Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Terpana


__ADS_3

Kemudian dengan terpaksa Anita mengikuti semua yang di lakukan para pekerja salon kepadanya, meskipun dengan sedikit menggerutu di dalam hati.


Kemudian Rafi pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Apa-apaan si tua bangka itu. Kenapa dia memaksaku begini" gerutu Anita dalam hati, sesaat kemudian dia teringat pada Lolita.


Dimana dia telah berjanji pada Lolita untuk makan-makan bersamanya.


Seketika Anita mencari hpnya untuk mengirimkan pesan singkat pada sahabatnya tersebut.


"Hp.. hp... dimana hpku" pekik Anita setelah ingat pada sahabatnya.


"Tolong tenanglah nona, nanti eyeliner nya kemana-mana" ucap MUA mengingatkan, saat sedang memakaikan eyeliner dimata Anita. Meskipun sebenarnya MUA sedang menahan kesal namun mengingat Anita adalah gadis tuan Alexander Wijaya, membuatnya tidak ingin ada masalah. Tapi Anita tidak perduli dengan hal itu.


"Hp anda ada disini" ucap MUA lagi, sambil mengambilkan hpnya dari loker meja kaca di depannya.


"Terima kasih" ucap Anita setelah mendapatkan hpnya.


Kemudian MUA tersebut dengan segera melanjutkan dan menyelesaikan tugasnya.


Sementara Anita terlihat sedang mengetik sesuatu di hpnya mengirim pesan pada sahabatnya. Berharap Lolita dapat mengerti dan tidak marah karena membatalkan janji dengannya.


Anita pun sudah mulai selesai di make over, dia tampak berbeda dari sebelumnya.


Membuat MUA yang sebelumnya sempat kesal karena melihat Anita tidak bisa di atur, kini dia sendiri tampak takjub melihat karyanya sendiri.


Dengan senyum lebarnya MUA tersebut berkata "waahh... anda nampak berbeda sekali nona, Anda terlihat lebih cantik. Pantas saja tuan Alex mengistimewakan anda" ucap MUA memuji hasil karyanya dengan sungguh-sungguh. Membuat Anita tersenyum miring, merasa ucapan MUA terlalu berlebihan.


Namun Anita sendiri belum berani melihat dirinya di kaca.


Kemudian seorang manager perempuan datang bernama Larisa yang dari tadi memperhatikan Anita dan melihat cara kerja MUA nya langsung, terlihat puas melihat hasilnya.


Bagaimana tidak, Larisa mengawasi langsung para pegawainya karena kliennya sendiri adalah wanita dari Alexander Wijaya, begitu pikirnya.


Membuat Larisa tidak mau ada kesalahan sama sekali, yang mungkin dapat berpengaruh pada citra buktinya jika ada kesalahan dan berurusan dengan Alexander Wijaya.

__ADS_1


Lalu, Larisa melihat Anita masih menggunakan handuk. Namun Anita masih tetap terlihat cantik dan bersinar walaupun belum menggunakan gaun. Tapi hal itu dirasa kurang melengkapi penampilannya.


Sehingga membuat Larisa yang melihatnya berkata "tunggu... sepertinya ada yang kurang" ucap Larisa membuat orang yang masih berada di ruangan tersebut menatap fokus pada Anita, mencari tahu apa yang kurang dari penampilannya seperti yang Larisa katakan.


Kemudian Larisa membawakan gaun merah dress panjang yang tampak cantik dengan motif bunga longdres untuk di kenakan di tubuh Anita.


Segera Larisa menyuruh salah satu pegawainya untuk membantu Anita menggunakan gaun tersebut.


"Kamu.. tolong bantu Anita untuk menggunakan gaunnya" ucap Larisa sambil menunjuk pada salah satu pegawainya.


"Baik nyonya" ucap salah satu pegawai sambil menunduk sesaat pada Larisa.


Kemudian membawa Anita kesebuah ruangan khusus pakaian ganti, dan dengan terpaksa Anita mengikuti segala arahan yang diberikan padanya, tanpa ada perlawanan lagi seperti sebelumnya.


Sementara itu di luar ruangan rias, Rafi berdiri dan sesekali melihat jam di tangannya, dia merasa Anita sudah cukup lama berada di dalam ruangan rias.


Kemudian Rafi memberanikan diri untuk masuk, menyuruh Larisa yang di kenalnya cukup dekat untuk segera menyelesaikan tugasnya.


Namun pada saat dia baru membuka tirai, dan ingin berkata sesuatu, dilihatnya sesosok wanita cantik yang hampir saja Rafi tidak mengenalinya sudah berdiri di hadapannya.


"Nona Larisa apa kau sudah menyel....." ucap Rafi terhenti dan sesaat terpana saat melihat Anita yang membuatnya pangling.


Anita memang nampak begitu cantik terlebih setelah memakai gaun tersebut.


Hal itu tentu membuat Larisa dan para pegawainya merasa senang karena mereka tahu apa yang telah mereka kerjakan sudah selesai dan berhasil dengan baik.


"Ehem... " Larisa berdehem seolah batuk, sengaja melakukannya saat melihat Rafi masih terpana dengan penampilan Anita saat ini.


"Ehem..." sekali lagi Larisa berdehem dan kali ini berhasil membuat Rafi kembali sadar.


"Bagaimana menurutmu. Apa para pegawai ku sudah berhasil melakukan tugasnya?" tanya Larisa percaya diri, meski sudah tahu pasti Rafi menyukai hasil kerjanya, terlihat dari reaksi Rafi saat melihat Anita di hadapannya.


Tentu Rafi menyukainya dengan mengangkat kedua jempolnya sekaligus tanda setuju dengan kata-kata Larisa.


Sementara itu di tempat yang sudah di janjikan Lolita pada Anita, terlihat Rio juga ikut menunggu bersama Lolita di bangku yang sama, telah memesan minum terlebih dahulu.

__ADS_1


Kemudian Rio yang merasa cukup lama menunggu dan merasa khawatir dengan keadaan Anita di perjalanan, mulai bertanya pada adik sepupunya tersebut.


"Lit... mana sahabatmu itu. Kenapa dia begitu lama datangnya" tanya Rio merasa khawatir pada Anita.


"Entahlah kak. Aku juga bingung. Tidak biasanya dia datang terlambat begini. Telpon dan pesan ku juga belum di balas sama dia" jawab Lolita yang juga merasa khawatir belum dapat kabar dari Anita.


Tiba-tiba terdengar suara nada dering pesan masuk dari hp Lolita. Pelan-pelan Lolita mengeceknya sambil minuman jus di gelasnya.


"Ehmm... pesan dari Anita" ucap Lolita sambil menggigit sedotan di gelasnya lalu melepasnya dan segera melihat isi pesan tersebut.


"Yahh Nita gak jadi datang, kak" ucap Lolita sedikit menginformasikan pada Rio setelah membaca pesan tersebut.


"Lah... gimana sih. Kamu bilang, kamu mau makan-makan sama Anita disini. Apa dia sering membatalkan janji seperti ini" ucap Alex kesal, karena tidak jadi bertemu dengan Anita.


"Aku juga gak tahu kak. Gak biasa-biasanya dia batalin janji sama aku. Mungkin dia benar-benar lagi ada urusan yang lebih penting" ucap Lolita berfikir positif pada sahabatnya.


Pada hal sebenarnya dia merasa bersyukur Anita tidak jadi datang karena ada Rio ikut bersamanya.


Saat di rumah, Lolita keceplosan bahwa dia akan jalan dan makan-makan bareng Anita setelah tadi menyiapkan dokumen-dokumen pentingnya.


Namun Lolita juga tidak bisa menolak saat kakak sepupunya tersebut ingin ikut bersamanya. Sementara dia tidak suka dan takut jika Rio hanya akan mempermainkan perasaan sahabatnya jika mereka terlalu sering bertemu.


Sementara itu, Rio yang tidak bisa bertemu lagi dengan Anita merasa bete dan kecewa.


"Ah.. gimana sih temen mu itu. Kenapa tiba-tiba batalin janjinya sendiri kaya gini" bete Alex mengutarakan kekecewaan dan dengan bibir manyunnya.


"Udah kali... Kaya gadis perawan aja yang nungguin pacarnya gak datang-datang" seloroh Lolita melihat kakak sepupunya yang mulai bete.


"Udah... anggap aja, berarti Anita itu bukan jodohnya kak Rio. Jodoh kak Rio itu, tuh udah ada di belakang" ucap Anita mencoba menghilangkan kekecewaan Rio yang saat bersamaan sudah ada Dewi di belakangnya.


"Maksud kamu siapa" tanya Rio merasa heran.


"Hallo sayang... " ucap Dewi yang tiba-tiba datang dan memeluk Rio dari belakang, beruntung sebelum Lolita menjawab pertanyaan Rio.


"Aku kangen banget sama kamu. Akhir-akhir ini aku merasa kalau kamu sengaja menjauh dari aku karena ada wanita lain. Jadi aku diam-diam ngikutin kamu. Tapi ternyata kamu lagi jalan sama adik sepupu kesayanganmu ini" ucap Dewi sok lembut dan manja.

__ADS_1


Namun Rio yang merasa tidak nyaman segera melepaskan pelukan Dewi di lehernya.


"Cukup Dewi... Lebih baik kamu duduk dulu. Gak enak di lihat banyak orang. Apalagi ada Lolita disini" ucap Rio mengada-ngada sambil melirik ke arah Lolita.


__ADS_2