Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Reaksi


__ADS_3

Kemudian dengan perasaan yang sama-sama sedikit salah tingkah, dan setelah Alex menerima panggilan teleponnya, dia pun segera menancap gas dan mulai mengantarkan Anita ke tempat kerjaannya.


Anita yang masih merasa gugup mendapatkan ciuman yang tiba-tiba tersebut, merasa masih malu dan masih tidak berani menatap Alex secara langsung.


Begitupun dengan Alex, dia terlihat fokus menatap jalanan.


Hingga dalam perjalanan pun mereka tampak malu-malu untuk berbicara lebih dulu.


Kemudian mereka pun sampai di depan gedung tempat Anita bekerja tanpa ada perbincangan.


Dengan perasaan malu yang masih belum dapat di hindari keduanya. Mereka pun berusaha untuk tetap berbicara dan berpamitan satu sama lain meski dengan sikap yang nampak lucu dan terlihat aneh.


Lalu Alex pun segera menancap gasnya setelah Anita berterimakasih padanya.


Alex nampak cengar cengir sendiri di dalam mobilnya. Dia merasa Anita mulai dapat menerimanya dengan baik atas sikap dan kejadian tadi tersebut.


Hingga membuat suasana hati Alex menjadi terlihat sangat bersemangat dan bersahabat.


Begitupun juga dengan Anita, dia nampak tersenyum merasa bahagia. Namun dia masih tidak percaya kalau dia baru saja merasa senang karena Alex.


Sementara itu Raja yang sedang menunggu kedatangan Anita nampak menunggu di ruang kantornya.


Tapi sepertinya Raja sedang memantau seseorang dari layar leptop yang terhubung ke cctv. Dia nampak tak bersemangat dan sedikit cemas kemudian mengusap wajahnya menahan kesal.


Rupanya Raja tengah mengawasi kedatangan Anita yang nampak terlihat dari cctv. Dan dia juga melihat mobil Alex yang mengantarkan Anita.


"Bukankah itu mobil Alex. Apa mereka sudah mulai rujuk kembali?" ucap Raja setelah melihat dari cctv Anita keluar dari mobil Alex yang nampak terlihat bahagia dan merona.


Dia mengira, Anita dan Alex telah rujuk. Karena tidak biasanya Anita di antarkan oleh Alex dan dengan wajah yang sebahagia itu.


Membuat Raja merasa sedikit cemburu, meskipun dia sudah berusaha untuk membiarkan Anita memilih kebahagiaannya dengan siapapun laki-laki itu nantinya.


Tapi hati rupanya tidak dapat di bohongi oleh diri sendiri.


Raja hanya dapat memendam perasaan cintanya demi untuk menjaga persahabatan yang sudah lama terjalin.


Meski dia merasa senang jika melihat Anita bahagia, tapi dalam waktu yang bersamaan Raja juga merasa terluka melihat kebahagiaan Anita yang di sebabkan oleh orang lain.


Hal itu membuatnya menjadi serba salah. Di saat Raja begitu mencintai seorang wanita dan mengharapkan balasan cintanya tapi di saat yang sama dia juga harus melepaskan dan mengikhlaskannya.


Tapi sebelum itu, Raja ingin mendengar langsung dari mulut Anita sendiri bahwa dia mencintai orang lain dan bukan dirinya.


Dan untuk itu, Raja berniat untuk mengajak makan malam atau dinner bersama dengan Anita di sebuah restoran nanti malam.


Sementara itu, tiba-tiba Anita datang dengan wajah sumringahnya dan menyapa Raja yang sedang melamun memikirkannya.


"Selamat pagi, tuan Raja. Apa anda memanggil saya?" ucap Anita menyapa bosnya tersebut yang masih nampak terlihat melamun.


"Tok... tok..." suara di pintu di ketok, Anita mencoba melihat reaksi Raja yang masih nampak melamun dengan mengetuk pintu sekali lagi.


"Selamat pagi" ucap Anita menyapa nya sekali lagi dari pintu.


"Sepertinya dia sedang melamun. Tapi apa yang sedang di lihatnya di leptop itu?" ucap Anita berbicara sendiri setelah melihat Raja yang masih tidak bergeming.


"Tuaaaan Rajaa..." ucap Anita pada telinga Raja langsung memberanikan diri untuk mendekatinya.

__ADS_1


Membuat Raja akhirnya tersadar sedikit terkejut dan segera menutup leptopnya dengan cepat.


"Ya Tuhan... Anda ini kenapa, tuan. Sampai tidak mendengar sama sekali saya masuk" ucap Anita berbicara pada Raja layaknya seorang sahabat.


"Apa anda sedang melamun?" ucap Anita penasaran.


"Anita... sejak kapan kau ada di ruangan ini?" tanya Raja pada Anita.


"Ya Tuhan... anda benar-benar sedang melamun ya. Coba aku lihat, sebenarnya apa yang sedang anda lamunkan di leptop itu?" ucap Anita tanpa menjawab pertanyaan dari Raja.


"Tit.. tidak. Jangan.. Lebih baik kau bikinkan aku kopi saja" ucap Raja sambil tetap menutup leptopnya dan menyuruh Anita untuk membuatkannya kopi.


"Baiklah kalau begitu..." ucap Anita pelan sambil beranjak mengikuti apa yang di perintahkan bos-nya tersebut.


Kemudian Anita pun segera keluar dari ruangan Raja dan segera membuatkan kopi untuknya.


Sementara itu Alex sudah sampai di perusahaannya dan memulai pekerjaannya dengan nampak ceria dan bahagia.


Membuat orang-orang yang melihatnya ikut senang namun juga merasa aneh dengan sikapnya tersebut.


Hal itu membuat para karyawan saling bertanya-tanya satu sama lain dengan sikap atasannya tersebut.


Berbeda dengan Lolita yang melihat ayahnya tersebut nampak terlihat ikut senang dengan hal tersebut.


Sepertinya Lolita sudah tahu apa yang membuat Daddy nya tersebut nampak sumringah.


Hal tersebut membuat Lolita ingin mengetahuinya secara langsung dari ayahnya sendiri.


"Sepertinya Daddy kali ini sudah berhasil. Tapi.. biar aku tidak penasaran lebih baik aku tanyakan langsung saja" ucap Lolita berbicara sendiri dengan pelan.


"Wah... wah... wah... sepertinya kali ini Daddy berhasil memenangkan hati Anita, ya" ucap Lolita pada ayahnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada setelah berada di hadapan ayahnya tersebut.


"Eh.. sayang... Tidak juga. Tapi untuk saat ini bisa di bilang begitu" ucap Alex pada anaknya.


"Kalau begitu... Apa yang Daddy lakukan padanya?" ucap Lolita mulai bertanya-tanya namun Alex nampak malu-malu untuk menjawabnya.


"Sepertinya kalau di lihat dari wajah Daddy seperti itu... Apa Daddy sudah melakukan sesuatu padanya?" lanjut Lolita menerka-nerka, membuatnya berpikiran kemana-mana.


Kemudian Lolita menghampiri tempat duduk ayahnya tersebut dan mulai melihat wajah ayahnya lebih dekat yang nampak bersemu-semu kemerahan seperti anak abg saat Alex kembali teringat ciumannya di mobil tadi.


"Daddy... jangan bilang, kalau Daddy habis mencium Anita. Apa benar begitu?" ucap Lolita kembali menerka-nerka, merasa penasaran. Sambil memegang pundak kedua tangan ayahnya tersebut.


Namun di luar ruangan kantor Alex, sekertaris nya tanpa sengaja melihat tingkah laku Lolita yang di pikirnya sedang menggoda tuannya tersebut dari balik pintu yang nampak terbuka sedikit, namun tidak begitu jelas dengan suaranya.


Sekertaris nya tidak tahu kalau Lolita sebenarnya adalah anak kandung bosnya tersebut.


Hingga dia mengira, kalau Lolita sedang berusaha menggoda tuan Alex.


"Dasar wanita tidak tahu diri. Berani-beraninya dia menggoda tuan Alex. Dulu si Anita dan sekarang wanita muda itu. Tuan Alex benar-benar laki-laki yang di kelilingi wanita-wanita muda. Kalau begini caranya, bagaimana aku bisa mendapatkannya" ucap sekertaris Alex berbicara pelan sambil mengintip mereka.


Sementara itu, Lolita yang masih belum mendapatkan jawaban dari ayahnya tersebut, masih berusaha menggodanya.


"Katakan Daddy, jangan membuat ku penasaran. Apa yang terjadi saat tadi Daddy mengantarkannya bekerja?" ucap Lolita kembali, tidak sabaran.


Sementara yang di tanya hanya dapat tersenyum sambil menyentuh bibirnya dan mengangguk pelan.

__ADS_1


Menandakan bahwa dirinya memang sudah mencium Anita. Dan tentu hal itu membuat Lolita yang mengerti dengan maksud ayahnya tersebut langsung terkejut senang dan meletakan kedua tangannya di kedua pipi ayahnya tersebut sambil menekan-nekan merasa gemas.


"Daddy... kau memang yang terbaik. Akhirnya kau berhasil melakukannya lagi" ucap Lolita merasa ikut senang dengan keberhasilan ayahnya tersebut mencium sahabatnya. Dengan masih mencubit-cubit kedua pipi Alex merasa gemas.


Namun sekertaris Alex yang melihat Lolita memperlakukan tuannya begitu akrab, membuatnya merasa panas dan kesal setengah mati.


Dia masih mengira, kalau Lolita akan menjadi saingan terberatnya untuk saat ini. Sehingga sekertaris Alex tersebut hendak ingin membuat rencana untuk mengeluarkan Lolita dari perusahaan tersebut.


Sementara itu Alex yang mulai kesal karena di perlakukan seperti anak kecil oleh anaknya sendiri, mulai menghentikan sikap anaknya tersebut.


"Sudah.. cukup sayang. Daddy bukan anak kecil. Nanti ada yang melihatnya, bisa jatuh wibawa daddy mu ini" ucap Alex pada anaknya, merasa malu kalau sampai di lihat orang lain.


"Oke, baiklah daddy. Maafkan aku. Tapi Daddy apa kalian sudah benar-benar baikan sampai Daddy berani melakukan hal itu pada mami kecilku?" ucap Lolita kembali masih merasa penasaran.


"Sebenarnya tidak begitu juga, sayang. Daddy juga belum tahu, apa sebenernya Anita mencintai Daddy atau tidak" ucap Alex berbicara pada anaknya.


"Lalu kenapa Anita tidak marah saat Daddy melakukannya. Bukannya dia selalu marah dan memperdebatkan masalah kecil seperti itu?" ucap Lolita terus bertanya pada bapaknya.


"Entahlah sayang. Daddy juga tidak mengerti" ucap Alex merasa sedikit bingung.


"Kalau begitu... Daddy harus segera menanyakannya langsung dengan jalas dan mengutarakan perasaan Daddy padanya. Sebelum mami kecil berubah pikiran lagi. Mungkin saja itu kode bahwa dia sudah mulai menerima Daddy kembali sebagai suaminya" ucap Lolita merasa yakin.


"Benarkah begitu?" ucap Alex merasa ragu.


"Sudahlah... Lebih baik masalah itu kita bicarakan nanti saja. Sekarang Daddy harus menyelesaikan berkas yang belum Daddy periksa. Dan kamu sayang, silahkan kembali ke kursi meja kerja mu lagi" ucap Alex pada anaknya dengan nada lembutnya.


"Jadi... Daddy ngusir aku, nih" ucap Lolita berpura-pura kesal namun sedikit manja.


"Ya sudah kalau begitu... Tapi Daddy harus ingat, untuk segera memberi tahu semua orang kalau Daddy itu sudah menikah dan punya istri. Aku gak mau sampe punya mami ganjen kaya sekertaris Daddy itu" ucap Lolita mengingatkan dan sedikit menyindir.


"Iya sayang..." ucap Alex mengiyakan.


Kemudian Lolita pun segera beranjak keluar dari ruangan ayahnya tersebut dan hendak kembali ke tempat kursi meja kerjanya.


Sementara itu, sekertaris Alex nampak memperlihatkan wajah tidak sukanya pada Lolita saat melihat Lolita keluar.


Namun Lolita yang jail, sengaja berbalik kembali dan membuka sedikit pintu ruangan ayahnya untuk memanas-manasi sekertaris tersebut dengan wajah menantangnya.


"Sayang... jangan lupa nanti malam, ya" ucap Lolita sedikit berteriak di depan pintu ruangan Alex supaya terdengar oleh sekertaris tersebut.


Mendengar hal itu, tentu membuat sekertaris tersebut merasa kesal dan membelototkan matanya pada Lolita.


Sementara Lolita yang melihat reaksi tersebut, hanya tersenyum mengejek dan segera beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Sialan...kurang ajar. Sikap wanita itu benar-benar mengingatkan aku pada si Anita yang tidak tahu malu itu. Benar-benar menyebalkan, berani-beraninya dia nyari masalah dengan ku" ucap sekertaris Alex merasa terhina dan kesal.


Sementara itu, Anita yang sudah mulai melakukan pekerjaannya setelah memberi apa yang di minta Raja untuk membuat kopi, dia nampak terlihat bersemangat dan ceria di depan meja kerjanya.


Membuat Raja yang melihatnya, ikut tersenyum dan senang.


Namun di balik itu semua, Raja masih penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara Anita dan juga Alex.


Raja melihat Anita sudah mulai membuka hati untuk Alex. Dan hal itu sedikit membuatnya tidak suka akan hal tersebut.


Dia masih memikirkan bagaimana cara untuk menanyakannya langsung pada Anita. Selain dia harus mengajaknya makan malam bersama kemudian bercerita dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2