Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Mimpi Buruk


__ADS_3

"Tidaaaak...." teriak Alex histeris dari dalam kamarnya, rupanya Alex sedang mengalami mimpi buruk saat tadi ketiduran, merasa kelelahan setelah seharian beraktivitas. Pulang dari luar kota langsung kembali bekerja.


Sementara Anita yang dari tadi sudah menunggu di luar pintu kamar Alex untuk membawakan kopi yang tadi pura-pura bilang pada Mbo Inah, merasa kaget saat mendengar teriakkan Alex.


Anita pikir tadi, Alex lama-lama tidak membuka pintu kamarnya karena sedang di dalam kamar mandi. Rupanya Alex malah ketiduran dan tanpa sengaja membiarkan Anita berlama-lama di depan pintu kamarnya.


Kemudian dengan rasa panik dan kaget Anita memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Alex, melihat apa yang sebenarnya terjadi pada tuannya tersebut.


Tapi sebelum itu Anita merasa ragu-ragu untuk masuk tanpa seizin Alex lebih dulu.


"Tuan Alex?" ucap Anita merasa kaget saat mendengar teriakan dari dalam kamar tersebut.


"Kenapa dia berteriak seperti itu. Apa dia jatuh di kamar mandi?" tanya Anita berbicara sendiri masih berpikir kalau Alex sedang berada di kamar mandi.


"Aduuh ... bagaimana ini. Apa aku masuk atau tidak, ya" ucap Anita merasa bingung jika harus membantunya di kamar mandi, namun masih tetap di depan pintu kamar Alex terlihat masih berpikir-pikir.


Kemudian terdengar lagi suara Alex yang berteriak-teriak.


"Tidaaakkk... aku tidak mau, aku tidak mau kehilangan mu" teriak Alex terdengar merintih, membuat Anita merasa heran jika itu benar teriakan Alex yang terjatuh di kamar mandi.


"Sepertinya dia tidak sedang di kamar mandi. Lebih baik aku masuk ke dalam dan memastikannya sendiri" ucap Anita meyakinkan diri untuk melihat keadaan Alex langsung.


Beruntung pintu kamarnya tidak di kunci, lalu Anita pun segera masuk sambil tetap membawa secangkir kopi di tangannya.


Kemudian di lihatnya Alex sedang terlentang di atas kasurnya dengan masih menggunakan pakaian kantornya.


Segera Anita menaruh cangkir kopinya tersebut terlebih dahulu di atas meja samping tempat tidur.


Dan melihat kembali wajah Alex yang terlihat gelisah dan masih menutup matanya sambil kembali berteriak-teriak tidak ingin kehilangan seseorang.


Anita yang merasa khawatir segera naik ke atas kasur dan mencoba membangunkan Alex yang sedang berteriak-teriak ketakutan sehingga membuatnya terlihat berkeringat.


"Tidaak... jangan tinggalkan aku" teriak Alex dengan kalimat yang sama terdengar merintih dan terluka.

__ADS_1


"Tuan... bangun. Sadarlah... anda hanya sedang bermimpi" ucap Anita mencoba menenangkan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Alex supaya terbangun dari mimpinya.


"Tidak .. aku tidak mau kehilangan mu. Aku benar-benar mencintai mu. Jangan tinggalkan aku, aku mohon" ucap Alex tiba-tiba memeluk Anita dengan erat masih dalam keadaan bermimpi.


Tapi Anita yang tiba-tiba di peluk seperti itu mendadak diam dan merasa bingung. Dia tidak mengerti apa yang sedang di mimpikan Alex sore-sore begini, hingga membuatnya histeris seperti itu dan tanpa sadar memeluk dirinya dengan erat.


Dan sesaat membuat Anita bertanya-tanya dalam hati.


"Apa yang sedang dia mimpikan. Kenapa dia terlihat emosional sekali. Memangnya siapa yang akan meninggalkannya?" tanya Anita dalam hati merasa penasaran dan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Alex saat ini.


"Tuan tenanglah. Tidak akan ada yang meninggalkanmu. Bangunlah... tuan bangunlah" ucap Anita kembali mencoba menyadarkan Alex yang sedang berada di pelukannya saat ini.


"Sadarlah tuan. Anda hanya sedang bermimpi" Anita terus berusaha menyadarkan Alex yang masih terlihat menutup matanya.


Sesaat Anita merasa nyaman berada di pelukan Alex, entah perasaan apa yang kini menghampiri hatinya.


Dia merasa apa yang tengah di ucapkan Alex adalah untuknya. Hingga tanpa sadar di menjawab pertanyaan Alex yang tidak ingin kehilangan seseorang.


Namun bukannya Alex melepaskan pelukannya saat dia sadar dan melihat Anita sudah berada di hadapannya. Tapi dia semakin mengeratkan pelukannya dan berkata seperti yang tadi dia katakan di dalam mimpinya.


"Tuan... Anda sudah sadar?. Syukurlah kalau begitu. Makanya tuan kalau sore-sore itu jangan tidur-tiduran, tidak baik" ucap Anita saat melihat Alex sudah sadar dan menatapnya.


"Tidak Anita... tapi aku benar-benar takut mimpiku menjadi kenyataan" ucap Alex sambil memeluk Anita kembali.


"Aku takut... kau akan benar-benar meninggalkan aku" ucap Alex jujur, dia benar-benar merasa parno dan membuatnya dengan sadar mengatakan perasaannya pada Anita.


Namun membuat Anita yang mendengarnya sedikit tidak paham dan tidak mengerti. Dia tidak ingin salah paham dengan apa yang tengah di dengarnya saat ini.


"Maksud tuan apa. Kenapa tuan tiba-tiba berbicara seperti itu?" tanya Anita penasaran.


"Iya Anita. Aku bermimpi kamu meninggalkan aku, karena aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak bisa jujur dengan diri aku sendiri, bahwa aku mencintaimu. Dan dalam mimpi itu kau pergi meninggalkan aku, tanpa tahu bahwa aku sebenarnya mencintaimu" ucap Alex jujur dalam ketakutannya, tidak perduli reaksi apa yang akan di terima oleh Anita terhadap ke jujurannya tersebut.


Yang pasti saat ini, Alex tidak ingin mimpi buruknya itu menjadi kenyataan.

__ADS_1


Tapi pernyataan Alex tersebut membuat Anita sedikit tidak percaya dan membuatnya terdiam sesaat, mencoba meyakinkan dirinya dengan apa yang telah di dengarnya saat ini.


Dia merasa Alex hanya sedang melantur dan ingin membuatnya merasa gr dan besar kepala. Kemudian Anita pun segera melepaskan pelukan Alex dari tubuhnya.


"Tut.. tunggu, tuan. Tolong lepaskan saya dulu" ucap Anita meminta di lepaskan.


"Tuan jangan ngelantur... Jangan asal bicara begitu" ucap Anita saat Alex mulai melepaskan pegangannya.


"Tuan mau ngeprank saya, ya?" seloroh Anita pada Alex.


"Ohh... tidak bisa" lanjutnya.


"Sudah tuan jangan bercanda lagi. Lebih baik tuan segera mandi dulu. Dan jangan lagi tidur-tiduran sore hari. Kalau kata orang tua dulu itu pamali" ucap Anita masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Alex padanya.


"Sudah tuan... malah bengong. Ayo cepat.... bangun, dan cepat mandi sana!" lanjut Anita memaksa Alex untuk segera bangkit dari tempat tidur dan menyuruhnya untuk segera ke toilet dan mandi.


"Tapi.. Nit. Aku serius" ucap Alex mencoba meyakinkan Anita.


"Iya tuan, saya juga serius. Ayo cepat mandi dulu. Nanti kita bicarakan lagi. Oke" ucap Anita sambil menarik dan mendorong Alex untuk segera bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi.


Kemudian dengan terpaksa dan dengan wajah linglungnya, Alex mengikuti ucapan Anita yang menyuruhnya untuk segera mandi.


Dengan perasaan yang tidak menentu, Alex segera masuk kedalam kamar mandi. Namun tiba-tiba dia kembali membuka pintu kamar mandinya dan melihat Anita yang tersenyum sambil geleng-geleng melihat dirinya.


"Kau harus janji, ya. Kau tidak akan meninggalkan aku" ucap Alex di balik pintu kamar mandinya pada Anita.


"Iya, tuan...." ucap Anita hanya untuk membuat Alex diam.


Kemudian Anita pun perlahan meninggalkan kamar pribadi Alex sambil berbicara sendiri, menganggap apa yang telah Alex ucapkan padanya terdengar lucu di pikirkannya.


"Dasar aneh... bisa-bisanya dia menganggap mimpinya sebagai kenyataan. Memangnya aku mau pergi kemana?" ucap Anita saat melangkah kan kakinya di atas tangga.


"Lagi pula kalau pun aku harus pergi, memangnya kenapa?" lanjut Anita berbicara sendiri.

__ADS_1


__ADS_2