Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Sedikit Perhatian


__ADS_3

"Tuan... apa yang terjadi pada anda. Kenapa anda bisa mendapatkan luka ini?" ucap Anita pada Alex, namun orang yang di ajak bicara tidak ada respon sama sekali.


Tapi Anita tidak memperdulikan hal itu, dia segera membersihkan luka Alex dan mengobatinya dengan pelan-pelan.


Sesekali Alex terlihat merintih saat Anita mulai meneteskan obat luka, namun mata Alex masih tetap terpejam dengan posisi masih sama tengkurep.


Anita yang melihat hal itu merasa sedikit iba dan merasa khawatir. Juga dengan hal itu membuat Anita menjadi perhatian pada Alex.


Setelah meneteskan obat pada lukanya, Anita berniat untuk memperban luka tersebut. Namun hal itu membuat Anita harus sedikit memangku Alex untuk membelit perban pada tubuh Alex.


Namun pada saat Anita menarik perban yang terhimpit tubuh Alex, membuatnya harus berjarak dekat dan tanpa sengaja menempelkan wajahnya pada pipi Alex yang masih terpejam tak terganggu dengan sentuhan Anita saat itu.


Diam-diam membuat Anita merasa deg-degan dan malu sendiri. Beruntung Alex sama sekali tidak terbangun ataupun merasa terganggu.


Anita perlahan menjauhkan wajahnya dari pipi Alex supaya tidak membangunkan Alex.


"Ya Tuhan... dia sama sekali tidak terganggu dengan apa yang aku lakukan. Apa dia pingsan atau tertidur pulas sebenarnya?" ucap Anita pelan, merasa heran melihat Alex yang sama sekali tidak terganggu.


Kemudian setelah dia selesai mengobati dan memberi perban pada luka Alex, diam-diam Anita memperhatikan wajah Alex yang sudah terpejam dari tadi.


Entah perasaan apa yang saat ini Anita rasakan padanya. Namun yang jelas perasaan Anita saat ini merasa damai dan tenang saat melihat wajah Alex di sisinya.


Saat ini Anita sedang menatap wajah Alex dengan damai sambil tertidur memiringkan tubuhnya di atas kasur yang sama dengan Alex.


Niatnya Anita hanya ingin sebentar menatap Alex seperti saat ini. Namun lama kelamaan, membuat Anita mengantuk dan tanpa sadar ikut terlelap dan berbaring di atas kasur yang sama sambil berbaring dan dengan posisi yang saling berhadapan satu sama lain.


Dalam sesaat mereka terlihat nampak harmonis dan damai. Mereka tertidur bersama-sama seperti suami istri pada umumnya meski saat ini mereka tidak melakukan apapun.


Hingga pagi menjelang, nampaknya Alex lebih dulu terbangun.


Perlahan Alex membuka matanya, dia nampak tersenyum saat melihat Anita berada di sampingnya dengan wajah tepat di hadapannya.


Namun Alex mengira, hal itu adalah sebuah mimpi indah yang selama ini dia idam-idamkan.


Meski dia merasa mimpi itu nampak terlihat nyata, tapi dia tidak menyangka kalau itu benar-benar sedang terjadi.


Alex nampak menikmati apa yang sedang di lihat nya saat ini. Sampai dia hendak menggerakkan tubuhnya, tiba-tiba dia merasa sedikit kesakitan.


Dia mulai menyadari bahwa Anita yang saat ini sedang berada di sisinya bukanlah mimpi. Tentu hal itu membuat Alex semakin senang, meski punggung nya merasa kesakitan sebelumnya.


Kemudian setelah beberapa lama, Anita mulai menggeliat dan Alex kembali berpura-pura tidur saat menyadari Anita akan segera terbangun.


"Ya Tuhan... bagaimana aku bisa tidur di kasurnya?" ucap Anita merasa terkejut saat menyadari dia terbangun di samping Alex dan di kasur yang sama.

__ADS_1


Sesaat dia melihat keadaan dirinya sendiri, memastikan bahwa semalam tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di antara mereka berdua.


Kemudian, barulah Anita teringat bahwa dirinya sendiri yang datang ke kamar Alex membantunya mengobati luka dan tanpa sengaja dirinya ketiduran di samping Alex, ingat nya kembali.


"Astagfirullah... Bagaimana aku bisa lupa" ucap Anita sambil menepuk jidatnya pelan.


"Anita.. bisa-bisanya kamu ketiduran di kamar ini... Sebaiknya aku cepat-cepat ke kamar ku sendiri sebelum dia terbangun dan menuduhku yang tidak-tidak" ucap Anita kembali berbicara sendiri.


Lalu dengan pelan-pelan, Anita segera beranjak dari atas kasur tersebut sambil memastikan bahwa Alex tidak terbangun olehnya.


Tapi sebenarnya, tanpa Anita sadari Alex sudah terbangun dari tadi dan diam-diam mendengar kan ucapan Anita yang berbicara sendiri.


Setelah Anita pergi diam-diam dari kamar tersebut, barulah Alex membuka matanya dan perlahan bangkit dari posisi tidurnya.


Dengan wajah senangnya, Alex mulai melihat tubuhnya sendiri. Dia merasa sedikit bingung saat mengetahui luka di punggungnya sudah di obati dan di perban seperti saat ini.


Namun dia sudah tahu pasti siapa yang telah melakukan hal tersebut diam-diam saat dirinya tertidur lelap semalam.


"Anita... Pasti kamu yang sudah diam-diam mengobati luka ku seperti ini... Terima kasih" ucap Alex lirih sambil tersenyum.


Dia tidak menyangka Anita masih perduli dan perhatian padanya. Meski dia tahu Anita masih belum bisa menunjukkan perasaan yang sesungguhnya.


Tapi kini Alex sudah tahu, sepertinya Anita diam-diam masih perduli padanya.


Tapi sementara itu dia harus tetap bersabar dan harus terus berusaha mendapatkan perhatian dan cinta Anita.


******


Siang harinya perusahaan Alex dan Raja ada pertemuan meeting bersama.


Dan kali ini sebagai sekertaris nya Raja, Anita di minta ikut bersamanya. Meski pada awalnya Anita merasa ragu, tapi dia tetap harus mengikuti bosnya tersebut.


Pertemuan mereka berlangsung di sebuah restoran mewah yang ada di kota tersebut.


Raja dan Anita sudah lebih dulu datang ke restoran mewah itu, sementara Alex hadir bersama asisten pribadinya seperti biasa.


Alex tidak tahu kalau Anita juga hadir di meeting tersebut. Meskipun di meeting tersebut tidak ada larangan untuk membawa sekertaris ataupun asisten pribadi nya masing-masing.


Raja mulai menyapa Alex dan menjamunya lebih dulu.


Alex nampak memperhatikan Anita secara diam-diam.


Meskipun Alex tahu Anita sudah menjadi sekertaris Raja, tapi pertemuan tersebut membuat Alex merasa sedikit cemburu.

__ADS_1


Anita dan Raja duduk berdekatan, dan tidak hanya itu, mereka juga nampak begitu dekat saat bicara. Hal tersebut tentu membuat Alex merasa sesak nafas, hingga membuatnya terlihat melonggarkan dasi saat melihat Anita dan Raja sedang berbicara serius dengan begitu dekatnya.


Meskipun dia tahu mereka mungkin saja sedang membicarakan masalah pekerjaan yang akan menjadi topik meeting kali ini.


Namun Alex yang merasa mereka terlalu dekat membuatnya berpikiran tidak profesional dan berpikiran sendiri.


Sementara itu, rupanya mereka belum dapat memulai meeting tersebut. Mereka masih menunggu perwakilan perusahaan lain yang akan bergabung dalam meeting tersebut.


Dan setelah beberapa saat menunggu, tibalah seseorang yang datang menghampiri meja kursi mereka.


Dia seorang perempuan cantik bersama asisten dan beberapa bodyguard nya.


Tidak hanya itu, perempuan tersebut juga sepertinya nampak terlihat akrab dan dekat dengan Alex.


"Hay... Apa kabar Alex. Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu?" ucap perempuan tersebut terlihat sudah mengenal Alex sebelumnya.


"Rossa?" ucap Alex nampak sedikit kaget mengetahui siapa yang akan menjadi partner bisnisnya kali ini.


"Jadi kamu yang akan menjadi partner bisnis kami kali ini?" lanjut Alex memastikan siapa yang saat ini sedang berhadapan dengan nya.


"Tentu saja.... Maaf aku tidak memberitahu mu sebelumnya" ucap perempuan tersebut yang bernama Rossa.


"Dan anda pasti Raja, kan?" lanjut Rossa bergantian berbicara pada Raja.


Raja pun hanya mengangguk dan menerima uluran tangan perempuan tersebut.


Kemudian setelah mereka saling berkenalan terlebih dahulu, segera mereka memulai meeting yang menjadi agenda mereka saat ini.


Mereka nampak terlihat serius dengan pembicaraan yang sedang berlangsung, begitu pun juga Anita dan Alex.


Untuk sesaat Alex dan Anita nampak terlihat profesional dengan situasi tersebut.


Alex yang tadinya terlihat merasa terganggu dengan kedekatan Anita dan Raja, tapi kini saat melihat kedatangan Rossa membuatnya sedikit melupakan hal tersebut.


Setelah beberapa jam berlangsung dengan meetingnya, kini saatnya untuk mereka makan siang bersama.


Sepertinya mereka mendapatkan kesepakatan yang sesuai dengan harapannya masing-masing.


Mereka nampak menikmati hidangan dari restoran tersebut, dan tidak jarang mereka juga sambil mengobrol santai.


Namun yang lebih banyak bicara adalah Rossa, terutama berbicara pada Alex.


Biasanya Alex langsung pergi setelah selesai meeting. Namun kali ini dia mengikuti acara makan siang tersebut.

__ADS_1


Bukan karena dia merasa lapar atau tidak enak hati pada partner bisnisnya, melainkan karena dia masih melihat Anita di tempat dan belum beranjak pergi.


__ADS_2