Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Lari Lagi


__ADS_3

Sementara Lolita masih dengan kebingungannya tetap berusaha mencerna apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Kemudian perlahan dia duduk di meja yang biasa ayahnya gunakan untuk membaca koran. Sambil berkali-kali melihat gambar Anita, meyakinkan bahwa matanya baik-baik saja.


Lalu di lihatnya Mbo Inah sedang berjalan menyiapkan sarapan pagi. Kemudian Lolita memanggil Mbo Inah mencoba mencari tahu apakah matanya yang bermasalah ataukah deddy nya yang sedang berpura-pura membohonginya.


"Mbo sini Mbo..." panggil Lolita meminta Mbo Inah untuk datang kepadanya.


"Iya non... kenapa" tanyanya saat berada di hadapan Lolita.


"Mbo coba lihat gambar ini" pinta Lolita pada Mbo Inah.


"Inikan tuan Alex, ayahnya Non. Waahh tuan Alex hebat ya bisa masuk koran terus" ucapnya polos, saat melihat gambar tuannya terpampang di koran.


"Bukan Mbo... bukan itu maksud saya. Coba Mbo lihat lagi baik-baik gambarnya, siapa yang bersama deddy di gambar itu?" pinta Lolita sopan, menjelaskan.


"waaahh... pacarnya tuan ya Non?. Cantik sekali" ucap Mbo Inah jujur, menyangka pacar tuannya yang ada di gambar tersebut.


"Iya Mbo memang cantik. Tapi coba Mbo lihat lebih dekat lagi" ucap Lolita masih mencoba meyakinkan dirinya dengan apa yang akan di katakan Mbo Inah padanya.


"Kok.. saya seperti pernah melihat gadis ini Non. Tapi dimana ya?" ucap Mbo Inah membuat Lolita kembali tersenyum dan menunggu ingatan Mbo Inah yang meyakinkannya bahwa dia tidak salah menebak.


"Ayo Mbo... ingat-ingat lagi" pinta Lolita pada Mbo Inah.


"Lah... ini bukannya temennya Non yang sempat beberapa kali kesini itu. Yang namanya... Anita bukan ya Non?" ucap Mbo Inah jujur, membuat Lolita merasa yakin bahwa dirinya tidak salah melihat gambar sahabatnya yang sedang bersama daddy nya tersebut.


Tapi Lolita merasa masih bingung dan heran kenapa daddynya harus berpura-pura tidak mengenal wanita tersebut sebagai sahabatnya.


Kemudian Lolita melihat kembali ke arah Mbo Inah yang mempertanyakan kedekatan tuan nya bersama sahabatnya di gambar tersebut.


"Apa tuan Alex pacaran sama temennya..." tanya Mbo Inah merasa penasaran, tapi langsung di suruh berhenti oleh Lolita.


Lolita meminta Mbo Inah untuk diam-diam saja dan jangan sampai mengatakannya pada siapapun. Karena dia sendiri juga belum yakin dengan hubungan mereka, terlebih mengingat sahabat dan ayahnya terbilang memiliki jarak usia yang jauh.


Dan juga akan sedikit aneh dan orang-orang akan berpikir yang tidak-tidak tentang sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Namun sebenarnya, Lolita cukup merasa bahagia mengetahui Ayahnya sedang dekat dengan sahabatnya tersebut. Terlepas dari umur dan persahabatan yang Lolita jalin dengan Anita.


Sementara itu di kosan, Anita baru bangun dari tidurnya setelah ikut bersama Alex ke pesta semalam.


Membuatnya merasa lelah sampai dia tertidur dengan gaun yang semalam dia gunakan dari Alex. Dan pagi ini dia harus kembali bekerja karena kebagian shift pagi.


Segera dia membuka gaun tersebut dengan rasa kesal yang membuatnya agak kesulitan membukanya.


"Aduuhh.... pagi-pagi begini si tua ****** itu sudah membuatku sulit saja. Lihat ini, gaun nya sudah membuatku repot saja, aku jadi sulit begini untuk membukanya" gerutu Anita saat hendak membuka gaun pemberian Alex.


"Sepertinya dia tidak puas hanya dengan mempermainkan ku dengan perintah ngasal nya itu. Tapi lihat, barangnya pun ikut mempersulit diriku" kesal Anita menyalahkan Alex yang tidak tahu apa-apa.


Kemudian setelah berhasil melepaskan gaunnya, Anita segera membanting gaun tersebut ke sembarang arah. Seolah gaun itu adalah Alex yang terus-terusan mempersulit dirinya.


Anita masih merasa kesal karena Alex terus membuatnya bermasalah.


Setelah meluapkan kekesalannya pada gaun, Anita segera bersiap diri untuk berangkat bekerja.


Sementara itu di tempat lain, Alex sudah selesai dengan aktivitas paginya. Kini Alex sudah berada di depan meja makan, sambil sesekali mengecek pekerjaannya di leptop.


Sementara Lolita yang dari tadi memperhatikan ayahnya merasa tidak ada yang aneh ataupun sikap menyembunyikan sesuatu dari daddynya.


"Sayang.. kenapa kamu dari tadi memperhatikan daddy terus?" tanya Alex yang merasa di perhatikan oleh anaknya, meski mata nya tetap fokus kelayar tablet. Tapi Alex menyadari bahwa anaknya sedang memperhatikannya.


"Apa kamu ingin mengatakan sesuatu pada daddy?" lanjut Alex bertanya, sekarang sambil fokus menatap anaknya, Lolita.


"Ehm...? " ucap Lolita kaget.


"tidak dad... tidak. Aku hanya ingin menatap Daddy saja. Daddy terlihat lebih tampan kalau sedang sibuk bekerja, fokus menatap tablet seperti itu" ucap Lolita sekenanya, belum merasa yakin dengan apa yang dipikirkannya.


"Kamu ini bisa saja sayang. Daddy nya siapa dulu dong" ucap Alex sambil tersenyum membanggakan diri pada anaknya yang ditanggapi Lolita dengan senyuman juga.


Sementara Anita yang sudah selesai menyiapkan diri, segera dia pergi ke stasiun. Tidak lagi memesan ojol, dirasa terlalu mahal dengan uang yang dia punya saat ini, pas-pasan.


Namun saat dia berjalan sudah beberapa langkah, tiba-tiba ada sebuah mobil mewah berwarna hitam terus saja mengikutinya.

__ADS_1


Anita mencoba untuk berhenti, mobil tersebut pun ikut berhenti terus seperti itu sampai beberapa kali. Hingga akhirnya Anita mencoba berlari, merasa takut terus di ikuti seperti itu.


Kemudian mobil tersebut ikut menancap gas saat melihat Anita berlari, sambil membuka jendela kaca mobil tersebut.


Lalu Anita yang tidak biasa berlari sudah merasa kelelahan, pada hal baru beberapa meter.


Sementara itu pengemudi yang berada di dalam mobil segera keluar saat melihat Anita berhenti menarik nafas merasa cape ngos-ngosan.


Dilihatnya orang yang keluar dari mobil tersebut ternyata dia adalah Raja, sengaja mengikuti Anita untuk mengajak dan mengantarkan Anita bersamanya.


Namun Anita yang tidak tahu malah kabur dan berlari sampai dia berhenti sendiri karena kecapean.


"Azza..." ucap Anita sambil ngos-ngosan menahan rasa capenya berlari saat melihat Raja yang baru keluar dari dalam mobilnya.


"Ya Tuhan.... kenapa orang-orang suka sekali melihatku kabur dan berlari" ucap Anita dalam hati, mengingat sudah berkali-kali dia kabur dan berlari akhir-akhir ini, karena kesalahpahaman nya sendiri.


"Maaf Nit, sudah membuat mu berlari seperti itu" ucap Raja merasa bersalah di balik pintu mobilnya.


"Masuklah... Biar aku antara kamu ketempat kerjaan mu. Lihat kondisimu sudah berkeringat seperti itu" ucap Raja meminta Anita untuk masuk kedalam mobilnya.


"Tapi Za..." ucap Anita hendak menolak.


"Sudah... gak ada tapi-tapian. Ayo masuk lah. Apa kamu ingin terlambat ke tempat kerjaan mu" ucap Raja mencoba membujuk Anita.


Tanpa mencoba menolak lagi akhirnya Anita ikut bersama Raja, mengingat tubuhnya yang mulai berkeringat dan cuaca bertambah panas.


Sementara stasiun masih lumayan jauh jika dengan berjalan kaki dan orang-orang pasti merasa tidak nyaman jika harus melihat nya basah dengan keringat. Meskipun sebenarnya masih ada waktu banyak untuk Anita pergi ketempat kerjaannya.


"Baiklah. Aku ikut dengan mu. Tapi apa kamu tidak bekerja, pagi-pagi sudah ada disini" ucap Anita dan sedikit bertanya.


"Kamu masuk dulu. Nanti kita bicara lagi di dalam mobil. Ok" pinta Raja pada Anita.


Kemudian Anita segera masuk dan duduk di samping Raja. Setelah Raja melihat Anita memasang seatbeltnya dengan benar segera Raja menancap gasnya dan melaju dengan hati-hati.


"Aku kerja. Tapi tadi aku melihatmu berjalan, jadi aku pikir, aku sekalian saja ajak kamu dan berniat nganterin kamu. Apa aku salah?" ucap Raja menjelaskan dan sedikit bertanya setelah mobil berjalan.

__ADS_1


"Kamu gak salah. Tapi kenapa kamu malah membuntuti ku dan membuatku takut saja. Bukannya langsung keluar" ucap Anita jujur.


"Kalau begitu aku salah telah membuat mu takut. Maafkan aku" ucap Raja dengan senyuman manisnya.


__ADS_2