Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kakakmu


__ADS_3

"Anita, kamu kemana saja. Kenapa kamu tiba-tiba menghilang begitu saja. Apa kamu sudah tidak menganggap ku sebagai sahabatmu lagi, sampai kamu tidak pernah mengangkat panggilan ku dan tidak pernah mengabari ku selama ini?" ucap Lolita setelah beberapa saat memeluk sahabatnya tersebut.


"Kamu jahat Nita... Tega kamu membuatku khawatir selama ini. Dan sekarang aku benar-benar merindukanmu" lanjut Lolita dan kembali memeluk sahabatnya itu.


"Maaf Loli, aku tidak bermaksud menjauh dari mu dan membuatmu khawatir seperti ini" ucap Anita sambil terlihat ikut menangis memeluk sahabatnya.


"Sudahlah lupakan. Seharusnya aku juga minta maaf padamu, karena Daddy ku pasti telah membuat hatimu terluka. Maafkan aku dan Daddy ku, Nita" ucap Lolita berterus terang.


"Tunggu... Jadi, apa kamu sudah tahu kalau..." ucap Anita merasa terkejut namun juga terlihat ragu-ragu untuk melanjutkan ucapan dan mengutarakannya, Anita merasa Lolita telah mengetahui bahwa dirinya dan ayah sahabatnya tersebut pernah ada hubungan spesial di antara mereka namun dia masih ragu untuk mengatakannya.


"Iya... sebenarnya aku juga sudah tahu kalau kalian sudah pernah menikah. Dan aku juga sangat senang saat mengetahui hal itu. Tapi sebelum aku kembali dan mengatakannya, kamu sudah tidak ada" ucap Lolita memberitahu dengan wajah sebelnya karena di tinggal pergi begitu lama oleh sahabatnya tersebut.


"Mah?" ucap Alexa memanggil Mamahnya.


Membuat Anita juga Lolita mengarahkan pandangannya pada Alexa. Kemudian mereka segera berjalan menghampiri dengan Anita lebih dulu mendekati anaknya.


"Iya sayang, kenapa?" ucap Anita begitu lembut pada anaknya, sambil berjongkok menyamakan posisi tubuhnya dengan Alexa yang sedang duduk.


"Tante itu siapa?" tanya Alexa pada ibunya sambil melirik sedikit pada Lolita.


"Oh iya sayang... Tante itu sahabat baik mamah, namanya Lolita" ucap Anita memberitahu pada anaknya.


"Dan aku ini juga kakak mu. Akhirnya aku punya saudara laki-laki yang lucu, imut dan tampan seperti mu " celetuk Lolita sambil mendekati Alexa dan sedikit beberapa kali mencubit gemas pipi Alexa tanpa ragu dan dengan tersenyum senang bertemu dengan adik laki-lakinya tersebut.


Membuat Alexa mengernyitkan kening merasa bingung, juga Anita yang terkejut dengan celetukan sahabatnya tersebut pada anaknya, apalagi suster yang saat itu masih menemani Alexa.


Hingga membuat Suster terlihat merasa heran dan bengong saat tanpa bermaksud mendengarkan pembicaraan mereka, namun pengakuan Lolita yang menyebutnya sebagai kakak pasiennya.


Membuatnya sedikit penasaran bagaimana pasiennya tersebut dapat memiliki ibu dan kakak yang terlihat seumuran di matanya. Namun dia hanya bisa terdiam dan mengerjapkan matanya. Lalu sesaat kemudian berpikir, mungkin maksudnya sebagai kakak angkatnya.


"Maksudnya bagaiman, mah?" tanya Alexa merasa tidak mengerti dengan hubungan yang di katakan Lolita padanya.

__ADS_1


"Euhmm.. begini sayang, kamu masuk dulu ke kamar ya. Nanti mamah jelasin. Sekarang mamah bicara dulu sama sahabat mamah" ucap Anita masih merasa bingung untuk menjelaskannya dan lebih memilih mengalihkan pembicaraan dan membuat anaknya lebih dulu masuk ke kamar rawatnya.


"Suster, tolong bawa anak saya ke kamarnya, ya. Nanti saya menyusul" lanjut Anita berbicara pada Suster yang tidak jauh dari hadapannya. Dan beruntung Alexa mengikuti ucapan ibunya tersebut.


Sementara itu, Lolita yang hanya dapat melihat interaksi tersebut merasa kecewa saat melihat Alexa harus di bawa pergi dari hadapannya saat ini.


"Nita, kenapa kamu malah menyuruhnya pergi. Pada hal aku masih ingin lebih dekat dengannya" ucap Lolita pada Anita.


"Dia itu lucu sekali, mirip banget dengan Daddy waktu masih kecil" lanjut Lolita berbicara sambil melihat Alexa tengah di dorong oleh Suster dengan kursi rodanya menuju kamar inap.


"Loli dari mana kamu tahu kalau anakku adalah anak dari Daddy mu?" tanya Anita pada Lolita.


Anita merasa bahwa dia belum pernah berbicara kalau Alexa adalah anak dari Alexander Wijaya yang juga ayah dari sahabatnya tersebut.


"Tentu saja aku tahu. Ini kamu lihat, dia mirip banget kan dengan wajah anak kecil yang ada di foto itu!" ucap Lolita sambil memberikan sebuah foto usang dari dalam tas nya pada Anita.


"Foto itu di ambil saat Daddy ku masih unyu-unyu seperti itu. Itu artinya anakmu pasti dari benih Deddy ku. Jadi aku berpikir dia juga pasti akan menjadi adikku" lanjut Lolita berbicara Anita dengan percaya diri dan sedikit bercerita mengenai foto tersebut yang begitu mirip dengan Alexa.


Meskipun Anita memang berpikir anaknya tersebut mirip ayahnya tapi dia tidak mengira bahwa wajah masa kecil Alex memang begitu mirip dengan Alexa.


Gambar Alex waktu kecil bagaikan pinang di belah dua. Dan jika orang lain yang melihatnya akan mengira bahwa itu adalah foto Alexa saat ini.


"Pantas saja tuan Alex langsung mengenali Alexa sebagai anaknya. Rupanya Alexa begitu mirip dengan wajah masa kecilnya. Bagaimana ini, aku tidak akan bisa mengelak dan menyembunyikan kebenaran bahwa Alexa memang anak dari tuan Alex, ayahnya Lolita" ucap Anita dalam hati terlihat gelisah dan serba salah.


"Nita, kenapa kau malah melamun. Apa kau baik-baik saja?" tanya Lolita saat melihat Anita terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu.


"Ii..iyah... aku baik-baik saja" ucap Anita terbata-bata terlihat gelisah dan cemas memikirkan tentang anaknya.


Entah apa yang membuat Anita masih saja berpikiran bahwa Alex akan membawa anaknya tersebut dari kehidupannya.


Bahkan setelah mengetahui bahwa Lolita sudah merestui dan menyetujui hubungan di antara dirinya dan ayah sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Seolah Anita tidak ingin berurusan lagi dengan Alex ataupun Lolita sahabatnya.


Sepertinya Alex sudah membuat Anita trauma, sehingga membuatnya tidak ingin lagi berhubungan dengan mereka.


"Lolita, lebih baik kamu pulang. Aku tidak ingin Daddy mu berpikiran yang tidak-tidak lagi" ucap Anita pada Lolita dengan membalikan tubuhnya tidak ingin memperlihatkan wajah sedihnya karena harus berkata seperti itu pada sahabatnya tersebut yang baru dia temui.


"Tapi kenapa Nita. Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Lolita merasa tak menerima ucapan Anita padanya.


"Tidak, Loli. Bukan begitu" ucap Anita merasa serba salah.


"Lalu kenapa kau mengusirku. Apa karena kau masih marah pada Daddy dan melampiaskannya padaku, begitu?" ucap Lolita menduga-duga.


"Aku mohon Loli. Aku tidak bisa mengatakannya padamu. Lebih baik kamu pulang saja" ucap Anita tidak ingin berdebat lebih lama lagi dengan Lolita.


Kemudian dia pun pergi meninggalkannya setelah berbicara seperti itu, dan menyusul anaknya ke kamar.


Sementara itu, Alex sudah berada di rumahnya. Dia nampak terlihat bahagia dan senang setiap kali mengingat pertemuannya dengan Anita yang sudah lama dia cari-cari, terlebih saat dia mengetahui bahwa dia memiliki anak dari Anita.


Dia ingin segera bertemu lagi dengan Anita dan anaknya, Alexa. Dia sudah tidak sabar untuk memberitahu Lolita bahwa dirinya sudah berhasil menemukan sahabatnya tersebut tanpa dia tahu bahwa Lolita sedang bertemu dengan Anita.


Kemudian Alex mencari-cari anaknya tersebut di dalam rumah sampai ke kamarnya Lolita, namun dia tidak menemukannya.


Hingga akhirnya Alex memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu ke kamar pribadinya.


"Sayang... Lolita sayang" teriak Alex tidak sabar memanggil anaknya dari tengah rumah, kemudian berlari menaiki tangga menuju kamar Lolita saat tidak mendengar jawaban.


"Loh kok gak ada. Apa dia belum pulang dari kantor?" ucap Alex saat melihat ke dalam kamar anaknya dan melihat jam di tangannya yang menandakan seharusnya Lolita sudah pulang ke rumahnya dari tadi.


"Apa dia mampir ke tempat lain dulu?" tanya Alex pada dirinya sendiri.


"Ya sudahlah, lebih baik aku mandi dulu" lanjut Alex berbicara sendiri.

__ADS_1


__ADS_2