Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Keputusan Pak Lurah


__ADS_3

Anita yang terus menangis, tidak sadar kalau dirinya sudah sah menjadi istri Alexander Wijaya. Karena kemarahannya pada Jaka yang tidak memberitahu bahwa neneknya sudah lama meninggal, membuat Anita tidak fokus bahwa dirinya sedang melangsungkan akad nikah dengan Alex.


Anita juga curiga bahwa pamannya lah yang menyebabkan neneknya telah meninggal dunia.


Dan saat melihat Jaka di hadapannya, hal itu mengingatkan Anita pada perlakuan buruk pamannya dulu, terhadap dia dan juga neneknya.


Selama ijab qobul pernikahan berlangsung, Anita terus kepikiran masa lalunya yang menyakitkan.


Bukan karena merasa dia tersakiti disiksa oleh pamannya tapi karena pamannya dengan tega memperlakukan neneknya dengan buruk yaitu ibu kandung pamannya sendiri.


Bahkan setiap kali Anita ingin melawan, pamannya slalu melampiaskan kemarahannya pada nenek tercintanya.


Itu sebabnya selama itu Anita hanya bisa pasrah di perlakukan buruk oleh pamannya supaya Jaka tidak memperlakukan neneknya dengan lebih buruk lagi.


Namun saat Anita mengetahui neneknya telah meninggal lama dan Jaka ada di hadapannya sekarang, hal itu membuat otak Anita mengulang kembali masa lalunya yang tadinya ingin dia kubur dalam-dalam.


Tapi saat Jaka sudah berada di hadapannya dengan cukup lama dan hatinya sudah penuh dengan amarah membuat Anita segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pamannya.


Lalu tanpa sadar keberanian dan tenaga Anita bertambah dan langsung menyeret pamannya dari dalam masjid untuk keluar tanpa perduli masih banyak warga yang melihatnya.


Sontak hal itu membuat orang-orang yang melihatnya pada bengong saat mereka selesai mengatakan sah pada ijab qobul Alex.


Termasuk pak Lurah dan Pak Haji masih terdiam melihat Anita yang tiba-tiba menyeret Jaka keluar, juga Alex yang merasa bingung.


Lalu kemudian setelah Anita membawa pamannya keluar, seketika itu dia menghajar pamannya habis-habisan.


Anita seperti kerasukan setan saat menghajar pamannya dengan begitu nafsu dan tanpa ampun.


"Selama ini aku sudah bersabar dengan perlakuan paman karena aku tidak mau melihat nenek ikut di perlakukan buruk oleh paman" ucap Anita meluapkan isi hatinya pada Jaka.


"Jangan pikir aku lemah tidak berani untuk melawan paman. Tapi sekarang nenek sudah tidak ada. Aku tidak perduli lagi jika hari ini harus di penjara karena telah membunuh laki-laki brengsek dan anak durhaka seperti paman" lanjut Anita bertambah berani dengan tetap menangis tidak bisa berhenti dan berteriak pada pamannya sendiri lalu kembali memukulnya.


Sementara Alex, pak Lurah, pak Haji dan lainnya mulai sadar dengan kebengongan dan kebingungannya, segera keluar dan melihat keadaan.


Namun saat melihat Anita terus memukul sambil terus menangis pilu dan meminta Jaka untuk mengembalikan neneknya, sedikitnya membuat mereka yang melihatnya merasa iba dan membiarkan sejenak untuk Anita meluapkan kemarahannya pada Jaka.


"Kenapa paman tidak memberitahuku kalau nenek sudah meninggal, kenapa paman, kenapa.... Apa yang paman lakukan pada nenek hingga membuatnya pergi meninggalkanku sendiri." ucap Anita sambil menangis terisak-isak dan terus memukul-mukul pamannya tidak perduli dengan warga yang terus menatapnya aneh.


"Kembalikan nenekku paman, kembalikan. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Selama ini hanya nenek yang menyayangiku dengan tulus dan sayang. Tapi kau sudah membuat nenek pergi untuk selama-lamanya. Aku tidak terima, cepat kembalikan nenekku...." lanjut Anita terus menangis dan memukul-mukul pamannya yang sudah tidak berdaya di tanah.


Kemudian Alex dan yang lainnya segera menghentikan Anita takut terjadi yang tidak di inginkan pada Jaka yang nantinya bisa membuat Anita harus di penjara.

__ADS_1


Namun warga yang melihatnya dan mendengar rintihan Anita seperti itu, mendadak membuat mereka menjadi merasa bersalah dan kasihan pada Anita.


Selama ini mereka sudah tahu bahwa Jaka memang anak durhaka, paman yang jahat dan juga orang tidak berguna yang sering membuat kegaduhan di kampung tersebut, sehingga membuat warga yang melihat Anita tiba-tiba menyeret dan memukulnya, mereka biarkan begitu saja.


Karena selama ini warga juga sudah bosan mengingatkan Jaka, namun tidak ada yang berani seperti apa yang dilakukan Anita saat ini pada Jaka.


"Anita sudah. Dia pamanmu sendiri, kau bisa membunuhnya" ucap Alex berusaha mengingatkan Anita dan menghentikan cengkraman tangannya di leher Jaka.


"Aku tidak perduli, dia sudah membuat nenekku meninggal. Dia juga harus mati" ucap Anita masih tidak sadar dengan apa yang telah dia lakukan pada pamannya.


Namun tiba-tiba suaranya melemah dan perlahan pingsan karena sudah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menghajar pamannya yang jahat itu.


Beruntung Alex sedang memeganginya dan kemudian Anita pingsan di pelukan Alex.


Lalu pak Lurah menyarankannya untuk membawa Anita kerumahnya. Karena yang pak Lurah tahu rumah nenek Anita sudah di jual oleh pamannya tersebut.


Kemudian Alex mengangguk dan membawa Anita di dalam pelukannya menuju rumah pak Lurah.


Sementara warga lain dan keamanan setempat di suruh pak lurah untuk segera mengamankan Jaka yang ikut pingsan akibat di hajar oleh Anita.


Meskipun sebenarnya warga tersebut enggan untuk membantu Jaka yang sudah di kenal warga kampung sebagai orang tidak berguna dan pembuat masalah.


Namun atas nama kemanusiaan, merekapun bersedia membantu Jaka membawanya ke puskesmas terdekat.


Namun tentu hal itu membuat juragan Wiguna tidak terima dan dia merasa di tipu oleh Jaka. Membuat juragan Wiguna marah besar dan menginginkan uangnya segera kembali dari Jaka.


Kemudian memerintahkan kembali supaya anak buahnya membawa Jaka kehadapannya.


Sementara itu Anita yang sudah di bawa ke rumah pak Lurah, segera Alex meletakkannya di kamar tamu.


Alex yang merasa khawatir melihatnya terus mendampinginya, membuat Alex tidak tega melihat Anita yang seperti itu.


Terlihat peluh keringat dingin di pelipis Anita dengan terus mengigau memanggil neneknya.


Alex berusaha menenangkannya sambil memegang tangannya erat dengan berjongkok disamping tempat tidur Anita.


"Nenek.. nenek. Aku ikut" lirih Anita dalam tidurnya sambil tetap menangis.


"Nenek.. Aku ingin ikut. Aku takut sendirian" lanjut Anita mengigau.


Karena selama ini dia bertahan dan menguatkan hatinya karena dia berpikir masih punya neneknya sebagai pegangan hidupnya. Yang sejak dari lama, Anita ingin segera membawa neneknya pergi ikut bersamanya. Meskipun sudah lama Anita tidak mendapat kabar dari neneknya tersebut.

__ADS_1


Namun entah apa yang akan terjadi kedepannya, setelah Anita sudah tahu bahwa pegangan hidup satu-satunya sudah tiada di dunia ini.


Alex yang melihat kesedihan Anita seperti itu membuatnya tidak percaya dan entah kenapa membuatnya meneteskan air mata dan hendak ingin menangis juga melihatnya.


Lalu diam-diam perlahan Alex menghapus air matanya cepat-cepat dan segera perlahan melepaskan tangannya dari tangan Anita.


Kemudian berusaha tegap kembali dan menemui tuan rumah untuk mencari tahu informasi tentang masa lalu Anita.


"Bagaimana, apa Anita sudah baikan?" tanya pak lurah saat melihat Alex datang menghampirinya di ruang tamu, juga ada pak Haji dan beberapa wakil warga yang menemani di ruangan tersebut.


"Sepertinya gadis itu.. maksud saya Anita. Sepertinya dia sangat terpukul setelah mengetahui neneknya telah meninggal" ucap Alex saat sudah di beri izin untuk duduk di hadapan mereka.


"Tapi tadi sudah terlihat sedikit tentang dan tertidur" lanjut Alex memberitahu.


"Syukurlah kalau begitu" ucap pak Lurah menanggapi.


"Tapi sebelumnya kami ingin bertanya. Bagaimana kejadian yang sebenarnya, sampai kalian bisa kedapatan warga seperti sedang melakukan apa yang warga tuduhkan?" tanya pak Lurah penasaran, ingin tahu kebenarannya dari pihak yang bersangkutan.


"Begini sebenarnya pak Lurah dan bapak-bapak semuanya. Saat itu saya mau membangunkan Anita, tapi karena dia tidak bisa di bangunkan hanya dengan di goyang-goyangkan tangannya, jadi saya berniat untuk membangunkannya dengan menepuk-nepuk pipinya hingga membuat saya harus lebih dekat untuk membangunkannya. Dan sebelum itu saya juga sudah membuka pintu jendela mobil terlebih dahulu supaya tidak ada yang mengira kami sedang melakukan hal yang tidak-tidak. Tapi sepertinya warga salah paham dan menuduh kami yang tidak-tidak" ucap Alex panjang lebar, meskipun tidak semua, apa yang dikatakannya benar.


"Tapi bagaimana dengan pakaian Anita yang terlihat berantakan?" tanya warga yang tadi sempat melihat pakaian Anita yang terlihat tidak sopan.


"Itu karena tangan saya tidak sengaja menarik bajunya saat saya berbalik kaget melihat warga yang tiba-tiba meneriaki kami" ucap Alex jujur, meski dirasa hal itu terdengar tidak mungkin oleh dirinya sendiri.


"Benarkah begitu?" tanya warga masih sedikit ragu-ragu mendengar alasan tersebut.


"Sudahlah. Mungkin dia ada benarnya juga, lagipula untuk apa dia membuka pintu jendela mobil jika ingin melakukan hal yang tidak-tidak. Bukan begitu pak Haji?" ucap pak Lurah menanggapi warga yang masih terlihat ngeyel, dan sedikit mencari pembenaran pada pak Haji.


"Itu benar. Kita tidak boleh menuduh orang yang tidak-tidak, apalagi masalah seperti ini harus ada saksi yang benar-benar melihat mereka berhubungan badan dan minimal 4 orang saksi yang melihatnya. Apa ada dari kalian yang melihatnya langsung, bahwa mereka telah berhubungan badan. Dan bukan hanya dari hasil foto yang bisa saja terlihat salah atau hanya berdasarkan praduga kalian saja" ucap pak Haji menjelaskan panjang lebar.


"Tapi pak Haji, bagaimana kalau praduga kami itu benar. Mungkin saja mereka sudah selesai atau baru mau melakukannya. Lihat saja itu bibirnya, pasti habis melakukannya" ucap warga yang masih tidak terima dengan alasan Alex ataupun dengan penjelasan pak Haji yang tidak boleh menuduh orang lain sembarangan menuduh jinah.


Sementara Alex yang di tunjuk bibirnya habis melakukan hal tersebut, membuatnya repleks meraba bibirnya sendiri sambil menyembunyikan kegugupannya karena merasa tersindir.


Meskipun itu benar bekas ciuman tapi bukan pada saat itu, hingga membuat orang-orang bertambah curiga padanya.


Namun segera Alex bersikap biasa kembali supaya orang-orang tidak merasa bertambah salah paham padanya.


"Sudah cukup. Kalian jangan menambah prasangka baru untuk membuktikan kesalahpahaman ini. Jika tidak ada dari kalian yang melihat langsung bahwa Anita dan laki-laki ini telah berhubungan badan, maka saya sebagai Lurah di kampung ini memutuskan, bahwa Anita tidak bersalah dan kalian harus melupakan kejadian ini dan jangan lagi menuduh Anita yang tidak-tidak. Mengerti!. Sekarang kalian bisa kembali ke rumah kalian masing-masing" ucap pak Lurah panjang lebar pada warganya.


Beruntung pak Lurah lebih bijak menanggapi permasalahan tersebut, meskipun masih ada saja orang yang tidak setuju dengan keputusan pak Lurah yang sudah di ambilnya.

__ADS_1


Namun meskipun begitu, Anita dan Alex sudah tetap sah menjadi pasangan suami istri tanpa mereka sadari.


__ADS_2