
Setelah Anita menutup telponnya dengan terpaksa. Disudut jalan yang berlawanan, ada dua orang laki-laki dengan helm dikepalanya terlihat sedang memantau dan mengawasi Anita dari kejauhan. Sementara Anita yang tidak sadar sedang di ikuti, sedang memasukan hp nya kedalam tas ransel miliknya.
Tiba-tiba sebuah motor dengan cepat menjambret tasnya dari tangan Anita. Sontak Anita terkejut, terseret dan jatuh ke aspal. Anita yang teringat kalung pemberian dari sahabatnya ada di dalam tas ransel itu, seketika sadar dan mulai berteriak " jambret... jambret " sambil berlari berusaha mengejar motor tersebut dengan nafas yang Ter engah-engah.
Di sisi lain, ada sebuah motor besar ninja yang terlihat sedang mengejar motor yang menjambret tas Anita. Motor ninja tersebut berusaha terus mengejar penjambret tadi dengan kecepatan tinggi, sampai akhirnya mendahului dan menghadang motor penjambret itu dengan tidak ada rasa takut, sehingga membuat motor penjambret tersebut berbelok paksa, oleng dan tak terkendali, membuat pengemudi dan yang di bonceng nya terjatuh ke aspal. Beruntung tidak ada kendaraan yang lalu lalang sehingga penjambret tadi tidak terlindas kendaraan lainnya.
Beberapa orang pejalan kaki yang melihatnya segera mengamankan para pejambret tersebut tanpa ada main hakim sendiri kemudian membawa mereka ke pihak yang berwajib. Sementara tas yang di jambret nya di berikan kepada laki-laki yang menghadang para penjambret tersebut untuk di kembalikan kepada pemiliknya.
Anita yang masih terus berlari, berharap ada seseorang yang membantu nya mengejar para penjambret tersebut dan segera mengembalikan tas nya. Beruntung harapannya terkabul.
Di sela-sela mengambil nafas, karena terus berlari dan memutuskan untuk berhenti sejenak, tiba-tiba ada motor ninja tadi yang menghampiri nya. Kemudian menyerahkan sesuatu yang ternyata itu adalah tas miliknya. Sontak Anita pun merasa senang dan berucap syukur yang tak terhingga. Bukan karena uang atau hpnya yang ia harapkan selamat, tapi sebuah kado yang dia dapatkan dari sahabatnya yang tidak ingin dia hilang kan. Bukan karena kado itu yang bernilai mahal tapi karena yang memberi adalah sahabatnya yang tidak ingin dia kecewakan.
__ADS_1
"Apa ini milikmu?" tanya seorang laki-laki yang turun dari motor ninjanya sambil menyerahkan tas milik Anita pada nya.
"Ya Tuhan" ucap Anita merasa senang sambil menerima tas nya kembali "benar ini tas saya" ucap Anita antusias kemudian segera mengecek barang pemberian sahabatnya tanpa memperdulikan barang lainnya. "Terimakasih ya Allah" senyum syukur terpancar di wajah Anita sambil memeluk sayang kalung pemberian sahabatnya itu.
Sementara laki-laki yang menolong Anita hendak beranjak dan berjalan menghampiri motor ninja kesayangan nya. Kemudian Anita yang melihatnya segera menghentikan nya karena belum sempat berterimakasih. "Tunggu!" pinta Anita menghentikan langkah penolongnya "terimakasih. Terimakasih karena kamu sudah menolong saya" ucap Anita dengan tulus. "Oh iya. Perkenalkan nama saya Anita. Kalau boleh tahu, siapa nama anda?" tanya Anita sambil mengulurkan tangan dengan rasa penasaran yang ingin tahu siapa nama penolongnya itu.
Dengan terlihat berpikir-pikir, laki-laki tersebut sesaat mematung kemudian mulai melepaskan helmnya perlahan, yang menampilkan wajah tampannya yang bisa membuat sebagian gadis dan wanita histeris melihat nya begitu juga Anita yang sesaat dibuatnya melongo terpesona dan sejenak tak sadarkan diri. Sementara itu, laki-laki tersebut membalas uluran tangan Anita untuk memberi tahu siapa namanya "Rio" ucapnya memperkenalkan diri. "Lain kali hati-hati kalau jalan sendiri" ucapnya mengingatkan, tersenyum sambil berlalu meninggalkan Anita.
*
Sementara itu di kafe lain, terlihat laki-laki yang bernama Rio tadi yang sempat menolong Anita sedang menghampiri kerumunan orang-orang seuisianya yang sedang merayakan sesuatu di tempat tersebut." Hello brother" sapa nya pada salah satu orang di kerumunan tersebut. "Apa kabar semuanya. Sorry gue telat" ucapnya terlambat. "Habis dari mana emang Yo?" tanya salah satu gadis dari arah belakang Rio, yang ternyata dia adalah salah satu gebetannya yang bernama Dewi yang cukup over protektif. "Bisa-bisa nya kamu telat di hari ulang tahun pacar kamu sendiri" ucap Dewi merasa kesal pada kekasihnya itu yang dia tahu Rio memang terkenal playboy. Namun begitu, Dewi tetap berhasrat memiliki Rio seutuhnya.
__ADS_1
"Jangan marah gitu dong sayang. Kalau kamu marah, ilang cantik kamu di mata aku" rayu Rio mencoba menenangkan Dewi kekasih nya. "Aku telat, karena tertinggal sesuatu. Yaitu kado hadiah untuk kamu" ucap Rio sambil menyerahkan hadiah ulang tahun untuk kekasih nya itu. Dan dengan senyum yang mengembang tentu langsung diterima Dewi hingga melupakan kekesalannya pada pujaan hatinya itu.
Di sisi lain, Anita yang baru sampai di kosannya langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah dan prustasi setelah melewati hari yang cukup menjengkelkan hatinya. Dia mulai melamun dan teringat kejadian di kafe yang membuatnya harus dipecat karena ulah si pak tua keladi, pikir Anita merasa kesal pada Alex.
" Ya Tuhan...." ucap Anita sambil mengusap wajah nya prustasi "kenapa aku harus bertemu si tua bangka itu lagi?. Membuat ku sial saja" ucap Anita kasar merasa kesal dan menyalahkan Alex atas semua yang telah di lalui nya hari itu. Begitu juga dengan Alex yang masih kesal karena kejadian tersebut, membuatnya harus membatalkan meeting penting dengan klien nya. Hal itu membuat Alex semakin membenci gadis yang telah mengotori jasnya. Alex pun merutuki pertemuannya dengan gadis yang belum dikenal nya itu sebagai gadis pembawa sial.
Sementara itu, terlihat Lolita sedang bersiap diri untuk pergi ke suatu tempat. Namun tiba-tiba Daddy nya pulang, tapi hal itu membuat Lolita merasa heran karena Daddy nya pulang lebih awal dari biasanya.
"Loli sayang. Daddy pulang" ucap Alex memanggil anaknya "kemana dia, bukannya ini jamnya dia pulang dari kuliah" ucap Alex heran tak ada jawaban dari anaknya. " Oh mungkin dia lagi di kamar nya, lebih baik aku ke atas menghampiri nya. Lagi pula sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan putri kesayangan ku itu" ucap Alex menerka dan antusias untuk bertemu dengan putri kesayangan nya. Segera Alex menaiki tangga rumah nya menuju kamar Lolita tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Di lihatnya Lolita sedang bersiap untuk pergi kesuatu tempat, membuat Alex mempertanyakan hal itu.
Di ketuk pintu kamar Lolita sambil membukanya tok.. tok.. tok.. "Lolita sayang Daddy pulang. Daddy masuk ya" di buka nya pintu tersebut "sayang, apa kamu tidak mendengar Daddy memanggil mu?" tanya Alex sinis sambil menghampiri anaknya tersebut dan mencium keningnya rindu. "Maaf Deddy. Loli denger, tapi tanggung Loli lagi siap-siap mau pergi" ucap Lolita sambil menempelkan bulu matanya didepan kaca rias "Daddy tumben pulang cepet, biasanya lebih mentingin kerjaan dari pada anaknya sendiri sampe sakit pun gak di urusin" ucap Lolita sinis mengingat sikap Daddy nya yang lebih mementingkan pekerjaan saat dirinya sakit. "Maaf sayang, maaf banget. Daddy gak bermaksud ninggalin kamu saat sakit" ucap Alex tulus. "Gimana kalau sekarang Daddy temenin kamu, kemanapun kamu mau Daddy pasti akan turutin. Gimana, kamu mau?" bujuk Alex pada anaknya.
__ADS_1
Mendengar daddy nya berkata seperti itu, tentu membuat Lolita merasa senang dan tidak membuang-buang waktu. Selama ini, daddynya sudah jarang menghabiskan waktu dengan nya sehingga membuat Lolita terkadang merasa kesepian dan rindu masa-masa bersama daddy nya. Namun hal itu tidak membuat Lolita menjadi anak yang nakal atau pun bebas bergaul dengan siapa saja. Dan saat daddy nya bersedia menemaninya kemanapun, itu membuat dirinya tidak menyia-nyiakan hal tersebut.