sangat terpaksa mengikuti keinginan nya.
Meski Anita tidak tahu apa yang ingin dimakan Alex, dia hanya menerka membeli apa saja yang pertama dia lihat, itu dia yang akan di bawakan sebagai makan siang Alex. Namun Anita sengaja memilih yang dipikirnya, Alex tidak akan suka dan tidak akan jadi makan siang. Itu sebagai bentuk kekesalan Anita dengan mengerjai Alexander Wijaya.
Terlihat senyum jahat di wajah Anita saat memilih menu makan siang yang akan dia bawakan dan diberikan pada Alexander Wijaya nantinya.
Namun sesaat kemudian dia ingat pada sahabatnya dan merasa bersalah karena tidak pamit terlebih dahulu karena buru-buru melakukan apa yang di inginkan Alex hingga lupa pada sahabatnya.
Segera Anita menelpon sahabatnya tersebut sambil menunggu pesanan nya jadi. Dengan mencari alasan lagi dia harus berbohong kepada Lolita agar Lolita tidak tersinggung dan memaafkannya. Beruntung Lolita mengerti dan tidak banyak bertanya.
Setelah itu, terdengar nama Anita di panggil, itu artinya pesanan nya sudah jadi dan segera Anita mengambil nya.
__ADS_1
Dengan perasaan yang masih sedikit kesal karena harus mengikuti kemauan Alexander Wijaya, dengan terpaksa dia harus semangat dan menahan emosinya.
Harus bersikap baik dan senyum yang mengembang. Itu yang dia pikirkan dalam perjalanan menuju kantor Alex untuk bisa menghadapinya nanti.