Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Terluka


__ADS_3

Sementara itu, Lolita yang di sekap masih berusaha minta di lepaskan.


"Lepaskan aku Aditiya. Kalau tidak, kau tidak akan selamat dari Daddy ku. Dia pasti akan menemukan aku dan membuatmu kembali hancur" ucap Lolita berusaha untuk menggertak Aditiya meskipun dengan rasa takutnya.


Namun orang tersebut tidak menggubris nya, dia sengaja membiarkan Lolita berteriak-teriak. Sepertinya dia merasa senang melihat Lolita terus berteriak dan merasa ketakutan.


Dia berpikir apa yang telah di lakukan nya telah berhasil dan membuat Lolita ketakutan.


Tapi itu belum dirasa cukup, dia merasa belum puas sebelum membuat ayah Lolita ikut menderita karena telah menjebloskan nya ke penjara.


Aditiya tidak tahu kalau sebenarnya dia telah ketahuan menculik Lolita. Diam-diam orang suruhannya Alex yang setiap saat di suruh memantau anaknya tersebut telah mengikuti dan mengetahui keberadaannya.


Dan saat ini tinggal menunggu kedatangan Alex untuk menggerebeknya.


Aditiya yang sudah sakit hati dan dendam dengan Lolita juga ayahnya, mulai kembali menakut-nakuti Lolita dengan memperlihatkan pisau kecil yang tajam dan menyentuhkannya pada wajah Lolita.


"Kau pikir ayahmu yang sudah tua itu akan membantumu sekarang, hah?" ucap Aditiya tidak takut dengan ancaman Lolita.


"Kau tahu apa yang akan terjadi jika pisau ini menyentuh wajah cantik mu ini" ucap Aditiya kembali menakuti Lolita dengan senyum jahatnya.


"Tapi sebelum aku menyayat wajahmu... biarkan aku menyayat tubuh indah mu ini... wahahaha.... " ucap Aditiya kembali dengan tawa gilanya.


Merasa tidak ada yang memantau dan tidak ada yang tahu persembunyian nya Aditiya terus menakut-nakuti Lolita dengan mulai melepaskan kanci baju Lolita dengan pisaunya.


Membuat Lolita merasa terhina dan berteriak kembali.


"Berhenti... Aku mohon.... aku mohon jangan lakukan itu padaku Aditiya. Aku mohon lepaskan aku!" ucap Lolita mulai menangis ketakutan dengan apa yang sedang di lakukan Aditya pada bajunya.


Sementara Lolita masih terduduk dengan tangan masih terikat ke belakang. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan terus menangis tak berdaya.


Lolita berharap akan ada orang yang membantu dan melepaskannya dari orang gila tersebut.


Dan di saat kancing terakhir yang diputuskan Aditiya dan Lolita yang berteriak memanggil ayahnya secara kebetulan Alex datang dan mulai menghajar laki-laki bajungan tersebut.


"Tidak... Daddy....." teriak Lolita dan memanggil ayah-nya dengan keras.


Sementara itu, Aditiya malah nampak tersenyum jahat melihat Lolita yang terus merasa ketakutan tanpa sadar kalau orang-orang Alex sudah mengepungnya dan Alex sendiri sudah berada di depan pintu ruangan yang telah dia jadikan tempat menyekap Lolita.


Dan brug, Alex segera menghajar Aditiya saat mendengar anaknya berteriak memanggil namanya.


Rupanya Aditiya yang bodoh itu tidak mengunci pintu ruangan tersebut, dan juga beruntung Lolita memakai dalaman manset sehingga saat kancingnya terlepas tubuhnya masih terbungkus aman.


Namun Alex yang melihat anaknya di perlakukan seperti itu, membuatnya tidak dapat memberi ampun orang tersebut.


Alex terus menghajar Aditiya, sementara Anita segera membantu Lolita melepaskan ikatannya sambil menutup tubuh Lolita dengan jaket yang tadi digunakannya.


"Lolita... kenapa bisa seperti ini?" ucap Anita nampak terlihat cemas dan segera melepaskan ikatan Lolita da memeluknya.


"Anita..." ucap Lolita setelah Anita melepaskan ikatannya.


Untuk sesaat mereka berdua pun berpelukan dengan Lolita yang masih nampak ketakutan.

__ADS_1


Sementara itu, Alex dan Aditiya masih saling adu jotos namun usaha Aditiya sia-sia. Dia mengira Alex yang menurutnya sudah tua itu lemah tapi dia salah.


Alex terus menghajar Aditiya dan menghalau pukulan nya yang juga berusaha melawan balik Alex.


Hingga akhirnya Aditiya yang tadi menjatuhkan pisau tajam nya kembali mengambil pisau tersebut saat Alex membuatnya terkapar di dekat pisau tersebut.


Alex tidak menyadari hal itu, dia segera berbalik dan hendak menghampiri anaknya.


Dan saat Alex berbalik Aditiya berusaha menusukan pisau tajamnya pada punggung Alex dan dor suara tembakan juga terdengar.


Lolita dan Anita merasa kaget dan tercengang, mereka takut peluru itu mengenai Alex.


Begitu pun juga dengan Alex, tiba-tiba dia mematung tak bergerak dengan hanya menatap Lolita dan Anita.


Dan brug suara tubuh seseorang yang terjatuh akibat tembakan tersebut. Dan saat Alex mencoba berbalik untuk melihatnya, rupanya Aditiya yang terkena tembakan anak buahnya.


Aditiya langsung terkapar dengan pisau kecil yang tadi hendak dia tusukan pada Alex, namun pisau tersebut seperti nya sudah sedikit mengenai Alex hingga pisau tersebut terlihat ada seperempat darah yang menempel.


Beruntung Alex selamat dan anak buah Alex segera pada masuk dan menyingkirkan mayat Aditiya saat itu.


"Cepat singkirkan orang berengsek ini dan jangan sampai ketahuan jejaknya. Aku tidak mau anakku jadi incaran nya lagi. Bereskan dia!" ucap Alex pada anak buahnya setelah mereka bergegas masuk.


"Baik, tuan"


Sementara itu Lolita dan Anita masih berdiri di samping tembok memantau pergerakan Alex.


Mereka bersyukur Alex tidak apa-apa dan Lolita segera berlari memeluk ayahnya. Sementara Anita hanya dapat melihat dan membiarkan Lolita dengan ayahnya sesaat.


Di dalam mobil perjalanan pulang, mereka bertiga duduk di belakang kursi kemudi. Dengan posisi Alex di tengah, sementara Anita dan Lolita duduk di kedua sisi Alex.


Lolita nampak masih syok sambil terus memeluk tangan ayahnya hingga membuatnya ketiduran menyender pada Alex.


Sementara Anita masih terjaga dan duduk tenang di samping Alex.


Namun setelah beberapa lama, Alex mulai merasa sedikit kesakitan di belakang punggungnya.


Sepertinya luka yang di akibatkan tusukan Aditiya tadi benar-benar mengenainya. Namun dia baru menyadari dan merasakannya saat ini.


Tapi Alex tidak ingin membuat orang terdekatnya merasa khawatir, dia mencoba untuk bertahan. Namun apa yang di rasakan membuat tubuhnya tidak merasa nyaman.


Hal itu membuatnya sesekali bergerak menahan rasa sakit dan Anita yang melihatnya merasa aneh dan penasaran.


"Tuan.. Apa anda baik-baik saja?" tanya Anita saat melihat Alex yang sesekali bergerak terlihat tidak nyaman.


"Ehmmh... ya aku baik-baik saja" ucap Alex sambil membunyikan rasa sakitnya.


Untuk sesaat Anita percaya dan duduk kembali dengan tenang. Tapi diam-diam dia terus memperhatikan Alex.


"Dia bilang baik-baik saja, tapi kenapa dia terlihat berkeringat seperti itu. Padahal AC mobil ini juga tidak bermasalah. Apa dia sedang membunyikan sesuatu?" ucap Anita dalam hati masih merasa penasaran, terlebih setelah dia melihat keringat di pelipis Alex yang mencurigakan.


Dan setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah. Anita segera memapah Lolita dan mengantarnya masuk ke kamar.

__ADS_1


Sementara itu setelah Alex melihat Lolita dan Anita pergi masuk ke dalam rumahnya, dia mulai mengecek punggung nya yang terasa sakit dan mulai memasukan tangan nya ke dalam pakaian untuk mengecek tubuhnya yang terasa berair.


Dan saat dia melihat tangannya berlumur darah dia segera mengingat kembali kejadian tadi yang di tusuk oleh Aditiya dari belakang.


Dia menggunakan jaket tebal hitam sehingga membuat darahnya tidak terlihat oleh siapa pun.


Segera setelah menyadari hal itu, Alex cepat-cepat masuk dan pergi ke kamarnya langsung dan menyiapkan kotak p3k yang biasa dia sediakan di kamar pribadinya.


Kemudian dia membuka jaketnya dan berusaha untuk membersihkan darahnya terlebih dahulu.


Sambil melihat dari kaca, Alex berusaha melakukannya sendiri tanpa berniat meminta bantuan siapapun.


Namun karena posisinya yang sulit di jangkau tangan sendiri, membuat Alex kesulitan dan merasa kelelahan melakukannya.


Hingga akhirnya Alex memutuskan untuk merebahkan tubuh nya terlebih dahulu di atas kasur nya dalam posisi tengkurep dan bertelanjang dada.


Sementara itu, Anita yang sudah menemani Lolita dari tadi hingga membuatnya tertidur di pangkuannya, perlahan Anita mengangkat kepala sahabatnya tersebut dari pangkuannya kemudian menyelimutinya dengan pelan.


Anita hendak kembali ke kamarnya setelah dia menyempatkan melihat Alexa di kamar nya.


Namun perasaan nya sedikit tidak tenang, dia kepikiran Alex yang tadi di dalam mobil bertingkah aneh.


Awalnya dia merasa ragu untuk melihat keadaan Alex di kamar pribadinya. Namun setelah berlama-lama meyakinkan keraguannya, akhirnya Anita memutuskan untuk melihat keadaan Alex terlebih dulu.


Anita sudah berada di depan pintu kamar Alex, tapi tiba-tiba keraguannya datang lagi.


Namun begitu dia tetap ingin melihat keadaan Alex sebelum dia pergi ke kamarnya sendiri.


Akhirnya pintu pun di ketuk, tapi baru sekali di ketuk pintu tersebut sudah terbuka cukup lebar.


Melihat hal tersebut Anita merasa bingung. Dia mencoba memanggil-manggil Alex, namun orang yang di panggil tidak kunjung datang ataupun menjawab ucapannya.


Kemudian Anita pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Alex. Dan saat dirinya melihat ke atas kasur, Alex rupanya sudah terbaring tanpa berhasil membersihkan darah di punggungnya apalagi memberi obat pada lukanya tersebut.


Tentu hal itu membuat Anita merasa khawatir saat melihatnya seperti itu. Kemudian Anita segera menghampiri Alex dan melihat kesadarannya, apakah dia pingsan ataukah sedang tidur.


Melihat nafasnya yang stabil namun sulit untuk menyadarkan nya. Anita memutuskan untuk membersihkan darah yang ada di punggung Alex dan membantu mengobati lukanya tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Alex.


Entah Alex pingsan atau tertidur, tapi yang jelas Anita tidak dapat meninggalkannya dalam keadaan seperti itu.


********""""""""""


Hay para Reader setiaku terima kasih sudah mampir ke novelku sampai saat ini....


Dan jangan lupa mampir juga ke novelku yang satu lagi ya, judulnya "Anan-Anakku Anak CEO" ....


Sekali lagi terima kasih atas waktu yang telah kalian luangkan untuk mampir ke novelku.


***** Selamat Membaca*****


Have a nice day, guys 🤗🤗🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2