
Kemudian setelah itu, Raja segera bergegas melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift untuk segera menuju ke mobil pribadinya.
Sesampainya di dalam mobil, dia tiba-tiba teringat kembali siapa wanita yang semalam mengantarkannya.
Dia ingin mengabaikan hal tersebut, tapi ingatan tentang wanita itu terus terbayang di pikirannya.
Namun anehnya wajah wanita dalam ingatannya tersebut tidak begitu jelas tergambarkan.
"Siapa wanita itu sebenarnya, kenapa aku tidak bisa mengingat wajahnya?" ucap Raja merasa penasaran siapa wanita yang muncul dalam ingatannya.
"Sial.. aku tidak bisa mengingatnya" lanjut Raja berbicara sendiri sambil tetap menyetir dan memukulnya sedikit kesal tidak dapat mengingat wajah seseorang.
Sementara itu di kantor, Alex dan Rafi nampak sedang membicarakan sesuatu hal yang penting setelah Alex datang ke kantornya tersebut. Dia langsung memanggil Rafi dan membicarakannya.
Namun entah apa yang di bicarakannya, tapi yang jelas Alex tidak ingin apa yang tengah di sampaikannya di dengar oleh orang lain.
Sore harinya Lolita dan Anita mereka sudah berada di butik untuk mencoba gaun yang akan mereka gunakan nantinya, khususnya untuk Anita kenakan di pesta peresmian pernikahannya.
Lolita nampak terlihat sangat senang menemani ibu sambung sekaligus sahabatnya tersebut.
Bahkan dia yang lebih aktif untuk melihat Anita mencoba beberapa gaun indah yang hampir semuanya bagus di kenakan oleh sahabatnya tersebut, membuat Lolita merasa sedikit bingung harus meminta Anita menggunakan yang mana nantinya.
Sementara Anita, hanya dapat pasrah mengenakan gaun-gaun tersebut. Namun dia juga merasa senang, terlebih di temani sahabatnya.
Meskipun sebenarnya Anita tidak begitu perduli harus mengenakan gaun yang mana.
Yang terpenting baginya pernikahan dia dan Alex dapat di umumkan dengan segera supaya orang-orang tidak salah sangka lagi terhadapnya.
Mereka nampak senang mencoba-coba gaun di butik tersebut, hingga akhirnya mereka mendapatkan apa yang sesuai dengan keinginan mereka.
Sementara itu, Alex sudah sampai di rumahnya. Dia mencari-cari keberadaan Anita. Rupanya Alex lupa bahwa hari ini Anita sedang pergi bersama anak perempuannya ke butik.
Lalu dia bertemu dengan anak laki-lakinya. Alexa segera berlari menghampiri ayahnya tersebut, merasa rindu. Begitupun dengan Alex yang nampak senang saat melihat anak laki-lakinya.
Kemudian dia segera memeluk dan membawa Alexa di di gendongannya. Sambil bertanya menanyakan kegiatan Alexa di sekolahannya.
"Daddy....." teriak Alexa merasa senang sambil berlari menghampiri ayahnya.
"Hay sayang... Putra daddy. Bagaimana sekolah mu hari ini?" tanya Alex pada anaknya.
"Seperti biasa... baik-baik saja" ucap Alexa menjawab pertanyaan ayahnya tersebut.
"Syukurlah kalau begitu. Oh iya, apa kamu melihat Mami mu sudah pulang?" ucap Alex dan bertanya kembali pada anaknya.
"Tidak Daddy... Dari tadi aku juga mencari mami. Sepertinya mami belum pulang dan kak Loli juga sama, belum pulang juga" ucap Alexa memberitahu ayahnya.
"Maaf tuan.. tadi nyonya menelpon ke rumah. Katanya nyonya dan non Lolita sedang pergi ke butik" ucap Mbo Inah memberitahu tuannya saat tidak sengaja mendengar percakapan antara anak dan ayah tersebut.
"Butik?" ucap Alex meyakinkan kembali ucapannya.
"Oh iya aku lupa... pasti Anita dan Lolita langsung ke butik" ucap Alex kembali ingat bahwa tadi pagi dirinya menyuruh Lolita untuk menemani Anita ke butik.
"Ya sudah kalau begitu. Terimakasih, Mbo" ucap Alex pada Mbo Inah.
__ADS_1
Kemudian Mbo Inah pun kembali melanjutkan pekerjaannya dan meninggalkan tuannya bersama Alexa.
"Sayang apa kau ingin ikut menyusul mami dan kakak mu?" ucap Alex kembali dan berbicara pada anak laki-lakinya tersebut.
"Iya.. aku mau Daddy" ucap Alexa tampak antusias dan tersenyum senang.
"Kalau begitu, kamu tunggu dulu sebentar. Daddy ganti pakaian dulu. Ok" ucap Alex pada anaknya sambil menurunkan Alexa dari gendongannya.
"Ok, Daddy" ucap Alexa sambil tersenyum.
Kemudian Alex segera menuju kamar untuk mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian yang lebih simpel namun nampak terlihat tampan dan lebih muda saat Alex mengenakannya.
Lalu tanpa berlama-lama lagi, Alex segera mengajak anaknya kembali dan menuntunnya menuju mobil pribadinya.
Mereka nampak terlihat senang dan bahagia saat mereka mulai bergandengan tangan menuju mobil.
Mereka tidak sabar untuk bertemu dengan Anita dan juga Lolita.
Sementara itu, Raja yang masih galau, entah mengapa tiba-tiba teringat kembali pada seseorang yang wajah nya tidak nampak tergambar di ingatannya.
Dia merasa bingung, kenapa lagi-lagi bayangan wanita tersebut muncul terus di kepalanya.
Membuat Raja merasa sedikit kesal dan uring-uringan sendiri.
Tapi tidak lama setelah itu, Raja mendapatkan telpon dari orang tuanya untuk segera menemui mereka di kediaman keluarganya.
Meski sebelumnya Raja sempat menolak untuk datang, tapi karena ayahnya memberitahu bahwa ibunya sedang sakit, akhirnya diapun dengan terpaksa mengiyakan perintah ayahnya tersebut untuk datang ke rumah mereka.
Rupanya ayah dan ibunya tersebut telah sekongkol untuk membuat Raja bersedia datang ke rumah.
Tentu hal itu pasti membuat kedua orangtuanya rindu dan juga khawatir. Terlebih mengingat Raja yang belum pernah mengenalkan seorang perempuan apalagi calon istri pada kedua orangtuanya.
Hal itu membuat kedua orangtuanya merasa bingung dan heran pada Raja. Mereka tidak mengerti apa yang salah dengan Raja.
Padahal menurut mereka, Raja terbilang laki-laki yang mapan, tampan dan juga sukses. Tapi anehnya belum satupun perempuan yang pernah Raja bawa pada kedua orangtuanya, termasuk Anita sekalipun.
Tentu hal itu, membuat kedua orangtuanya berpikiran bahwa anak laki-laki satu-satunya tersebut tidak normal dan menyimpang.
Mereka berpikir seperti itu, karena Raja tidak pernah mau di jodohkan ataupun membawa wanitanya sendiri pada mereka.
"Pih.. apa papi yakin Raja akan percaya dan mau kita jodohin lagi?" ucap Mami Raja yang bernama Nyonya Maia Prakoso.
"Mami tenang saja, papi yakin pasti kali ini Raja mau mendengarkan kita. Kalau tidak, papi tetap akan memaksanya" ucap Papi Raja yang bernama Tuan Hartono Prakoso.
"Pih... Tapi mami takut, kalau anak laki-laki kita satu-satunya ternyata ... ternyata gak suka perempuan. Gimana dong Pih?" ucap Nyonya Maia Prakoso merasa khawatir dan berpikiran yang tidak-tidak.
"Hussh... ngaco mami. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, Mih. Papi yakin, Raja itu masih normal" ucap Tuan Hartono Prakoso pada istri tercintanya tersebut.
"Sudah.. lebih baik mami sekarang bersiap-siap. Ingat.... mami harus meyakinkan Raja, dan minta dia untuk segera membawa calon istrinya atau dia harus mau kita jodohkan" lanjut Tuan Hartono berbicara mengingatkan istrinya tersebut.
"Iya Pih... " ucap nyonya Maia, meskipun wajahnya nampak masih terlihat khawatir memikirkan nasib putranya tersebut yang masih belum mendapatkan jodoh di usianya yang sudah cukup matang untuk segera menikah.
Kemudian mereka pun bersiap-siap untuk menyambut anak laki-laki satu-satunya tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, Alex dan Alexa sudah sampai di butik tempat di mana Anita dan Lolita sedang menunggu untuk melakukan pembayaran gaun mereka.
Alexa nampak berlari menghampiri kakak perempuan dan ibunya tersebut yang sedang menunggu.
"Mami... Kak Loli... Lexa datang" ucap Alexa sambil menghampiri kedua perempuan yang dia sayangi.
Sementara itu, Alex tetap berjalan santai sambil melihat anak laki-lakinya menghampiri kedua perempuan yang juga dia sayangi.
"Sayang kamu ada disini?" ucap Anita merasa terkejut dengan kedatangan anaknya tersebut.
"Iya mih... Itu papi juga ada disini" ucap Alexa sambil menunjuk ayahnya tersebut yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Sayang... kenapa kamu menyusul?" ucap Anita pada Alex.
"Memangnya kenapa. Apa aku tidak boleh menjemput istri cantik dan anak perempuan ku" ucap Alex membuat Anita sedikit tersipu malu.
"Oh jadi begitu... Yang cantik cuma satu doang. Aku enggak" ucap Lolita mulai bercanda dan usil menggoda kembali.
"Loli... " ucap Anita menghentikan keusilan anak perempuannya tersebut yang tiba-tiba sudah besar tersebut.
"Sudah... sudah.. Bagaimana apa kalian sudah menemukan gaun yang kalian suka?" ucap Alex pada anak dan istrinya.
"Tentu saja. Kami sedang menunggu pembayarannya" ucap Lolita memberitahu.
"Ya sudah kalau begitu pakai kartu ini saja" ucap Alex sambil mengeluarkan kartu hitam miliknya pada seorang pelayan yang bersamaan datang membawa bon tagihan gaunnya tersebut. Kemudian pelayan tersebut mengambilnya dengan tatapan yang sedikit takjub melihatnya.
Sementara itu di tempat lain, Raja sudah sampai di depan rumah mewah milik orang tuanya.
Dia nampak tergesa-gesa saat keluar dari dalam mobil untuk segera melihat ibunya yang di katakan ayahnya sedang sakit.
Raja nampak khawatir dan cemas saat mendengar ibu tercintanya sedang sakit keras.
Selama ini dia memang tinggal terpisah dengan kedua orangtuanya, tapi bukan berarti dia tidak menyayangi kedua orangtuanya tersebut.
Hanya saja dia lebih suka hidup dan tinggal sendiri tanpa keluarganya. Itu sebabnya, Raja jarang berkomunikasi dengan kedua orangtuanya.
Membuat ibu dan ayahnya tentu merasa rindu dan juga khawatir pada anaknya tersebut.
"Mih... mamih... " ucap Raja sambil berlari memanggil dan menuju kamar ibunya.
"Mamih... Apa mamih baik-baik saja?" ucap Raja nampak terlihat khawatir saat sudah sampai di kamar dan melihat ibunya yang berada di atas ranjang dengan ayahnya yang berada di samping sedang duduk menemani ibunya.
"Raja... Kamu sudah datang, nak?" ucap Nyonya Maia berpura-pura sedang sakit dan nampak meyakinkan.
"Iya Mih, ini Raja. Maaf Raja baru bisa ke rumah ini lagi" ucap Raja merasa sedikit bersalah sudah lama tidak mengunjungi ibunya tersebut.
"Tapi kenapa mami bisa tiba-tiba sakit seperti ini?" ucap Raja bertanya pada ibunya.
"Namanya juga sakit, tidak bisa di duga-duga. Apalagi mami mu ini kan sudah bertambah tua, dan tentunya pasti mudah terkena penyakit" ucap ayahnya Raja segera membantu istrinya berbicara setelah melihat wajah istrinya yang nampak terlihat bingung mencari alasan untuk pertanyaan anaknya tersebut.
Beruntung Raja tidak mencurigai ibunya ataupun ayahnya. Dia dapat mempercayai ucapan ayahnya tersebut yang masuk di akal.
Membuat Raja kembali merasa bersalah dan memeluk perut ibunya.
__ADS_1
"Maaf mih Raja tidak tahu. Tapi... Apa mami sudah di bawa ke dokter?" ucap Raja pada ibunya.
"Sudah sayang... Kamu tenang saja. Mami sudah di bawa ke rumah sakit tadi" ucap Nyonya Maia pada anaknya.