Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Kepikiran


__ADS_3

Sementara Anita, rupanya diam-diam dari tadi saat perempuan tersebut terus berbicara pada Alex, Anita mulai merasa tidak suka dan terus memperhatikan Rosa yang gelagatnya seperti mencari perhatian Alex.


Entah apa yang sedang di rasakan Anita saat ini, tapi yang jelas apa yang di lakukan perempuan tersebut membuat Anita tanpa sadar merasa cemburu.


Seperti saat ini, Alex yang sedang meminum kopi latte tanpa sengaja ada sedikit cream yang menempel di sudut bibirnya.


Hal itu membuat Rossa yang saat itu melihatnya dan duduk berdekatan dengan Alex, dengan perhatiannya segera mengambil tisu dan melapnya langsung di hadapan semua orang.


"Alex... " ucap Rossa pada Alex sambil memberi kode dan menunjuk dengan tangannya berniat memberitahu apa yang menempel di sudut bibirnya.


Dan Alex mencoba mengikutinya, tapi hal itu belum dapat membersihkan cream yang ada di sudut bibirnya tersebut.


"Tunggu sebentar jangan bergerak, ok" ucap Rossa berbicara pada Alex sambil mengambil tisu dan mengusapkannya pada sudut bibir Alex.Tidak perduli hal tersebut di lihat oleh orang banyak.


Tapi Alex juga merasa bodo amat dengan ekspresi wajah dinginnya, dan dengan apa yang telah di lakukan Rossa padanya.


"Apa-apaan dia itu. Apa dia sengaja membiarkan cream kopi menempel di bibirnya, supaya mendapatkan perhatian dari perempuan itu?" ucap Anita dalam hati, dia nampak menatap tajam dan memperhatikan apa yang tengah di lakukan Rossa pada Alex saat itu.


Sementara Raja yang berniat menawarkan makanan lain pada Anita, tanpa sengaja melihat raut wajah Anita yang terlihat nampak marah sambil menatap ke arah Alex dan Rossa.


Raja yang mengerti akan hal itu, kembali diam dan pura-pura tidak tahu dengan hal tersebut.


Meski dirinya agak merasa kecewa mengetahui Anita diam-diam masih memperhatikan Alex.


Dan meski Anita pernah mengatakan bahwa dirinya sudah tidak ada hubungan lagi dengan Alex, tapi sepertinya apa yang saat ini Raja lihat dan dengan melihat tatapan Anita pada Alex membuat nya sedikit ragu akan hal tersebut.


"Terima kasih" ucap Alex pada Rossa namun dengan wajah datar dan dinginnya.


Dan saat bersamaan, tiba-tiba Anita berdiri dan meminta izin untuk pergi ke toilet sebentar dengan wajah yang dia tahan untuk marah.


"Permisi semua nya saya izin ke toilet dulu" ucap Anita saat berdiri.


Raja yang melihatnya mengerti, apa yang di lakukan Anita sedang menghindar untuk tidak melihat kedekatan Alex dengan wanita lain.


Sementara itu, Anita yang sudah berada di toilet tiba-tiba meluapkan kekesalannya dan menggerutu sendiri.

__ADS_1


"Dasar laki-laki... Terima kasih, Terima kasih... Menyebalkan" ucap Anita kesal sambil beberapa kali mengulang kata-kata Alex yang mengucapkan terimakasih pada Rossa tadi.


Sepertinya Anita tidak terima kalau melihat Alex berbicara sopan dengan wanita lain dan juga terlihat dekat dengan Rossa.


"Sebenarnya siapa wanita itu. Kenapa dia terlihat begitu dekat dengan tuan Alex?" ucap Anita penasaran.


"Tapi kenapa juga aku harus perduli" lanjut Anita berbicara sendiri dan lagi-lagi dia mengabaikan perasaannya untuk Alex.


Sementara itu, Alex yang melihat raut wajah Anita yang nampak menahan kesal merasa aneh.


Dan setelah beberapa saat Anita pergi ke toilet, Alex juga berdiri dan meminta izin untuk ke toilet.


Tapi sebenarnya Alex diam-diam mengikuti Anita dan mencari tahu rasa penasarannya tersebut.


Sementara itu, Anita segera keluar dari dalam toilet sambil tetap menggerutu dan berbicara sendiri.


"Kenapa perasaan ku masih kesal begini. Memangnya kenapa kalau Alex tua bangka itu sedang dekat dengan wanita lain" ucap Anita masih merasa kesal setelah keluar dari dalam toilet.


"Ayolah Anita... Sadarlah... Biarkan saja dia dekat dengan wanita lain. Memangnya kau siapa harus marah padanya?" lanjut Anita berbicara kembali mengingatkan dirinya sendiri.


Tapi dia tidak tahu kalau Alex tengah mendengarkan ucapannya dan diam-diam bersembunyi melihatnya.


"Tapi sepertinya Anita mulai merasa cemburu padaku. Baguslah, itu berarti dia masih ada perasaan dengan ku. Tapi bagaimana caranya supaya dia mengakui perasaannya sendiri" lanjut Alex berbicara sendiri dengan pelan-pelan.


Sementara itu, Anita yang tidak sadar kalau dirinya sedang di awasi, dia segera kembali ke kursinya tadi.


"Sepertinya aku sekarang sudah tahu harus melakukan apa supaya dia tidak lagi membohongi perasaannya sendiri" ucap Alex dengan tersenyum mendapatkan ide sambil melihat Anita pergi dari pandangannya.


"Tuan, apa aku boleh pergi sekarang?" ucap Anita bertanya pada Raja dengan berbisik-bisik setelah dia duduk kembali sesaat.


"Memangnya ada apa Anita. Kenapa kamu ingin buru-buru pergi?" ucap Raja dan bertanya pada Anita.


"Ehmm... Saya hanya..." ucap Anita merasa bingung harus mengatakan alasan yang sebenarnya.


"Sudah tidak apa-apa. Kau boleh pulang sekarang. Aku akan mengantarkan mu" ucap Raja pada Anita.

__ADS_1


Dan sebenarnya Raja sudah mengetahui apa yang membuat Anita ingin buru-buru pergi dari tempat tersebut.


"Tidak usah, tuan. Aku akan pulang sendiri. Lebih baik tuan tetap disini, tidak sopan jika tuan harus meninggalkan nyonya Rossa sendirian disini" ucap Anita pada Raja saat melihat Alex tidak ada di tempat dan akan tidak sopan jika membiarkan Rossa sendirian jika Raja ikut pergi bersamanya.


"Kalau begitu, kamu tunggu sebentar. Tunggu sampai tuan Alex kembali dari toilet dan menemani nyonya Rossa disini" ucap Raja memberi solusi, dia kekeh pada pendiriannya untuk tetap mengantarkan Anita olehnya.


"Tapi tuan..." ucap Anita mencoba menolak kembali.


"Maaf semuanya... Apa aku terlalu lama di toilet?" ucap Alex dan mulai berbasa basi.


Membuat Anita menghentikan ucapannya pada Raja.


"Oh ya berhubung meeting masalah pekerjaan sudah selesai. Apa kita akan melanjutkan pertemuan ini kembali?" lanjut Alex bertanya pada mereka.


"Sepertinya kami akan segera pulang, tuan. Mungkin lain waktu kita bisa melanjutkan perbincangan nya lagi" ucap Raja berterus terang.


"Baiklah kalau begitu. Berarti untuk saat ini kita cukup sampai disini. Terima kasih untuk kerjasama yang telah kita sepakati sekarang. Mudah-mudahan kedepannya tidak terjadi masalah-masalah yang tidak di inginkan" ucap Alex sambil berdiri dan bersalaman dengan Raja.


Kemudian Raja dan Anita lebih dulu melangkah pergi. Sementara Rossa masih di tempat bersama Alex.


Diam-diam Anita berbalik ke belakang untuk melihat interaksi Rossa dengan Alex. Dia juga merasa penasaran, apa yang sedang mereka bicarakan setelah dirinya dan Raja pergi lebih dulu.


Sementara itu, Rossa mengajak Alex untuk nanti makan malam bersama. Dan saat Alex melihat Anita sedang memperhatikannya. Dengan terpaksa Alex menerima ajakan Rossa untuk makan malam bersamanya.


"Oke baiklah... Nanti malam kita akan makan malam bersama" ucap Alex sambil membenarkan rambut Rossa ke telinganya, dan diam-diam hal tersebut Alex lakukan untuk membuat Anita kembali cemburu yang saat itu masih melihatnya diam-diam.


Kemudian Raja dan Anita sudah berada di dalam mobil. Namun fokus Anita masih terganggu dengan bayangan Alex yang memperlakukan Rossa dengan baik dan dekat.


Membuat Raja yang beberapa kali mengajaknya berbicara merasa terganggu dan geleng kepala saat melihat Anita tidak fokus mendengarkannya.


"Anita... Apa kamu sedang memikirkan tuan Alex yang sedang dekat dengan Nyonya Rossa?" ucap Raja bertanya pada Anita mencoba meyakinkan apa yang sedang dipikirkannya.


"Ah... tidak.. Aku tidak memikirkan siapa pun" ucap Anita mencoba mengelak, tapi raut wajahnya tidak dapat berbohong.


Tapi Raja yang pengertian, mencoba untuk tidak membicarakan Alex lagi.

__ADS_1


"Maaf Za aku berbohong pada mu. Bagaimana mungkin aku bilang padanya kalau aku sedang memikirkan tuan Alex" ucap Anita dalam hati.


"Lagian... apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaan ku ini. Kenapa aku jadi terus kepikiran kalau tuan Alex dengan wanita lain?" lanjut Anita berbicara kembali dalam hati.


__ADS_2