Jodohku Ayah Sahabatku

Jodohku Ayah Sahabatku
Bertemu Lagi


__ADS_3

Sadar setelah menerima kejutan yang membuat matanya terasa sakit, Alex segera melepaskan pelukannya kemudian memijat mata nya pelan mencoba meredakan rasa sakit "aw... aw..." rengek Alex sambil memijat mata nya pelan "hey.. apa-apaan kau ini?" ucap Alex merasa kesal sambil tetap memegang mata nya tanpa melihat orang yang membuat nya seperti itu.


"Apa...? ketemu dia lagi" ucap Anita pelan, terkejut saat melihat dan menyadari pria yang di hadapan nya adalah pria yang telah memecatnya "dia kan pria tua bangka sialan itu. Rasain emangnya enak, itu karma karena telah memecatku dan membuat ku kehilangan pekerjaan" ucap Anita pelan sambil meledeknya "lebih baik aku cepat pergi sebelum dia sadar dan memaki ku lagi" ucap Anita dan segera pergi meninggalkannya sebelum Alex bertambah kesal.


Perlahan Alex membuka mata dan menyadari kepergian gadis tersebut, hingga membuat Alex ingin mengejar nya, namun langkah nya terhenti saat dirasa matanya sedikit kabur dan masih terasa sakit. Alex pun memutuskan untuk terlebih dahulu pergi ke toilet yang sebelumnya memang hendak ke tempat tersebut dan sekalian membasuh wajahnya nya berharap matanya akan jauh lebih baik.


Di toilet Alex terlihat uring-uringan merutuki gadis tersebut dan berniat ingin membalas dendam perbuatan gadis yang masih belum di kenalnya itu. "Dasar gadis sialan" ucap Alex kesal sambil membasuh wajahnya yang terasa sakit di mata "awas saja jika aku bertemu dengannya lagi, jangan harap dia bisa kabur lagi dari ku" ucap Alex kesal "rupanya gadis bocil itu ingin bermain-main dengan ku" lanjut Alex dengan senyum menyeringai yang tidak sabar ingin membalaskan dendamnya.


Di sisi lain, tepatnya di ruang teater. Terlihat Anita mulai di antara oleh petugas penerima tiket mencari tempat duduknya dan bertemu dengan sahabat nya. Melihat Anita sudah datang, sontak membuat Lolita merasa kegirangan dan replek berteriak memanggil Anita hingga sesaat membuat para pengunjung lain melihat ke arah mereka. "Beb..." teriak Lolita antusias setelah melihat kedatangan Anita sambil memeluknya. "oops.. sorry" ucap Lolita sambil mengedarkan cengirannya kepada para pengunjung lain, menyadari kesalahannya.

__ADS_1


Sementara Anita segera menempati tempat duduknya disebelah Lolita, yang langsung dicecar dengan omelan olehnya "Nita kamu ini kemana aja. Aku pikir kamu gak jadi dateng. Untung aja filmnya baru mau mulai" ucap Lolita sedikit kesal pada sahabatnya. "Maaf Bawel... Tadi aku ketinggalan bus. Itu sebabnya aku terlambat. Maaf kan aku yah" ucap Anita sungguh-sungguh. "ya sudah.. lain kali jangan di ulang" ucap Lolita tanpa menghilang kan bibir manyun nya karena merasa sebal namun tetap merasa sayang.


Kemudian Anita mulai mempertanyakan keberadaan ayah sahabatnya yang sebelumnya ingin diperkenalkan pada nya. "Lit. Katanya kamu mau ngenalin daddy kesayangan mu itu pada ku. Tapi sepertinya aku tidak melihatnya bersama mu?" tanya Anita mengalihkan pembicaraan juga penasaran dengan keberadaan ayah temannya tersebut. "ah iya... aku hampir lupa" ucap Lolita "aku juga bingung. Tadi daddy bilang mau sebentar ke toilet, tapi udah dari tadi belum datang juga" lanjut Lolita merasa bingung dan ntah kemana daddy nya itu pergi "ah sudah lah... paling bentar lagi daddy datang. Seperti nya filmnya akan segera di mulai. lebih baik kita fokus nonton dulu aja" ucap Lolita tak perduli. "yaah.. baik lah" ucap Anita pasrah.


Film pun segera dimulai, Anita dan Lolita fokus pada tontonan nya. Sementara Alex yang masih merasa kesal segera kembali ketempat nya tadi duduk di sebelah Lolita.


Dalam hati Alex terus menggerutu "dasar gadis sial, gadis ceroboh. Lihat saja nanti aku pasti akan membalas mu" ucap Alex dalam hati sambil sesekali menggigit jarinya mencoba menenangkan perasaan nya. Tidak menyadari kalau orang yang membuat nya kesal berada sangat dekat dengannya hanya terpisah jarak dengan Lolita di tengahnya. Begitu pun Anita yang tidak sadar dengan pria tua yang selalu membuat nya merasa sial berada dekat di samping sahabatnya.


Sementara itu, di tengah asiknya Lolita menonton film, ia sempatkan menawarkan popcorn pada ayahnya sambil melihat ke layar tanpa melihat ke arah daddy nya dan bertanya "dad kemana saja. lama banget dari toilet, lihat filmnya sudah mulai dari tadi" tetap fokus ke layar. "Ah... biarkan saja, lagi pula daddy gak terlalu suka dengan film horor" ucap daddy tak perduli sambil memakan popcorn yang di tawarkan Lolita. "Gimana... teman kamu jadi datang?" tanya Alex basa basi. "ah ... itu. Dateng dong dad... tuh dia lagi di sebelah ku" ucap Lolita dengan pandangan yang masih fokus ke layar. "Bagus lah kalau begitu" ucap Alex biasa saja tanpa melihat wajah teman anak nya itu "nanti kalau udah selesai bangunin daddy ya" ucap Alex memilih tidur dibandingkan dengan menemani anaknya nonton. "Ok Ded" ucap Lolita tak ambil pusing dengan sikap ayah nya, yang dia tahu daddy nya memang tak begitu suka dengan nonton di bioskop mungkin sudah bukan umurnya, tapi Lolita cukup senang dengan keberadaan daddy nya yang masih mau menemaninya walau pun dia sendiri tidak suka.

__ADS_1


Setelah beberapa puluh menit berlalu, tiba-tiba Lolita merasa kebelet pipis. Lolita pun terpaksa meninggalkan film kesukaan nya sebentar dan berkata pada Anita " Nit. Aku ke toilet dulu ya. Titip daddy ku lagi tidur". "Ok..." ucap Anita sambil menunjuk kan jempol nya dengan tatapan yang masih fokus ke layar tanpa melihat ayah sahabatnya itu.


Sementara Alex terlihat tertidur pulas dengan tangan terbuka menempati tempat duduk anaknya, namun sesaat kemudian terdengar suara penonton yang histeris karena melihat adegan yang sangat menakutkan. Begitu juga dengan Anita yang mulai merasa takut hingga tak berani melihat dan menutup wajah nya seram, saking ketakutannya, membuat Anita replek menggenggam tangan Alex yang berada di dekat nya dengan sangat keres. Tentu hal itu membuat Alex terbangun dan membuatnya merasa kesakitan di tangan yang di remas oleh Anita.


"hey... apa-apa ini" ucap Alex terbangun dan berusaha melepaskan genggaman tangan Anita "lepasin" lanjut Alex. "Maaf Om. Aku takut" ucap Anita sambil tetap menutup wajahnya dengan tangan nya yang satu sehingga membuat Alex tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. "kamu ini sudah tahu nonton film horor kenapa masih ikut menonton nya juga" kesal Alex pada teman anak nya yang belum melepaskan genggaman tangan nya. "Maaf Om. Aku gak sengaja" ucap Anita sekali lagi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya karena tidak berani melihat layar yang masih menampilkan adegan penampakan yang menyeramkan.


"Dasar aneh... sudah tahu penakut masih saja menontonnya" gerutu Alex setelah tangannya terlepas sambil mengelus-elus lingkar tangan nya yang dirasa sakit karena ulah Anita.


Kemudian Lolita datang dan dengan santai nya berkata "ada apa dengan kalian berdua. Apa aku melewatkan sesuatu" tanya Lolita kemudian duduk setelah melihat keanehan pada daddy dan sahabatnya. "sayang kamu dari mana saja. lihat ini, karna ulah teman mu tangan deddy jadi sakit begini" ucap Alex mengadu pada anaknya. Lolita hanya tertawa dengan rengekan daddy nya tersebut, sementara Anita masih tetap diam menutup mata lalu terdengar suara bas mengagetkan hingga membuat Lolita terkejut dan kaget kemudian memeluk Anita begitu pun sebaliknya, membuat mereka saling berpelukan, takut.

__ADS_1


Sementara Alex yang melihat hal tersebut membuat nya geleng-geleng kepala. Di pikir nya mereka berdua benar-benar gadis yang aneh. "dasar gadis-gadis penakut" ucap nya sinis sambil melanjutkan tidurnya kembali dengan posisi wajah yang berlawanan dengan Anita.


Anita yang melihat reaksi ayah sahabatnya yang biasa saja, berkata pada Lolita "Lit apa daddy mu sudah benar-benar mati... mati rasa" ucap Anita dengan wajah bingung nya saling berhadapan dengan Lolita "aku rasa begitu. Gak ada takut-takut nya" jawab Lolita santai. Kemudian berteriak lagi dan saling berpelukan setelah mendengar bas suara horor yang kesekian kalinya.


__ADS_2