
Kemudian setelah itu, Alex pun bergegas untuk bertemu klien selanjutnya di kamar hotel. Yang tidak jauh dengan kamar hotel miliknya hanya beda satu lantai.
Lalu dia segera mengetuk pintu kamar kliennya tersebut. Di bukanya pintu kamar oleh seorang pria yang terlihat seperti bodyguard kemudian mempersilahkan Alex untuk masuk.
"Silahkan, tuan. Anda sudah di tunggu oleh bos kami" ucap orang tersebut pada Alex.
Kemudian Alex pun masuk, namun dua orang laki-laki yang berpakaian seperti bodyguard keluar dari kamar hotel tersebut.
Tiba-tiba keluar seorang wanita dari dalam kamar mandi saat Alex sedang duduk di kursi. Alex yang terkejut merasa heran dan bingung saat melihat wanita yang dikenalnya tersebut.
"Kau?..." tanya Alex saat melihat wanita yang tengah berada di hadapannya.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" lanjut Alex bertanya, merasa bingung dengan apa yang telah di lihatnya.
"Tenang Alex. Kau tidak perlu bingung seperti itu" ucap wanita tersebut mencoba menenangkan Alex.
"Maaf, asisten ayahku tidak bisa memberitahumu lebih awal" lanjutnya mencoba menjelaskan.
"Jadi tuan Samudra adalah ayahmu?" tanya Alex memastikan ketidak percayaannya.
"Yah.. kau benar. Dia memang ayahku" ucap wanita tersebut membenarkan pertanyaan Alex.
"Kalau begitu aku tidak perlu melanjutkan pertemuan ini" ucap Alex tegas sambil hendak beranjak pergi dari tempat tersebut.
"Tunggu Alex. Kenapa kau begitu terburu-buru, apa kau masih marah padaku?" ucap wanita tersebut menghentikan langkah kaki Alex.
"Maafkan aku, karena saat itu aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Setidaknya kau duduklah dulu demi persahabatan aku dengan mendiang istri tercintamu" lanjut wanita tersebut membawa-bawa mendiang istri Alex, rupanya wanita tersebut adalah Karina.
Dan tanpa Alex sadari, diam-diam Karina tengah merencanakan sesuatu untuknya. Terlihat dari senyumannya yang seolah sedang merencanakan sesuatu.
"Aku mohon Alex, duduklah sebentar. Kita bicarakan ini baik-baik. Aku tidak ingin pertemanan yang telah lama kita jalin karena istrimu, hancur begitu saja karena ulahku" ucap Karina berpura-pura menyesal dan lagi-lagi mencoba menyangkut pautkan ucapannya dengan mendiang istri Alex supaya Alex sedikit luluh mau mendengarkan ucapannya.
Dan benar saja, apa yang telah dia duga berhasil membuat Alex sedikit luluh dan mau mendengarkan ucapan Karina untuk duduk dan berbicara sebentar dengannya.
Kemudian Alex pun dengan terpaksa duduk kembali dan mencoba mendengarkan apa yang ingin dikatakan Karina padanya.
"Baiklah. Sekarang katakan apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" ucap Alex setelah dia duduk dan berhadapan dengan Karina.
"Katakan sekarang, aku tidak punya waktu berlama-lama berbicara denganmu?" lanjut Alex tidak sabaran.
"Alex.. aku tahu aku salah. Tapi setidaknya kau minumlah dulu, tenangkan hatimu supaya kau dapat mencerna kata-kataku dengan baik" ucap Karina terus berusaha untuk membuat Alex tanpa sadar ingin meminum minuman tersebut dengan sendirinya.
Yang ternyata telah Karina campur dengan sesuatu yang tampak larut setelah di masukan ke minuman tersebut.
Kemudian tanpa Alex merasa curiga, dia tiba-tiba meminumnya berniat dia ingin menenangkan perasaannya setelah meminum air tersebut.
Sementara Karina yang melihat Alex tengah meminum air yang sudah di campurnya dengan sesuatu, nampak terlihat senyum jahat di bibirnya tanpa Alex sadari.
__ADS_1
"Sekarang cepat katakan, sebelum aku benar-benar marah padamu" ucap Alex setelah menghabiskan air minum yang di berikan Karina di atas mejanya.
"Alex aku hanya ingin meminta maaf padamu. Dan aku juga ingin mengatakan bahwa aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku sangat mencintaimu, bahkan jauh sebelum istri mu itu mengenalmu. Aku lebih dulu mencintaimu. Dan Istrimu sudah menjadi penghalang untuk aku mendapatkan cinta darimu. Tapi sekarang dia sudah tiada, dan seharusnya aku bisa mendapat cintamu kali ini" ucap Karina penuh kejujuran merasa percaya diri bahwa kali ini dia akan mendapatkan cintanya Alex meski dengan paksaan dan mengorbankan harga dirinya.
"Apa kau sudah gila. Mendiang istriku itu sahabatmu. Tidak sepantasnya kau bicara seperti itu. Lagi pula selama ini aku tidak pernah mencintai mu sedikit pun. Kalaupun aku dekat dengan mu, itu semata-mata karena aku menghargaimu sebagai sahabat mendiang istriku... Sudah cukup, aku tidak mau lagi berbicara panjang lebar dengan mu apalagi mendengar kata-kata darimu" ucap Alex dengan nada marahnya kemudian segera pergi meninggalkan Karina yang terlihat mulai menangis setelah mendengar kata-kata dari Alex.
Tapi saat Alex hendak pergi, tiba-tiba kedua bodyguard yang berjaga-jaga di luar pintu kamar Karina menghadangnya dan membuat mereka berkelahi dengan Alex.
Namun tanpa berlama-lama dan dengan emosi Alex yang sedang memuncak tentu membuatnya lebih mudah untuk melawan mereka sekaligus.
Hanya dalam persekian detik Alex mampu merobohkan kedua bodyguard tersebut dengan mudahnya.
Sementara Karina yang tadinya menangis tiba-tiba bangkit dari duduknya dan hendak mencoba kembali menghentikan Alex yang sudah pergi jauh meninggalkan kedua bodyguardnya yang jatuh tak berdaya di depan pintu kamar hotelnya.
Dan Alex yang sudah berada di dalam lift sendirian, tiba-tiba merasakan hawa panas dari dalam tubuhnya. Dia pikir AC dalam liftnya tidak berfungsi sehingga membuatnya merasa kepanasan namun anehnya membuat hatinya juga ikut berdebar dan merasa gelisah.
Semakin lama perasaan dalam dirinya semakin tak terkendali, membuatnya sedikit prustasi. Alex segera buru-buru ke kamar hotelnya, beruntung kamarnya tidak jauh dari tempatnya sekarang.
Dia segera membuka dan menutup pintu kamar hotelnya, sementara perasaannya masih sulit untuk di kendalikan dan semakin lama malah bertambah gelisah dan terus meminta sesuatu.
Lalu tiba-tiba dia teringat dengan minuman yang telah di berikan Karina padanya. Membuatnya semakin marah dan prustasi.
"Sialan.. rupanya Karina berniat untuk menjebak ku. Pasti diam-diam dia telah menaruh obat perangsang di dalam minuman yang telah aku minum tadi. Kurang ajar, dasar breng*** untung saja aku bisa lolos dari niat jahatnya itu. Tapi bagaimana sekarang, aku tidak bisa mengendalikan perasaanku lagi kali ini. Lebih baik aku ke kamar mandi saja" ucap Alex panjang lebar berbicara sendiri dalam kondisinya yang sedang susah payah dia kontrol.
Beruntung dia tidak ingat bahwa ada Anita yang sedang tidur di salah satu kamar ruangan tersebut. Kalau dia ingat mungkin Anita sudah di datanginya langsung.
Dia tidak tahu kalau Alex sudah pulang dan baru masuk ke kamar mandi yang hanya ada satu di ruangan tersebut.
Dan dengan pakaian tidur ala anak remaja sekarang yang hanya menggunakan celana pendek sepaha dan kaos yang terlihat longgar namun nampak seksi jika di pandang.
Pelan-pelan Anita mulai berjalan menuju kamar mandi dengan mata yang terlihat terkantuk-kantuk.
Dan tanpa menyadari ada Alex di dalam kamar mandi tersebut, Anita segera membuka pintu kamar mandinya dan langsung masuk sambil menutup matanya sendiri sesaat.
Sementara Alex yang tidak sempat memikirkan untuk mengunci pintu kamar mandi tersebut sudah ada di dalam kamar mandi yang sudah setengah telanjang.
Membuat Anita yang hendak duduk di atas kloset merasa kaget saat matanya samar-samar melihat orang di hadapannya.
Saat matanya benar-benar melihat jelas orang di depannya ternyata Alex, tiba-tiba dia terlonjak dan berteriak hendak pergi keluar kembali dari kamar mandi.
"Aaaa... " teriak Anita saat melihat Alex dengan jelas yang sedang terlihat setengah telanjang.
Dan jangan lupakan tatapan Alex yang nampak jelas terlihat sedang bernafsu melihat Anita.
Terlebih saat Alex melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala Anita dengan pakaiannya yang terlihat mengekspos tubuh indahnya.
"Tunggu... jangan pergi" ucap Alex sambil menarik tangan Anita dengan segera.
__ADS_1
Namun Anita yang merasa ketakutan dengan tatapan Alex yang meresahkannya, tidak diam begitu saja. Dia mencoba berusaha melepaskan pegangan Alex dari tangannya.
"Lepaskan tangan saya, tuan. Saya gak jadi mau pipisnya, tuan aja duluan. Saya mau keluar" ucap Anita berusaha melepaskan tangannya.
Tapi Alex yang sudah berhasrat, membuatnya tidak dapat mengontrol pikirannya.
Membuat mereka berdua sesaat saling tarik menarik hingga Anita sempat membuka pintu kamar mandi tersebut dan berpegangan pada pintu itu.
Namun Alex yang sudah tidak tahan tetap berusaha menarik tubuh Anita meski tangannya masih berpegangan pada pintu kamar mandi tersebut.
"Tidak tuan, jangan... Lepaskan saya"
"Tuan sadarlah.."
"Tuan bilang, tuan tidak bernafsu sama saya. Meskipun saya sudah menjadi istri sah tuan" ucap Anita sambil tetap berusaha berpegangan pada pintu.
Namun dengan tenaga yang kalah kuat membuat Anita perlahan melepaskan pegangannya.
Hingga akhirnya Alex dapat memeluk Anita dengan erat dan mulai menghadapkan wajahnya dengan wajah dirinya lalu dengan lembut membuat Anita menerima sentuhannya.
Dan lama kelamaan, entah mengapa membuat Anita sanggup menerima sentuhan lembut Alex pada tubuhnya hingga dapat menyentuh ke relung hatinya.
Tidak seperti sebelumnya yang membuat Anita merasa marah dan tidak terima dengan perlakuan Alex padanya, tempo dulu.
Kali ini Anita dapat menerima dengan apa yang tengah di lakukan Alex padanya. Entah karena Anita sudah merasa sah sebagai istri Alex atau mungkin karena Anita sudah ada rasa padanya.
Begitupun juga dengan Alex, meski dia dalam pengaruh obat perangsang. Tapi jauh dari lubuk hatinya, dia merasa senang dapat berdekatan dan menyentuh Anita lebih dekat dan lembut seperti saat ini.
Alex mulai menciumi leher Anita dengan pelan dan lembut hingga satu persatu, dari pipinya, dahinya, matanya, hidungnya, bibirnya sampai kembali lagi ke leher Anita.
Membuat Anita merasa tenang tidak lagi berteriak seperti tadi.
Sampai dia merasa 'naonnya poho deui bahasa Indonesia na, mohon maaf permisa, silahkan yang mengerti di bayangkan saja sendiri.. hehehe'
'O iya baru inget'
Sampai dia merasa menggeliat di buatnya. Kemudian perlahan Alex menggendong Anita dan membawanya ke pancuran cinta yang ada di kamar mandi tersebut.
Hingga mereka berdua disiram dengan air shower yang mengguyur tubuh mereka berdua.
Sampailah terjadi perpaduan adonan cinta antara Anita dan Alex di bawah reruntuhan air air yang berjatuhan menimpa tubuh mereka berdua.
Membuat keduanya saling menikmati sentuhan satu sama lain. Hingga membuat tubuh keduanya perlahan bertambah memanas.
Dan membuat para pembaca ikutan rada haredang-haredang, panas... panas... panas...
Mohon maaf tidak dapat menggambarkan dengan detail dan jelas dan tolong juga jangan terlalu di bayangkan dengan jelas ya, guys. Lagi puasa!!!
__ADS_1
Cukup tahu dan ngerti aja. Oke....