
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku. Kenapa aku terus saja kepikiran tentangnya?" ucap Raja merasa heran dengan pikirannya sendiri.
"Ah sudahlah.... Mungkin karena aku habis bertemu dengannya tadi pagi" ucap Raja menganggap hal tersebut wajar-wajar saja dan tidak ada anehnya.
Kemudian Raja pun segera menancapkan gasnya kembali dan menuju tempat tujuannya tersebut.
Sementara itu, Anita dan Alex sudah mulai menyantap hidangan yang dari tadi telah mereka pesan.
Mereka nampak terlihat sedang menikmati hidangan yang ada di atas meja mereka.
Dengan beberapa menu yang telah tersedia di hadapan Alex dan Anita.
Sementara itu di rumah, Lolita nampak sedang mengajak main adik laki-lakinya tersebut bersamanya.
Namun diam-diam, rupanya Lolita juga nampak terlihat sedang memikirkan Raja. Yang mana tadi pagi dirinya dan Raja sempat berduaan dan ngobrol bersama tanpa adanya perdebatan diantara mereka.
Hal itu membuat Anita kembali bertambah mengagumi Raja.
"Ya Tuhan.... Tampan sekali dia. Apalagi dengan sikapnya yang tidak seperti sebelum-sebelumnya. Aku jadi..... aahh" ucap Lolita sambil tersenyum-senyum sendiri disaat-saat sedang menemani adiknya bermain tapi masih sempat kepikiran Raja dan membuatnya terlihat berbicara sendiri.
Alexa yang melihat kakak perempuannya tersebut sedang melamun dan berbicara sendiri, tentu membuatnya merasa bingung dan aneh.
"Kak Loli, kenapa ya. Kok ngomong sendiri, udah gitu senyum-senyum sendiri juga" ucap Alexa sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal saat melihat keanehan di kakak perempuannya tersebut.
Kemudian Alexa kepikiran untuk mengerjai kakak perempuannya tersebut dengan merekam keanehan tingkah kakaknya itu.
Dan dengan niat jail untuk mengirimkan videonya tersebut pada ibu dan ayahnya.
Sementara itu, Anita yang tengah menerima video tersebut dari anaknya tiba-tiba tertawa merasa lucu melihat tingkah Lolita di video tersebut.
Kemudian Anita segera mengirim balik video itu kepada Lolita dan menanyakan tingkahnya tersebut.
"Loli, apa yang sedang kau lamunkan. Apa kau sedang jatuh cinta?" tulis pesan Anita pada Lolita yang tengah dibaca oleh sahabatnya tersebut.
"Ya Tuhan.... Siapa yang telah merekam ku?" ucap Lolita setelah membaca dan melihat video dirinya.
Kemudian Lolita curiga dan segera melihat ke arah Alexa yang sedang memegang handphone. Lalu dia segera berteriak dan hendak menangkapnya.
__ADS_1
Namun Alexa yang mendengar teriakan kakak perempuannya tersebut segera berdiri dan lari menghindari kakak perempuannya tersebut.
"Alexa....." teriak Lolita merasa sedikit kesal dan hendak memberi sedikit pelajaran pada adiknya tersebut.
"Jangan lari!" lanjut Lolita saat melihat adik laki-lakinya tersebut berlari menghindari kekesalannya.
"Maaf kak Loli" ucap Alexa sambil terus berlari.
Membuat mereka terlihat saling kejar mengejar satu sama lain.
Sementara itu, Anita yang masih terlihat senyam senyum sendiri, membuat Alex merasa heran dan mulai bertanya pada istrinya tersebut.
"Sayang... kenapa kau senyam senyum begitu?" tanya Alex sedikit penasaran.
"Tidak apa-apa, sayang" ucap Anita pada suaminya.
"Coba kamu lihat ini" lanjut Anita berbicara sambil menunjukan apa yang membuatnya senyam senyum sendiri.
"Loli?. Siapa yang telah merekamnya?" ucap Alex dan bertanya kembali.
"Siapa lagi kalau bukan anak laki-laki mu yang usil itu" ucap Anita pada Alex.
"Tentu saja" ucap Anita.
"Kenapa?. Apa kamu tidak suka?" lanjut Anita bertanya saat melihat Alex tidak seperti dirinya yang merasa terhibur dengan video kiriman anak laki-lakinya tersebut.
"Bukan begitu sayang.... Aku hanya sedikit heran saja. Apa Lolita sedang jatuh cinta pada seseorang?" ucap Alex pada istrinya tersebut.
"Memangnya kenapa kalau Lolita tiba-tiba sedang jatuh cinta?" ucap Anita balik bertanya.
"Tentu saja aku akan ikut senang. Tapi kalau Lolita sampai jatuh cinta dengan Ra..." ucap Alex, namun di saat kalimat terakhir Alex nampak terlihat enggan untuk melanjutkannya.
"Kenapa berhenti, sayang?" tanya Anita merasa penasaran.
"Ah.. tidak. Lupakanlah. Lebih baik kita selesaikan makannya" ucap Alex tidak ingin Anita sampai tahu apa yang sedang dia pikirkan tentang Raja.
Sementara itu, Lolita yang berhasil menangkap adiknya tersebut. Mereka nampak terlihat kelelahan setelah lari-larian kejar-kejaran di rumah.
__ADS_1
"Maaf kak Loli. Habis kak Loli maen sama aku, tapi pikirannya kemana-mana. Aku kan jadi bete di cuekin sama kak loli" ucap Alexa meminta maaf dan menjelaskan dengan nafas engos-engosan setelah lari-larian di kejar-kejar oleh kakak perempuannya tersebut.
"Ok, baiklah. Kak Loli juga minta maaf, karena cuekin kamu. Tapi lain kali jangan lakuin itu lagi, ya. Kakak kan jadi malu, ketahuan senyam senyum sendiri sama mami kamu" ucap Lolita pada adiknya tersebut dengan nafas yang sama-sama engos-engosan.
Sementara itu, Raja yang sudah sampai di parkiran gedung apartemennya segera menuju lantai apartemen pribadinya.
Sesampainya di kamar pribadi, Raja nampak kembali kepikiran dengan Lolita. Dia hendak ingin menelpon Lolita, namun dia masih merasa ragu-ragu untuk meneleponnya. Rupanya mereka sudah saling menyimpan nomor pribadi masing-masing. Tapi Raja masih ragu dengan perasaannya tersebut.
Beberapa kali Raja hanya dapat melihat dan menscroll nomor Lolita, tapi tidak berani untuk membuat panggilan padanya.
Meski pikirannya terus saja terbayang wajah Lolita. Dan entah sihir apa yang membuat Raja terus membayangkannya.
Sementara itu, Alex dan Anita kembali melanjutkan keromantisannya dengan memandangi bintang-bintang di langit biru.
Mereka berdua nampak terlihat sedang terbaring bersama-sama di atas pasir pantai di malam hari.
Alex dan Anita nampak menikmati suasana malam tersebut meski hembusan angin menerpa mereka.
Namun Alex yang sigap segera membawa Anita di pelukannya sambil tetap terbaring di atas pasir pantai.
Setelah sebelumnya mereka menikmati momen sunset, kini mereka berdua menikmati indahnya malam dengan dihiasi kerlap kerlip bintang yang menghiasi langit.
Tidak lupa juga, mereka sambil bercerita satu sama lain dan mulai terbuka dengan perasaannya masing-masing tanpa rasa malu-malu lagi, terutama dengan Anita.
Sampai jam sepuluh malam, Anita pun mulai tertidur di pelukan Alex.
Dan Alex yang menyadari hal tersebut hendak membawa istrinya tersebut kembali ke kamar hotel mereka.
Namun sebelum itu, untuk sesaat Alex lebih dulu melihat wajah istrinya tersebut dengan seksama dan rasa sayang yang teramat dalam.
Alex masih tidak menyangka bahwa dirinya telah berhasil memiliki Anita seutuhnya tanpa harus diam-diam dan menyembunyikan identitas istrinya tersebut.
Saat ini Alex benar-benar sangat bahagia dan merasa Anita adalah anugrah terbesar dalam hidup dan menjadi teman hidupnya.
Dia berharap kedepannya tidak akan ada masalah lagi dalam perjalan cintanya bersama Anita.
Lalu setelah sesaat memandangi wajah Anita, dia segera menggendong Anita dan membawanya pergi kembali ke kamar hotelnya.
__ADS_1
Dengan pelukan yang erat dan sayang, Alex tidak ingin membangunkan tidur istrinya tersebut.
Perlahan-lahan dan dengan hati-hati, Alex segera membopong Anita dan membawanya masuk ke dalam kamar hotel mereka berdua.