Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Menyadari


__ADS_3

Tanpa perduli Anita akan menanggapinya atau tidak, Alex terus saja berbicara dan membawakannya barang yang tadi dia ambil dari bagasi.


"Kenapa anda harus repot-repot membawakannya sendiri?" tanya Anita saat melihat barang-barangnya di bawakan oleh Alex.


"Tidak apa-apa, lagi pula aku sengaja membawakannya untuk mu" ucap Alex berusaha mengambil hati Anita.


Membuat Anita kembali terdiam dan enggan untuk menanggapi ucapannya.


Kemudian, tiba-tiba Alexa datang dan menghampiri ibunya. Dia berniat memperlihatkan kamarnya pada Anita.


"Mah... kenapa lama sekali. Ayo cepat, lihat kamar ku. Kamarnya bagus banget, pasti Mamah juga suka" ucap Alexa terlihat begitu antusias memamerkan kamar barunya pada Anita.


"Ayo Daddy juga ikut!" lanjut Alexa sambil menarik Alex bergiliran sampai membuat keduanya Alex dan Anita terlihat di tarik oleh Alexa untuk melihat kamar barunya.


Sesaat membuat Anita dan Alex saling menatap satu sama lain dan membuat mereka terlihat malu-malu kucing saat Alexa memaksa dan menarik mereka bersama-sama.


"I..iya sayang. Sebentar" ucap Anita setelah dia sadar menatap Alex.


Kemudian mereka pun mengikuti langkah Alexa yang terlihat cepat-cepat menuju kamarnya di rumah Alex.


"Lihat, Mah. Bagus kan kamarnya. Banyak mainannya juga, aku suka di rumah Daddy" ucap Alexa nampak bahagia.


Namun tanpa sadar membuat Anita merasa bersalah saat menyadari bahwa dirinya tidak bisa memberikan Alexa banyak mainan yang bagus seperti yang saat ini dia lihat di kamar baru anaknya tersebut.


"Iya sayang... Bilang apa sama Daddy dan Kak Lolita" ucap Anita berusaha tidak egois untuk kebahagiaan anaknya sendiri, meski sebenarnya dia tidak ingin Alexa terlalu di manjakan oleh keluarga ayahnya.


"Oh iya... Terima kasih Daddy. Terima kasih Kak Loli" ucap Alexa pada ayah dan kakaknya.


"Baiklah kalau begitu kalian beristirahat lah. Anita nanti Mbo Inah yang akan mengantarkan kamu ke kamar mu" ucap Alex pada Anita dan anaknya.


"Tidak Daddy. Aku yang akan mengantarkan Mami mudaku ke kamarnya" ucap Lolita dengan bangganya, tidak perduli hal itu membuat Anita merasa malu dan sedikit terdengar aneh mendengar Lolita menyebutnya seperti itu.


"Loli..." ucap Anita berbisik pada sahabatnya tersebut.


"Ya sudah, terserah kalian saja. Kalau begitu Daddy harus kembali ke kantor, Daddy pergi dulu ya" ucap Alex hendak pergi.


"Jagoan, Daddy pergi dulu ya" ucap Alex pada anak laki-lakinya sambil menyamakan tubuhnya dengan Alexa dan mencium keningnya sayang.


Kemudian Alex pun pergi menuju kantornya.


Sementara itu Anita yang masih terdiam tanpa sadar masih memperhatikan kepergian Alex dari hadapannya.


Dan Lolita yang melihat tatapan Anita langsung menggodanya.

__ADS_1


"Ciye...ciye... sepertinya bunga-bunga asmara mulai tumbuh lagi, nih?" ucap Lolita sengaja menggoda Anita yang saat itu sedang berada di sampingnya.


"Lita...." ucap Anita dengan memasang wajah seramnya, namun bukannya membuat Lolita takut malah menambah ke isengan nya.


Lolita segera berpura-pura bersembunyi di balik punggung adiknya tersebut.


"Sayang... Lihat mamah mu itu sepertinya ingin memakan kakak mu ini. Apa kau tidak ingin membela kakak cantik mu ini?" ucap Lolita bermanja-manja pada adik laki-lakinya itu.


"Tidak... Bagaimana mungkin mamahku akan memakan mu. Memangnya kau ini makanan" ucap Alexa dengan wajah polosnya.


Membuat Anita nampak tersenyum merasa lucu dengan tanggapan anaknya tersebut.


"Ah... kau ini. Tidak bisa di ajak kerja sama... Adikku ini pura-pura sok polos atau sok pintar di hadapan ku, hah?" ucap Lolita sambil mencoba menggelitik Alexa di depan Anita.


"Tidak kakak... Maafkan aku... ahahha... ampun geli" ucap Alexa saat Lolita membuatnya merasa geli dan tertawa bersama-sama.


Membuat Anita yang melihat kedekatan anak dan sahabatnya tersebut menjadi tersentuh dan terharu.


Dia sudah lama tidak melihat sahabatnya tersebut tertawa seperti itu apalagi melihat anaknya sebahagia itu.


Meski selama ini Alexa tinggal bersamanya tapi karena dia harus bekerja demi menghidupi dirinya dan Alexa, membuatnya hampir tidak pernah melihat Alexa bercanda tawa dengan orang lain selama ini.


Anita baru menyadari bahwa anaknya tersebut juga membutuhkan keluarga yang utuh untuk dapat membuatnya merasa senang dan ceria.


Rupanya selama ini, Anita mengira bahwa cukup dengan hanya mereka berdua dapat membuat Alexa hidup bahagia dan senang, tapi ternyata dia salah mengira itu semua.


Tidak perduli masa lalunya akan teringat kembali atau dirinya yang mungkin sedikit akan tersakiti, kini membuatnya tidak lagi memperdulikan hal tersebut dan mencoba membuang ego untuk kebahagiaan anaknya tersebut.


Meski dia masih merasa hubungannya dengan Alex masih terasa aneh dan membingungkan, tapi itu tidak lagi menjadi persoalan.


Selama Alex dapat menjaga batasannya dan Alexa merasa bahagia tinggal di rumah tersebut, dia akan berusaha bersikap biasa saja dan sewajarnya, pikir Lolita.


Malam hari pun tiba, waktunya makan malam. Namun sebelum itu, Anita tidak bisa tinggal diam begitu saja di rumah tersebut.


Dia segera ke dapur berniat membantu Mbo Inah menyiapkan malam.


"Mbo... Aku boleh bantu, ya" ucap Anita meminta izin.


"Jangan Non. Non Anita istirahat saja. Biar Mbo dan pelayan lain yang menyiapkannya" ucap Mbo Inah merasa tidak enak hati jika sampai Anita membantu pekerjaannya.


"Tidak apa-apa, Mbo. Dulu kan saya juga sering bantuin Mbo" ucap Anita mencoba mengingatkan Mbo Inah pada masa lalunya.


Namun bukannya Mbo Inah lupa dengan hal itu, tapi kini dia merasa antara dirinya dan Anita sudah memiliki status yang berbeda.

__ADS_1


Membuatnya mau tidak mau harus tahu diri dan menganggap Anita sebagai istri tuannya. Meskipun sebenarnya Anita tidak mengharapkan di perlakukan seperti itu.


"Sudah Mbo, biarkan saya membantu Mbo ya. Saya bosan di kamar terus" paksa Anita pada Mbo Inah hingga akhirnya Mbo Inah mengizinkannya.


"Mbo... Apa tuan sudah pulang dari kantornya?" tanya Anita mendadak kepo tentang Alex sambil melakukan bantuannya.


"Sepertinya sudah. Memangnya kenapa, Non?" ucap Mbo Inah dan sedikit bertanya.


"Mbo jangan memanggil saya Non. Disini saya bukan majikan Mbo. Panggil saja saya Anita seperti dulu Mbo memanggil saya" ucap Anita kembali mengingatkan.


Kemudian tiba-tiba Alex datang di tengah obrolan Mbo Inah dan Anita.


"Mbo... Kok sabun di kamar saya belum di ganti. Apa Mbo lupa menyuruh pelayan untuk menggantinya?" ucap Alex komplen pada Mbo Inah.


"Ya Allah.... Maaf tuan, Mbo lupa. Ya sudah Mbo ambilkan dulu" ucap Mbo Inah sambil menepuk jidatnya pelan lalu segera pergi.


"Aduh Mbo, kenapa jadi sering lupa begini" ucap Alex kembali protes sambil melihat Mbo Inah pergi.


"Mana aku sudah terlanjur basah lagi. Ini lagi Mbo Inah lama sekali mengambilkan sabunnya. Apa dia pergi ke supermarket dulu untuk mengambilnya?" ucap Alex berbicara sendiri mulai merasa kesal menunggu Mbo Inah.


Dan dia masih tidak sadar kalau ada Anita di hadapannya yang sedang memotong sayuran membelakanginya.


Sementara Mbo Inah pergi entah kemana mengambilkan Alex sabun mandi yang lupa di taruhnya tadi.


"Heh kau... cepat susul Mbo Inah. Suruh dia cepatan" ucap Alex pada Anita yang dia pikir seorang pelayan di rumahnya tersebut.


Kemudian tanpa berkata apapun dan tanpa berniat membantah Alex, Anita perlahan hendak menyusul Mbo Inah tanpa memperlihatkan wajahnya.


Namun hal itu membuat Alex tersinggung, dia menganggap Anita yang di sangkanya pelayan tersebut tidak sopan. Dia tidak menjawab ataupun memperlihatkan wajahnya untuk membungkuk menghormati ucapannya.


"Heh tunggu. Kenapa kau maen pergi saja. Apa kau bisu tidak menanggapi ucapan ku. Lancang sekali kau" ucap Alex nampak kesal sambil menghampiri Anita yang terdiam di tempat.


"Tunjukan wajahmu!" lanjut Alex sambil menarik tangan Anita dan membalikan wajahnya.


"Anita?" ucap Alex merasa terkejut saat melihat wajah Anita yang tadi di sangkanya seorang pelayan baru.


"Kenapa jadi kau?. Maaf, tadi aku pikir...." ucap Alex tidak berani melanjutkan ucapannya sambil melepaskan tangannya.


"Kenapa?. Apa anda pikir saya pelayan disini?" ucap Anita nampak terlihat sinis namun dia juga terlihat menjaga matanya dari pandangan tubuh Alex yang masih terlihat kekar seperti dulu.


"Tidak.. bukan maksudku seperti itu"


"Sudahlah, tidak perlu di perdebatkan. Lebih baik anda kembali dulu ke kamar mandi. Apa anda akan terus memamerkan otot-otot Anda di rumah sendiri" ucap Anita saat melihat Alex yang masih tidak sadar dengan tubuh setengah bugilnya.

__ADS_1


"Nanti biar saya antarkan" lanjut Anita berbicara.


"Ma... maaf kan aku" ucap Alex nampak terlihat malu-malu sambil menutupi tubuh setengah telanjangnya dengan tangannya sendiri.


__ADS_2