Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Merasa Khawatir


__ADS_3

Kemudian Anita mulai hendak bicara pada Alex saat dia tengah memeluknya.


"Tuan apa kau tidak apa-apa. Kenapa tuan membiarkan mereka memukul, tuan" ucap Anita tetap dengan tangisannya, sambil melepaskan pelukannya dan langsung menatap Alex, merasa khawatir dengan keadaannya.


Sementara Alex yang tengah terduduk di tanah dengan kaki berlutut menopang tubuhnya, hanya dapat tersenyum dengan wajah memar dan bibir yang terlihat berdarah saat Anita bertanya dan menatapnya langsung dengan air mata yang ikut menetes di pipi Anita.


Alex juga merasa tidak mengerti kenapa dirinya bisa berkorban seperti itu hanya demi Anita yang selama ini sering membuatnya kesal dan berdebat terus. Tapi kali ini, Alex tidak mau melihat Anita sampai terluka oleh para preman tersebut.


Sementara si Eman yang sudah tidak sabar membawa Anita untuk di bawa ke juragannya, segera menghampiri Anita dan menarik tangannya supaya berdiri.


"Sudah cukup dengan drama tidak penting ini. Kau harus segera ikut denganku untuk membayar semua hutang pamanmu itu" ucap ketua preman tersebut sambil menarik tangan Anita.


"Lihat!. Paman mu saja sudah menghilang, kabur entah kemana. Jadi sebagai gantinya kau harus ikut bersamaku untuk menemui juragan Wiguna" lanjut ucapnya sambil memperlihatkan bahwa pamannya sudah pergi menghilang.


Bukannya membantu ponakannya sendiri yang tadi sempat ingin menolongnya, Jaka malah pergi dan kabur memanfaatkan keadaan.


Sementara Anita yang tadi sudah janji pada Eman akan mengikuti kata-katanya setelah anak buahnya tidak lagi memukul Alex, terpaksa harus mengikuti kemauannya untuk ikut menemui juragan Wiguna.


Dan saat Anita berniat hendak meninggalkan Alex dengan dirinya yang masih menangis tersendu-sendu, perlahan melepaskan pegangan tangannya dari jari-jari Alex.


Namun tiba-tiba langkahnya terhenti tidak bisa melangkah lebih lanjut saat Anita telah berbalik dari wajah Alex dan hendak melangkah mengikuti ketua preman tersebut.


Dan membuat ketua preman tersebut tidak dapat membawa Anita pergi begitu saja. Rupanya Alex dengan kuat menahan tangan Anita untuk tidak bisa pergi bersama mereka.


Kemudian ketua preman tersebut segera berbalik menghadap Alex dan di lihatnya tangan Alex masih memegang tangan Anita dan enggan untuk melepaskan tangan Anita dari pegangannya.


"Heh... kau. Cepat lepaskan tanganmu itu. Apa kau ingin mati di tangan anak buahku, hah?" pekik ketua preman tersebut meminta Alex untuk segera melepaskan tangan Anita supaya tidak membuatnya ikut tertahan dari langkah kakinya.


"Berapa?" lirih Alex, dengan kepala yang masih tertunduk melihat tanah dan jari yang masih memegang erat tangan Anita.


"Apa maksud mu?" tanya ketua preman tersebut merasa tidak mengerti.

__ADS_1


"Berapa hutang yang harus di bayar pada juraganmu itu?" tanya Alex kembali, dengan posisi yang masih sama.


"Maksudmu hutang pamannya Anita?" tanya Eman dengan jelas meski tidak ada tanggapan dari Alex.


"Tidak tuan, jangan. Tuan tidak perlu membayarkannya. Biarkan saya ikut bersama mereka" ucap Anita merasa tidak perlu Alex membantunya kembali.


"Cepat katakan, berapa yang harus ku bayar?" ucap Alex tidak memperdulikan perkataan Anita padanya.


"Kau mau membayarnya. Kau tidak akan sanggup untuk melunasinya?" ucap Eman lagi, dan sedikit menyepelekan Alex. Dia tidak tahu siapa Alex sebenarnya.


"Lebih baik kau lepaskan tanganmu itu sekarang. Atau anak buahku akan segera menghajar mu lagi" lanjut Eman kembali menggertak Alex sambil melihat Alex perlahan berdiri di hadapannya dan membuatnya sedikit merasa ketakutan saat melihat Alex seperti itu.


Namun kali ini sepertinya Alex tidak akan lagi tinggal diam ataupun membiarkan para preman tersebut dengan mudah menghajarnya kembali, apalagi membawa Anita dengan mudahnya.


"Oh.. begitu menurutmu?" ucap Alex saat telah menarik paksa Anita ke dalam pelukannya.


Membuat para preman tersebut melongo dan kaget saat melihat Anita berhasil di tarik paksa oleh Alex.


Namun saat melihat tatapan Alex yang dingin dan penuh dengan rasa amarah yang tertahan, membuat para preman tersebut mendadak ketakutan.


Entah aura apa yang di miliki Alex sehingga membuat para preman itu mengingat kembali apa yang tadi Alex lakukan pada mereka sebelumnya.


Hingga membuat mereka tidak mau lagi menerima pukulan Alex, seketika membuat mereka ragu-ragu untuk menghajar Alex kembali. Terlebih saat melihat Anita tidak lagi dalam ancaman ketua mereka.


"Kenapa kalian malah diam saja, cepat hajar dia" ucap ketua preman saat melihat para anak buahnya terlihat ragu-ragu hendak ingin memukul Alex.


"Tapi bos" ucap salah satu anak buahnya hendak ingin menolak dan terlihat ragu-ragu untuk melawan Alex kembali.


"Dasar anak buah tidak berguna" kesal Eman pada anak buahnya.


Namun karena diam-diam dirinya juga merasa takut pada Alex karena tidak bisa lagi menggunakan Anita sebagai sandranya.

__ADS_1


Terpaksa ketua preman tersebut mengalah dan tidak ingin berkelahi. Tapi tetap menginginkan uang dari mereka.


"Baiklah kalau begitu. Karena aku tidak ingin cape-cape menghajar mu. Kau harus mengganti uang yang sudah di bawa kabur oleh si Jaka" ucap ketua preman tersebut berlagak sok jago di hadapan Alex, takut anak buahnya memandang rendah dirinya.


"Kau harus menggantinya tiga ratus juta" lanjut ketua preman tersebut.


"Apa. Tiga ratus juta?" ucp Anita merasa kaget dan tak percaya.


"Apa kau yakin pamanku meminjam uang sebanyak itu?" tanya Anita memastikan dengan raut wajah yang masih tidak percaya.


"Kau pikir berapa. Warga kampung juga sudah tahu bahwa pamanmu itu tukang judi dan pemabuk. Dia saja sudah menghabiskan uang hasil jual rumah ibunya dengan sekejap mata. Apalagi dia berhutang dan tidak bisa tepat waktu untuk membayarnya tentu saja membuat bunganya menumpuk" ucap ketua preman menjelaskan.


"Sudahlah. Cepat mana uangnya. Mau membayarnya atau tidak?" lanjutnya tidak sabaran.


Kemudian Alex pun segera menuju mobil dengan di bantu oleh Anita untuk mengambil cek dan menuliskan nilai uang seperti yang ketua preman katakan tadi. Lalu memberikannya pada preman tersebut.


"Tiga ratus juta" ucap Alex setelah selesai menuliskannya dan hendak memberikannya pada preman tersebut.


"Tapi ingat setelah ini. Jangan lagi-lagi mengganggu Anita ataupun keluarganya" lanjut Alex berbicara dengan nada lemahnya dan sesaat menarik kembali cek tersebut saat ketua preman tersebut hendak ingin mengambilnya.


Kemudian setelah selesai berbicara Alex pun membiarkan ketua preman mengambil ceknya dari tangannya sendiri. Meski terlihat preman tersebut ragu-ragu untuk mengambilnya kembali dari tangan Alex.


Merasa masih takut setiap kali melihat tatapan dingin Alex. Tapi beruntung Alex merasa enggan untuk kembali melawan mereka lagi.


Lalu tiba-tiba warga sekitar datang dan melihat Alex yang terluka sedang berhadapan dengan para preman tersebut.


Membuat warga yang melihatnya mengira preman tersebut telah berbuat aniyaya pada Alex dan Anita.


Kemudian wargapun segera menghampiri mereka berniat untuk membantu Alex dan Anita. Tapi para preman tersebut sudah mendapatkan apa yang mereka mau, membuat mereka cepat-cepat segera pergi dari hadapan Alex dan juga Anita.


Lalu setelah itu, Anita pun segera membawa Alex ke puskesmas terdekat di kampung tersebut dengan bantuan warga sekitar untuk lebih dulu mengobati luka-luka Alex.

__ADS_1


__ADS_2