
Sementara itu Anita dan Raja sedang dalam perjalanan. Sesekali mereka mengobrol bergantian dan tersenyum bersama-sama.
Kemudian mendadak ada pesan masuk di hp Anita. Rupanya itu pesan dari sahabatnya yang meminta Anita untuk langsung saja ketempat yang sudah di janjikan.
Lolita juga mengatakan bahwa dia akan berangkat bersama Rio dari rumahnya dan meminta izin pada Anita untuk membawa Rio bersama mereka.
Tentu Anita tidak keberatan karena mereka jalan bersama tidak hanya berdua seperti waktu Rio mengantarkannya.
Anita juga mengatakan hal itu pada Raja. Bahwa mereka tidak akan jalan bertiga tetapi berempat bersama kakak sepupunya Lolita, Raja pun setuju dan tidak ada masalah.
Kemudian Raja dan Anita segera meluncur ke tempat tujuan tanpa menjemput Lolita terlebih dahulu.
Sementara itu di rumah Lolita. Rio sudah terlihat siap dan tampan seperti ingin bertemu dengan kekasih pujaan hatinya.
Lolita dan Alex yang saat itu sedang menunggu sambil menonton televisi bersama langsung melihat Rio yang sudah berdiri di hadapan mereka.
"Kak Rio... lama banget sih mandinya, kayak anak perawan aja" pekik Lolita merasa kesal menunggu terlalu lama.
Kemudian Alex yang tiba-tiba mencium bau menyengat mendadak menggerutu pada ponakannya tersebut.
"Rio..." bentak Alex pada ponakannya tersebut sambil mengibas-ngibas tangan di depan hidungnya sendiri.
"Kamu pake parfum berapa liter sampe menyengat begini" kesal Alex mencium parfum terlalu menyengat.
"Yaahh.... Om kaya gak pernah muda aja. Ini tuh salah satu trik untuk mendapatkan cewek, Om. Masa Om gak tau sih?" seloroh Rio pada pamannya, tidak perduli pamannya mengatakan tubuhnya terlalu banyak parfum.
"Iya ih... kak Rio ini kaya mau ketemu cewek pertama kalinya, deh. Ini mah nyengat banget tahu parfumnya. Anita bukannya terpikat malah mual nyium parfum beginian" ucap Lolita jujur, ikut bicara dengan apa yang tercium di hidungnya.
"Dasar kau ini. Membuatku ingin muntah saja" ujar Alex kembali kesal pada ponakannya tersebut.
"Awas sayang... Daddy pengen muntah, mual.. uuu... oooekk" ucap Alex pada Lolita yang sedikit menghalangi jalannya.
"Ahh si Om ... lebay banget. Pake pengen muntah beneran lagi" celetuk Rio menanggapi reaksi pamannya.
"Udah kak Rio cepetan, ayo. Anita pasti udah sampe ini" ucap Lolita mengajak cepat-cepat kakak sepupunya tersebut.
Namun saat Rio mulai mendekati Lolita lebih dekat lagi, mendadak Lolita ingin muntah juga seperti daddynya saat mencium tubuh Rio terlalu dekat.
"Tu...tunggu... uuwook. Bentar aku pengen muntah juga" ucap Lolita sambil menutup mulutnya dan segera berlari ke toilet.
__ADS_1
"Apaan sih mereka. Dasar bapak sama anak sama saja, lebay" ucap Rio saat melihat Alex dan Lolita, dua-duanya merasa ingin muntah.
"Masa sih nyengat banget. Orang harum begini" ucap Rio merasa percaya diri.
"Coba gua cium... 🐕 nyengat banget, lagi" celetuk Rio saat mencium sendiri pakaiannya.
"Perasaan tadi wangi-wangi aja... Haduuuh kalau begini mah beneran kata Loli. Yang ada Anita kabur pengen muntah kaya mereka" lanjut Rio berbicara sendiri sambil melepas jaket dan menutup hidungnya, baru sadar kalau terlalu banyak parfum di jaketnya.
Kemudian Lolita datang dan segera mengajak Rio untuk jalan sekarang.
"Ayo kak Rio, Cepetan" ajak Lolita buru-buru.
"Bentar Lit. Aku ganti dulu jaketnya, ya. Sorry" pinta Rio dengan senyum nyengirnya, tidak enak hati apa yang di katakan paman dan adik sepupunya ternyata benar.
"Tuh... kan. Ya udah cepetan. Jangan lama-lama"
"Enggak. Bentaran doang kok"
Tidak lama kemudian Rio pun datang dengan jaket barunya. Begitupun dengan Alex yang baru datang kembali setelah mengeluarkan rasa tidak nyaman di perutnya.
"Ayo Lit, kita jalan sekarang" ajak Rio pada Lolita.
"iya Om" ucap Rio.
"iya Dad" ucap Lolita.
"Ya udah hati-hati kalian di jalan. Dan kamu Rio jagain anakku baik-baik, jangan cuma merhatiin anak orang. Mengerti!" ucap Alex dan sedikit mengingatkan Rio untuk menjaga anaknya.
"Tenang Om... Beres itu mah. Tapi om ada ininya kan" seloroh Rio pada pamannya sambil memberi kode meminta uang jajan dari pamannya.
"Dasar ponakan mata duitan" ucap Alex sambil membuka dompet dan tetap memberikan uang pada ponakannya tersebut.
"Ini..." ucap Alex sambil memberikan uang yang berwarna merah berpuluh-puluh lembar.
"Tapi ingat... Kalau terjadi apa-apa pada anakku. Aku adukan kau sama mamimu yang cerewet itu. Biar kau tidak bisa lagi menginap disini. Mengerti!" lanjut Alex dengan ancamannya pada Rio.
"Siap Om.. Pokoknya beres" ucap Rio sambil menerima uang dari pamannya tersebut dengan senang hati.
Sementara Lolita yang dari tadi menunggu, sudah mulai kesal hendak menggusur Rio dan menjewernya saat menerima uang dari daddynya.
__ADS_1
"Aduuh lama banget sih. Daddy ngapain ngasih uang segala, palingan nanti juga buat hura-hura bareng temen-temennya yang gak jelas itu" protes Lolita pada daddynya.
"Ayo kak... Cepetan" lanjut Lolita saat melihat Rio masih menghitung uang pemberian daddynya sambil menjewer kuping Rio untuk segera ikut jalan bersamanya.
"Aduduh... bentar Lit. Nanti uangnya jatuh kemana-mana nih" rengek Rio saat kupingnya di jewer oleh adik sepupunya tersebut sambil tetap mengikuti langkah Lolita.
Sementara Alex yang melihat tingkah laku anak dan ponakannya tersebut hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala sambil melihat kepergian mereka keluar dari rumah.
Kemudian di tempat lain, Anita dan Raja sudah hampir sampai ketempat yang sudah di janjikan. Sementara Lolita dan Rio baru saja jalan dengan motornya.
Lalu beberapa menit kemudian Raja dan Anita sudah sampai di tempat tujuan, yaitu di salah satu mall terbesar di kota tersebut.
Perlahan Raja memarkirkan mobilnya di parkiran. kemudian bersama-sama keluar dari mobil tersebut.
Namun dari kejauhan ada seseorang di balik tembok yang sedang mengintai mereka. Wajahnya tidak terlihat, hanya matanya yang tersorot oleh sedikit cahaya. Entah siapa orang itu, namun yang pasti dia sedang mengawasi Raja dan Anita tanpa mereka sadari.
Sementara itu Lolita dan Rio sudah setengah jalan. Dengan cepat dan mengebut, Rio tidak segan-segan untuk menarik gasnya terus.
Hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Tapi Lolita tidak menyangka kakak sepupunya tersebut bisa membawa motor dengan kecepatan tinggi Dan membuatnya sesaat merasa pusing dan gemetar.
"Kak Rio... Kenapa kau tidak ikut motor GP saja. Kau membuatku takut. Ingin segera bertemu dengan Anita tapi hampir membuatku mati" pekik Lolita setelah berada di parkiran dan turun dari motor Rio dengan tubuh yang sedikit gemetar.
"Aduuh... kepalaku" lanjut Lolita merasa kepalanya sedikit pusing.
Sementara Rio hanya bisa menertawakan adik sepupunya tersebut.
"Ah... kau ini cemen sekali. Baru segitu udah bikin keleyengan" seloroh Rio pada adik sepupunya tersebut dengan menertawakan kelemahan Lolita.
"iihh... nyebelin malah ngetawain aku. Awas ya, aku aduin daddy nanti" kesal Lolita dan seperti biasa ujung-ujungnya mengancam Rio akan mengadukannya pada daddynya.
"Dasar cewek manja tukang ngadu... wweee" kelakar Rio sambil menjulurkan lidahnya pada Lolita kemudian lari dan menabrak seseorang.
Sementara Lolita yang hendak mengejarnya sesaat terdiam dan melihatnya kemudian tertawa merasa lucu karena Rio menabrak seseorang yang bertubuh gempal hingga membuatnya terpental ke tanah. Tentu hal itu membuat Lolita tertawa terbahak-bahak.
"Rasain emangnya enak. Itu namanya karma, di bayar tunai... wkakakak" seloroh Lolita dan menertawakan kembali kakak sepupunya tersebut.
"Woyy boss.... makanya kalau jalan liat-liat. Ini tuh parkiran, coba kalau yang nabrak situ mobil. Jadi rempeyek kau ini" kesal orang tersebut dan sedikit memberitahu.
"I..iya maaf pak" ucap Rio yang masih terduduk di tanah kemudian orang tersebut pergi dan masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1