
Selesai mengucapkan ijab qobul untuk kedua kalinya dengan sekali tarikan nafas, Alex pun kini merasa tenang dan bahagia.
Sepertinya kini kebahagiaannya mulai bertambah berlipat ganda dengan apa yang di rasakan sebelumnya.
Kemudian setelah Alex berhasil mengucapkan kalimat ijab qobul tersebut dan setelah berdoa bersama-sama, kini Anita dan Alex di minta untuk menandatangani dokumen-dokumen penting yang harus mereka lengkapi.
Setelah itu mereka pun mulai berdiri dan beranjak untuk pindah dan duduk di pelaminan yang telah di sediakan untuk mereka.
Sementara itu, para tamu undangan mulai berjejeran untuk memberi selamat pada mereka berdua.
Dan setelah itu, sebagian tamu undangan lainnya mulai menyantap hidangan dan menikmati acara pesta tersebut.
Di sisi lain, orang yang ingin menyelakai Anita masih menunggu waktu untuk mendapatkan kesempatan mendekati dan melukainya.
Sementara itu nyonya Maia dan tuan Hartono nampak sedang berbicara saat melihat Lolita dan Raja sedang terlihat bersama.
"Papi... bukannya itu Raja sama Lolita?" ucap nyonya Maia pada suaminya saat menyadari anaknya tengah bersama Lolita.
"Lolita?" ucap tuan Hartono merasa sedikit bingung karena belum di kenalkan oleh anaknya tersebut.
"Iya, Pih. Lolita.... Lolita yang waktu itu mami ceritain. Yang ternyata pacarnya Raja, anak kita" ucap nyonya Maia memberitahu suaminya tersebut.
"Oh... Iya ya. Papi baru inget. Tapi kenapa Raja tidak bilang pada kita, kalau dia juga mengajak pacarnya ke acara ini" ucap tuan Hartono pada istrinya.
"Mami juga gak tahu. Lebih baik kita tanyakan langsung saja pada Raja. Sekalian Papi juga harus berkenalan dengan calon mantu kita itu" ucap nyonya Maia pada suaminya.
"Ya sudah... Ayo kita samperin mereka!" ucap tuan Hartono mengajak istrinya untuk menghampiri Raja dan Lolita.
Kemudian mereka berdua pun segera melangkahkan kaki untuk menghampiri Raja dan Lolita.
Namun sebelum itu, Lolita hendak ingin pergi menjauh dari Raja, tapi lebih dulu tuan Hartono dan nyonya Maia sudah berada di hadapannya dan Raja.
"haylk Lolita sayang, tunggu dulu. Kamu mau kemana?" ucap nyonya Maia saat melihat Lolita hendak pergi meninggalkan Raja di tempat.
"Tante?" ucap Lolita merasa sedikit kaget.
"Tante juga ada disini?" lanjut Lolita bertanya pada nyonya Maia.
"Tentu saja. Tante disini untuk menemani papi nya Raja" ucap nyonya Maia.
"Dan kamu sendiri. Apa kamu kesini untuk menemani anak tante, Raja?" lanjut nyonya Maia bertanya pada Lolita.
Nyonya Maia masih belum tahu bahwa sebenarnya Lolita adalah anak dari yang punya acara tersebut.
Sementara itu Lolita yang nampak kebingungan tidak tahu harus menjawab apa, dia nampak terlihat cemas dan sedikit ragu untuk mengatakan alasannya.
"i..iya Tante. Aku kesini bersama Raja" ucap Lolita terpaksa kembali berbohong pada orang tua Raja.
"Baguslah kalau begitu. Sini sekalian Tante kenalin sama papi nya Raja" ucap nyonya Maia sembari hendak mengenalkan suaminya pada Lolita.
"Ini namanya om Hartono, Papinya Raja" lanjut nyonya Maia berbicara pada Lolita
"Dan papi ini namanya Lolita. Calon mantu kita" ucap Nyonya maia memperkenalkannya.
"Kenalkan. Om papi nya Raja" ucap tuan Hartono pada Lolita sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
Kemudian dengan terlihat ragu-ragu Lolita pun menerima uluran tangannya tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, Raja segera membawa Lolita untuk menghindari kedua orangtuanya tersebut.
"Maaf Pih, Mih. Aku bawa Lolita dulu ya. Nanti aku kenalin lagi" ucap Raja pada kedua orang tuanya sambil membawa Lolita pergi dari hadapan mereka.
"Lo...Lo.. loh... Raja. Kamu mau bawa kemana, pacarmu itu?" ucap nyonya Maya sedikit berteriak bertanya pada anaknya tersebut.
Namun suaranya tidak di perdulikan oleh Raja, terlebih kebisingan yang terjadi membuat suara nyonya Maia tidak dapat di dengar.
"Sudahlah Mih. Biarkan saja dulu mereka. Mungkin Raja masih ingin berduaan dengan nya" ucap tuan Hartono pada istrinya.
Kemudian Raja pun segera membawa Lolita pergi dari hadapan kedua orangtuanya.
Hal tersebut ternyata di lihat oleh Alex pada saat Raja menggandeng tangan anak perempuannya dan pergi entah kemana.
"Loli dan Raja?. Kemana dia akan membawa anak ku?" ucap Alex dalam hati sambil diam-diam memperhatikan kepergian Raja dan Lolita.
Kemudian diam-diam Alex segera menyuruh Rafi untuk mengikuti Raja dan anaknya tersebut.
Lalu setelah itu, Anita tanpa sengaja melihat suaminya yang terlihat tidak fokus dan segera mempertanyakan nya.
"Sayang.. ada apa?" ucap Anita bertanya pada Alex.
"Tidak apa-apa, sayang" ucap Alex tidak berniat untuk memberitahu Anita.
Sementara itu, Raja dan Lolita sudah berada di ruangan lain, tempat nya di sebuah balkon yang agak jauh dari keramaian.
"Sudah... lepaskan aku" ucap Lolita pada Raja, meminta untuk segera melepaskan tangannya.
Kemudian Raja pun segera melepaskan tangan Lolita dan mengalihkan pandangannya ke depan tanpa banyak bicara pada Lolita.
"Maaf, aku sudah membuatmu terlibat dalam masalahku" ucap Raja tiba-tiba meminta maaf dan menyadari kesalahannya.
Membuat Lolita sedikit terkejut dan merasa aneh dengan sikap Raja yang tiba-tiba meminta maaf dan menyadari kesalahannya.
"Orang ini kenapa. Apa dia benar-benar menyadari kesalahannya" ucap Lolita dalam hati, merasa sedikit ragu dengan apa yang tengah di dengarnya.
"Mungkin kau bertanya-tanya, kenapa aku seperti ini" ucap Raja mulai memberanikan diri menatap Lolita.
"Kau benar... Aku memang jatuh cinta pada Anita tapi sekarang dia sudah menjadi milik ayah mu dan aku tidak bisa memaksa Anita untuk menjadi milikku" ucap Raja mulai berkata jujur pada Lolita.
Entah apa yang tengah di rasakan dan dipikirkan Raja hingga dia mengatakan hal tersebut dan meminta maaf menyadari kesalahannya pada Lolita.
"Dan sekarang kedua orang tua ku menginginkan aku untuk segera memiliki pasangan, sementara aku tidak pernah mencintai wanita seperti aku mencintai Anita" ucap Raja kembali mendadak curhat pada Lolita.
"Lalu kenapa kamu tidak bilang saja pada orang tua mu kalau kamu memang belum siap untuk punya pasangan?" ucap Lolita bertanya pada Raja.
"Kau benar... Tapi aku tidak bisa mengatakannya, karena ayahku bilang...." ucap Raja menanggapi pertanyaan Lolita.
Namun sesaat Raja tidak dapat melanjutkan ucapannya.
"Kalau hidup ibuku tidak lama lagi. Dan dia menginginkan aku untuk segera punya pasangan dan menikah" lanjut Raja kembali' berbicara pada Lolita.
Membuat Lolita sedikit iba mendengarkan cerita Raja yang ternyata begitu sayang pada orang tuanya, hingga membuatnya harus berbohong dan membiarkan perasaannya sendiri terluka karena patah hati.
"Jadi itu sebabnya kamu membohongi mereka dan membuatku harus berpura-pura sebagai kekasih mu" ucap Lolita memastikan, membuat Raja hanya dapat mengangguk mengiyakan ucapan Lolita.
"Pantas saja dia bersikap kasar dan egois. Berbeda dengan pertama kali aku bertemu dengannya. Tapi ... kalau begini jadinya, aku jadi merasa kasihan padanya. Apa aku bantu dia saja, untuk berbohong pada orang tuanya" ucap Lolita dalam hati.
__ADS_1
"Tapi kalau terus membohongi orang tuanya, cepat atau lambat pasti akan ketahuan juga. Dan bisa saja akan membuat orang tuanya kecewa" lanjut Lolita berbicara dalam hati.
"Tapi... bagaimana pun juga kamu harus mengatakan yang sejujurnya pada orang tua mu. Dan aku juga yakin, Tuhan pasti sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kamu" ucap Lolita pada Raja, mendadak luluh dan kembali berempati.
"Kau benar. Untuk itu, sekali lagi aku minta maaf padamu. Dan aku tidak akan membuatmu mendapatkan masalah lagi karena aku" ucap Raja kembali meminta maaf.
"Baiklah aku memaafkanmu. Tapi... apa sekarang kita bisa berteman?" ucap Lolita pada Raja, dan diam-diam rupanya Lolita masih memiliki perasaan pada Raja seperti saat pertama kali mereka bertemu.
"Tentu saja...." ucap Raja dan mulai tersenyum tulus pada Lolita.
Kemudian mereka pun saling memandang satu sama lain dan tidak lagi berdebat seperti sebelum-sebelumnya.
Sementara itu Anita dan Alex nampak terlihat sedang menyambut para tamu yang hadir di acara tersebut dan terlihat bahagia.
Di tempat lain, orang yang ingin menyelakai Anita rupanya adalah pamannya sendiri yang beberapa tahun lalu berhasil kabur.
Dan dalam beberapa tahun tersebut dia mencari-cari Anita untuk membalas sakit hati dan dendamnya.
Dan kini setelah dia berhasil menemukan Anita, pamannya tersebut tidak ingin membuang-buang kesempatan untuk mencelakai Anita dan orang-orang terdekatnya.
Rupanya dia dapat masuk ke dalam acara tersebut karena berhasil berpura-pura menjadi seorang pelayan, hingga membuatnya dapat mengelabui orang-orang Alex yang bertugas mengamankan acara tersebut.
Dia pun bisa terus memantau Alex dan Anita hingga membuatnya mendapatkan waktu dan kesempatan untuk menyelakai Anita.
Dan saat itu tiba, Anita hampir saja terkena tusukan pisau yang pamannya layangkan dari bawah nampan yang dia sembunyikan.
Namun beruntung Alex segera mengetahuinya dan segera menarik Anita ke dalam pelukannya, menggunakan tubuhnya untuk menghalangi pisau tersebut.
Membuat suasana pesta menjadi terganggu dan orang-orang mulai berlarian menghindari ancaman bahaya tersebut.
Hingga akhirnya para bodyguard dan anak buah Alex segera mengamankan dan membawanya keluar dari tempat tersebut.
Meskipun sebelum itu terjadi perlawanan yang cukup berbahaya.
Sementara itu, Alex yang tadi sempat menyelamatkan Anita, rupanya dia harus mengalami luka tusuk yang membuat punggung nya berdarah.
Dan Anita yang mengetahui hal tersebut tentu membuatnya merasa khawatir dan menangis. Dia segera membawa Alex ke ruangan tertutup untuk mengobati lukanya.
Awalnya Anita ngin membawanya ke rumah sakit, namun Alex segera menolaknya. Alex tidak ingin meninggalkan acara istimewa tersebut. Baginya acara pernikahannya dengan Anita lebih penting, agar semua orang tahu bahwa Anita adalah miliknya.
Beruntung luka yang di alaminya tidak terlalu dalam dan parah, sehingga membuat Alex tidak perlu dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu Lolita dan Raja baru kembali ke acara tersebut dan melihat beberapa orang mulai rame dan membicarakan apa yang tengah terjadi pada Alex.
Mendengar ayahnya terluka tentu membuat Lolita merasa terkejut dan khawatir pada Alex.
Tanpa banyak bertanya, Lolita segera mencari keberadaan ayahnya tersebut untuk melihat keadaannya.
Sementara itu Raja yang dari tadi bersama nya ikut terkejut dan segera memandang Lolita untuk melihat reaksinya dan melihat kepergian Lolita dari hadapannya.
Untuk sesaat Raja hanya dapat melihatnya pergi lalu kemudian dia pun segera menyusul Lolita yang nampak terlihat khawatir dengan keadaan ayahnya tersebut.
Disisi lain, anak buah Alex sudah membawa paman Anita yang jahat tersebut ke suatu tempat untuk mengintograsinya.
Hal itu di lakukan atas perintah Alex, dia masih merasa penasaran bagaimana orang tersebut dapat masuk ke dalam acara tersebut jika tidak ada orang yang membantunya.
Anak buah Alex pun segera menaru paman Anita di kursi dan segera mengikatnya. Kemudian untuk beberapa waktu mereka lebih dulu menyiksanya untuk mencaritahu siapa orang yang telah membantunya.
__ADS_1
Tanpa ragu, anak buah Alex terus memberikan pukulan supaya dia dapat berbicara dengan jujur.
Namun apa yang terjadi, dia bersikeras mengatakan bahwa tidak ada yang membantunya untuk melakukan rencana tersebut.