Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Benalu


__ADS_3

Kemudian Lolita pun kembali ke tempatnya sendiri untuk segera bekerja melakukan tugasnya.


Sementara itu, Rafi segera ke ruangan Alex dan memberitahu tuannya mengenai kejadian yang telah di alami anak perempuan tuannya tersebut.


Mendengar hal itu tentu membuat Alex merasa marah dan juga murka. Dia tidak terima anak perempuannya di perlakukan buruk oleh karyawan brengsek seperti Jono.


Meskipun Jono tidak tahu kalau Lolita adalah anak bos besarnya tersebut.


Tapi tetap saja, itu membuktikan bahwa siapa pun tidak boleh bertindak sesuka hatinya seperti Jono.


Kemudian tanpa berlama-lama lagi, Alex segera menyuruh Rafi untuk memanggil langsung Jono ke ruangannya.


Hal tersebut membuat karyawan lainnya merasa sedikit heran dan juga bingung. Begitupun dengan Jono sendiri yang merasa ke bingungan karena tidak biasanya tuan Alex memanggilnya langsung secara pribadi.


"Permisi... Apa tuan memanggil saya?" ucap Jono sambil membuka pintu ruangan Alex.


"Masuk ..." ucap Alex masih terlihat tenang.


"Berdiri di situ" ucap Alex kembali, sambil menunjuk Jono untuk berdiri di tengah-tengah ruangannya.


Kemudian Alex pelan-pelan menatap Jono dengan mengintimidasi. Dia masih ingin melihat reaksi Jono. Alex ingin tahu laki-laki tua bangka mana yang berani-beraninya mencoba menggoda anak perempuannya dengan memanfaatkan posisidi perusahaannya tersebut.


"Apa nama mu Jono?" ucap Alex bertanya.


"Iya benar, tuan Alex" ucap Jono entah mengapa sedikit merasa gugup.


"Sudah berapa lama kau bekerja di sini?" tanya Alex kembali.


"Sudah cukup lama, tuan" ucap Jono pada Alex.


"Kalau begitu... Mulai detik ini kau tidak perlu bekerja lagi di perusahaan ku.. Kau ku pecat" ucap Alex dengan lantangnya.


"Tat..tapi, tuan. Kenapa saya tiba-tiba di pecat. Apa salah saya, tuan?" ucap Jono merasa tidak salah apa-apa dan tidak mau menyadari kesalahannya.


"Beraninya kau bertanya apa salah mu... " ucap Alex merasa marah.


"Aku tidak menerima karyawan yang memiliki sikap kurang ajar pada karyawan lainnya apa lagi menggunakan posisinya untuk menekan karyawan lain" lanjut Alex berbicara pada karyawannya tersebut.


"Tapi... tuan. Saya tidak melakukan hal itu. Tuan pasti salah paham" ucap Jono mencoba membela diri.


"Pasti Lolita yang telah mengadu yang tidak-tidak pada tuan. Dia wanita yang tidak baik, tuan. Dia sendiri yang telah menggoda saya. Bahkan dia sering telat datang untuk masuk kerja. Pasti dia sudah menuduh saya yang tidak-tidak. Tuan jangan percaya padanya" lanjut Jono menjelek-jelekan Lolita.


Dia pikir dengan cara itu Alex akan percaya padanya dan tidak akan memecatnya. Tapi dia masih tidak tahu kalau orang yang dia jelek-jelekan adalah anak bosnya tersebut.


"Kurang ajar kau... berani-beraninya menjelek-jelekan anakku" ucap Alex tambah merasa kesal dan segera menarik leher kemeja pak Jono tua bangka tersebut.


Alex sudah tidak tahan mendengar anak perempuannya di hina di depannya sendiri.


"Kau pikir, kau siapa hah?" lanjut Alex merasa marah.


"Tit.. tidak, tuan. Saya tidak menjelek-jelekan anak tuan. Mana berani saya menjelek-jelekan anak tuan" ucap pak Jono masih belum sadar.


"Sa..saya hanya sedang membicarakan Lolita karyawan perusahaan ini, tuan" lanjut pak Jono berbicara dengan rasa takutnya dan terbata-bata.


"Aku tahu... Karena Lolita itu adalah anakku. Anak perempuan ku" ucap Alex dengan wajah marah dan dinginnya.


Membuat Jono yang mendengar hal tersebut, seketika itu langsung terkejut dan segera bersimpuh memohon dan meminta maaf pada Alex.


"Aa..a.. apa?" ucap Jono merasa kaget dan juga takut.


"Ma.. maaf, maafkan saya, tuan. Saya benar-benar tidak tahu. Tolong maafkan saya, saya mohon tuan. Jangan pecat saya." ucap pak Jono merasa benar-benar takut dan menyesal telah berbuat buruk pada Lolita.


"Rafi... cepat lempar dia keluar. Jangan biarkan dia kembali lagi ke perusahaan ini. Dan beri dia pelajaran, supaya tidak ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja di perusahaan mereka" ucap Alex pada Rafi dengan wajah yang masih nampak emosi.

__ADS_1


"Tit..tidak, tuan. Jangan... tolong maafkan saya. Saya janji, saya tidak akan melakukan hal itu lagi, tuan" ucap Jono masih berusaha meminta maaf pada Alex.


Namun Alex yang sudah terlanjur marah dan emosi, tentu tidak dapat menerima dan membiarkan orang-orang seperti Jono berkeliaran di perusahaannya.


Sementara itu, para karyawan lain nampak terlihat kepo dan penasaran dengan apa yang terjadi di ruangan Alex yang terdengar suara teriakan dari Alex.


Mereka nampak terkejut dan kebingungan karena lagi-lagi harus mendengarkan teriakan bosnya tersebut yang sedang marah pada seseorang.


Membuat mereka ingin tahu siapa yang berani membuat tuan mereka kembali marah-marah lagi.


Dan setelah mereka melihat dan tahu siapa yang keluar dari ruangan Alex tersebut, sedikit banyak membuat sebagian para karyawan wanita yang pernah di goda Jono merasa bersyukur dan senang setelah melihat siapa yang sebenarnya kena marah dan kena pecat tersebut oleh tuan Alex langsung.


Namun mereka juga penasaran siapa yang menyebabkan Jono sampai kena marah oleh CEO nya langsung.


Sebagian merasa harus mengucapkan terimakasih karena orang tersebut telah berhasil membuat Pak Jono keluar dari perusahaan itu.


Dan bagaimana pun mereka bersyukur atas keluarnya laki-laki tidak tahu diri seperti Jono itu.


Lalu tiba-tiba Lolita datang dan melihat beberapa orang karyawan sedang berkumpul membicarakan hal tersebut.


Membuat Lolita ikut penasaran dan mulai bertanya-tanya.


"Hey... kalian sedang apa. Kenapa pada mengumpul disini?" ucap Lolita dan bertanya pada karyawan yang sedang bergosip.


"Itu loh... pak Jono si tua bangka gak tahu diri itu, katanya udah di pecat sama tuan Alex. Kita ngerasa seneng aja, akhirnya orang kaya gitu bisa enyah juga dari perusahaan ini" ucap karyawan perempuan menanggapi pertanyaan Lolita.


"Jadi kalian juga pernah di goda oleh pak Jono?" ucap Lolita dan kembali bertanya memastikan.


"Tentu saja. Karyawan perempuan disini sudah banyak yang sudah berusaha di godanya. Tapi tidak ada yang berani mengadukannya. Karena dia itu selalu mengancam akan memecat atau memotong gaji jika sampai memberitahukannya pada orang lain apalagi pada atasan lainnya" ucap karyawan perempuan tersebut pada Lolita.


"Apa kau juga pernah di godanya?" lanjut karyawan perempuan tersebut bertanya balik pada Lolita.


"Tit.. tidak... Ya sudah kalau begitu. Terima kasih atas informasinya" ucap Lolita terbata-bata dan berpikir tidak perlu untuk mengatakannya pada orang lain.


Namun hal tersebut membuat nya merasa kepikiran dan sedikit bertanya-tanya dalam hati.


"Kenapa Daddy tiba-tiba memecatnya. Apa dia tahu kejadian tadi?" ucap Lolita dalam hati bertanya.


"Tapi... ya sudahlah. Biar tua bangka itu tahu diri, ternyata dia juga melakukannya pada karyawan lain. Dasar mata keranjang" lanjut Lolita dalam hati, mengingat karyawan lain juga menerima perlakuan buruk dari si Jono tersebut, kemudian Lolita segera beranjak dari tempat dirinya berdiri.


Sementara itu, Rafi segera mengeluarkan Jono dari ruangan tuannya dan di susul dengan para satpam yang sudah di panggil dari tadi untuk mengeluarkan paksa Jono dari perusahaan tersebut.


Mengingat Jono yang terus-terusan meminta maaf dan tidak ingin keluar kehilangan pekerjaannya.


Dan di sisi lain, Alex masih tidak menyangka anaknya dapat di perlakukan buruk oleh karyawannya sendiri, meski Lolita tidak mengatakan padanya.


Tapi itu membuatnya bertambah khawatir dan ingin segera memberitahu semua orang bahwa Lolita adalah anak perempuannya supaya para karyawan lain tidak lagi berani mengintimidasi dan memperlakukannya dengan buruk.


Alex segera menyuruh asisten pribadinya tersebut untuk memanggil Lolita di tempatnya.


"Benar-benar kurang ajar, beraninya dia menjelek-jelekan dan memfitnah anakku di hadapan ku sendiri. Benar-benar tidak tahu malu" ucap Alex masih merasa kesal saat mengingat kembali ucapan Jono.


"Rafi sekarang kau panggil anakku kemari. Aku ingin berbicara dengannya" lanjut Alex berbicara pada asisten pribadinya tersebut.


"Baik, tuan" ucap Rafi sambil menunduk sesaat sebelum dia keluar dari ruangan tuan Alex.


Kemudian setelah menunggu beberapa saat, Lolita segera datang dan bertanya pada ayahnya tersebut.


"Permisi... Apa anda memanggil saya?" ucap Lolita pada ayahnya, berpura-pura bersikap seperti orang lain, mengingat takut ketauan sekertaris ayahnya tersebut yang selalu memperhatikannya.


"Masuklah... duduk!" ucap Alex dengan tatapan dinginnya, sedikit tidak menerima dengan sikap Lolita yang masih berpura-pura menganggapnya orang lain.


Kemudian Lolita pun segera duduk di depan ayahnya tersebut.

__ADS_1


"Apa anda baik-baik saja, tuan?" ucap Lolita pada ayahnya.


"Bagaimana Daddy mu ini baik-baik saja kalau mendengar anaknya di perlakukan buruk di perusahaannya sendiri" ucap Alex sedikit menaikan nada bicaranya masih merasa kesal.


"Tet...tenanglah Daddy. Kau akan membuat orang lain mengetahui siapa aku sebenarnya" ucap Lolita mencoba menenangkan ayahnya tersebut.


"Sayang... bagaimana Daddy bisa tenang... Kenapa kamu masih berniat untuk menyembunyikan identitas asli mu. Apa kamu tidak senang memiliki ayah seperti Daddy mu ini?" ucap Alex merasa khawatir.


"Tit.. tidak Daddy... bukan begitu. Aku justru sangat senang memiliki ayah seperti daddy. Tapi untuk saat ini Daddy harus membantuku dan tidak boleh mengatakan apapun tentang kebenaran kalau aku anak daddy" ucap Lolita kembali mengingatkan.


"Dan Daddy harus tahu... Aku sudah menemukan beberapa orang yang telah terlibat dalam korupsi di perusahaan ini. Dan untuk itu, mereka tidak boleh mengetahui siapa aku sebenarnya. Apa Daddy mengerti?" ucap Lolita kembali berbicara pada ayahnya tersebut sambil sedikit berbisik-bisik.


"Jadi begitu... Tapi bagaimana kau bisa tahu?" ucap Alex mulai sedikit reda dengan kekesalannya dan bertanya pada Lolita.


"Karena aku tidak sengaja mendengar rencana mereka, dan Daddy tahu apa yang terjadi. Mereka malah menawari ku untuk ikut dalam bagian rencanannya" ucap Lolita memberitahu Alex.


"Apa?. Tapi bagaimana mereka bisa berani mengajakmu. Apa mereka tidak tahu kalau kamu..." ucap Alex masih merasa bingung dan kembali tersadar.


"Justru itu... mereka tidak tahu siapa aku sebenarnya. Apa sekarang daddy mengerti?" ucap Lolita meyakinkan ayahnya tersebut.


"Baiklah kalau begitu... Daddy sekarang mengerti. Tapi kamu harus berhati-hati. Dan Daddy mau setelah semua masalah ini selesai, Daddy akan mengumumkan posisi tinggi untuk mu dan mengatakan pada semua orang siapa kamu sebenarnya. Daddy tidak mau kamu di perlakukan buruk lagi oleh karyawan sini" ucap Alex menegaskan.


"Tapi Dad... " ucap Lolita hendak menolak niat ayahnya tersebut.


"Tidak ada tapi-tapian... Sekarang silahkan anda keluar dari ruangan saya" ucap Alex berlagak mengusir anaknya tersebut dengan lembut.


"Heemm.. mulai deh ngebosnya" ucap Lolita merasa sedikit bete sambil beranjak dari tempatnya duduk.


Lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan map di tangannya yang hendak meminta tanda tangan dari Alex.


Namun saat Lolita berpas-pasan dengan orang tersebut, dia mengenal laki-laki itu yang hendak berbuat buruk pada perusahaannya.


Dan diam-diam, Lolita memberi tahu pada ayahnya bahwa laki-laki itu yang sempat tadi dia bicarakan, orang yang sudah korupsi dan berniat untuk melakukannya kembali.


"Dia?.. Pasti map itu... Bagaimana aku memberitahu Daddy kalau orang ini yang berniat untuk korupsi lagi. Mana aku tadi lupa memberitahu Daddy siapa saja yang terlibat" ucap Lolita dalam hati saat melihat orang tersebut dan berlalu melewatinya.


Kemudian setelah dia keluar dari ruangan ayahnya, Lolita segera mengirim pesan singkat pada ayahnya mengenai orang tersebut melalui handphone yang dia ambil dari sakunya.


Beruntung sebelum Alex di minta untuk tanda tangan map tersebut. Dia lebih dulu menerima pesan dari Lolita untuk berhati-hati dalam menandatangani map yang akan di mintai oleh orang tersebut.


Membaca pesan dari anaknya, Alex tiba-tiba berubah menatap orang tersebut dengan tatapan tajam dan berhati-hati.


Dia tidak mengira orang yang selama bertahun-tahun ini dia percayai berani melakukan korupsi di perusahaannya tersebut.


Tapi Alex tidak langsung menuduhnya begitu saja hanya karena dapat informasi dari anaknya tersebut.


Dia harus mencaritahu sendiri dan mengumpulkan bukti-buktinya.


Tapi untuk saat ini, tatapan Alex yang tiba-tiba mengintimidasi orang tersebut membuatnya nampak terlihat ada kecemasan dan sedikit rasa takut saat melihat Alex terus menatapnya.


Dia nampak tiba-tiba berkeringat dingin, sepertinya dia mulai takut ketahuan apa yang hendak ingin di lakukannya dengan surat yang tengah di tanda tangani oleh Alex ke bongkar begitu saja.


Dan Alex yang sudah mengetahui niatnya, berpura-pura tidak tahu.


"Kau kenapa... Kenapa wajahmu mendadak berkeringat begitu?" ucap Alex berpura-pura bertanya dengan dinginnya.


"Tit.. tidak, tuan. Saya tidak kenapa-kenapa" ucap orang tersebut yang bernama Pak Dito.


Dia adalah salah satu manager ke uangan di perusahaan Alex yang sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaannya.


Namun Alex tidak menyangka bahwa dia berani melakukan hal yang merugikan perusahaannya tersebut.


Selain dia orang yang dapat di percaya oleh Alex tapi dia juga salah satu teman kuliahnya dulu yang dia pekerjaan di perusahaannya tersebut, tapi rupanya diam-diam Alex telah menyimpan benalu tanpa dia sadari.

__ADS_1


__ADS_2