Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Bertemu


__ADS_3

Sementara itu, Lolita yang sudah pulang dari kerjaannya merasa harus segera pergi ke rumah sakit untuk memastikan apa yang tengah di duga-duganya saat ini adalah benar.


Di jalan, Lolita mulai memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya. Dia sudah merasa tidak sabar untuk mencaritahu siapa anak yang sebelumnya dia temui.


Sesampainya di rumah sakit tersebut Lolita tidak dapat bertanya langsung ke resepsionis. Dia tidak tahu siapa nama anak yang sedang di carinya.


Bertanya pun pasti tidak akan membuahkan hasil, karena resepsionis pasti juga akan bertanya balik siapa nama anak tersebut untuk mencari tahu di dalam data rumah sakit tersebut.


Hingga akhirnya dia harus berusaha sendiri mencari tahu ke sana kemari untuk melihat wajah anak kecil yang sempat di lihatnya itu.


Beberapa menit berlalu hingga dia terdiam mencoba mengingat petunjuk bagaimana supaya dia dapat menemukannya lebih cepat.


Namun tanpa Lolita sadari, tepat di belakangnya Anita sedang berjalan menuju ruang Dokter yang menangani anaknya.


Sama seperti Lolita, Anita pun tidak menyadari bahwa yang sedang di lewatinya adalah sahabatnya sendiri.


Kemudian Lolita yang masih mencari anak yang sedang di carinya, segera ke arah jalan yang tadi Anita lalui tanpa mereka saling melihat ataupun menyadari satu sama lain.


Lolita segera menuju taman yang dia pikir siapa tahu anak tersebut berada di tempat tersebut.


Tapi lagi-lagi matanya belum juga melihat sosok orang yang sedang di carinya.


Hingga akhirnya dia merasa kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak terlebih dahulu.


"Haduuhh... bagaimana mencari anak itu. Kalau begini terus aku tidak yakin anak itu masih berada di rumah sakit ini" ucap Lolita sedikit terlihat ke gerahan sambil duduk di kursi taman yang di sediakan rumah sakit tersebut.


Dan entah apa yang membuatnya tiba-tiba mengambil botol air minum yang berada di samping tempat duduknya tanpa melihat dan tanpa permisi sama sekali pada yang empunya.


Membuat suster dan anak kecil yang sedang duduk di atas kursi tersebut merasa heran dan bingung melihat sikap buruk Lolita yang seperti itu.


"Nona permisi. Apa anda tidak melihat botol air minum itu ada yang punya?" tanya suster yang menjaga anak tersebut, terlihat tidak menyukai sikap buruk Lolita saat ini.


"Ahh... maaf Sus. Aku tidak sengaja" ucap Lolita saat menyadari hal buruknya tersebut setelah menyemburkan sedikit air minum yang telah di minumnya tadi.


Membuat Lolita merasa malu sendiri dan tersenyum kikuk pada Suster tersebut yang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tante, itu punya ku. Sepertinya Tante kehausan sekali" ucap anak tersebut yang berada tepat di samping tempat duduk Lolita.


"Terima kasih, anak kecil. Kamu pengertian sekali" ucap Lolita dengan senyum manjanya dan sedikit melihat ke arah anak tersebut. Dan sesaat kemudian menatap kembali Suster yang masih terlihat sinis menatap Lolita.


"Tuh kan Sus, anak kecil aja pengertian" ucap Lolita pada Suster sambil meliriknya.


"Tunggu... anak kecil?" ucapnya pelan merasa ingat sesuatu.


Kemudian Lolita kembali mengalihkan pandangannya perlahan-lahan untuk melihat ke arah anak kecil yang baru saja sempat di lihatnya.


Betapa kagetnya dia saat menyadari anak tersebut lah yang sedang di carinya. Dengan buru-buru dia mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya.


Rupanya itu sebuah foto yang dia bawa untuk menyamakan wajah anak tersebut dengan foto masa kecil ayahnya.


Dijejerkan nya foto itu dengan wajah anak tersebut, dan betapa terharunya dia saat mengetahui anak itu begitu mirip dengan foto masa kecil ayahnya.


Rupanya anak itu ternyata Alexa yang sedang dia cari-cari.


"Aahh... akhirnya aku menemukanmu" ucap Lolita sambil tiba-tiba memeluk anak tersebut dengan tersenyum dan menangis haru.


"Tante kenapa kau tiba-tiba memeluk ku dan kenapa menangis juga?" tanya Alexa saat masih berada di pelukan Lolita kemudian menyeka air mata Lolita dengan tangannya sendiri.


"Apa aku membuat Tante bersedih?" lanjut Alexa dengan polosnya.


"Tidak sayang... Tante tidak sedih. Tante hanya merasa senang saja" ucap Lolita memberitahu sambil menyeka air matanya sendiri.


"Kalian ini orang dewasa aneh sekali. Menangis tapi di bilangnya senang dan bahagia. Aku tidak mengerti" ucap Alexa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal merasa bingung.


"Memang siapa yang kau maksud juga menangis bahagia seperti ku?" tanya Lolita merasa penasaran.


"Mamahku. Tadi dia juga menangis dan katanya dia juga menangis bahagia. Aneh sekali, kan?" ucap Alexa memberi tahu dengan polosnya.


"Sudah cukup. Maaf nona, sebenarnya anda ini siapa. Kenapa tiba-tiba anda memeluk pasien ini?" ucap Suster ikut merasa bingung dan penasaran dengan apa yang di lakukan Lolita pada pasiennya saat ini.


"Begini Suster. Apa kau tahu nama ibu anak ini siapa?" ucap Lolita malah balik bertanya.

__ADS_1


"Tahu... ibunya juga ada disini" ucap Suster pada Lolita.


"Dimana?" tanya Anita semakin penasaran.


"Di belakang anda"


Dan hal itu membuat Lolita entah mengapa merasa berdebar-debar saat berpikir apa yang di duganya akan menjadi kenyataan.


Dia mulai terdiam dan mencoba perlahan-lahan untuk membalikan badannya ke belakang melihat sosok yang selama ini dia cari-cari selama ini.


Sementara itu, orang yang di belakang Lolita juga terlihat sedang berjalan menghampiri dan merasa heran ada orang asing yang sedang berada di samping anaknya tanpa dapat melihat wajahnya.


Lalu setelah beberapa saat kemudian mereka pun saling bertatapan dan melihat satu sama lain semakin jelas.


Mereka nampak sama-sama terkejut setelah sekian lama tidak bertemu. Rupanya persahabatan mereka tidak lekang oleh oleh waktu.


Lolita dan Anita sama-sama saling merindukan satu sama lain.


Anita yang saat itu sedang berjalan menghampiri tiba-tiba terdiam sesaat dan Lolita nampak berdiri dari tempat duduknya saat ini.


Mereka merasa tidak percaya dengan apa yang saat ini mereka lihat masing-masing.


Kemudian Lolita lebih dulu berlari menghampiri Anita yang saat itu menghentikan langkahnya.


Mereka nampak menangis bahagia setelah sekian lama tidak bertemu dan merasa rindu satu sama lain.


Akhirnya mereka dapat berpelukan meluapkan perasaan rindu mereka.


Sementara itu, Alexa dan suster hanya dapat melihat merasa bingung dengan masih duduk dan berdiri di tempat.


"Anita...." teriak Lolita dan berlari menghampiri Anita dengan antusias dan dengan perasaan bahagianya.


"Lolita?" ucap Anita di tempat merasa terkejut saat melihat sahabatnya tersebut.


Dia hanya dapat menutup mulutnya merasa tak percaya dengan air mata yang tiba-tiba berlinang jatuh di pipinya.

__ADS_1


Hingga beberapa saat mereka saling berpelukan dan menangis bahagia tanpa banyak berkata lebih dulu, di dalam pertemuan yang sudah lama Lolita nanti-nanti.


__ADS_2