Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Berusaha Meyakinkan


__ADS_3

"Ah... sudahlah biarkan saja. Selama dia tidak membuatku kesal dan uring-uringan lagi seperti dulu" lanjut Anita berpikiran positif saja.


"Tapi aku tidak bisa memungkiri, malam ini dia benar-benar terlihat tampan dan romantis. Andai saja dia bisa terus bersikap baik dan romantis seperti ini, pasti aku tidak akan setres seperti sebelum-sebelumnya" ucap Anita sambil melihat ke arah Alex dan diam-diam mulai mengagumi Alex yang saat ini sedang di tatapnya.


Kemudian Alex yang sudah melihat hidangannya tertata rapih semua, segera dia melihat ke arah Anita dan hendak mengajaknya memulai makan malam bersama.


"Terima kasih" ucap Alex pada para pelayan yang sudah menyajikan hidangannya.


"Ayo Anita, kita..." ucap Alex terhenti saat melihat Anita sedang menatapnya fokus namun terlihat tidak sadar.


Sementara Alex yang di tatap seperti itu oleh Anita, tentu membuatnya merasa senang dan tersanjung.


Beberapa saat Alex membiarkan momen tersebut dan langsung kepikiran untuk segera mengambil foto Anita dengan handphone miliknya.


Alex nampak tersenyum senang setelah berhasil mengambil gambar Anita yang terlihat menggemaskan dan cantik mempesona setelah menyempatkan melihat hasil potretannya.


Namun sepertinya Anita masih belum bergeming, sampai dia tidak sadar kalau dirinya yang nampak sedang melamun dan terus melihat ke arah Alex sambil tersenyum manis kepadanya telah di ambil gambarnya oleh Alex.


Alex yang merasa senang, kembali dia menaruh handphonenya setelah berhasil mengambil potret Anita tersebut.


Kemudian dengan grnya Alex masih membiarkan Anita melamun menatapnya sambil memposisikan kedua tangannya untuk menangkup dagunya ikut menatap Anita balik yang masih tidak sadarkan diri.


"Apa kau akan terus melihatku seperti itu?" ucap Alex setelah beberapa saat membiarkan Anita tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Kemudian Anita pun mulai sadar dan terlihat merasa malu sendiri.


"Ah .. maaf. Aku.." ucap Anita saat tersadar dari lamunan panjangnya, merasa salting dan bingung harus berkata apa.


"Sudah tidak apa-apa. Lebih baik kita mulai makan malam sekarang, ya" ajak Alex, tidak ingin membuat Anita merasa tidak nyaman dengannya sambil sedikit tersenyum gemas melihatnya.


Kemudian dengan perasaan masih malu Anita pun memulai makan malam bersama dengan Alex.


Mereka nampak fokus menyantap hidangan yang ada di atas meja tersebut. Dan sesekali mereka saling menatap satu sama lain, di temani musik biola yang menjadikan suasana ruangan tersebut bertambah romantis.


Kemudian setelah beberapa menit menyantap hidangan, Alex berniat untuk mengajak dansa Anita terlebih dahulu sebelum dia benar-benar menyatakan perasaan cintanya pada Anita.


Sementara Anita yang tengah di ajak berdansa oleh Alex, nampak enggan dan menolak permintaan Alex secara halus karena dia merasa belum pernah melakukannya dan tidak bisa berdansa sama sekali.


Namun Alex yang tidak perduli dengan Anita bisa berdansa atau tidak, dia tetap memaksa Anita dengan terus berusaha merayunya.


Hingga akhirnya dengan ragu-ragu Anita mulai mengikuti langkah Alex yang terus-terusan menarik tangannya hingga berdiri dan musik terus kembali bermain di udara.


Anita yang gugup hanya bisa diam dan mengikuti langkah kaki Alex yang perlahan-lahan menuntunnya dengan sabar. Membuat mereka saling berhadap-hadapan.

__ADS_1


Meski sempat beberapa kali menginjak kaki Alex tanpa sengaja, namun pelan-pelan akhirnya Anita dapat menyeimbangkan langkah kakinya dengan Alex.


Beruntung Alex sedang dalam mood baik, sehingga tidak membuatnya cepat marah saat kakinya beberapa kali terinjak oleh kaki Anita.


Membuat Anita juga berulang kali meminta maaf atas kecerobohan dan ketidak bisaannya.


Namun Alex lagi-lagi menanggapinya dengan senyuman dan santai.


Hingga akhirnya membuat mereka nampak menikmati suasana romantis tersebut. Terlihat mereka berdansa dengan santai dan pelan sambil menatap satu sama lain.


Perlahan Alex mulai berani mendekatkan pinggang Anita pada tubuhnya, hingga membuat Anita semakin bertambah gugup dan panas dingin.


Namun Alex yang melihat kegugupan Anita perlahan mulai melonggarkannya kembali dan tersenyum manis pada Anita, rupanya dia hanya ingin melihat reaksi Anita akan meminta melepaskan atau membiarkannya saja.


Ternyata Anita tidak bereaksi keras dan hanya terlihat gugup dan merona. Membuat Alex merasa gemas dan yakin akan segera mengungkapkan perasaannya pada Anita malam ini juga.


Beberapa menit telah mereka lalui dengan berdansa, kini mereka kembali ke kursi mejanya.


Terlihat mereka sudah duduk di kursinya masing-masing sambil tersenyum bahagia di keduanya, meskipun tadi Anita sempat merasa canggung dan gugup hingga membuatnya harus menginjak kaki Alex berulang kali.


Kemudian Alex mulai menatap Anita lekat-lekat, membuatnya merasa bingung dan perlahan meredupkan senyumannya. Dia bermaksud hendak mendengarkan Alex yang terlihat meraih tangannya pelan-pelan dan hendak berbicara serius kepadanya.


"Ya Allah... kenapa dia lagi-lagi memegang tanganku. Dia membuat jantungku berdebar saja. Kalau terus-terusan begini, bisa bisa dia membuatku serangan jantung" seloroh Anita dalam hati, merasa gugup saat Alex mulai kembali lagi memegang tangannya di atas meja tersebut.


"Anita..." ucap Alex sambil tetap memegangi tangan Anita.


Sementara Anita hanya dapat menelan salipanya cepat, menerka-nerka dalam pikirannya dan mengangguk pelan.


"Anita... seperti yang kita berdua tahu. Kita sudah di paksa menikah waktu itu. Dan setelah aku pikir-pikir, aku ingin meresmikan pernikahan kita dan mengumumkannya kesemua orang" ucap Alex membuat Anita tercengang, merasa tidak percaya dengan apa yang tengah di dengarnya saat ini dari mulut Alex langsung.


Anita merasa dia sedang bermimpi, dia masih berpikir bahwa Alex tidak akan mungkin memintanya untuk meresmikan pernikahan tersebut.


Namun dia kembali berpikir tapi momen tersebut terlihat nyata dan sungguhan.


"Jadi... apakah kau mau menikah dengan ku, secara resmi dan terbuka?" lanjut Alex berbicara tanpa berbasa basi lagi sambil menunjukan cincin berlian yang tadi di belinya khusus untuk Anita.


Sementara Anita yang melihat kesungguhan pria didepannya saat ini, masih terpaku berusaha menyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang terjadi saat ini adalah nyata dan sungguh-sungguh Alex yang melakukannya.


Entah mengapa dia merasa terharu dan ingin mengatakan iya padanya.


Namun sebelum Anita mengatakan perasaannya juga, lagi-lagi bayangan wajah Lolita menghentikan perasaan yang sesungguhnya untuk Alex.


Kembali Anita membuat prasangkanya sendiri, bahwa Lolita tidak akan menyukai hal tersebut. Dia berpikir bahwa sahabatnya tersebut hanya akan menuduhnya sebagai wanita matre dan penghianat karena diam-diam telah memanfaatkannya untuk dekat dengan pria kaya yang juga ternyata adalah ayahnya sendiri.

__ADS_1


Sama seperti orang-orang yang telah menuduhnya seperti itu.


Bagaimana tidak, dengan umur yang terpaut jauh, dengan Alex yang duda beranak satu terlebih usia anaknya hampir seusia dengannya dan Alex yang memiliki harta berlimpah, tentu tidak akan ada yang percaya bahwa dirinya juga mencintai Alex dengan tulus dan apa adanya.


Kini setelah Anita tahu perasaan Alex yang sesungguhnya dan sebenarnya dia juga telah memiliki perasaan yang sama pada Alex. Tapi dengan terpaksa dan dengan perasaan yang terluka, Anita harus berpura-pura tidak menginginkan hal tersebut.


Lagi-lagi Anita lebih memilih untuk mengikuti pemikiran yang di ada-adakannya sendiri. Berprasangka bahwa sahabatnya tersebut tidak akan pernah menyetujui hubungan antara dirinya dan ayah sahabatnya itu.


"Tat... tapi. Maafkan saya, saya tidak dapat menerima anda" ucap Anita terbata-bata dengan raut wajah yang nampak berubah sambil menarik tangannya dengan perlahan dari genggaman tangan Alex.


"Apa maksudmu?" tanya Alex mencoba meyakinkan pendengarannya.


"Maaf tuan, saya tidak dapat menerima lamaran anda. Bagaimana mungkin tuan bisa serius melamar saya?" ucap Anita kembali menyebutnya dengan sebutan tuan, mencoba melunturkan keyakinan Alex untuk tetap melamarnya.


"Tapi Anita.. aku benar-benar telah mencintaimu dan aku ingin kita segera meresmikan pernikahan yang telah terjadi di antara kita. Aku ingin semua orang tahu, bahwa kamu adalah istriku. Kamu adalah milikku" ucap Alex sungguh-sungguh.


"Aku tahu dan aku juga yakin kamu pasti telah mencintaiku juga" ucap Alex terus meyakinkan Anita bahwa dirinya juga pasti merasakan hal yang sama dengan apa yang tengah di rasakannya.


Namun Anita yang keras kepala tidak mau menyadari dan mengakui bahwa dirinya juga merasakan hal yang sama dengan Alex saat ini.


"Tidak, tuan. Bagaimana mungkin anda bisa yakin kalau saya juga mencintai tuan?" ucap Anita terus mengelak sambil berdiri membuang muka tidak ingin menatap Alex langsung, merasa takut ketahuan bahwa dirinya juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.


"Aku yakin dan benar-benar yakin kalau kau juga mencintaiku. Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau membuang muka dan tidak ingin menatapku langsung, hah?" pekik Alex terus berusaha meyakinkan Anita.


Alex masih tidak mengerti kenapa dia harus berpura-pura tidak mencintainya. Padahal selama ini dia sudah dapat melihat cinta di mata Anita untuknya.


Apa yang sebenarnya Anita sedang sembunyikan darinya. Alex benar-benar tidak memahami hal itu.


Tapi dia tetap terus berusaha meyakinkan Anita dan mencoba menanyakan apa yang menyebabkan Anita tidak mau menerima lamarannya.


"Dan kalau kau memang benar-benar tidak mencintaiku. Aku ingin tahu, katakan apa alasannya?" lanjut Alex bertanya, ingin tahu apa alasan Anita menolak lamarannya.


"Tuan salah paham. Bagaimana mungkin saya mencintai pria tua seperti anda, yang sudah memiliki putri hampir seumuran dengan saya. Apa tuan tidak memikirkan hal itu?" jawab Anita beralasan sambil memberanikan diri berbalik dan menatap Alex langsung.


Tapi Alex masih belum percaya, karena dia pikir perbedaan usia di jaman sekarang dan dulu itu sah-sah saja. Meski tidak banyak orang yang melakukannya.


"Aku tidak percaya. Kau pasti bohong, kan?" ucap Alex tidak mau menerima alasan Anita.


"Tuan, kenapa anda tidak mengerti juga. Aku tidak mencintai anda. Aku bahkan ingin meminta anda untuk memutuskan hubungan pernikahan yang tidak jelas ini" ucap Anita terlihat meyakinkan.


"Apa maksud mu tidak jelas?" ucap Alex tanpa berniat mendengarkan jawaban dari pertanyaannya.


"Aku tahu, sebelumnya aku tidak menginginkan pernikahan ini dan sempat mengabaikan mu. Tapi setelah aku... " ucap Alex berterus-terang tapi terhenti saat Anita mulai memotong ucapannya.

__ADS_1


"Jadi maksud tuan, tuan mencintaiku setelah tuan berhasil mencicipi tubuhku, begitu?" ucap Anita merasa kesal setelah memotong ucapan Alex padanya.


Lagi-lagi Anita terpancing dengan pikiran buruknya sendiri. Meski memang benar Alex berubah derastis semenjak dia dan Anita melewati malam bersama waktu itu.


__ADS_2