
Kemudian Alex segera menjalankan mobilnya kembali dan berniat untuk mengantarkan Anita bekerja.
"Untung saja aku membawa mobilku sendiri. Jadi aku bisa berduaan dengan Anita" ucap Alex dalam pikirannya.
"Emmh... Anita boleh aku bicara?" ucap Alex berusaha sopan dan meminta izin lebih dulu pada Anita. Mengingat, selama ini Anita terus saja menghindarinya.
"Memangnya... Apa saya dapat menghentikan anda bicara?" ucap Anita terdengar masih sinis pada Alex.
Membuat Alex kembali merasa ragu untuk berbicara dan terlihat tak bersemangat mendengar Anita yang langsung menskaknya.
"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan berbicara ataupun bertanya lagi" ucap Alex tiba-tiba menyerah.
"Anda ini kenapa jadi plin plan begitu. Kalau mau bicara, bicara saja. Kenapa harus meminta izin dulu padaku. Lagipula ini mobil anda, kan. Jadi anda bebas melakukan apapun" ucap Anita nampak terlihat emosi, entah apa yang membuatnya seperti itu.
"Dia bilang, plin plan?. Ya Tuhan... aku benar-benar tidak mengerti dengan wanita yang satu ini. Aku minta izin bicara salah. Aku bilang tidak jadi bicara malah kena marah... Haduuhh.." ucap Alex dalam hati sambil menghela nafas bingung dan tetap fokus menyetir.
"Baiklah... Tapi kau jangan marah-marah terus, aku jadi bingung kalau begini" ucap Alex jujur.
"Saya tidak marah. Saya hanya menjelaskan" ucap Anita pada Alex.
"Hemmh..." ucap Alex hanya dapat berdehem dan menggelengkan kepala pelan tanpa Anita melihatnya.
"Kalau kau tidak marah. Berarti... apa kita dapat berteman?" lanjut Alex tiba-tiba terpikirkan berbicara seperti itu.
"Anggap saja ini demi Alexa. Lagi pula kau pasti cape kan berdebat dan terus bertengkar terus dengan ku" ucap Alex mencoba berdiskusi dengan Anita.
"Lihat ini... Kau dapat melihat uban ku ini kan. Aku sudah cukup tua untuk terus bertengkar dengan mu" lanjut Alex berbicara sambil menunjukan tanda penuaan di rambutnya.
"Aku tahu aku banyak salah padamu. Tapi aku mohon, izin kan aku untuk membayar semua kesalahanku. Jika kau tidak bisa menerima cinta ku. Setidaknya izinkan aku menjadi teman mu" ucap Alex kembali, berusaha meyakinkan Anita.
Kali ini Alex berusaha untuk mendekatinya sebagai teman, setidaknya dia dapat berbicara dengan Anita tanpa harus berdebat terus.
Mencoba meyakinkannya supaya bisa lebih akrab dengannya.
Namun Anita yang masih terdiam, mencoba berusaha meyakinkan perasaannya sendiri supaya dapat menerima Alex sebagai temannya.
__ADS_1
Dia merasa, apa yang di katakan Alex ada benarnya juga.
Tidak mungkin dia terus-terusan emosi dan berdebat terus dengan Alex. Sementara untuk beberapa saat kedepan dia harus tinggal bersamanya dan juga jika sampai terlihat oleh Alexa, mungkin akan membuatnya kepikiran dan kembali sakit lagi.
"Baiklah kalau begitu. Kita bisa berteman... Tapi ingat, anda jangan pernah lagi mengusik urusan pribadi saya. Karena hubungan kita hanya sebatas teman. Apa anda mengerti?" ucap Anita menjelaskan.
Hingga akhirnya mereka berteman dan Anita mulai mencoba menerima Alex sebagai temannya.
Kemudian setelah Alex mengantarkan Anita ke tempat kerjanya, dia segera kembali menuju perusahaannya.
Alex nampak terlihat senyam senyum sendiri. Rupanya dia merasa senang sudah mulai bisa dekat dengan Anita, meski harus mengawalinya sebagai teman.
Tapi hal itu tidak akan membuatnya menyerah untuk mengejar cinta nya Anita.
Sementara itu, Raja nampak terlihat senang setelah mengetahui bahwa Anita akan mulai bekerja di tempatnya.
Pada hal selama ini Raja sudah sering mengajak dan meminta Anita untuk bekerja di tempatnya.
Namun selalu saja di tolak oleh Anita, tapi kini Anita sudah dapat menerima saat dia mencoba kembali menawarkan Anita untuk bekerja di tempatnya.
Dia tidak tahu apa yang membuatnya berubah pikiran, tapi tentu Raja merasa senang apapun itu alasannya.
Tiba-tiba suara pintu ruangan Raja terdengar di ketuk.
"Masuk" ucap Raja setelah mendengar seseorang mengetuk pintunya.
"Selamat pagi, tuan" sapa orang tersebut setelah membuka pintunya.
"Anita... masuklah" ucap Raja menyuruhnya segera masuk.
Rupanya Anita yang datang dan segera menghampiri Raja lalu duduk setelah di persilahkan duduk.
"Terima kasih, tuan" ucap Anita kembali berbicara, tapi nampaknya Anita bersikap formal pada Raja mengingat saat ini sedang berada di kantor.
"Maaf saya mengganggu. Saya hanya ingin bertanya dan memastikan. Apa benar saya bekerja sebagai sekretaris anda" ucap Anita dan bertanya pada Raja setelah dia tadi menemui HRD perusahaannya Raja.
__ADS_1
"Itu benar. Jadi anda sekarang dapat mulai bekerja disini. Tapi anda tenang saja, aku tidak akan memperlakukan anda berbeda dengan karyawan lainnya. Apa itu dapat membuat anda sedikit lebih tenang?" ucap Raja pada Anita.
Dia sengaja berkata seperti itu, karena Anita pasti tidak akan suka dengan penempatan pekerjaannya yang dia sudah tebak hendak akan menolak jika memperlakukannya berbeda dengan karyawan lainnya.
Anita yang tadinya ingin menolak, tapi karena melihat Raja yang dapat bertindak profesional padanya, akhirnya dengan terpaksa menerimanya.
"Baiklah kalau begitu. Saya akan melakukan pekerjaan itu. Saya harap kita dapat bekerjasama dengan baik. Terima kasih, tuan atas kesempatan ini" ucap Anita dengan nada formalnya.
"Kalau begitu kamu bisa menempati kursi yang ada di sana sekarang" ucap Raja pada Anita.
"Baik, tuan" ucap Anita dengan sedikit tersenyum dan segera beranjak dari hadapan Raja.
Sementara itu di rumah, Alexa nampak bosan. Dia merasa sendirian di rumah besar itu. Dia belum dapat bersekolah setelah dia pindah ke rumah besar itu.
Kemudian dia mulai bertanya-tanya dan mengganggu Mbo Inah.
"Mbo... aku bosan. Apa aku boleh pergi keluar?" ucap Alexa merasa bosan, dan hendak pergi meminta izin pada Mbo Inah untuk keluar.
"Tidak... jangan Den. Nanti Aden tersesat. Lebih baik Aden main di rumah saja, ya" ucap Mbo Inah memberitahu.
"Tapi biasanya kalau aku di tempat yang dulu, mamah bolehin aku maen sama anak-anak tetangga. Kenapa di sini gak boleh" ucap Alexa mulai protes.
"Begini, Den. Kalau anak-anak tetangga disini, semuanya pasti sedang pergi bersekolah kalau jam-jam segini. Jadi Aden juga pasti percuma kalau pergi keluar sekarang" ucap Mbo Inah kembali memberitahu.
"Oh.. begitu ya. Benar juga kata Mbo. Lalu... kira-kira kapan aku bisa bersekolah lagi ya, Mbo?" ucap Alexa pada Mbo Inah.
"Apa Daddy juga akan menyekolahkan aku?" lanjut Alexa bertanya pada Mbo Inah.
"Tentu saja. Kalau itu tidak perlu di tanya lagi, Den. Sudah pasti" ucap Mbo Inah pada Alexa.
"Tapi kapan Mbo?. Aku sudah bosan. Seminggu ini aku sudah di rumah sakit terus dan sekarang disini juga tidak ada yang mau bermain dengan ku" ucap Alexa merasa bosan.
"Sabar Den. Baru juga disini sehari. Memangnya Aden mau main apa?. Biar Mbo yang temenin" ucap Mbo Inah mencoba menenangkan.
"Beneran Mbo mau maen sama aku?" ucap Alexa memastikan.
__ADS_1
"Tentu saja"
"Hore... kalau begitu ayo Mbo kita ke taman" ucap Alexa mendadak antusias untuk bermain bersama Mbo Inah.