
Sesaat sebelum filmnya berakhir, terdengar suara getar hp di kantong saku Alex yang membuatnya terbangun dan memutuskan untuk keluar terlebih dahulu untuk menerima panggilan masuk, tanpa memberi tahu Lolita. sementara itu, Anita dan Lolita masih asik menatap layar film kesukaannya sampai selesai, meskipun berkali-kali mereka menjerit ketakutan saat adegan horor muncul. Tapi tidak membuat mereka meninggalkan film tersebut di tengah pertunjukan.
Film pun berakhir, lampu teater mulai di nyalakan. Lolita yang baru sadar melihat ke tempat duduk daddy nya sudah kosong dan mulai bertanya-tanya "lah.. daddy kemana" ucap Anita merasa heran "Nit, seperti nya daddy ku udah keluar duluan. Kita susul yuk" ajak Lolita pada sahabatnya.
"Bentar Lit, seperti nya aku kebelet pipis. Kamu mau ke toilet gak?" ucap Anita sambil menahan ingin pipis "aku nggak" jawab Lolita. "Ya udah kalau gitu aku ke toilet dulu yya, kamu susul daddy kamu dulu aja, nanti aku nyusul juga. Aku udah gak tahan" ucap Anita sambil berjalan buru-buru meninggalkan Anita "Eh tunggu dulu. Ini..." ucap Lolita yang melihat tas Anita tertinggal.
Sementara itu, terlihat Alex sedang menjawab telpon masuk yang ntah berbicara dengan siapa. Kemudian Anita datang dengan terburu-buru namun langkah nya terhenti karena seseorang yang menghalangi jalan di tengah pintu keluar teater. Yang ternyata orang tersebut adalah Alex yang sedang menerima telepon namun tanpa sadar menghalangi jalan orang keluar.
Anita yang melihat hal tersebut awal nya biasa saja tanpa melihat wajah orang tersebut karena membelakangi nya. Namun saat dia hendak berjalan melewati Alex ke arah kanan, tiba-tiba Alex melangkah ke arah kanan sambil tetap menerima telpon. Anita mencoba melangkah ke arah kiri tiba-tiba Alex melangkah ke arah kiri dan begitu seterusnya sampai beberapa kali menghalangi langkah Anita tanpa Alex sadari. Anita yang sedang menahan pipis, dia pun mulai kesal dan sesaat berdiri menahan langkah nya lalu berkata "apa-apaan orang ini, apa dia sengaja melakukannya" ucap Anita kesal namun tak terdengar oleh Alex.
__ADS_1
Kemudian Anita yang sudah tidak tahan lagi, terlihat seringai di bibirnya lalu tanpa berpikir panjang lagi, tiba-tiba menginjak kaki sebelah kiri Alex, sontak membuat Alex kesakitan "aw...." rengek Alex sambil melihat kaki nya yang di injak. Sementara Anita dengan cepat berlari meninggalkan Alex tanpa melihat kebelakang ataupun mendengar kan teriakan Alex. "Hey... jangan lari kamu" teriak Alex merasa kesal "dasar gadis kurang ajar, gak tahu sopan santun. Seenak nya saja menginjak kaki orang" gerutu Alex yang masih menahan sakit dan memegangnya.
Sementara pengunjung lain yang mulai keluar, sebagian pada menertawakan nya karena tahu salah Alex yang menghalangi jalan. Alex yang melihat sebagian orang menertawakan nya langsung pura-pura berdiri tenang seolah tak terjadi apa-apa. Sesaat setelah orang-orang yang melihat nya pergi, kemudian kembali mengecek kakinya baik-baik saja. Lalu putrinya datang dan mulai bertanya setelah melihat ayah nya uring-uringan sendiri " dad are you ok" tanya Lolita menghampiri daddy nya. "Ah... sayang. Dad... Daddy baik-baik aja" ucap Alex terbata-bata menyembunyikan kekesalannya "oh iya temen kamu mana. Daddy gak lihat dia bareng kamu" ucap Alex mengalihkan pembicaraan. "Oh... iya. Dia lagi pergi dulu ke..." ucap Lolita terpotong setelah mendengar dan melihat daddy nya mengangkat telpon yang tadi belum selesai. "ah maaf sayang. Klien menelepon. Daddy angkat teleponnya dulu ya" ucap Alex lebih memilih mengangkat telepon nya.
Sementara itu di ruang toilet, terlihat Anita sudah keluar dari tempat pipis nya lalu segera mencuci tangan. Di depan kaca, Anita mulai menggerutu untuk setiap kejadian yang telah di lalui nya hari ini "ya Tuhan kenapa hari ini aku sial sekali. Hari ini aku sudah dipecat, hampir dijambret, bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi dan barusan hampir saja aku pipis di celana. Benar-benar menyebalkan hari ini" ucap Anita kesal, beruntung tidak ada orang di ruangan tersebut sehingga tidak ada yang menganggap nya gila karena berbicara sendiri.
Di luar toilet, terlihat Lolita tengah menunggu Anita keluar dari toilet sambil membawakan tas milik sahabatnya yang tertinggal karena buru-buru pergi. Sesaat kemudian Anita pun keluar dan menghampiri sahabatnya itu sambil berkata "Lita... kamu udah dari tadi disini" tanya Anita pada sahabatnya "ah... nggak. Aku baru aja disini" jawab Lolita "ini tas kamu ketinggalan" lanjut Lolita sambil memberikan tas milik sahabatnya. "ah... iya. Aku lupa. Terimakasih" ucap Anita sambil menerima tas miliknya "oh iya. Daddy mu mana. Apa dia sudah pulang duluan" tanya Anita setelah melihat sahabatnya sendirian. "yaaah... seperti nya begitu" jawab Lolita tak bersemangat karena ayahnya tak bisa menemaninya lagi "seperti nya daddy memang lebih mencintai pekerjaan nya dari pada aku" sedih Lolita karena daddy nya lebih memilih pekerjaan.
Setelah menemukan tempat restoran kesukaan mereka, dengan santai mereka mulai duduk dan menunggu pelayan untuk membawakan menu nya. Kemudian terlihat seorang waitress membawakan menu dan bersiap untuk mencatat menu kesukaan mereka.
__ADS_1
Setelah mereka selesai memilih menu, terlihat Lolita masih murung dan bersedih. Terlebih setelah menerima panggilan dari ayahnya tersebut "yah dad kenapa. Aku sudah tahu daddy mau bilang apa" ucap Lolita jutek merasa kesal sebelum daddy nya menjelaskan "maaf sayang daddy gak bisa nemenin kamu lagi. Maaf sayang daddy harus segera bertemu klien lagi. Lain kali kita jalan bareng lagi dan bla.. bla.. bla.." lanjut Lolita panjang lebar yang sudah hafal dengan kebiasaan daddy nya yang banyak alasan menurutnya kemudian menutup telponnya tanpa mendengar kan ucapan ayah nya. Sementara itu, di ujung telpon Alex hanya bisa pasrah menerima kekesalan Lolita dan melanjutkan pertemuan nya.
Anita yang melihat hal tersebut merasa bingung dan menunggu sahabatnya berbicara di telpon dengan ayahnya. Hal itu jauh berbeda dengan sikap Lolita yang selama ini penuh dengan semangat, manja dan sedikit bawel.
Namun ditengah situasi yang kurang bersemangat tersebut, tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di hadapan Lolita dan Anita. Perlahan mereka melihat orang tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala hingga akhirnya Lolita sadar bahwa yang di hadapan nya adalah sepupu nya yang bernama Rio. Sontak membuat Lolita bertanya-tanya dan sedikit membuatnya tersenyum bahagia melihat nya.
"Kak Rio" ucap Lolita antusias dengan senyum bahagia di bibirnya "kok bisa ada disini" tanya Lolita tak percaya. "Bisa dong" ucap Rio sambil menggeser kursi di hadapan nya untuk dia duduki "soalnya tadi gak sengaja kakak liat adik kesayangan kakak ini terlihat sedang sedih seperti ayam gak di kasih makan berhari-hari, murung" lanjut Rio mencoba menghibur sepupunya tersebut.
Sementara itu, Anita yang melihatnya merasa pernah bertemu dengan orang yang terlihat akrab dengan sahabatnya tersebut. Dan Anita pun mulai ingat dengan laki-laki yang telah menolongnya dari penjambret yang hampir mengambil kalung hadiah dari Lolita. Namun Anita tidak ingin jika sampai sahabatnya itu tahu tentang musibah yang sudah di alaminya. Hingga saat Rio menyadari dan menunjuk ke arah Anita ingin mengatakan sesuatu, Anita cepat-cepat mengedipkan mata dan menutup mulutnya dengan telunjuk mengisyaratkan untuk tidak mengatakan sesuatu pada Rio tanpa Lolita sadari.
__ADS_1
"Kamu..." ucap Rio sambil menunjuk Anita, namun terhenti saat melihat Anita mengisyaratkan untuk tidak mengatakan sesuatu. Dan Rio pun paham dengan isyarat yang di berikan oleh Anita padanya. Hingga akhirnya Lolita yang melanjutkan ucapan Rio yang di pikir Lolita meminta di kenalkan pada sahabatnya tersebut "oh.. iya. kenalin kak, ini sahabat aku. Namanya Anita" ucap Lolita antusias "Anita ini kakak sepupu ku, namanya Rio" lanjut Lolita memperkenalkan sambil tersenyum. Kemudian mereka pun saling berjabat tangan menyebut nama masing-masing. Namun Rio, disengaja atau tidak cukup lama tidak melepaskan jabatan tangan dan pandangan matanya dari Anita dan berkata "cantik". Anita yang mulai risih berusaha melepaskan tangannya, sehingga membuat Lolita membantu nya dan berkata "udah-udah..." sambil melepaskan tangan Rio dari tangan sahabatnya "kebiasaan deh ka Rio ini. Gak bisa lihat cewek cantik. Ingat ya, jangan macam-macam dia ini sahabat aku" ucap Lolita mengingat kan sepupunya.
Lolita yang tahu dan hafal banget dengan tingkah laku kakak sepupu nya mencoba menjaga Anita dari rayuan playboy cap kadal tersebut. Namun begitu, Lolita sangat menyayangi kakak sepupu nya dan begitupun sebaliknya hingga membuat Lolita merasa terhibur dengan kehadiran kakak sepupu nya tersebut.