Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Makan Malam Berdua


__ADS_3

Kemudian malam pun tiba, saatnya Alex dan Anita untuk bertemu dan makan malam bersama malam ini.


Namun sebelum itu, sebelum jam makan malam tiba. Alex tidak dapat menjemput langsung Anita dan tidak dapat berangkat bersama-sama dari rumahnya.


Alex lebih memilih menyuruh Rafi untuk menjemput Anita di rumahnya terlebih dahulu.


Sementara dia menyelesaikan pekerjaannya bertemu dengan kliennya yang tidak bisa di gantikan oleh Rafi.


Bukannya Alex tidak ingin menjemputnya dan terlihat berangkat bareng bersama Anita dari rumahnya tersebut.


Melainkan Alex hendak ingin membuatkan surprise untuk Anita, dengan membeli cincin untuknya terlebih dahulu dan juga ingin memastikan segala sesuatu yang sudah dia atur dan di rencanakan di tempat yang telah dia booking sebelumnya berjalan dengan sesuai ke inginannya.


Berbeda dengan Anita yang berpikir bahwa Alex tidak menjeputnya dan tidak berangkat bersamanya, karena Alex tidak ingin para pegawai yang ada di rumah tersebut mengetahui bahwa mereka berdua sedang dekat, pikir Anita.


"Kenapa tuan tidak menjemputku sendiri. Apa dia tidak mau orang-orang disini sampai tahu bahwa dia dan aku mau jalan dan makan malam bersama" tanya Anita dalam hati sambil menerka-nerka, setelah Rafi datang dan menjeputnya atas nama Alex.


"Apa nona Anita sudah siap?" tanya Rafi setelah melihat Anita terlihat cantik dan mempesona dengan gaun yang pernah di gunakannya saat menemani Alex makan malam bersama bertemu dengan kliennya tersebut di luar kota waktu itu.


Sementara para pegawai yang melihat Anita di jemput Rafi dengan pakaian bagus yang sedang di kenakannya mulai pada heboh dan mengira Anita ada hubungan spesial dengan asisten pribadi tuannya tersebut.


"Lihat tuh si Anita, emang dasar kegenitan dia. Kemaren-kemaren tuan Alex yang dia goda. Sekarang tuan Rafi juga di gaet nya, bisa-bisanya dia manfaatin mereka berdua" ucap tukang gosip menuduh Anita yang tidak-tidak.


"Iya bener, ya. Gimana kalau sampe non Lolita tahu kalau dia punya temen kelakuannya kaya begitu. Gak tahu diri banget dia, udah pura-pura baik di depan non Lolita sampai dia berani ngedeketin bapak temennya sendiri. Sekarang malah mau deketin tuan Rafi juga. Bener-bener gak habis pikir sama kelakuannya itu anak" ucap yang lainnya menambah prasangka buruknya.


Namun tiba-tiba Mbo Inah datang dari belakang dan menghentikan acara gosif mereka.


"E..ee..eeh.... kalian ini bukannya kembali kebelakang malah bicara yang tidak-tidak dan menuduh orang sembarang saja. Cepat kembali kebelakang dan segera selesaikan tugas kalian malam ini" ucap Mbo Inah mengagetkan mereka berdua dan menyuruh untuk segera menyelesaikan tugasnya masing-masing.


Kemudian mereka pun segera pergi dan menunduk malu karena sudah ketahuan Mbo Inah dan kena tegurannya.


Sementara itu Mbo Inah yang melihat Anita dari kejauhan teringat kejadian tadi sore, dimana Anita sempat curhat padanya.


Bahwa dia telah di ajak tuannya untuk makan malam berdua di tempat lain, namun dirinya masih belum tenang dan merasa ragu untuk menepati janjinya yang sudah mengatakan iya saat Alex mengajaknya tadi di kantor.


Mbo Inah yang sudah di anggap Anita orang tuanya sendiri, entah mengapa merasa tidak ada beban saat dia harus mengatakan hal tersebut padanya.


Mbo Inah yang mendengarnya tiba-tiba tersenyum saat Anita mulai curhat dan telah di ajak tuannya untuk makan malam bersama.


Tanpa Anita sadari rupanya Mbo Inah memanfaatkan momen tersebut dan juga mencoba meyakinkan Anita, bahwa apa yang di lakukan tuannya tersebut adalah hal yang wajar. Dan tidak ada salahnya jika Anita mengikuti ajakan tuannya tersebut untuk makan malam bersamanya.


Hingga pada akhirnya Anita mengikuti saran Mbo Inah untuk tidak perlu mendengarkan omongan buruk orang lain apalagi nyinyiran orang tentangnya dengan tuan Alex.


Apalagi jika harus mengingat reaksi apa yang akan di terima Lolita jika tahu bahwa dia sedang dekat dengan ayah sahabatnya tersebut. Namun Mbo Inah kembali meyakinkan Anita untuk tidak merasa khawatir mengenai nona mudanya tersebut.

__ADS_1


Entah apa yang membuat Anita bisa yakin dengan kata-kata Mbo Inah mengenai sahabatnya tersebut. Meskipun Mbo Inah belum berani mengatakan sendiri bahwa Lolita sebenarnya setuju-setuju saja dan merasa senang jika Anita dan tuannya sampai ada hubungan spesial yang terjalin di antara keduanya.


Anita pun kembali merasa yakin untuk tetap bersedia pergi dan makan malam dengan tuannya tersebut. Meskipun pasti akan ada saja orang yang tetap iri dan menilainya buruk dan salah paham padanya.


Kemudian Rafi segera membawa Anita untuk masuk ke dalam mobil dan membawanya ke tempat yang telah Alex sediakan untuk mereka berdua makan malam bersama.


Sementara itu Alex yang sudah siap menunggu kedatangan Anita di kursi mejanya, terlihat senyum-senyum sendiri yang nampak kebahagiaan terpancar dari aura dan wajahnya.


Sesekali dia melihat cincin yang telah di belinya tadi khusus untuk Anita. Dia merasa sudah tidak sabar ingin segera memakaikannya di jari manis istrinya tersebut.


Meski Anita sudah sah menjadi istrinya, tapi entah mengapa perasaannya masih terasa deg-degan dan berharap-harap cemas.


Seperti seseorang yang ingin menembak gebetannya, seperti itu pula yang saat ini tengah Alex rasakan di dirinya.


Meskipun sebenarnya Alex merasa yakin 100% bahwa dirinya akan di terima, tapi tidak dapat di pungkiri bahwa dia juga masih merasa gugup dan dek-dekan.


Tapi dia tetap berusaha menormalkan perasaannya sambil menunggu pujaan hatinya tersebut untuk datang.


Sementara itu di tempat lain, Jaka pamannya Anita terlihat sedang berusaha mencari informasi Anita lagi, setelah beberapa minggu lari dan kabur dari kejaran anak buah juragan Wiguna sampai dia berhasil ke kota yang saat ini Anita tinggali.


Rupanya Jaka hendak berniat untuk membalas dendam pada Anita. Dia merasa apa yang telah terjadi padanya itu semua gara-gara Anita. Jaka tidak dapat menerima begitu saja, meskipun Anita telah membantunya dari keroyokan anak buah Juragan Wiguna dan telah melunasi hutang-hutangnya. Tapi Jaka tetap berkeras hati dan tidak ingin berbaik hati pada keponakannya sendiri.


Sementara itu, mobil Rafi sudah sampai membawa Anita berada di depan restoran tempat dimana Alex telah membooking tempat tersebut.


Sementara itu, Anita nampak terkejut dan terpesona saat melihat eksterior halaman restoran tersebut yang nampak terlihat mewah dan indah. Apalagi dengan lampu-lampu yang terlihat indah di pandang mata seperti di malam ini.


Dia nampak terkagum-kagum melihatnya, sesaat membuatnya mengabaikan Rafi yang telah membukakan pintu mobil untuknya.


Kemudian dalam hitungan detik Anita kembali sadar dan mengangguk berterimakasih pada Rafi yang telah membukakan pintu dan mengantarkannya ke tempat tersebut.


"Silahkan nona Anita. Tuan Rafi sudah menunggu anda di dalam" ucap Rafi sambil menjulurkan tangannya mempersilahkan Anita untuk segera masuk dan menemui tuannya tersebut.


Sementara dia tetap di tempat dan membiarkan Anita berjalan sendiri dengan perasaan gugupnya yang tiba-tiba hadir kembali mengelilingi perasaannya saat Anita mulai berjalan dan masuk ke dalam restoran tersebut.


Tapi saat dia di bukakan pintu oleh seorang pelayan yang sudah siap berjaga untuk membukakan pintu tersebut untuknya, tiba-tiba Anita merasa heran saat melihat ruangan tersebut begitu sepi dan tenang.


Rupanya dia tidak tahu kalau Alex sudah membooking tempat tersebut hanya untuk mereka berdua.


Anita yang nampak kebingungan tetap berjalan mengikuti arahan pelayan tersebut yang memintanya untuk mengikuti langkah kakinya, mengantarkan dia ke meja makan yang telah di tunggu Alex dari beberapa menit yang lalu.


Kemudian Alex yang nampak terlihat senang sambil tersenyum saat melihat kedatangan Anita, dia segera berdiri dan menyambut Anita dengan menjulurkan tangannya pada Anita.


Lalu bersama-sama dia kembali duduk dengan membukakan terlebih dahulu kursi untuk Anita. Mereka duduk terlihat saling berhadap-hadapan satu sama lain.

__ADS_1


Kemudian Alex pun segera membuka pembicaraan.


"Maaf aku tidak dapat menjemputmu sendiri. Bagaimana, apa kau baik-baik saja?." ucap Alex dan bertanya saat melihat Anita nampak gugup dan canggung melihat situasi dan kondisi di ruangan tersebut yang nampak sunyi namun terlihat romantis.


"I...iya tuan. Aku baik-baik saja" ucap Anita terbata-bata, masih merasa Aneh sambil mencoba menenangkan perasaan gugupnya.


"Kenapa kau masih saja memanggilku tuan?" tanya Alex yang mulai tidak suka mendengar Anita slalu saja memanggilnya dengan sebutan tuan.


"Bisakah mulai detik ini kau tidak lagi memanggilku tuan, aku tidak suka mendengar kau terus saja memanggilku dengan sebutan itu!" lanjut Alex pelan-pelan memberitahu Anita tentang hal tersebut.


"Tapi, tuan" ucap Anita hendak menolak.


"Anita, aku mohon. Kau kan sudah menjadi istriku" ucap Alex segera memotong ucapan Anita sambil perlahan memegang tangan Anita supaya Anita mau mendengar kata-katanya.


Sementara Anita yang tiba-tiba terdiam mendengar hal itu, karena Alex menggunakan status kata istri padanya, membuat Anita mendadak tersanjung, gugup kembali dan mengikuti ucapan Alex tersebut.


"Bab..baiklah. Al.. lex" ucap Anita masih terdengar canggung dan gugup, masih belum terbiasa menyebut Alex dengan namanya langsung.


"Begitu lebih baik" ucap Alex sambil kembali tersenyum merasa senang melihat Anita yang memanggilnya dengan sebutan tersebut.


"Kalau begitu lebih baik kita makan malam dulu, ya. Baru setelah itu kita bicara lagi" lanjut Alex memberitahu Anita.


Kemudian Alex segera memanggil pelayan dengan hanya menjentikkan jarinya membawakan makanan-makanan yang di pikir Alex pasti Anita akan menyukai menu pilihannya.


Tanpa banyak berkata-kata, para pelayan segera masuk dan membawakan menu pilihan Alex dan menghidangkannya di atas meja mereka.


Anita yang melihat cukup banyak makanan di atas meja mereka sesaat nampak terlihat takjub dengan penampakan hidangan yang sebelumnya tidak pernah melihat penyajian seindah dan semewah itu.


Meskipun sebelumnya dia pernah di ajak Alex makan malam bersama saat sedang di luar kota menemaninya bertemu dengan kliennya waktu itu.


Tapi kali ini nampak berbeda dan terlihat istimewa di matanya.


Anita mulai bertanya-tanya dalam hatinya, dia merasa Alex terlalu berlebihan kalau hanya untuk sekedar mengajaknya makan malam biasa bersama berdua seperti saat ini.


"Waw... makanannya terlihat enak sekali. Tapi kalau penyajiannya seperti ini, aku jadi merasa sayang untuk memakannya" ucap Anita dalam hati, merasa takjub dengan apa yang tengah di lihatnya di atas meja makan tersebut.


"Tapi kenapa dia harus repot-repot mengajakku ke tempat seperti ini. Dan... tempat ini juga sepertinya kelihatan mahal sekali" lanjut Anita sambil melihat ke arah Alex kemudian diam-diam melihat interior ruangan tersebut saat Alex lebih fokus melihat ke makanan yang tengah di sajikan oleh beberapa pelayan yang datang.


"Apa dia lupa minum obat sampai dia mengajakku makan malam ke tempat semahal dan semewah ini?" seloroh Anita bertanya dalam hati masih merasa ragu dengan sikap Alex yang terlihat amat romantis malam ini.


Dia masih tidak mau menyadari bahwa sebenarnya Alex memang benar-benar tertarik dan sedang jatuh cinta padanya.


Dia masih mengira bahwa Alex hanya sekedar berbaik hati saja membawanya makan malam ke tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2