Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Apa, Menikah?


__ADS_3

"Jadi yang waktu di club itu dia juga" ucap Raja setelah diam-diam mendengarkan ucapan Lolita tersebut. Teringat saat dia tiba-tiba mencium Lolita tanpa sengaja.


"Sudah cukup jangan menangis lagi.. Seperti tidak pernah ciuman saja" ucap Raja setelah dia datang dan berhadapan dengan Lolita dan ibunya.


Raja berkata seperti itu, pada hal dia sendiri baru pertama kali berciuman dengan wanita yaitu dengan Lolita sendiri.


Mendengar ucapan Raja yang terdengar mengejeknya, membuat Lolita kembali menangis dan bertambah keras.


"Huaahh... Lihat itu tante. Anak tante malah mengejek ku. Dia sudah mengambil ciuman pertama ku. Dan sekarang dia malah mengejekku..." ucap Lolita dengan tangisan rengeknya mengadu pada nyonya Maia.


Lolita tanpa ragu dan segan kembali merengek pada ibunya Raja. Padahal dia baru pertama kali bertemu dengannya.


Tapi seolah di antara mereka sudah lama kenal dan tanpa segan.


Dan nyonya Maia juga tidak merasa marah ataupun ilfil dengan tingkah laku Lolita padanya.


Justru dia merasa kasihan dan mulai menyayangi Lolita yang di anggapnya sebagai calon menantunya.


"Raja... kau ini malah membuatnya tambah menangis. Cepat minta maaf padanya!" ucap nyonya Maia pada anaknya.


Dan rupanya Lolita sengaja melakukan hal tersebut dan diam-diam menjulurkan lidahnya pada Raja tanpa sepengetahuan nyonya Anita yang saat itu sedang berada di sampingnya.


Membuat Raja yang melihat ejekan Lolita langsung menunjukan mata melotot nya dan hendak marah padanya.


Namun hal tersebut di manfaatkan Lolita untuk kembali menangis lebih kencang supaya Raja di omeli oleh ibunya sendiri.


"Lihat itu tante!. Dia malah melototiku. Aku mau pulang saja" ucap Lolita sengaja memanas-manasi nyonya Maia dan hendak bangkit dari duduknya untuk segera pergi dari tempat tersebut.


"Jangan sayang... Kamu tunggu dulu disini. Kamu jangan pergi kemana-mana dulu, ya" ucap nyonya Maia menghentikan Lolita yang hendak bangkit dan pergi.


"Raja.. Mami bilang apa tadi. Cepat minta maaf!" ucap nyonya pada anaknya.


"Ayo minta maaf" ucap nyonya Maia kembali menyuruh anaknya untuk minta, saat melihat Raja masih saja diam dengan egonya.


"Oke baiklah.." ucap Raja dengan menahan rasa kesalnya untuk Lolita.


"Aku minta maaf" ucap Raja nampak terlihat tidak tulus.


"Yang tulus dong sayang.... Masa ngomongnya begitu" ucap nyonya Maia kembali protes.


Kemudian Raja pun mulai menarik nafasnya merasa jengah dan harus mengalah.


"Lolita sayang... aku minta maaf" ucap Raja dengan berlagak manis dan tulus, meski Lolita tahu itu hanya sandiwara Raja.


Tapi setidaknya dia merasa menang dan berhasil membuat Raja mengalah. Hingga membuatnya tersenyum, merasa menang.


"Baiklah... sekarang kalian sudah baikan. Mami minta kamu jangan melakukan lagi hal seperti tadi, sebelum kalian benar-benar menikah. Mengerti!" ucap nyonya Maia pada anaknya.


"Dan kamu sayang... sudah berapa lama kalian pacaran?" lanjut nyonya Maia bertanya pada Lolita.


Membuat Lolita sedikit merasa kebingungan untuk menjawab hal tersebut.


"Itu..." ucap Lolita pelan, nampak terlihat kebingungan sambil melirik ke arah Raja untuk meminta bantuan.


"Sudahlah Mih, jangan tanya itu dulu. Mami kan baru ketemu sama Lolita. Lebih baik kita makan malam dulu" ucap Raja mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ayo sayang... kamu juga pasti belum makan, kan?" ucap Raja pada Lolita dengan sok manisnya sambil perlahan mendekati dan memeluk pinggang Lolita untuk meyakinkan ibunya bahwa mereka sudah baikan kembali.


"Oh iya mami lupa... ya sudah, ayo kita makan malam dulu" ucap nyonya Maia pada mereka berdua.


"Ta.. tapi. Saya harus segera pu.." ucap Lolita terbata-bata hendak ingin segera pergi dari tempat tersebut.


Namun Raja segera membisikan sesuatu pada Lolita.


"Kamu sudah berjanji padaku. Sekarang kamu harus ikuti kataku. Jangan membuat mami ku curiga lagi" ucap Raja berbisik di telinga Lolita sambil tetap merangkul pinggangnya untuk tidak pergi kemana-mana.


"Kalau tidak.. Aku pastikan Anita dan ayahmu itu tidak akan pernah bersatu lagi" lanjut Raja berbisik pada Lolita mencoba memperingati kembali.


"Kamu.." ucap Lolita kembali tersulut emosi sambil menatap wajah Raja, namun dia masih dapat menahannya.


Rupanya Raja telah mengetahui kelemahan Lolita, setiap kali Raja mengancamnya dengan membawa-bawa nama sahabat dan ayahnya tersebut, membuat Lolita seketika mengikuti ucapannya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, Lolita sangat menyayangi dan mengasihi Anita dan ayahnya. Tentu dia tidak ingin melihat keretakan di antara mereka, setelah sekian lama mereka kembali bersatu.


Membuat Lolita mau tidak mau harus mengikuti ucapan Raja.


Dia tidak mengira Raja yang sebelumnya terlihat pendiam dan calm, rupanya memiliki sifat pemaksa dan sedikit kasar. Bahkan dia sempat mengagumi Raja sebelum Lolita mengetahui sifatnya yang seperti saat ini.


"Ayo... Kenapa kalian masih disitu saja!" ucap nyonya Maia setelah lebih dulu jalan duluan dan berbalik melihat mereka kembali.


"I..iya Tante" ucap Lolita terbata-bata, sesaat setelah dia merasa sedikit terkejut saat menatap wajah Raja dengan raut wajah marahnya.


Kemudian mereka pun segera ke meja makan untuk segera makan malam yang sudah tersedia di atas meja.


Mereka mulai menyantap hidangan makan malam. Namun rupanya nyonya Maia masih penasaran dengan pertemuan dan hubungan mereka.


Dan lagi-lagi nyonya Maia bertanya hal yang sama pada Lolita, namun Raja yang berniat membantu Lolita menjawab pertanyaan ibunya malah membuat nyonya Maia merasa bingung dengan jawaban mereka yang berbeda, meski Raja dan Lolita menjawabnya secara bersamaan.


"Maksud kalian bagaimana?. Mami jadi bingung" ucap nyonya Maia pada mereka berdua sambil menghentikan sesaat makan malamnya.


Membuat Raja dan Lolita saling menatap satu sama lain, merasa sedikit khawatir karena jawaban mereka berbeda.


"Begini, Mih. Maksudnya.... kita memang sudah lama kenal dan baru pacaran baru-baru ini, begitu" ucap Raja mencoba meyakinkan ibunya.


"I..iya benar Tante. Itu maksudnya" ucap Lolita segera membantu Raja meyakinkan nyonya Maia.


Beruntung nyonya Maia percaya dengan apa yang mereka katakan padanya.


"Baiklah kalau begitu... Mami mengerti" ucap nyonya Maia.


"Kalau begitu, kapan kalian akan segera menikah?" lanjut nyonya Maia langsung ke intinya.


"Apa, menikah?" ucap Lolita dalam hati namun wajahnya nampak terkejut dan sedikit tersedak minumannya sendiri.


"Maaf.." ucap Lolita segera meminta maaf saat dirinya sedikit tersedak.


"Hati-hati, sayang. Pelan-pelan minumnya" ucap nyonya Maia perhatian.


Dia tidak sadar kalau ucapannya lah yang membuat Lolita tersedak seperti itu.


"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya nyonya Maia pada Lolita.


"Mami sih nanya nya begitu, pasti bikin Lolita terkejut... Kita kan belum lama pacaran, Mih" ucap Raja menanggapi hal tersebut.


"Bagaimana mami tidak menanyakan masalah pernikahan, kalau lihat kelakuan kamu yang seperti tadi. Mami gak mau sampai kamu ngehamilin anak orang sebelum menikah" ucap nyonya Maia berterus terang.


"Mami.... " ucap Raja merasa sedikit kesal pada maminya tersebut.


"Bisa-bisanya mami berpikiran seperti itu tentang anak mami sendiri" lanjut Raja berbicara.


"Makanya cepat-cepat lah menikah, biar Mami mu ini tenang dan gak mikir kemana-mana" ucap nyonya Maia menanggapi ucapan anaknya tersebut.


Sementara Lolita hanya dapat terdiam dan melihat interaksi ibu dan anak tersebut.


Hingga sampai mereka selesai makan malam Lolita pun segera hendak pergi dan pamitan pada mereka.


Namun saat dirinya hendak pergi, nyonya Maia sesaat memeluk Lolita dengan sayang. Dan entah mengapa membuat perasaan Lolita tiba-tiba menghangat dan merasa sedikit senang di perlakukan seperti itu.


"Terima kasih sayang. Tante sangat senang melihat kamu ada disini" ucap nyonya Maia pada Lolita setelah dia tiba-tiba memeluknya.


"Kapan-kapan kamu harus membawa pacarmu ini ke rumah kita, Raja. Papi pasti akan senang juga melihatnya" lanjut nyonya Maia berbicara pada Raja yang berada di sebelah Lolita.


"Iya, Mih. Tapi sekarang aku antarkan Lolita sampai ke parkiran dulu, ya. Nanti setelah itu, Raja anterin mami pulang ke rumah" ucap Raja pada ibunya.


"Iya sayang" ucap nyonya Maia, namun matanya masih tetap menatap Lolita.


Kemudian Raja pun segera mengantarkan Lolita menuju parkiran.


Dan sebelum itu, nyonya Maia masih tetap melihat kepergian mereka sampai mereka masuk ke dalam lift.


Dan setelah mereka masuk ke dalam lift, tiba-tiba Lolita segera menjauh dari Raja, merasa kesal karena melibatkannya dalam kebohongan tersebut.


Beruntung mereka hanya berdua di dalam lift tersebut, jadi tidak ada orang yang akan melihat perdebatan mereka berdua.

__ADS_1


"Sekarang katakan. Kenapa kak Raja harus membohongi mami sendiri dan melibatkan aku dengan kebohongan ini?" tanya Lolita setelah sedikit menjauh dari Raja.


Namun Raja hanya menatapnya lekat-lekat sesaat dan tanpa berniat untuk mengatakan yang sebenarnya pada Lolita, bahwa dia juga terpaksa harus berbohong pada ibunya untuk memberikan kebahagian di sisa-sisa akhir hidup maminya tersebut.


Jika bukan karena ibunya yang di bilang sedang sakit parah oleh ayahnya, Raja juga tidak ingin melakukan hal tersebut. Apalagi meminta tolong pada anak dari seorang ayah yang telah mengambil hati pujaannya tersebut.


"Hello... kenapa diam saja. Apa anda tuli atau bisu?" ucap Lolita sedikit kesal dan sinis pada Raja.


Namun Raja tidak menggubris ucapan Lolita dan hanya berlagak dingin tak memperdulikannya.


"Jadi begini cara anda bersikap pada orang yang telah membantu" ucap Lolita kembali merasa kesal dan tidak di hargai.


"Dasar wajah es... kepala batu" lanjut Lolita saat dirinya merasa benar-benar di abaikan.


"Apa kau bilang. Katakan sekali, lagi!" ucap Raja mulai berbicara meski dengan rasa kesalnya.


"Kenapa?.... Kepala batu" ucap Lolita tambah di sengaja.


"Katakan sekali lagi!" ucap Raja mulai kembali menakut-nakuti Lolita dengan terus mendekatinya hingga dia mundur perlahan dan menabrak dinding lift.


Membuat Lolita terdiam dan sedikit takut dengan sikap Raja yang seperti itu padanya.


"Tut..tunggu. Apa yang mau kau lakukan?" ucap Lolita merasa gugup sambil segera menutup mulutnya, saat mengingat terakhir kali apa yang di lakukan Raja padanya.


"Kenapa. Apa sekarang kau takut?" ucap Raja perlahan dengan senyuman jahatnya.


"Tit...tidak" ucap Lolita tetap mencoba menunjukan rasa beraninya.


Tetapi Raja masih tetap menakut-nakuti Lolita dengan terus mendekatkan wajahnya pada wajah Lolita.


Dan saat Raja berpura-pura hendak menciumnya lagi, tiba-tiba lift pun terbuka dan Lolita segera mendorong Raja lalu kabur berlari keluar dari lift dan meninggalkan Raja di tempat.


"Rasakan itu... Dasar laki-laki otak mesum" ucap Lolita setelah berhasil mendorong Raja dan membuatnya terjatuh.


"Kau... berani-beraninya mendorong ku. Awas kau" ucap Raja saat dirinya terjatuh dan mulai merasa sedikit kesakitan.


Lalu cepat-cepat berdiri dan hendak mengejar Lolita. Namun Lolita dengan sigapnya segera menekan tombol lift supaya cepat-cepat pintu lift tertutup dan membiarkan Raja tetap berada di dalamnya.


"Eweee... " ucap Lolita menjulurkan lidahnya sambil menekan tombol lift dan membuat Raja tidak dapat keluar untuk mengejarnya


"Tunggu... berhenti" ucap Raja memcoba menghentikan pintu lift tersebut untuk tidak tertutup. Namun sayang, dia terlambat dan pintu lift pun tetap tertutup dan membawanya entah ke lantai berapa.


"Kurang ajar.... dasar wanita menyebalkan. Bapak sama anak, sama sama menyebalkan" gerutu Raja, saat dia tidak bisa mengejar Lolita dan tidak dapat membalas sikapnya tersebut.


Entah apa yang membuat Raja seperti itu, namun kali ini Lolita dapat membuatnya uring-uringan sendiri dan kesal setengah mati.


Pada hal selama ini, dia selalu nampak kalem dan tidak pernah memperdulikan hal-hal yang kekanak-kanakan seperti itu.


Sementara itu, Lolita segera berlari dan pergi menuju tempat mobilnya di parkirkan lalu kembali pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, ayah dan sahabatnya sedang berada di halaman rumah untuk menikmati udara malam setelah selesai makan malam.


Mereka nampak mengonbrol sambil menikmati secangkir kopi sambil membicarakan kembali rencana pesta peresmian pernikahan mereka.


Tidak lupa juga Alex menanyakan kemana Lolita pergi pada Anita, hingga anak perempuannya tersebut tidak dapat makan malam bersama-sama lagi.


Lalu terdengar suara mobil Lolita yang baru sampai di depan rumahnya.


"Nah itu suara mobil Lolita, panjang umur juga anak mu itu" ucap Anita yang belum sempat mengatakan kemana Anita pergi tadi.


"iya.. sepertinya itu mobil Lolita. Syukurlah kalau dia sudah pulang" ucap Alex pada istrinya.


Sementara itu Lolita yang baru pulang dan segera masuk ke dalam rumah setelah memberikan kunci mobil untuk di parkir oleh pegawai rumahnya.


Kemudian dia bertemu dan menyempatkan untuk bertemu ayah dan sahabatnya tersebut setelah dia mendengar bahwa ayahnya memanggil dari halaman sebelum Lolita benar-benar masuk ke dalam kamar pribadinya sendiri.


"Malam.. " sapa Lolita pada Anita dan ayahnya.


"Kenapa kalian malam-malam dingin begini ada di luar?" lanjut Lolita bertanya.


"Kami justru sengaja sedang menikmati udara dingin di malam hari sambil membicarakan pesta pernikahan kami nanti. Kamu sendiri tadi habis dari mana. Apa kamu sudah makan malam?" ucap Alex pada anaknya.

__ADS_1


"Udah dad, aku dah makan. Kebetulan tadi habis ketemu temen dan sekalian makan malam bersama" ucap Lolita tanpa ragu-ragu mengatakannya, meskipun dia tidak mengatakan apa yang telah terjadi sebenarnya.


"Temen?. Cowok apa cewek temen kamu?" tanya Alex.


__ADS_2