Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Di Pagi buta


__ADS_3

Sementara itu, Anita yang sudah didalam kamar sahabatnya, masih merasa tidak enak merasa berdosa dan merutuki ke hilapan nya yang sudah melihat tubuh laki-laki yang belum di kenalnya dengan bertelanjang dada yang membuatnya deg-deg seer.


"Anita.... dasar bodoh... bodoh" ucap Anita pelan sambil memukul mukul kepalanya sendiri "kenapa kau tidak langsung naik ke atas tadi. Kau malah mengambil kesempatan. Dasar tukang intip" lanjut Anita memaki dirinya sendiri.


"Tapi... tadi itu siapa, ya. Seperti nya aku baru melihatnya. Aahh... tapi itu tidak penting aku tahu atau tidak" tanya Anita penasaran tapi sesaat kemudian merasa tidak penting.


"Ya Allah... kenapa pagi-pagi begini Engkau sudah beri aku ujian seperti tadi" seloroh Anita mengingat kejadian tadi yang membuat hatinya panas dingin.


Beruntung Lolita tidak mendengar ucapan sahabatnya tersebut, dia terlihat nyenyak dengan tidurnya. Hingga membuat Anita ikut kembali tidur melihat nya, mencoba melupakan apa yang telah di lihatnya tadi.


Sementara, Alex masih menikmati aktivitas paginya hingga berakhir dengan sarapan pagi.


Kali ini Alex bertemu dengan anaknya dan sempat sarapan bersama juga Rio keponakannya.


"Pagi Om..." ucap Rio sambil sesekali menguap saat melihat pamannya sedang menikmati secangkir kopi di meja makan dengan melihat tab miliknya mengecek dokumen-dokumen perusahaan yang sebentar lagi akan dia bawa di meeting.


"hhmm... pagi" jawab Alex biasa saja, sesaat kemudian melirik ponakannya tersebut yang masih sesekali menguap lalu berkata "kau tidak langsung mandi".


"Belum Om" ucap Rio sambil mengunyah sepotong roti di mulutnya.


"Dasar ... kau ini, jorok sekali. Lain kali jangan sarapan di hadapan ku, kalau kau belum mandi" ucap Alex kesal pada ponakannya.


"Om ini... pagi-pagi sudah mengomel. Seperti mami saja, dikit dikit ngomel, dikit dikit ngomel" ucap Rio yang sengaja membuat paman nya tambah kesal.


Tiba-tiba Lolita turun dari kamar nya kemudian menyapa daddy dan kakak sepupunya dengan masih mengenakan pakaian tidur yang membuat Rio berpikir pertanda Lolita belum juga mandi seperti dirinya.

__ADS_1


"Pagi Daddy. Tumben belum berangkat" sapa Lolita dan bertanya sambil mencium pipi daddy nya manja yang di balas kembali dengan ciuman di pipi oleh daddy nya.


"Sebentar lagi, sayang" jawab Alex dengan masih menatap tab di tangan nya.


Rio yang melihat reaksi paman nya biasa saja saat melihat Lolita turun dengan menggunakan baju tidur yang dipikirnya belum mandi, langsung berkata pada Om nya " Tuh... tukan. Om pilih kasih. Mentang-mentang aku bukan anaknya, aku terus di omelin. Lihat Lolita juga pasti belum mandi itu. Harusnya Om omelin Lolita juga dong" pekik Rio komplen pada pamannya karena merasa iri melihat pamannya pilih kasih.


"Yeee... memangnya kenapa kalau aku belum mandi. wweee..." seloroh Lolita sambil menjulurkan lidahnya pada Rio.


"Sudah-sudah kalian ini seperti anak kecil saja, cepat kembali sarapan" ucap Alex yang membuat Lolita dan Rio menjadi sedikit lebih tenang.


Kemudian Rio teringat Anita dan mempertanyakan keberadaan nya kepada Lolita.


"Oh iya Lit, bukan nya semalam sahabat mu menginap. Kemana dia sekarang, kenapa tidak ikut turun bersama mu" tanya Rio sambil menyantap makanan nya dengan sendok, yang membuat Alex sejenak fokus dan ikut menanyakan nya kembali pada Lolita.


"Benarkah. Kau tidak memberitahu daddy, kalau sahabat mu itu menginap lagi" ucap Alex sambil menatap fokus pada anaknya tersebut.


"Ok baiklah Daddy mengerti. Tapi Daddy sudah pernah bilang kan, kalau kamu boleh-boleh saja membawa teman-temanmu kesini ataupun menginap disini. Tapi dengan syarat kamu tetap harus bilang atau izin dulu sama Daddy, terlepas dia itu sahabat dekat mu atau bukan. Mengerti" ucap Alex panjang lebar yang membuat Rio bengong dan sedikit merasa bersalah, saat melihat sepupunya itu, meskipun paman nya sedang tidak marah-marah ataupun mengomeli sepupunya.


"Mengerti, dad" jawab Lolita pelan.


"Kalau begitu Daddy berangkat dulu ya" ucap Alex pada anaknya "wajah mu jangan di tekuk begitu dong sayang. Daddy tidak marah, Daddy hanya mengingatkan mu saja. Kau tau kan daddy sangat menyayangi mu. Daddy tidak mau kau sampai salah bergaul" lanjut Alex saat melihat wajah anaknya yang tak bersemangat, kemudian mencium pipi Lolita sayang "Dan suruh teman mu itu turun untuk sarapan. Ok" lanjut Alex sambil berlalu meninggalkan meja makan berangkat menuju kantor nya.


Sementara itu, tanpa mereka sadari. Anita sudah beberapa menit yang lalu berada di belakang mereka yang terhalang tembok, tanpa di sengaja mendengar perkataan Alex pada anaknya yang membuat Anita merasa sedikit tidak enak hati karena keberadaan nya.


Kemudian Anita buru-buru bersembunyi lagi saat mendengar Alex akan segera berangkat hendak menuju kantor nya. Tanpa Alex sadari, di balik punggung nya, Anita sedang melihat kepergian nya tanpa melihat wajah Alex.

__ADS_1


Sementara itu, Mbo Inah tidak sengaja melihat Anita berdiri mematung sambil melihat kepergian majikannya. Segera Mbo Inah menghampiri Anita dan mengantarkan nya sarapan bersama dengan Lolita dan juga Rio.


"Non... Kenapa berdiri saja disini. Non Lolita dan juga Den Rio sudah menunggu di meja makan. Mari saya antarkan ke sana" ucap Mbo Inah sopan pada Anita, yang hanya di jawab anggukan oleh Anita dan mengikuti kemana Mbo Inah melangkah.


Pagi itu di habiskan Anita, Lolita dan Rio untuk sarapan bersama. Tanpa Lolita dan Rio sadari, terlihat ada sesuatu yang mengganggu Anita dipikiran nya. Namun Anita memilih mengabaikannya dan ikut berbincang dengan Lolita dan Rio.


Setelah itu, Anita menunggu sahabatnya tersebut di halaman rumah. Sementara Lolita masih di dalam kamar nya sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus.


Anita yang sedang menikmati keindahan bunga-bunga di hadapan nya, nampak terlihat juga raut wajah masam yang mengekspresikan apa yang sedang dipikirkan nya saat itu, tentang perkataan Alex, yang tadi tidak sengaja di dengar nya namun mampu mengusik perasaan nya.


Hal itu tidak luput dari pandangan Rio yang diam-diam dari tadi memperhatikan Anita. Sesaat kemudian, Rio memutuskan untuk menghampiri Anita dan mengajak nya mengobrol.


"Hay.. Nit" sapa Rio membuyarkan lamunan Anita yang dijawab nya dengan suara pelan tak bersemangat.


"Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu. Apa ada yang mengganggu pikiran mu" ucap Rio menerka-nerka.


"Oh.... tidak. Aku tidak apa-apa" ucap Anita menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.


"Tunggu. Jangan bergerak" ucap Rio yang tiba-tiba memegang pundak Anita menahan nya untuk tidak bergerak, membuat Anita merasa kaget dan menatap fokus pada Rio. Kemudian Rio, nampa sedang mengambil sesuatu di bawah mata Anita dan menunjukkan nya.


"Lihat ini. Bulu mata sebelah kanan mu jatuh, ini bertanda kau akan dipertemukan kembali dengan seseorang yang spesial" celetuk Rio pada Anita yang sesaat kemudian berkata "itu menurut google yang ku baca" seloroh Rio membuat Anita yang mendengar nya sedikit tersenyum tak percaya.


"Kau ini ada-ada saja. Di jaman sekarang ini masih saja percaya dengan hal seperti itu" ucap Anita sambil tersenyum menanggapi ucapan Rio.


"Tapi setidaknya, ucapan ku sedikit membuat mu tersenyum, bukan" ucap Rio sambil tersenyum menggoda Anita.

__ADS_1


Sementara itu, Lolita yang sudah selesai, melihat keakraban mereka. Segera menghampiri nya lalu berkata "Seperti nya kakak sepupu ku ini tidak pantang menyerah ya, dengan rayuan manisnya" seloroh Lolita yang menganggap kakak sepupunya tersebut sedang menggoda Anita. Dan kebersamaan mereka pun berakhir dengan canda tawa yang menggema di rumah tersebut.


__ADS_2