
"Kak Loli, apa aku boleh tidur disini?" tanya Alexa pada kakak perempuannya saat sudah berada di hadapan Lolita.
"Eh sayang akuuh, tentu saja. Kemarilah!" ucap Lolita pada adiknya, sambil membantu Alexa naik ke atas ranjangnya.
Setelah itu Alexa kembali mengajak kakak perempuannya tersebut berbicara hingga akhirnya mereka pun tertidur bersama-sama.
Keesokan harinya di kantor, Lolita dan Alex telah berada di ruangan yang sama. Rupanya mereka tengah menunggu Rafi untuk membawa orang-orang yang telah menjadi masalah untuk perusahaannya tersebut.
Ada beberapa orang yang telah menjadi benalu di perusahaan mereka. Bahkan salah satunya adalah teman Alex yang selama ini dia percayai.
Kemudian Rafi pun datang dengan orang-orang tersebut. Sebelumnya mereka tidak tahu kalau mereka sudah ketahuan melakukan penggelapan uang di perusahaan tersebut.
Hingga akhirnya mereka hadir di depan Alex dan Lolita. Kemudian Alex pun mengeluarkan bukti-bukti atas apa yang telah mereka lakukan pada perusahaan.
Pada awalnya mereka mengelak dan menuduh Lolita telah menjebak mereka. Mendengar hal itu tentu membuat Alex merasa marah dan tidak terima, anak perempuannya di jadikan kambing hitam dan menuduhnya yang tidak-tidak.
Rupanya mereka masih belum tahu siapa Lolita sebenarnya. Hingga pada akhirnya, dengan rasa marah dan kesalnya Alex mengatakan bahwa Lolita adalah anak perempuannya.
Membuat mereka pun terdiam dan juga terkejut. Rupanya mereka telah salah mengira Lolita adalah karyawan biasa saja yang dapat mereka ajak kerja sama tadinya.
Dan setelah mengetahui kebenarannya, mereka pun segera berlutut dan meminta maaf pada Alex.
Bagaimana tidak, karena sebelumnya mereka telah mengajak Lolita untuk bergabung dalam korupsi tersebut.
Dan hal itulah yang akhirnya membuat mereka segera mengakui perbuatannya, karena bagaimanapun juga Alex sebagai ayahnya Lolita pasti akan lebih percaya padanya.
Namun meskipun mereka telah mengakui perbuatan yang telah merugikan perusahaanya, Alex tidak begitu saja memaafkan mereka.
Rupanya Alex sudah meminta Rafi untuk menghubungi polisi dan segera menjebloskan mereka ke dalam penjara, begitu pun juga dengan salah satu temannya.
Hingga akhirnya polisipun datang dan menangkap mereka dengan bukti-bukti yang telah Alex kumpulkan.
Dan setelah para polisi tersebut membawa mereka, Alex nampak terlihat masih marah dan kecewa, terlebih saat mengingat teman yang selama ini dia percaya ternyata berani mengkhianati kepercayaannya.
Lolita yang melihat reaksi ayahnya tersebut, segera menghampirinya dan menyakan keadaan nya.
"Dad, apa kau baik-baik saja?" ucap Lolita saat melihat ayahnya nampak terlihat menahan kekecewaannya.
"Ah.. iya sayang, Daddy baik-baik saja. Lebih baik sekarang kamu kembali ke ruangan mu" ucap Alex dan meminta anaknya secara halus untuk kembali ke ruangannya.
Alex masih merasa sedikit kecewa dengan temannya tersebut hingga membuatnya memerlukan waktu sendiri untuk mencoba menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Kemudian tanpa banyak bicara lagi, Lolita pun segera pergi ke luar dari ruangan ayahnya tersebut dan membiarkan Alex sendiri di ruangannya.
Sementara itu di tempat lain, Raja hendak mengatakan yang sebenarnya pada ibu dan ayahnya.
Namun saat dia hendak mengetuk pintu kamar orang tuanya. Raja mendengar orang tuanya sedang berbicara.
Rupanya mereka sedang membicarakan Raja supaya bagaimana Raja dapat segera menikah dengan Lolita.
Dan tanpa mereka sadari, Raja sedang menguping pembicaraan mereka.
Awalnya Raja bersikap biasa saja dan hendak meninggalkan pintu kamar orang tuanya tersebut.
Namun pada detik berikutnya, dia mendengar ayahnya tersebut meminta ibunya untuk kembali berpura-pura sakit supaya Raja mengikuti apa yang mereka inginkan.
"Ya Tuhan... Jadi selama ini mereka membohongi ku?" ucap Raja sangat pelan, tidak menyangka kedua orang tuanya ternyata hanya pura-pura sakit.
"Apa mereka sebegitunya menginginkan aku untuk segera menikah?" lanjut Raja berbicara sendiri, mencoba memahami apa yang sebenarnya menjadi keinginan orang tuanya tersebut darinya.
Beruntung Raja tidak bereaksi berlebihan menanggapi kebohongan orang tuanya tersebut.
Dia lebih memilih untuk memahami apa yang membuat orang tuanya sampai berbohong seperti itu padanya.
Lalu tanpa berpamitan dan bertemu dengan kedua orang tuanya, Raja pun segera pergi dan melajukan mobilnya untuk kembali ke apartemennya.
Dan setelah dia sampai di apartemen dan membaringkan tubuhnya, tiba-tiba terlintas di benaknya wajah Lolita.
Raja sendiri tidak mengerti akan hal tersebut dan tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi pada hati dan perasaannya saat ini.
Semenjak dia sering berdebat dengan Lolita, entah mengapa pikiran dan hatinya sering tertuju padanya.
Bahkan dia sendiri sering mencoba untuk melupakan Lolita dari benaknya. Tapi lagi-lagi wajah Lolita yang kini sering menghiasi pikirannya, tidak lagi Anita yang selama ini jadi tujuannya.
Sementara itu, Alex dan Anita hendak pergi untuk honeymoon berdua ke suatu tempat yang indah nan romantis.
Meski tadinya Alex merasa sedikit kecewa pada temannya yang membuatnya sedikit bad mood tapi setelah melihat istri tercintanya, Alex kembali merasa lebih baik.
Terlebih saat mengingat bahwa mereka akan segera pergi untuk honeymoon beberapa hari kedepan setelah mereka melangsungkan acara peresmian pernikahan mereka.
Apalagi baru pertama kali ini mereka melakukan honeymoon bulan madu hanya berdua setelah sekian lama mereka dapat bersatu.
Sementara itu Lolita ikut merasa senang dengan apa yang akan mereka lakukan berdua.
__ADS_1
Meskipun sebelumnya Anita merasa tidak nyaman jika harus meninggalkan Alexa di rumah tanpa dirinya.
Tapi setelah Lolita meyakinkannya bahwa Alexa akan baik-baik saja, Anita pun bersedia untuk bulan madu hanya berdua dengan Alex tanpa membawa anak-anaknya tersebut.
Beruntung Alexa pun tidak rewel dan tidak ingin mengganggu bulan madu kedua orang tuanya. Meski sebenarnya Alexa tidak mengerti dengan apa yang di maksud bulan madu tersebut.
Yang dia tahu kakak perempuannya tersebut sebelumnya sudah menjanjikan sesuatu padanya dengan satu syarat bahwa dia tidak boleh ikut bersama kedua orang tuanya.
Rupanya Lolita sudah mempengaruhi dan membujuk adiknya tersebut.
Hal tersebut Lolita lakukan, tentu supaya membuat ayah dan sahabatnya tersebut dapat lebih banyak menghabiskan waktu bersama berdua.
Hingga akhirnya Alex dan Anita pun pergi berdua untuk bulan madu, pertama kalinya setelah mereka menikah lama dan memiliki Alexa.
Mereka berdua nampak begitu bahagia dan antusias.
Setelah sekian lama mereka dapat menghabiskan waktu bersama. Meskipun sebenarnya setiap hari mereka dapat bertemu dan meluangkan waktu berdua.
Tapi mungkin rasanya berbeda dan situasinya pun tentu tidak sama dengan menghabiskan waktu bulan madu dan pergi berlibur menikmati momen-momen romantis berdua.
Sementara itu keesokan harinya, Alexa menagih janji pada kakak perempuannya tersebut.
Alexa meminta kakak perempuannya untuk menepati segala keinginannya. Dan saat ini kebetulan adalah hari weekend. Hari dimana Alexa sedang libur sekolah dan Lolita pun juga libur bekerja.
Pagi-pagi sekali Alexa sudah bangun dan segera pergi ke kamar kakak perempuannya untuk membangunkan Lolita.
"Kak Loli... Kak Loli bangun... ayo bangun!" ucap Alexa berusaha membangunkan kakak perempuannya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya yang sulit untuk bangun pagi jika sudah di akhir pekan.
"Kak Loli... kak Loli kan udah janji. Ayo bangun!. Aku ingin jalan-jalan dan main ke wahana permainan" lanjut Alexa terus berbicara sambil tetap menggoyang-goyangkan tubuh Lolita supaya cepat bangun.
"Iya dek, Kak Loli tahu. Tapi ini kan masih pagi banget. Tempatnya pasti juga belum buka kalau jam segini" ucap Lolita dengan mata yang masih terpejam dan hanya sebentar terbuka untuk melihat jam di mejanya, lalu kembali memejamkan matanya yang masih mengantuk.
"Kalau begitu, aku ingin lari pagi bersama kak Loli. Ayo bangun kak!" ucap Alexa tidak ingin menunda-nunda lagi yang jadi keinginannya saat ini.
"Kalau enggak bangun, aku akan telpon mami dan memintanya untuk segera menjemput ku. Bagaimana menurut kak Loli?" ucap Alexa mencoba mengancam kakak perempuannya tersebut.
"Ya Tuhan... sejak kapan kamu mau olah raga lari pagi?" ucap Lolita sambil tetap menutup matanya, merasa masih berat untuk bangun pagi.
"Kakak masih ngantuk, dek" lanjut Lolita berbicara.
"Tapi aku pengen keluar pagi-pagi, kak Loli" ucap Alexa memaksa kakak perempuannya tersebut.
__ADS_1