
Seketika hal itu membuat Lolita memeluk daddy nya bahagia. Namun saat menyadari pakaian daddy nya basah dan kotor, membuat Lolita bertanya-tanya dan melepaskan pelukannya.
"Daddy serius, kan?" tanya Lolita tak percaya. "iya sayang" ucap Alex tersenyum sambil mengangguk. "Terimakasih dad. Aku senang mendengar nya" ucap Lolita bahagia sambil memeluk daddy nya.
"Dad... Kenapa pakaian daddy basah dan kotor begini" sadar Lolita saat memeluk daddy nya yang merasa pakaian nya basah dan kotor.
"Ah ... iya. Daddy lupa belum ganti pakaian. Ini semua gara-gara gadis ceroboh itu. Ini sebabnya Daddy harus pulang dan membatalkan meeting penting Daddy" sadar Alex dan masih menyalahkan gadis yang telah membuatnya kesal.
"Seorang gadis?..." tanya Lolita heran " jadi karena seorang gadis Daddy bisa pulang ke rumah dulu " ucap Lolita dengan senyum seringai mengejek Daddy nya sambil melipat kedua tangannya.
"harusnya aku berterimakasih pada gadis itu, karena sudah bisa membuat daddy pulang dan bisa menemaniku pergi kemana pun aku mau kali ini" ucap Lolita panjang lebar sambil memuji gadis yang dipikirnya belum dia kenal.
"Loli... jangan ngaco kamu. Udah ah daddy mau mandi dulu, habis itu baru daddy temenin kamu hari ini kemana pun kamu mau" ucap Alex menghindari omongan anaknya yang dipikirnya mulai ngaco.
Sementara di kosan, Anita terlihat sedang ketiduran setelah melewati hari yang cukup menguras pikiran dan tenaga nya.
Kemudian terdengar suara nada dering pesan masuk di sela-sela mimpi indahnya yang membuat Anita terbangun dan segera mengecek pesan masuk tersebut.
Ternya itu adalah pesan dari sahabatnya Lolita, yang meminta Anita untuk ikut nonton bersama daddy nya setelah jam kerja Anita selesai. Yang mana dipikir Lolita, Anita masih bekerja di tempat biasa, dan Lolita berniat untuk menjemput dan menunggu Anita di tempat kerja nya tersebut.
Sontak hal itu membuat Anita kelabakan, dan membuat nya merasa bingung dan serba salah dengan apa yang harus di katakan nya nanti.
Sementara, Anita tidak mau jika Lolita sampai tahu kalau dia sudah tidak lagi bekerja di sana, karena Anita tahu pasti Lolita akan menghawatirkan nya. Hingga akhirnya, Anita membalas pesan tersebut dengan ragu-ragu dan berharap Lolita mempercayainya.
"Mana telpon ku" ucap Anita masih mengantuk sambil meraba-raba hp di tempat tidur yang jauh dari jangkauan nya.
"Ahh... ini dia" ucap Anita setelah mendapatkan hp nya.
"Lolita" ucap Anita saat melihat nama pengirim nya.
"aduuuh ... bagaimana ini?" kaget Anita hingga membuat nya tak merasa mengantuk lagi setelah membaca pesan dari sahabat tercinta nya itu.
"Bagaimana ini?. Lolita mau ke tempat kerjaan ku lagi. Kalau dia sampai ke kafe pasti dia bakal tau kalau aku udah gak kerja lagi di sana. Ya Tuhan..., aku harus bilang apa sekarang" risau Anita dengan raut wajah gelisah nya yang tak bisa di sembunyikan.
"Gak... gak. Lita gak boleh tau kalau aku udah gak kerja di sana. Dia gak boleh sampai datang ke kafe itu. Tapi gimana ngeyakinin dia biar dia gak curiga dengan alasan ku?" lanjut Anita berimprovisasi sendiri.
"Aku harus bilang, kalau di kafe lagi rame dan lebih baik aku yang nyusul mereka ke tempat nonton nya. Sepertinya itu lebih masuk akal" ucap Anita meyakinkan diri sendiri untuk membalas pesan sahabatnya itu.
Hingga akhirnya dengan rasa khawatir, Anita pun segera mengirim balasan kepada Lolita.
Singkat cerita Lolita pun mengiyakannya, dan Anita pun merasa lega.
"Ya Tuhan... terima kasih. Hampir saja aku ketahuan" ucap Anita bersyukur karena kebohongan nya kali ini berhasil lagi.
Sementara itu, Alex terlihat sudah siap dengan kemeja putih dan celana jeans hitam berpadu dengan kaca mata hitam yang membuatnya terlihat lebih muda dari umur aslinya.
Begitu juga dengan Lolita anaknya yang terlihat cantik dengan kaos pink berkalung kan slingbag kecil dan celana pendek yang memperlihatkan kulit mulus dan kaki panjang nya yang di hiasi sepatu kets berwarna putih.
Sehingga membuat orang lain yang melihatnya, menyangka mereka adalah sepasang kekasih, bukan anak dan bapak.
"Sayang... daddy sudah siap" teriak Alex di ruang tengah memanggil anak nya.
"Ok Dad. Tunggu bentar. Loli segera kebawah" teriak Lolita dari kejauhan pada daddy nya.
__ADS_1
Segera setelah ayahnya memanggil, Lolita melangkah ke bawah menghampiri daddy nya, kemudian terperangah melihat daddy nya sendiri yang sudah lama Lolita tak melihat ayahnya berpakaian kasual.
"Wow... dad" takjub Lolita melihat daddy nya sendiri.
"Daddy... keren banget dengan pakaian seperti itu, aku gak nyangka selama ini punya daddy setampan dan sekeren ini" puji Lolita pada daddy nya sendiri seraya senyum tersungging di bibirnya.
"Benarkah?" ucap Alex sambil bergaya memamerkan ketampanannya, alias narsis.
"Kamu kemana aja sayang. Punya daddy sekeren ini, kamu baru tahu" canda Alex pada Lolita sambil memeluknya sayang.
"Putri daddy juga cantik, slalu cantik di mata daddy" ucap Alex sungguh-sungguh.
"Ok... sekarang kamu mau ajak daddy kemana?" tanya Alex pada anaknya sambil melepaskan pelukannya.
"Hari ini aku pengen nonton di bioskop Dad, dan juga ngajak sahabat aku buat nonton bareng kita" ucap Lolita pada ayahnya.
"Gak apa-apa kan, Dad?" lanjut Lolita memastikan, karna sebelumnya belum memberitahu terlebih dahulu.
"Ngajak sahabat kamu?" tanya Alex sedikit kaget.
"Sahabat kamu yang waktu itu nginep dan nemenin kamu di rumah ini?" lanjut Alex memastikan.
"Iya Dad. Sekalian aku juga mau ngenalin dia sama Daddy" ucap Lolita antusias.
Berbeda dengan daddy nya yang terlihat kaget dan ragu-ragu menjawabnya tanpa Lolita sadari.
Alex merasa ragu untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan sahabat anak nya itu, karena kejadian malam itu yang membuat nya merasakan sesuatu saat berdekatan dengan Anita.
"Bagaimana ini, jika aku bilang tidak, pasti Loli curiga dan pastinya dia bakal kecewa" ucap Alex dalam hati merasa ragu dan serba salah.
"Tapi... mungkin tidak masalah kalau di depan banyak orang" lanjut Alex dalam hati meyakinkan diri sendiri.
"Ah.. sudahlah" geleng Alex mencoba menghilangkan kecemasannya.
Lolita yang merasa aneh melihat daddy nya tiba-tiba geleng kepala sendiri mulai bertanya.
"Dad are you ok?" sambil menatapnya heran.
Alex pun tersadar dan berkata "ah... yah.. kenapa sayang?" tanya Alex yang mulai sadar dari lamunan panjang nya.
"Dad... kenapa daddy geleng-geleng kepala?" tanya Lolita penasaran.
"Oh ini..." ucap Alex sambil menirukan suatu gerakan.
"Gak apa-apa sayang, ini leher Daddy tiba-tiba agak pegal aja" lanjut Alex ngeles.
"Oh..." Lolita percaya.
"Kalau gitu kita jalan sekarang yah" ajak Lolita tak sabar sambil menggandeng ayah nya.
Alex pun mengangguk dan menuruti saja kemana anaknya mau.
Di sisi lain Anita pun sudah siap dengan kemeja putih dan rok hitam selutut ala remaja Korea, begitu juga dengan rambut pendeknya sebahu yang terlihat cantik.
__ADS_1
Sebenarnya Anita adalah gadis yang tomboy dan apa adanya. Namun semenjak bersahabat dengan Lolita, Anita sering diberi arahan oleh Lolita untuk berpenampilan sedikit feminim.
Terlebih Lolita adalah salah satu penggila drama Korea yang membuatnya tentu menjadikannya sedikit terbawa arus hingga membuat sahabatnya Anita harus mengikuti gayanya.
Meskipun Anita tidak pernah ambil pusing dengan tingkah Lolita yang menjadikan nya model percobaan dan terkadang pula, tidak sedikit pakaian yang di berikan oleh Lolita pada Anita untuk menunjang penampilan nya.
Anita yang sudah merasa siap, segera menuju ke tempat yang sudah di janjikan.
Sekitar 30 menit dari kosan nya, Anita sudah sampai di mall tempat mereka janjian.
Sementara Lolita dan daddy nya sudah sampai terlebih dahulu. Mereka menunggu dengan sabar sambil mengantri membeli cemilan, sementara tiketnya sudah di booking terlebih dahulu.
Terdengar suara pemberitahuan tempat film yang akan mereka tonton sebentar lagi akan dibuka. Lolita yang mendengar hal itu, segera meninggalkan ayahnya yang sedang mengantri cemilan kemudian menelepon sahabatnya untuk mempertanyakan keberadaannya
"Hallo Nit. Kamu udah sampe mana?" tanya Lolita penasaran.
"Filmnya bentar lagi mau mulai nih" ucap Lolita memberitahu.
"Sorry Lit... Aku udah nyampe Lift, bentar lagi kesitu. Kamu duluan aja bareng ayah kamu, nanti aku nyusul. Nanti tiketnya kamu fotoin aja, nanti bisa di ambil bareng penjaga nya. Ok.." ucap Anita mencoba menenangkan.
Sementara itu, Alex yang melihat anaknya cemas langsung menghampiri sambil membawa cemilan yang sudah di belinya dan mempertanyakan kecemasan anaknya tersebut.
"Loli sayang ada apa. Apa sahabatmu itu tidak jadi datang?" pikir Alex penasaran.
"Bukan dad. Bukan begitu, dia jadi datang. Hanya saja sedikit terlambat" ucap Lolita menjelaskan.
"Lalu.. kenapa kamu harus cemas sayang" ucap Alex sedikit menenangkan.
"Lebih baik kita masuk lebih dulu, sebelum film nya dimulai. ok" bujuk Alex pada anaknya.
Lolita pun mengangguk pasrah sambil berjalan mengikuti ayahnya dan duduk di kursi yang agak atas yang telah di pesan.
Di sisi lain, setelah lift nya terbuka, Anita buru-buru mengejar waktu untuk segera masuk dan bertemu dengan sahabat nya tersebut.
Sementara itu, berhubung film belum di mulai, Alex mendadak ingin ke toilet. Kemudian terlebih dahulu bilang pada Lolita untuk menunggunya sebentar.
Dengan lampu yang cukup gelap, perlahan Alex menuruni tangga sambil menyibak lengan bajunya dan pada detik keluar pintu teater, Alex bertabrakan dengan seorang gadis yang membuat gadis tersebut hampir terjatuh.
Beruntung Alex segera menggenggam tangan gadis tersebut dan menariknya hingga kepala gadis tersebut membentur tubuh bidang Alex yang membuat jarak di antara mereka begitu dekat.
Kedua pasang mata mereka saling bertatapan, terdengar degup jantung masing-masing tak beraturan. Cukup lama mereka saling bertatapan.
Beruntung tidak ada orang yang melihat kejadian itu, yang mungkin bisa membuat orang salah paham.
Gadis itu ternyata Anita yang sedang buru-buru bertemu dengan sahabat nya karena tidak ingin mengecewakan.
Tapi Alex maupun Anita keduanya tidak saling mengenal hanya saja selalu di pertemukan dalam situasi yang tidak tepat.
Setelah mereka cukup lama bertatapan dan sedikit mengingatkan mereka pada kejadian-kejadian sebelum nya yang membuat perasaan mereka sedikit aneh dan terasa panas di hati dan pipi mereka.
Anita pun tersadar, saat pinggang nya terasa di peluk begitu erat dan sulit di lepas karena pegangan Alex yang masih belum sadar dari tatapan nya, hingga membuat Anita berusaha menjinjitkan kakinya yang memang kalah tinggi dari Alex.
Kemudian mencoba menjedotkan kepalanya sendiri hingga membentur mata Alex yang membuatnya tersadar dan merasakan sakit di matanya hingga melepaskan genggaman nya dari Anita.
__ADS_1