Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kedatangan Orang Penting


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Alexa sudah nampak sehat. Ini saatnya dia kembali bersekolah. Namun sebelum itu, dia harus kembali ke sekolah lamanya dan berpamitan pada guru dan teman-teman sekolahnya.


"Daddy kenapa mamah tidak ikut?" tanya Alexa pada ayahnya, merasa sedikit sedih karena ibunya tidak dapat menemaninya.


"Memangnya kenapa. Apa kamu tidak senang di temani Daddy?" ucap Alex sambil menyetir mobilnya.


Mereka hanya berdua pergi ke sekolah Alexa. Karena Anita baru beberapa hari bekerja, jadi dia tidak enak hati jika harus kembali meminta izin pada Raja.


Meskipun Anita tahu bahwa Raja pasti akan mengizinkannya.


Namun kali ini membuat Alex sedikit merasa senang, membuatnya dapat menghabiskan waktu bersama anak laki-lakinya berdua.


"Bukan begitu. Aku senang di temani Daddy. Tapi akan lebih baik jika Mamah juga bisa ikut" ucap Alexa berterus terang.


"Mamah sedang sibuk, jadi sekarang Daddy yang akan menemanimu" ucap Alex mencoba berbicara pada anaknya.


"Apa kamu ingin Daddy dan Mamah menemanimu jalan-jalan di lain waktu?" lanjut Alex bertanya pada anaknya, berpikir mencoba menggunakan kesempatan tersebut untuk dapat lebih dekat dengan Anita nantinya.


"Tentu saja Daddy. Itu yang aku mau. Apa Daddy dan Mamah minggu depan bisa menemaniku jalan-jalan?" ucap Alexa dan bertanya.


"Kalau begitu. Minggu depan nanti kita akan liburan dan jalan-jalan bersama. Apa sekarang kamu senang?" ucap Alex berjanji pada anaknya.


"Hore... Apa Daddy serius?" teriak Alexa merasa gembira dan bertanya kembali memastikan.


"Tentu saja. Apa kamu pikir Daddy ini pembohong" ucap Alex pada anaknya sambil tersenyum meyakinkan.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Alex sampai di sekolah lama anaknya setelah mengetahui alamatnya dari Anita sebelumnya.


"Kita sampai... Apa benar ini sekolah mu?" ucap Alex dan bertanya memastikan sambil melihat keadaan sekolah tersebut.


"Iya Daddy. Itu sekolah ku" ucap Alexa pada ayahnya sambil menunjuk tempat yang terlihat dari depan kaca mobil.


Namun Alex nampak ragu dan sedikit melihat tempat tersebut dengan pemikiran yang tidak habis pikir.


Dia merasa anaknya tidak seharusnya bersekolah di tempat seperti itu.


Meskipun sebenarnya sekolah tersebut terbilang masih layak untuk di gunakan.


Lalu kemudian Alexa segera keluar lebih dulu dan berlari berpindah ke sebelah ayahnya yang hendak keluar dari dalam mobil.


Alexa nampak terlihat bahagia, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk memperkenalkan ayahnya pada guru dan teman-teman sekolahnya.


"Ayo Daddy" ucap Alexa nampak antusias.


Sambil menggandeng ayahnya, dia segera mengajaknya masuk ke dalam sekolah.


Karena saat itu jam istirahat, membuat Alexa yang sedang berjalan menjadi pusat perhatian sebagian ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya.


Mereka saling berbisik dan bertanya, baru kali ini mereka melihat pria tua yang tampan dan masih terlihat awet muda dan berbadan kekar datang ke sekolah mereka.


Namun saat melihat Alexa yang sedang di gandeng nya, membuat mereka bertanya-tanya.

__ADS_1


"Eh ibu ibu, bukannya itu anaknya Anita. Wanita yang gak jelas punya anak, tapi bapaknya gak tahu siapa" ucap ibu-ibu rese.


"Iya benar. Tapi itu siapa yang sedang bersama anaknya. Apa dia kakeknya anak itu, atau pria itu yang selama ini membiayai kehidupan Anita. Alias si Anita jadi simpanan pria tua itu" ucap ibu-ibu rese lainnya.


"Masa sih. Kalau itu benar, aku juga mau jadi simpanannya. Meskipun dia terlihat sudah tua, tapi lihat wajahnya masih terlihat tampan dan lihat itu tubuh nya. Wow..macoo sekali" ucapnya seronoh.


"Dan seperti nya dia orang kaya, dan juga bukan orang sini" lanjut nya membicarakan Alex.


Namun rupanya, diam-diam Alex sedikit mendengar kan gosip mereka.


Hal tersebut membuat Alex sedikit marah dan kesal dalam hati. Dia merasa tidak terima dengan apa yang di bicarakan mereka tentang Anita.


Tapi dia tidak ingin Alexa melihat amarahnya. Alex segera memilih menuju tempat ruangan kepala sekolah.


"Itu Daddy ada ibu Guru" ucap Alexa saat melihat guru yang sering mengajarinya dan mengenalkannya pada Alex.


"Ibu Guru, ibu guru..." teriak Alexa sambil menghampiri guru tersebut.


"Alexa?. Kamu baru masuk sekarang. Apa kamu baik-baik saja?" ucap Guru tersebut nampak terlihat sedikit khawatir.


"Iya Bu guru. Sekarang aku sudah baik-baik saja" ucap Alexa menjawab pertanyaan guru nya.


"Oh iya Bu guru. Kenalin ini Daddy aku. Sekarang aku sudah punya ayah" lanjut Alexa antusias memperkenalkan ayahnya.


Bu guru nampak ikut senang mendengar Alexa berbicara seperti itu. Kemudian dia kembali berdiri setelah tadi menyamakan tinggi tubuhnya dengan Alexa.


Kini dia mulai menyapa ayah muridnya tersebut yang baru pertama kali di lihatnya.


"Saya Alexander Wijaya, ayahnya Alexa" ucap Alex memperkenalkan diri.


"Apa saya bisa bertemu dengan kepala sekolah disini?" lanjut Alex bertanya.


"Iya tuan, tentu. Mari saya antar kan ke ruangan nya" ucap Bu guru pada Alex sambil melangkah hendak menunjukan ruang kepala sekolah padanya.


"Daddy aku ke sana saja ya, bertemu dengan teman-teman ku. Boleh?" ucap Alexa meminta izin pada ayahnya.


"Iya sayang. Pergilah, tapi hati-hati mainnya" ucap Alex menanggapi anaknya sambil menyuruh para bodyguard untuk mengikutinya yang dari tadi mengikuti nya dari mobil yang berbeda.


Kemudian Alexa pun pergi meninggalkan ayahnya bersama ibu guru.


Sementara itu, sambil mengantarkan Alex ke ruang kepala sekolah. Ibu guru mencoba memberanikan diri untuk berbicara pada Alex.


"Sepertinya selama ini anda sibuk sekali, ya. Hingga baru kali ini anda dapat menemani Alexa" ucap Ibu guru namun terdengar seperti menyindir.


Membuat Alex mengernyitkan keningnya merasa tersinggung. Namun dia masih dapat menahan dan mencoba mendengarkan setiap perkataan yang menyangkut anaknya tersebut.


"Apa anda tahu. Selama ini Alexa sering kali mengurung diri dan tidak jarang dia menjauh dari teman-temannya. Dan setiap kali saya mencoba bertanya padanya... Apa anda tahu apa yang dia katakan?" ucap Bu guru memberanikan diri tanpa ada rasa takut di wajahnya.


"Dia bilang. Apa dia salah tidak punya seorang ayah seperti teman-temannya yang lain?" lanjut Bu guru mengatakan apa yang selama ini dia dengar dari muridnya tersebut sambil terlihat menahan air mata atas apa yang dia rasakan untuk Alexa selama ini.


"Dan sebagai guru nya. Menurut anda apa yang harus saya katakan padanya?" lanjut Bu guru bertanya, membuat Alex merasa bersalah atas apa yang selama ini anaknya rasakan.

__ADS_1


"Saya harap setelah anda bertemu dengan anak anda, anda tidak akan menelantarkannya lagi... Dan sepertinya Alexa sekarang sudah terlihat bahagia setelah bertemu dengan ayahnya " ucap Bu guru berkata apa adanya.


Dia mengira Alex yang selama ini meninggalkan anaknya. Dan dia mengira Alex lah yang telah menelantarkan Alexa dan ibunya.


Namun meskipun begitu, kini Alex dapat mengerti.


Dia merasa apa yang di katakan guru tersebut ada benarnya dan karena dia perduli dan empati pada anaknya tersebut.


Hingga membuat Alex yang keras kepala dan dingin, menerima apa yang telah di sampaikan guru tersebut mengenai anaknya.


"Kita sudah sampai. Silahkan, ini ruangan kepala sekolah" ucap Bu guru yang dari tadi terus berbicara tanpa Alex berniat menyelanya, hingga tanpa di sadari sudah sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah.


Kemudian setelah Bu guru mengantarkan Alex, segera dia berbalik dan hendak melangkah meninggalkan tempat tersebut.


Namun tiba-tiba Alex menghentikannya sesaat.


"Tunggu" ucap Alex menghentikan langkah Bu guru.


"Terima kasih, karena anda sudah perduli dan mendidik anak saya dengan baik selama ini" lanjut Alex tiba-tiba berterimakasih.


Sepertinya Alex yang dingin dan masa bodo mendadak lebih perduli setiap kali menyangkut anaknya dan Anita.


Dia tidak menyangka selama ini anak laki-laki nya mengalami bully-an hanya karena dirinya tidak dapat berada di sisinya selama ini.


Namun kali ini dia berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan membiarkan siapapun mengganggu apalagi sampai membuat anaknya terkena bully-an.


Kemudian setelah itu, Alex mulai masuk dan menemui kepala sekolah tersebut.


Hingga kepala sekolah yang ternyata sudah mengetahui dan pernah melihat wajah Alexander Wijaya di majalah bisnis dan tidak pernah ketinggalan updatannya, rupanya merasa terkejut dan terkesima melihatnya.


"Masuk..." ucap kepala sekolah saat mendengar suara pintu di ketuk sambil masih menatap berkas yang sedang dia periksa.


Dan sesaat kemudian, dia perlahan melihat orang yang ada di hadapannya.


"Tut..tuan Alexander Wijaya?" ucapnya pelan.


"Apa aku tidak salah liat" ucap kepala sekolah merasa belum yakin saat melihatnya sambil menurunkan kaca matanya sesaat untuk memastikan.


"Si.. silahkan duduk, tuan" lanjut kepala sekolah mempersilahkan.


"Perkenalkan, saya Alexander Wijaya. Saya ayahnya Alexa. Saya kesini hanya un..." ucap Alex dengan bangga memperkenalkan diri sebagai ayah nya Alexa.


Namun saat dia hendak berkata lebih lanjut, kepala sekolah tiba-tiba menghentikan ucapannya.


"Tut...tunggu dulu, tuan. Tuan, Alexander Wijaya pengusaha sukses ternama yang sering masuk majalah itu, bukan?" tanya kepala sekolah memastikan. Dan Alex hanya mengedipkan mata dan membenarkan ucapan kepala sekolah tersebut.


Membuat kepala sekolah tiba-tiba merasa senang dan bangga sekolahnya kedatangan orang penting dan ternama.


Dia tidak menyangka orang seperti Alexander Wijaya dapat bersedia datang ke tempat sekolahnya tersebut.


Hingga pada akhirnya orang-orang mulai mengetahui siapa sebenarnya yang datang bersama anak kecil yang selama ini sebagian orang-orang memandangnya rendah selama ini.

__ADS_1


__ADS_2