
Keesokan harinya, Lolita mendapat tugas untuk bertemu klien perusahaan di sebuah kafe di kota tersebut.
Dia nampak terlihat serius berbicara dengan klien perusahaannya tersebut. Lolita tidak sendiri, dia juga di temani oleh asisten ayahnya untuk melakukan meeting tersebut.
Sampai mereka selesai dan membuat kesepakatan bersama, Lolita lebih dulu pergi dan meninggalkan asisten ayahnya tersebut lebih dulu, setelah mereka berpamitan.
Rupanya Lolita telah meminta izin pada ayahnya untuk pergi ke suatu tempat setelah meeting selesai.
Kini Lolita sudah berada di dalam mobil pribadinya. Dia hendak pergi ke suatu tempat yang akan menjadi tujuannya.
Beberapa puluh menit berlalu, hingga akhirnya Lolita telah sampai di tempat tujuannya.
Dia keluar dari dalam mobil dan hendak berjalan pergi. Tempat tersebut seperti sebuah pemakaman.
Dan rupanya Lolita hendak menjiarahi pemakaman ibu kandungnya tersebut.
Meski dia tidak pernah melihat ibu kandungnya secara langsung, namun jauh dari lubuk hatinya dia merasa rindu dengan kehadiran ibunya tersebut.
Namun begitu, Lolita tidak ingin membuat ayahnya merasa sedih dan kepikiran tentang hal tersebut.
Baginya yang sudah terjadi biarlah terjadi, namun di balik pikiran tersebut, Lolita masih tetap menyempatkan dirinya untuk berkunjung menjiarahi pusaran pemakaman ibunya tersebut.
Dan tidak jarang, jika dirinya merasa rindu dan ingin curhat Lolita menyempatkan dirinya untuk seolah berbicara pada ibunya tersebut.
Seperti sekarang ini, Lolita yang sudah melihat ayahnya jauh lebih baik dan menemukan kebahagiaannya kembali, merasa perlu untuk sedikit bercerita pada pusaran ibu kandungnya tersebut.
"Hay Mih... apa kabar?" ucap Lolita saat dirinya sudah berada di hadapan pusaran ibunya tersebut sambil membawa seikat bunga yang sudah dia beli sebelumnya.
"Maaf, Mih. Loli baru bisa kesini lagi" ucap Lolita kembali.
"Loli mau cerita. Tapi mami jangan marah, ya" ucap Lolita berbicara sendiri.
"Mami pasti udah tahu, kan. Daddy sekarang udah sah jadi suami sahabat aku" ucap Lolita bercerita.
"Mami tenang aja, Anita itu wanita yang baik dan bisa di percaya. Tapi mami tenang saja, meskipun dia sudah menjadi istri Daddy dan sekaligus menjadi ibu sambungku, Mami tetap Mamiku no satu" lanjut Lolita berbicara, meskipun dirinya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dari Maminya.
Ibunya meninggal setelah melahirkan dirinya. Lolita hanya tahu dan mendengar dari cerita daddynya sendiri bagaimana kehidupan ibunya tersebut semasa hidupnya.
"Ya sudah kalau begitu, Loli pamit dulu ya Mi" ucap Lolita mengakhiri ucapannya.
Meski sebenarnya Lolita merasa sedih dan ingin sekali berjumpa dengan ibu yang telah melahirkannya. Namun mau bagaimana mana lagi, takdir tidak memberikannya kesempatan sedikit pun untuk merasakan kasih sayang ibunya tersebut.
Sementara itu, Raja di tempat lain sedang menunggu seseorang untuk membicarakan sesuatu.
Dan setelah beberapa lama kemudian, dia pun hendak pergi dan meninggalkan tempat tersebut.
Tapi pada saat Raja melihat ke suatu arah, dia melihat Lolita sedang keluar dari dalam mobil hendak masuk ke dalam kafe yang sedang dirinya kunjungi.
__ADS_1
Membuatnya sekejap kembali duduk dan menunggu Lolita masuk ke dalam kafe tersebut.
Entah apa yang membuatnya merasa ingin melihat Lolita lebih lama lagi. Dan tidak hanya itu, Raja juga merasa ingin sekali duduk dan mengobrol dengan Lolita.
Dia sendiri masih belum tahu perasaan apa yang sebenarnya sedang bergejolak di dalam dirinya setiap kali bertemu dengan Lolita akhir-akhir ini.
Tapi yang jelas saat ini, Raja ingin sekali berdetakan dengannya. Tapi dia sendiri juga masih merasa bingung alasan apa yang nantinya harus dia katakan jika dia secara langsung mendekati Lolita saat ini.
Berhubung sebelum-sebelumnya diantara mereka sempat saling berdebat satu sama lain dan juga salah paham.
Sementara itu, Lolita tidak melihat bahwa di kafe tersebut ada Raja yang sedang memperhatikannya.
Dan setelah Lolita duduk di bangku meja kafe tersebut, tiba-tiba suara handphonenya berbunyi.
Dilihatnya panggilan tersebut dari sahabatnya, Anita.
Lolita segera mengangkat panggilan tersebut dengan video call.
"Hallo.." sapa Lolita setelah mengangkat panggilan video call tersebut.
"Hallo... Loli apa kau baik-baik saja?" ucap Anita dan bertanya.
"Ya.. Aku baik-baik saja" ucap Lolita biasa saja.
"Ada apa?" lanjut Lolita bertanya.
"Tidak apa-apa. Tapi kenapa kau tidak langsung pulang dan tidak memberi kabar?. Kau tahu sendiri kan Daddy mu itu seperti apa" ucap Anita dan bertanya. Dimana Lolita tidak biasanya tak memberi kabar jika dia akan terlambat pulang ke rumah.
Bukan tanpa sebab, mengingat kejadian yang terjadi pada Lolita sebelum-sebelumnya membuat Alex sebagai ayahnya tidak dapat tenang begitu saja di saat anak perempuannya di luar sendirian.
"Ah... ya maafkan aku. Aku lupa untuk memberi kabar" ucap Lolita meminta maaf.
"Lalu sekarang Daddy dimana?" lanjut Lolita bertanya.
"Tuh... Sekarang Daddy mu sedang bermain dengan adik mu" ucap Anita sambil mengarahkan kamera handphonenya pada Alex dan anak laki-lakinya tersebut.
"Apa kau sendirian?" tanya Anita setelah memperlihatkan kedua orang tersayangnya.
"Iya... Aku sendirian. Sebentar lagi aku juga akan pulang. Aku hanya mampir sebentar untuk minum milk shake favorit ku" ucap Lolita pada sahabatnya tersebut.
"Apa mami kecilku ingin aku bawakan juga?" ucap Lolita menawarkan sambil kemudian melihat-lihat buku menu dan mencari menu baru lainnya.
Sementara itu, Lolita tidak sadar kalau Raja sedang berada di belakangnya sambil berusaha dan mengumpulkan keberanian untuk menyapa Lolita.
Dan tepat saat Lolita menunduk untuk melihat menu barunya, tanpa sengaja kamera di handphonenya mengarah pada Raja.
Hal itu tentu membuat Anita dapat melihat Raja yang sedang berada di belakang Lolita.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Anita yang salah paham dengan keberadaan mereka berdua yang sama-sama berada di kafe tersebut.
"Raja?" ucap Anita dalam hati, saat dirinya melihat Raja berada di belakang Lolita.
"Bagaimana dia ada di sana.... Apa mungkin mereka janjian?" lanjut Anita menerka-nerka Dalama hati.
"Loli... Apa kau sedang janjian dengan seseorang?" ucap Anita bertanya langsung.
"Tidak... Aku tidak ada janji dengan siapa pun saat ini" jawab Lolita sambil tetap menunduk membaca menu kafe tersebut.
"Kenapa Mami bertanya seperti itu?" tanya Lolita sedikit bingung dengan pertanyaan Anita tersebut.
"Lalu itu di belakang mu siapa. Bukannya itu Raja?" ucap Anita sambil memberi tahu siapa orang yang sedang berada di belakangnya saat ini.
"A... apa?. Ka Raja?" ucap Lolita sedikit terbata-bata saat menyadari dan mendengar nama Raja di sebut.
Membuatnya segera melihat ke arah kamera dan segera memastikannya dengan mengalihkan untuk memperbesar frame videonya sendiri.
Dan betapa terkejutnya Lolita saat melihat frame video dirinya sendiri yang ada Raja di belakangnya.
Kemudian dengan segera Lolita menutup video call nya dengan sahabatnya tersebut, merasa malu sendiri dan salah tingkah.
Dan kemudian Raja pun memberanikan diri untuk menyapa Lolita.
"Hay... " ucap Raja menyapa, sambil menepuk pundak Lolita dari belakangnya.
"Hay ... eh... kak Raja" ucap Lolita dengan tersenyum malu-malu.
"Maaf.. apa aku mengganggu mu?" ucap Raja berbasa basi.
"Ah... tidak... tidak apa-apa. Aku tidak merasa terganggu" ucap Lolita.
"Kalau begitu, apa aku boleh duduk di samping mu?" tanya Raja, berharap dapat duduk bersama di samping Lolita.
"I..iya tentu saja.. Silahkan" ucap Lolita kembali terbata-bata, dan tiba-tiba merasa deg-degan.
"Terima kasih" ucap Raja sambil menarik kursi dan duduk di samping Lolita.
Kemudian mereka pun duduk di satu meja yang sama dan nampak terlihat malu-malu kucing di wajah keduanya.
Dan Raja yang sudah berhasil duduk dengan Lolita, kini dia merasa bingung dan tidak tahu harus memulai berbicara apa pada Lolita.
Selain berbasa basi seperti yang di lakukan manusia-manusia lain pada umumnya.
"Oh ya, apa kamu tadi sedang video call lan dengan Anita?" ucap Raja memulai kembali basa basi.
"I.. iya" ucap Lolita terbata-bata, masih merasa salting.
__ADS_1
"Apa kamu tadi melihatnya?" lanjut Lolita mulai berusaha biasa saja.
"Ah... iya, maafkan aku. Tadi aku tidak sengaja melihatmu sedang video call lan dengannya" ucap Raja kembali meminta maaf.