Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Sayang?


__ADS_3

"Hay... kalian sedang makan malam disini juga" sapa Alex saat sudah berada di hadapan Anita dan Raja, lalu tanpa permisi menarik kursi dan duduk di tengah-tengah Raja dan Anita.


Membuat Raja dan Anita saling menatap heran, kemudian Raja mulai menanggapi Alex dengan sedikit tersenyum dan mengangguk pelan.


Sementara Anita hanya diam tanpa menanggapi sapaan Alex. Dia hanya menggerutu dalam hati "apa-apaan dia ini, sok akrab sekali. Apa dia tidak punya wibawa di depan Raja" ucapnya dalam hati.


Alex yang melihat Anita hanya diam saja tanpa memperdulikan kedatangannya tiba-tiba bicara melantur dan membuat Anita kaget juga Raja.


"Sayang... kenapa kau diam saja" ucap Alex sengaja, membuat Anita yang saat itu hendak minum air putih menghilangkan rasa prustasinya malah sedikit tersedak karena ucapan Alex yang memanggilnya sayang.


"Sayang kau tidak apa-apa. Pelan-pelan minumnya" ucap Alex sok perhatian di hadapan Raja.


Membuat Anita kembali merasa kaget dan melotot menatap Alex sambil berkata pelan hanya terdengar oleh Alex seorang "sayang?" ucap Anita dengan wajah kesalnya sambil menutup wajahnya dari pandangan Raja.


Juga Raja yang merasa kaget dan heran saat mendengar hal yang sama dari mulut Alex. Namun Raja masih terlihat tenang dan santai.


Sambil menerima pesanan yang sudah datang di meja mereka. Kemudian mengucapkan terimakasih pada pelayan yang sudah mengantarkan makanannya tersebut.


"makanannya sudah datang. Ayo di makan" ucap Raja "apa tuan Alex ingin memesan makanan lainnya?" tanya Raja kembali memecahkan suasana tersebut.


"Tidak... aku tidak makan. Aku baru saja selesai makan" ucap Alex menanggapi tawaran Raja.


"Kalau kau sudah makan. Kenapa kau tidak pergi saja sekarang" gerutu Anita dalam hati menanggapi ucapan Alex tersebut.


"Coba kalau sayangku ini bilang mau makan malam bersama tuan Raja, tentu aku akan datang dan makan bersama dengan Anda" lanjut Alex dengan masih menyebut Anita sayang.


Sepertinya Alex sengaja dengan terus menyebut Anita sayang agar Raja mengira Anita adalah kekasihnya.

__ADS_1


Namun, entah apa yang membuat Alex tiba-tiba ingin membuat orang lain menganggap Anita sebagai kekasihnya.


Padahal selama ini dia begitu kesal dan ingin membuat Anita bertekuk lutut di hadapannya dengan mempermainkan Anita.


Sementara Anita yang terus mendengar Alex berkata sayang, membuatnya menampakkan kekesalannya pada Alex saat Raja sedang fokus pada makanannya.


Seolah Anita berkata pada Alex untuk segera pergi dan tutup mulut, dengan raut wajah kesal dan kode mata tanda mengusir Alex.


Namun Alex yang melihat Anita seperti itu, malah tersenyum dan sengaja membuat ulah. Kemudian Anita yang mulai merasa jengah dan kesal dengan kedatangan Alex dan sikapnya, segera Anita permisi untuk pergi ke toilet terlebih dahulu pada Raja.


Raja pun mengerti dan membiarkan Anita pergi ke toilet. Sementara Alex yang merasa di cuekin hanya diam dan melihat Anita pergi.


"Kurang ajar, lihat itu. Dia sama sekali tidak menganggapku dan hanya permisi pada Raja saja. Apa dia sengaja menutup mata padaku" gerutu Alex dalam hati, merasa kesal karena dirinya tidak dianggap sama sekali oleh Anita.


Lalu beberapa menit kemudian Alex sengaja mengikuti Anita, berpura-pura izin ingin ke toilet juga tanpa membuat Raja curiga.


"Iiihh.... dasar..... menyebalkan. Kenapa pria tua bangka itu ada di hadapanku lagi. Bagaimana bisa dia ada disini juga..... Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu dia lagi" kesal dan bertanya pada dirinya sendiri di hadapan cermin toilet.


Kemudian setelah beberapa menit di dalam toilet, Anita segera keluar dan berjalan hendak kembali ketempat duduknya bersama Raja.


Namun setelah beberapa langkah berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dan menghimpitnya ke tembok, saat itu tidak ada seorang pun yang lewat.


Lalu saat Anita hendak berteriak, dia melihat wajah Alex yang sudah berada di hadapannya. Seketika Anita kaget dan berkata "tuan... apa yang kau lakukan. Lepaskan aku" pekik Anita meminta untuk di lepaskan.


Namun Alex hanya tersenyum sinis dan tetap menahan tubuh Anita di tembok.


"Dasar gadis licik. Pantas saja kau terus menghindar dariku. Rupanya kau sudah mendapatkan mangsa lain untuk mendapatkan ke inginanmu" ucap Alex, berpikir Anita seperti kebanyakan wanita lainnya yang mendekati pria-pria kaya untuk mendapatkan uangnya.

__ADS_1


Alex berpikir seperti itu, karena dia melihat Anita dekat dengan Raja yang notabennya adalah pria kaya dan anak dari partner bisnisnya. Membuatnya berpikir buruk dan salah paham pada Anita.


"Apa maksud, anda. Aku tidak mengerti apa yang anda bicarakan. Lepaskan aku" ucap Anita jujur sambil tetap menampakan kekesalannya pada Alex dan berusaha untuk minta di lepaskan.


"Masih saja kau berlagak pura-pura bodoh di hadapanku. Kau pikir aku tidak tahu, kau mendekati Raja karena ingin mendapatkan uangnya, kan. Dasar munafik" ucap Alex penuh kebencian dan kesalah pahaman dengan masih menekan tubuh Anita ke tembok.


"Anda salah paham. Aku tidak seperti yang Anda pikirkan. Tolong lepaskan aku"


"Dasar penipu. Masih saja kau berusaha menipuku. Kalau aku salah paham padamu, kenapa kau tidak menepati janjimu sendiri padaku" marah Alex, tidak dapat di bendung lagi.


"Kalau anda masih berpikir, aku telah menipu anda. Kenapa tidak anda laporkan saja. Aku tidak takut" tantang Anita merasa geram dan marah pada Alex.


Mendengar hal itu, Alex tersenyum sinis dan perlahan melepaskan kungkungannya dari tubuh Anita. Kemudian Anita menarik nafas lega. Sementara Alex tidak hanya tersenyum sinis tapi dia juga mulai kembali menggertak Anita.


"Ok baiklah. Kalau memang itu mau mu. Kau akan segera mendapatkannya" ucap Alex penuh keseriusan.


" Tapi sebelum itu. Aku akan mengatakannya pada Raja, bahwa kau telah memanfaatkan aku, menipuku dan sudah mengambil uang dari ku.... Dan tentu saja Raja akan percaya padaku" gertak Alex penuh percaya diri.


"Baik.. katakan saja. Aku tidak perduli" tantang Anita kembali meski dengan ragu-ragu.


Kemudian perlahan Alex pun pergi hendak kembali ke tempat duduk Raja.


Namun Anita yang masih di tempat, merasa khawatir dan takut jika Raja akan lebih percaya pada Alex. Sejenak kemudian dia berubah pikiran dan segera hendak menghampiri Alex untuk membicarakannya kembali.


"Bagaimana ini. Kalau tua bangka itu benar-benar mengatakannya dan Azza lebih percaya padanya, pasti Azza akan salah paham dan tidak mau lagi berteman dengan ku" ucap Anita berimprovisasi sendiri, masih di tempat dimana terakhir kali Alex meninggalkannya.


"Tidak... aku tidak mau Azza sampai salah paham padaku. Aku harus segera menghentikan pria tua sialan itu" lanjut Anita berbicara sendiri.

__ADS_1


Sementara itu Alex sudah hampir mendekati tempat duduk Raja, namun sesaat kemudian tiba-tiba Anita datang dan memanggil Alex dengan sebutan sayang saat Alex hendak duduk di samping Raja.


__ADS_2