
Dan saat ini Raja sedang berjalan menuju restoran yang ada di kapal tersebut untuk makan siang terlebih dahulu.
Raja bersama dengan asisten pribadinya sedang membicarakan bagaimana mereka akan menunjukan presentasi nya untuk dapat membuat perusahaannya yang akan mendapatkan kontrak senilai triliunan tersebut.
Sementara itu, Lolita menuju ke kamar dimana nantinya dia akan menggunakannya selama menginap di kapal itu.
Meski dia datang bersama asisten pribadi ayahnya, tapi rupanya Rafi juga sudah di siapkan kamarnya sendiri.
Kemudian setelah mereka menyimpan koper mereka, Rafi segera mengajak Lolita untuk makan siang di restoran yang ada di kapal tersebut sebelum mereka menghadiri meetingnya nanti.
Sementara itu, Anita yang sedang bersiap-siap untuk keluar makan siang. Tiba-tiba handphonenya berdering dan segera mengangkat panggilan tersebut.
Rupanya itu telpon dari Alex yang ingin makan siang bersama istrinya.
Dan ternyata Alex sudah berada di depan gedung tempat Anita bekerja.
"Hallo..." ucap Anita langsung menerima panggilan telepon tersebut tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Hallo sayang. Kau sedang apa?" ucap Alex di ujung telpon Anita.
"Kamu..." ucap Anita sambil melihat layar handphonenya dan memastikan kembali siapa yang menelponnya tersebut.
"Sayang... Aku baru mau ke luar untuk makan siang" ucap Anita pada Alex di ujung telponnya.
"Kalau begitu, kita makan siang bersama, ya" ucap Alex pada intinya.
"Tapi sayangku... jarak perusahaan mu kesini pasti lumayan macet kalau jam-jam segini" ucap Anita hendak menolak.
"Tenang saja... aku sudah di depan gedung kantor mu" ucap Alex, sedikit membuat Anita terkejut.
"Benarkah?... Baiklah kalau begitu. Kamu tunggu aku di bawah. Aku segera kesitu." ucap Anita nampak terlihat senang mendengar Alex sudah berada di depan gedung kantornya.
Kemudian dia pun segera menemui Alex dan segera memeluknya merasa rindu. Kali ini tanpa merasa malu-malu lagi, Anita lebih dulu menghampiri Alex dan memeluknya.
Tentu hal itu membuat Alex merasa terkejut dan senang, sesaat nampak mematung sambil tersenyum menerima pelukan Anita tersebut.
Membuat orang-orang yang melihat mereka ikut merasa senang dengan dua orang sejoli tersebut.
Kemudian mereka pun segera pergi setelah Anita melepaskan pelukannya. Namun saat menyadari Anita yang lebih dulu memeluk Alex. Dia kembali nampak merasa sedikit malu dan segera masuk ke dalam mobil Alex.
Melihat hal tersebut Alex hanya dapat tersenyum merasa lucu dan gemas melihat tingkahnya tersebut.
Sementara itu, Lolita dan Rafi sedang berjalan menuju restoran untuk makan siang bersama menuju restoran.
Mereka segera memesan makan siangnya masing-masing setelah berada di tempat makan tersebut.
Lolita dan Raja belum menyadari bahwa mereka sedang berada di satu kapal yang sama dan di tempat makan yang sama pula, namun dengan tempat meja makan yang berbeda.
Lolita sedang menunggu pelayan restoran tersebut untuk membawakan makanannya, sambil berdiskusi lebih dulu dengan Rafi.
Entah apa yang sedang mereka rencanakan untuk mendapatkan kontrak besar itu.
Tapi yang jelas mereka sangat antusias untuk segera mendapatkan kontrak yang bernilai triliunan, meski Lolita masih merasakan gugup sebelum persentasi nanti dan bertemu dengan calon partner bisnis perusahaan ayahnya tersebut.
Sementara itu, Raja yang sudah selesai makan siang, kembali berdiskusi dengan asisten pribadinya. Namun saat matanya tidak sengaja melihat ke arah lain, dia melihat Lolita sedang menerima makan siangnya.
Membuat Raja terus memandang ke arah Lolita dan mulai bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.
"Wanita itu?.... Sedang apa dia ada disini?" ucap Raja dalam hati merasa sedikit heran dan mulai tidak fokus dengan apa yang sedang asisten pribadinya katakan.
"Tuan... Tuan, apa anda mendengarkan saya?" ucap asisten pribadi Raja saat melihat tuanya tidak fokus padanya.
"Yah... "ucap Raja sambil tetap menatap terus ke arah Lolita.
"Oh ya... apa kau tahu kenapa asisten Alex dan anak perempuannya ada disini?" ucap Raja merasa penasaran dengan keberadaan mereka.
"Oh itu...sepertinya tuan Alex mengutus mereka untuk bersaing dengan perusahaan lain seperti kita, untuk mendapat kontrak besar itu" ucap asisten Raja yang sudah mencari tahu perusahaan mana saja yang ikut bersaing merebutkan kontrak besar tersebut.
"Apa tuan akan menyapa mereka?. Bagaimana pun kita juga masih rekan bisnis perusahaan mereka" tanya asisten pribadi Raja dan sedikit mengingatkannya.
__ADS_1
"Kau benar. Tapi, kenapa Alex mempercayakan masalah ini pada anaknya. Bukankah kontrak ini sangat penting juga untuk perusahaannya" ucap Raja masih merasa sedikit penasaran kenapa Alex sampai mempercayakan masalah tersebut pada Lolita.
"Kalau itu... maaf saya kurang tahu, tuan" ucap asisten pribadinya.
"Ya sudahlah. Kalau begitu aku akan menemuinya. Kau tetap tunggu disini, dan pastikan berkas untuk meeting nanti telah siap dan aman" ucap Raja pada asisten pribadinya.
"Baik, tuan" ucap asisten pribadinya.
Sementara itu, Lolita yang telah menerima makan siangnya, segera menyantap hidangan tersebut dan menikmatinya.
Namun setelah beberapa saat, tiba-tiba Raja datang dan mulai berbicara padanya.
"Hay... apa kabar. Apa aku boleh duduk disini?" ucap Raja saat sudah di hadapan Lolita dan Rafi.
"Tuan Raja... Oh iya silahkan. Anda disini juga?" ucap Rafi mengijinkan sambil sedikit berbasa-basi.
Namun Lolita yang melihatnya seolah tidak suka dan tidak sependapat dengan apa yang di lakukan Rafi untuk mengizinkan Raja duduk bersama mereka.
Segera Lolita membelototi Rafi, namun Rafi tidak begitu peka dan tetap mempersilahkan Raja duduk bersama mereka.
Tapi Raja yang melihat raut wajah Lolita yang seperti itu, tidak memperdulikannya dan malah dengan sengaja membuatnya kesal.
"Apa anda disini juga untuk kontrak besar itu?" tanya Rafi pada Raja.
"Tentu saja" ucap Raja tanpa berbasa basi lagi.
"Kalau begitu.. selain kita partner bisnis. Kita juga akan menjadi saingan, ya" ucap Rafi sambil bercanda. Namun pada kenyataannya memang seperti itu.
"Sepertinya begitu" ucap Raja sambil melihat Lolita yang sedang membuang muka, tidak ingin melihatnya.
Tapi Rafi tetap meladeni Raja dan tidak bermaksud mengabaikan nona mudanya itu.
Setelah beberapa saat, Raja pun segera kembali ke kursinya setelah sedikit berbincang dengan Rafi.
Dan setelah Raja pergi, Lolita pun mulai berbicara dengan nada kesalnya pada Rafi.
"Heh Rafi.... kenapa kau malah meladeni dia. Kau sengaja mengabaikanku?" ucap Lolita masih merasa kesal pada Raja setiap kali mengingat perlakukannya waktu lalu.
"Maaf, non. Bagaimana pun tuan Raja tetap partner bisnis perusahaan ayah non Lolita, jadi bagaimana mungkin saya mengabaikannya" ucap Rafi memberi alasan.
"Apa non Lolita dan tuan Raja ada masalah?" lanjut Rafi bertanya, merasa heran dan sedikit penasaran dengan sikap Lolita yang tiba-tiba merasa kesal.
"Tit.. tidak. Aku... aku hanya merasa curiga saja dengan dia. Takutnya dia pura-pura menghampiri kita untuk mencari tahu rencana apa yang akan kita presentasikan untuk meeting kita nanti" ucap Lolita mendadak terbata-bata, tidak ingin Rafi sampai tahu apa yang terjadi diantara dirinya dan Raja.
Dan jika sampai Rafi tahu, mungkin dia akan menginformasikannya pada ayahnya tersebut.
Beberapa menit kemudian, mereka pun mulai menghadiri acara rapat meeting tersebut.
Nampak beberapa orang sudah berada di ruangan yang telah di sediakan untuk meeting.
Lolita dan Raja nampak berbarengan sudah berada di pintu ruangan tersebut.
Namun Raja yang tiba-tiba usil, dengan sengaja mendahului Lolita dan sedikit membuat Lolita terpental ke samping.
Raja yang melihat hal tersebut, mulai menyeringai dan merasa apa yang di lakukannya pada Lolita memberi kesenangan tersendiri untuknya.
Tapi beruntung Lolita masih dapat menyeimbangkan tubuhnya, namun hal tersebut tentu membuat Lolita merasa bertambah kesal dan marah dengan sikap Raja yang kekanak-kanakan tersebut.
Tapi dia tidak dapat meluapkan kekesalannya saat itu juga. Dia harus menahannya dan mulai segera masuk menyusul yang lainnya.
Beruntung tidak ada yang melihat keusilan Raja pada Lolita saat itu.
Setelah beberapa wakil perusahaan sudah hadir semuanya, mereka pun memulai acara meeting tersebut.
Dan dengan tuan rumah yang bernama Kusuma Pranowo, dia segera mempersilahkan para wakil perusahaan lain untuk mempresentasikan profit dan benefit apa yang akan perusahaannya terima jika dia tertarik untuk bergabung dengan perusahaan dari salah satu perusahaan mereka yang hadir tersebut.
Beberapa menit kemudian, beberapa wakil sudah mempersentasikan perusahaan mereka masing-masing.
Berikutnya giliran Lolita dan Raja, mereka berdua nampak lebih baik dari para wakil sebelumnya yang tampak gugup dan kurang percaya diri dalam menyampaikan visi dan misi mereka.
__ADS_1
Hingga akhirnya membuat tuan Kusuma Pranowo sedikit merasa kebingungan untuk memilih di antara mereka berdua.
Dan untuk selanjutnya tuan Kusuma Pranowo mengatakan bahwa hasilnya nanti siapa yang akan mendapatkan kontrak besar tersebut akan di umumkan pada saat malam nanti sekalian dengan berlangsungnya acara pesta pernikahan nya.
Hal tersebut membuat masing-masing wakil perusahaan bertambah deg-degan dan tidak tenang, mengingat penasaran siapa yang sebenarnya akan mendapatkan kontrak tersebut.
Kemudian setelah itu, mereka pun mulai kembali dan beristirahat sejenak sebelum acara pesta malam nanti berlangsung.
Di awali dengan tuan rumah yang lebih dulu keluar dan di susul dengan para wakil perusahaan lainnya untuk keluar dari ruangan tersebut.
Namun Lolita yang masih dendam dengan sikap Raja tadi, berniat untuk membalas sikap buruknya tersebut.
Tapi dia harus menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya.
Lolita nampak melihat-lihat keadaan di sekitarnya, dia menunggu orang-orang untuk lebih dulu keluar sambil memastikan Raja masih berada di tempat.
Dan saat semuanya sudah mulai keluar dan Raja juga mulai beranjak dari tempat duduknya, Lolita segera mengikuti langkahnya dan mulai memikirkan sesuatu untuk menjaili dan membalas kembali Raja.
Setelah semuanya benar-benar pergi dan melihat ke depan. Lolita segera menghampiri Raja dan mengikutinya dari belakang.
Rupanya Lolita hendak menekan kaki Raja dari arah belakang dengan lututnya sendiri sehingga membuat kaki Raja tidak seimbang dan hendak terjatuh ke belakang.
Hal tersebut seperti permainan anak kecil yang suka di lakukan oleh anak-anak usil pada teman mereka. Dan itulah yang di lakukan Lolita pada Raja.
Sontak hal itu membuat Raja merasa kesal dan ingin marah pada Lolita.
Sementara Lolita tertawa merasa menang dengan apa yang telah di lakukannya berhasil menjaili Raja.
"Hey kau... Apa yang kau lakukan?" ucap Raja setelah dirinya hendak merasa di tekan dari belakang kakinya dan hendak terjatuh ke belakang.
Membuat beberapa orang yang sempat melihatnya, nampak menertawakan Raja diam-diam, merasa terlihat lucu.
"Dasar wanita kurang ajar... kekanak-kanakan sekali" ucap Raja nampak kesal setelah dirinya mendapati beberapa orang mulai menertawakannya.
Sementara itu, Lolita nampak tidak perduli dengan kemarahan Raja padanya. Dia masih terlihat menertawakan Raja dan hendak segera pergi sambil kembali membuat Raja tambah kesal dengan mengejeknya menjulurkan lidahnya sendiri pada Raja.
"Emangnya enak.. Syukurin" ucap Lolita sambil hendak segera pergi dan menjulurkan lidahnya di akhir kalimat.
Lalu Lolita pun masuk lebih dulu ke dalam lift dan segera menekan tombol lift tersebut dan benar-benar segera pergi menghilang dari tatapan Raja.
Sementara itu Raja yang masih berdiri di tempat, nampak masih kesal dan marah.
Namun dia segera mulai melangkahkan kakinya hendak pergi dari tempat tersebut.
Tapi tiba-tiba, Rafi datang dan mencari Lolita yang sempat dia tinggalkan tadi ke toilet sebentar.
"Tuan, apa kau tadi melihat non Lolita?" tanya Rafi pada Raja, saat sudah berlari mencari nyonya mudanya.
"Kau pikir aku penjaganya, hah?" ucap Raja merasa sedikit kesal kembali. Dan lagi-lagi Rafi harus rela menjadi pelampiasan orang-orang tersebut.
"Maaf, tuan. Saya kan hanya mencoba bertanya" ucap Rafi dengan wajah tertindasnya, sambil mencoba melihat ke arah asisten pribadi Raja yang sudah di kenal Rafi mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya tidak ada di tempat.
Lalu sesaat kemudian Raja pun segera melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari tempat tersebut.
Sementara itu, Rafi yang masih di tempat mencoba berpikir dan berbicara sendiri merasa bingung kena omelan melulu.
"Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa aku kena omel terus dari tadi" ucap Rafi sambil mengusap-usap belakang kepalanya, merasa sedikit bingung.
Sementara itu, Lolita yang sudah sampai di kamar peristirahatannya sendiri, merasa lucu saat mengingat kembali apa yang di lakukannya pada Raja tadi. Dan dia kembali tertawa sambil berbicara sendiri.
Lalu tiba-tiba terdengar suara nada dering handphonenya, dan dia segera mengangkat telepon tersebut.
Rupanya itu telpon dari Rafi yang sedang mencari dirinya.
Lolita pun memberitahu Rafi bahwa dirinya sudah berada di dalam kamar peristirahatannya.
Sementara itu di tempat lain, Alex yang sudah selesai dengan pekerjaan kantornya segera beranjak dari tempat duduk dan berniat untuk kembali menjemput Anita dari tempat kerjaannya.
Dia nampak begitu senang untuk segera kembali bertemu dengan Anita. Pada hal dia baru bertemu Anita tadi saat makan siang bersama.
__ADS_1
Tapi sepertinya dia sudah merasa rindu kembali.
Meski pun selama ini dia dan Anita sudah sering bertemu di rumah dan menghabiskan waktu bersama, tapi sepertinya hal tersebut tidak di rasa cukup untuk Alex.