
Setelah Anita pergi, dia tidak melihat raut wajah Alex yang penuh dengan amarah dan rasa kesal yang mendalam karna perkataan Anita kepada nya, hingga membuat Alex merasa terhina dan benar-benar ingin membalaskan dendam nya.
"Dasar gadis kurang ajar, benar-benar tidak tahu sopan santun. Kau benar-benar tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi. Lihat dan tunggu saja apa yang akan ku lakukan pada mu" gerutu Alex berbicara sendiri dengan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.
Setelah itu, setelah Anita meninggalkan Alex, Anita mencoba mencari pinjaman dari teman-teman satu kerjaan sebelumnya. Namun nihil, tidak satupun dari mereka yang bisa meminjamkan uang sebanyak itu, terlebih mereka juga hidup pas-pasan seperti dirinya jadi bagaimana mungkin mereka punya uang sebanyak itu dan meminjamkannya.
Sementara teman-teman sekampusnya yang kebanyakan orang kaya tidak ada yang mau berteman dengan nya, jika bukan ada maksud meminta bantuan karena kepintaran nya baru mereka mendekati Anita. Dan hal itu sudah Anita pahami.
Meskipun Anita tahu dengan sikap mereka yang terlihat sering merendahkan nya, namun Anita mencoba meminjam dari mereka juga tapi lagi-lagi mereka menolak untuk membantu nya karena mereka pikir, bagaimana Anita akan membayar nya nanti.
Meski ada di antara mereka yang menyuruh Anita untuk meminjam dari sahabatnya tersebut yaitu Lolita, dan merekapun tahu Lolita pasti akan memberikan nya, mengingat kedekatan diantara mereka berdua, namun Anita tidak mau melakukan nya. Hanya karena, Anita tidak ingin orang berpikiran bahwa dia hanya memanfaatkan persahabatan mereka.
Hingga akhirnya hal tersebut membuat Anita bertambah frustasi dan bingung harus meminjam pada siapa lagi.
Lalu dia teringat dengan kata-kata dan penawaran dari Alex sebelum nya, yang mengatakan dia bisa saja memberikan uang tersebut dengan cepat dan mudah.
__ADS_1
Dan bagi Alexander Wijaya uang sebanyak itu yaitu 100juta memang tidak ada apa-apa nya dibanding dengan apa yang selama ini dia dapatkan.
Namun Anita yang cukup kuat dengan pendirian nya, masih menolak dalam pikiran nya untuk menerima bantuan dari pria tua yang sudah di anggap nya pria tua pembawa sial di hidup nya, yang mana setiap kali bertemu dengan nya selalu ada masalah yang menimpa dirinya begitupun dengan Alex.
"Bagaimana ini, aku sudah mencoba kesemua orang yang aku kenal tapi tidak ada satupun dari mereka yang mau meminjam kan uang sebanyak itu... Lolita?. Tidak... Aku tidak mau membebaninya" ucap Anita pada dirinya sendiri.
Kemudian di tengah kebingungan nya, terdengar suara bunyi pesan masuk di hp Anita yang membuyarkan lamunan nya.
Di lihatnya isi pesan tersebut, yang ternyata itu dari paman laknat nya yang mengingatkan Anita untuk segera mengumpulkan uang nya.
Hal itu tentu menambah lagi rasa frustasi Anita saat itu.
"Tapi tinggal dia satu-satunya yang bisa membantu ku saat ini. Tapi... aku juga ragu dengan bantuan nya, pasti dia menyembunyikan sesuatu sebagai gantinya. Mana mungkin di jaman sekarang ini ada orang yang memberi dengan cuma-cuma, apalagi orang seperti tuan Alexander Wijaya yang terlihat galak dan dingin" ucap Anita panjang lebar menerka-nerka.
Sementara Alex sudah kembali dari makan siang nya dan terkadang sambil mengecek dan melihat perkembangan kafe OWW untuk dia memastikan tidak salah menaruh sahamnya di tempat tersebut.
__ADS_1
Di ruangan kantor, tepat nya di kursi kebesaran nya terlihat Alex sedang menandatangani sebuah berkas atau dokumen yang di berikan oleh seseorang yang terlihat cantik dan juga sexsy, dan dia adalah salah satu sekertaris Alex yang bernama Sonia.
Namun wanita itu terlihat sesekali sedang berusaha untuk menggoda Alex, tapi Alex seolah tidak menghiraukan nya. Namun sepertinya wanita tersebut tidak kehilangan akal, dia mencoba menjatuhkan sesuatu agar Alex mengambilnya kemudian wanita itu sengaja ikut menunduk untuk memperlihatkan buah dadanya dengan membuka kancing kemejanya lebar, yang dikiranya akan membuat Alex melihat dan mulai tertarik padanya.
Alex yang masih menempel kan pantatnya pada kursi dengan tubuh turun kebawah hendak mengambil sesuatu yang terjatuh, di ikuti wanita tersebut dan sengaja membenturkan kepala nya dengan kepala Alex hingga membuat mereka terlihat begitu dekat dan seperti hendak melakukan sesuatu, yang akan membuat orang lain berpikiran yang tidak-tidak saat melihat nya.
Dan tepat saat seseorang membuka pintu, yang ternyata itu adalah Anita yang membuka pintu ruangan Alex. Dan situasi saat itu membuat Anita yang melihatnya berpikiran yang tidak-tidak hingga membuatnya segera meminta maaf dan menutup pintunya kembali.
Sementara Alex yang kaget tentu merasa kesal, bukan karna Alex yang terlihat ingin berbuat sesuatu dengan sekretaris nya namun Alex kesal karena sekertaris nya tersebut ceroboh dan Anita yang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, tidak sopan.
Ceklek, pintu di buka, melihat situasi yang tidak-tidak, pikir Anita. Kemudian langsung berkata "ahh ma.. maaf tuan, saya tidak sengaja. Sa.. saya tidak melihat apa pun" ngeles Anita sambil menutup buru-buru pintu tersebut.
Sementara Alex yang melihat Anita keluar langsung berdiri sambil memegang kepalanya yang terbentur tadi, seraya mengomeli sekertaris nya "Sonia.. kamu ini ceroboh sekali. Dan apa yang kamu lakukan barusan. Apa kamu ingin saya pecat" ucap Alex kesal sambil memperingati sekertaris nya yang mencoba menggoda yang sebelumnya tidak mau Alex hiraukan. "Sekarang cepat keluar. Dan suruh orang tadi masuk" bentak Alex pada sekertaris nya yang genit tersebut dan menyuruh Anita untuk masuk.
Sementara Anita yang tadi buru-buru menutup pintunya merasa ilfil setelah melihat hal yang di pikir nya hendak berciuman dan berkata sendiri "ya Tuhan... dasar pria tua mesum gak tau diri. Gak lihat umur, gak lihat tempat ya, masa mau bermesraan di kantor. Bener.... bener ya" gerutu Anita pelan, kemudian sekertaris yang tadi ada didalam tiba-tiba keluar dan menyuruh Anita masuk, beruntung gerutu Anita tidak didengar nya, namun sekertaris tersebut seolah memperlihatkan kekesalannya pada Anita yang tadi sempat di marahi oleh Alex.
__ADS_1
"Heh gadis kampung" ejek Sonia saat melihat penampilan Anita yg biasa saja seperti yg dia katakan "lain kali kalau kau mau masuk itu ketuk pintu dulu, kau pikir ini tempat nenek moyang mu" lanjut Sonia melampiaskan kekesalannya pada Anita. Anita yang mendengar nya hanya bisa tertunduk malu merasa tidak enak hati, sadar akan kecerobohannya. "Cepat kau masuk, sebelum pak Alex menunggu mu lama" ucap kembali Sonia dengan tidak menghilangkan tatapan sinisnya pada Anita.
Anita hanya mengangguk malu dan kembali ke pintu tadi namun masih nggan untuk langsung mengetuk ataupun membuka pintu tersebut, dia masih sempat berpikir dan ragu-ragu, merasa takut dan mungkin akan mendapatkan omelan juga dari Alex. Tapi dia harus tetap masuk, dia sudah membuang jauh-jauh egonya hanya untuk menyelamatkan nenek nya dengan mendatangi Alex yang sebelumnya telah Anita tolak bantuan nya.